NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Tabib Jenius

Reinkarnasi Tabib Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ahli Bela Diri Kuno / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:59.7k
Nilai: 5
Nama Author: shennaartha

Kehebatan ilmu bela diri serta kejeniusannya dalam bidang obat-obatan, mengantar Zhao Jun ke jurang maut mengerikan!

Zhao Jun dikhianati, dibunuh, dan semua hal termasuk gelar 'Tabib Jenius'-nya itu direnggut oleh sahabatnya.

Kematiannya yang tragis membuat Zhao Jun bersumpah pada langit, bahwa jika dia diberi kesempatan untuk hidup kembali, dia akan membalaskan dendam pengkhianatan ini berkali-kali lipat!

Dan ternyata, Dewa mengabulkannya. Zhao Jun terlahir kembali di tubuh seorang pemuda payah di pinggiran kota.

“Hmph! Aku akhirnya terlahir kembali! Dengan tubuh baruku ini, aku pastikan dendamku terbalaskan!”

Dengan ini, perjalanan Zhao Jun membalas dendam sebagai reinkarnasi Tabib Jenius pun dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shennaartha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menguatkan Tekad, Mulai Berlatih

“Akhirnya, setelah hampir dua bulan hidup kembali, aku memiliki peluang untuk membuat Pil Pembersih Tulang dan Darah.”

Di tengah heningnya malam hari ini, Zhao Jun bergumam sendiri. Bersama semilir angin dingin yang menerbangkan rambutnya, dia menatap lurus pemandangan halaman luar asrama tempatnya tinggal sekarang.

Cahaya bulan purnama yang berwarna putih keperakan, tampak begitu terang. Bias sinarnya yang cantik, dipantulkan dengan apik pada permukaan kolam air mancur mini di tepi halaman.

Meski demikian, cantiknya bulan perak malam ini tetap memberikan kesan sepi bagi Zhao Jun.

Untuk beberapa alasan, Zhao Jun mendesah pelan.

“Peluangku untuk segera bisa menguasai seluruh kekuatan dan kemampuanku di masa lalu akan semakin besar. Hanya butuh latihan fisik untuk mendukung pelatihan kekuatan spiritual. Aku, tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.”

Namun, Zhao Jun tahu betul bahwa dia tidak punya terlalu banyak waktu sekarang. Sebab, dia hari ini mendapat informasi dari Tian Feng mengenai tindak tanduk orang-orang Balai Obat Surgawi di Kekaisaran Nan.

Dari apa yang disampaikan Tian Feng melalui surat merpati yang dikirim secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi, orang-orang Balai Obat Surgawi di bawah kepemimpinan Liu Chang dan Ying Fei, telah memulai pergerakan yang serius dalam skala kecil sampai sedang di desa-desa terdekat dari pusat ibukota.

Mereka kini bergerak untuk menarik banyak atensi masyarakat dengan menggunakan modus berupa pengobatan gratis keliling, pembagian pil dan obat-obatan secara cuma-cuma, serta membuka tenda pengobatan selama 24 jam di beberapa titik pemukiman.

“Meskipun semua itu adalah program yang aku lakukan di masa lalu, tapi aku tidak melakukannya sampai sejauh itu,” gumam Zhao Jun dengan nada rendah.

Bagaimanapun juga, Kekaisaran Nan sangat menghormati dan menghargai apa itu ilmu pengobatan.

Mulai dari rakyat jelata sampai para pejabat tingkat tinggi yang ada di istana, semuanya tidak berani menikmati pengobatan secara cuma-cuma jika bukan karena beberapa hal seperti kondisi ekonomi terlalu miskin dan situasinya mendesak.

Semua orang tetap rela membayar tabib dengan segala macam hal. Tidak melulu menggunakan uang, tapi juga bisa menggunakan sistem balas budi tenaga, pemberian hasil panen, atau bahkan penawaran hewan ternak.

Oleh karenanya, Zhao Jun dulu akan menetapkan harga paling rendah yaitu beberapa sen saja untuk sekali pengobatan, bagi rakyat miskin ataupun orang-orang terdesak situasi kondisi.

Tujuannya adalah supaya para penduduk tidak perlu bersusah payah membayar dengan hewan ternak, hasil panen, atau bahkan tenaga mereka yang jauh lebih mahal dari beberapa koin emas dan perak.

“Dengan mulai menggratiskan seluruh pengobatan, Liu Chang dan Ying Fei tampaknya akan mengeksekusi rencana yang pernah mereka bicarakan waktu itu.”

Seperti yang sudah dia ketahui sejak saat dia mendatangi Balai Obat Surgawi malam itu bersama Baili Yan, dua orang pengkhianat dalam hidupnya itu sudah mulai merencanakan hal-hal tidak baik dengan memanfaatkan Balai Obat Surgawi miliknya!

Ditambah fakta bahwa seorang tabib dan deretan ahli pengobatan di Kekaisaran Nan memiliki kehormatan, wewenang, dan hak-hak istimewanya sendiri, tidak mungkin mereka hanya bergerak secara setengah-setengah. Dan ini, adalah langkah besar mereka untuk mendapatkan semua itu.

“Mereka, benar-benar tamak dengan mengincar semua manfaat dari menjadi seorang tabib di Balai Obat Surgawi!”

Zhao Jun tidak bisa tidak menggertakkan giginya karena kesal luar biasa.

Dia geram memikirkan hal ini. Yang mana hasil jerih payah, keringat, dan usahanya sejak dia masih payah—yaitu Balai Obat Surgawi, kini jatuh ke tangan para pengkhianat untuk dimanfaatkan dengan tujuan keserakahan seperti itu!

“Aku harus segera kembali menguasai ilmu yang aku punya di masa lalu dan meningkatkannya sampai tahap puncak! Dengan begitu, aku bisa merebut kembali Balai Obat Surgawi dan semua hal yang sudah dia rebut dariku lebih cepat dari yang seharusnya!”

Tanpa pikir panjang lagi, Zhao Jun turun dari tempat tidurnya. Tak lupa, dia juga menyempatkan diri untuk menutup jendela yang semula masih terbuka, sebelum akhirnya bergegas keluar dan mengunci pintu kamarnya.

Zhao Jun berjalan dengan langkah lebar melewati lorong asrama menuju ke lobi dekat halaman luar asrama yang biasanya digunakan untuk berlatih para murid akademi saat hari masih siang.

Setibanya di sana, dia melongokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri guna memastikan bahwa semuanya aman sebelum bergegas berlari mengitari halaman untuk pemanasan.

“Huh! Huh! Huh!”

Butuh waktu hampir setengah jam sampai Zhao Jun benar-benar selesai mengitari halaman tersebut.

Dengan keringat yang mengucur deras dari leher, dahi, serta punggungnya, Zhao Jun berhenti sambil mengatur nafasnya yang masih tak beraturan. Baru setelah dia merasa lebih baik dan stabil, dia mulai mengambil sikap untuk pemanasan yang lebih berat.

Mulai dari melakukan push-up, lompatan tinggi, sampai melatih ilmu pedangnya menggunakan ranting pohon yang dia temukan di bawah pohon Ginkgo samping asrama, semua dilakukan oleh Zhao Jun dengan sungguh-sungguh.

Sayangnya, baru setengah jam dia melakukan semua itu, dia sudah ambruk secara tiba-tiba karena luka akibat dikeroyok para murid tempo hari, kambuh!

‘BRUK!’

“Argh!”

Desisan penuh rasa sakit yang ditahan keluar begitu saja dari mulut Zhao Jun. Dia bertekuk lutut sambil menyentuh perut dan lengannya secara bergantian. Rasa sakitnya kembali datang dengan hebat. Dia tidak menyangka latihan fisik ini akan sangat berisiko untuknya.

Sedang tanpa dia tahu, seseorang tengah mengawasinya dari kejauhan.

Di bawah tatapan mata teduh tapi tajamnya yang lihai, semua gerak-gerik Zhao Jun dapat masuk ke indera penglihatannya dengan sangat jelas. Termasuk saat Zhao Jun ambruk sekarang.

Akan tetapi secara mengejutkan, dia justru menyunggingkan senyum tipis nan samar di bibirnya.

“Tidak buruk,” komentarnya pelan.

Sembari mengamati Zhao Jun yang tengah kesakitan tanpa ada sedikit pun keinginan untuk menolongnya, dia lantas menggenggam kedua tangannya di belakang punggung untuk menanti apa yang akan dilakukan Zhao Jun selanjutnya.

Zhao Jun sendiri tidak tahu bahwa dia tengah diawasi seseorang. Dia hanya fokus pada tubuh, kondisi, dan ambisinya sendiri saat ini. Jadilah dia langsung berusaha berdiri lagi setelah merasa bahwa sakitnya mulai mereda.

“Tidak bisa! Aku tidak bisa menyerah begitu saja sekarang! Semua rasa sakit ini tidaklah seberapa jika dibandingkan rasa sakit yang aku terima saat pelatihan ilmu bela diri bersama Guru di masa lalu! Aku harus menahannya!”

Dibarengi tekad kuat, Zhao Jun bangkit sambil meraih kembali ranting kayu yang dia gunakan sebelumnya guna melatih kembali ilmu bela diri sekaligus ilmu pedangnya sekali lagi.

Dengan sungguh-sungguh, dia mulai memasang sikap kuda-kuda dan siap mengayunkan tangan, melangkahkan kakinya, serta mengolah pernafasannya untuk mengikuti bagaimana pelatihan bela diri dan ilmu pedang yang sudah dia kuasai sejak dulu.

“HAP!”

“HAP!”

“HYA!”

Meskipun menyakitkan, tapi Zhao Jun tidak menyerah. Dan ini membuat sosok yang sedari tadi mengamatinya dari kejauhan, terkesima. Kegigihan dan kelihaian Zhao Jun dalam berlatih benar-benar mengejutkan hatinya.

Tanpa sedikit pun keraguan, dia lantas melangkahkan kakinya guna menghampiri Zhao Jun sambil bertepuk tangan.

“Bagus! Bagus! Aku tidak menyangka kau memiliki keterampilan dan tekad yang luar biasa dalam ilmu bela diri sekaligus ilmu pedang.”

Zhao Jun yang semula masih fokus berlatih, buru-buru menolehkan kepalanya. Dan begitu kedua matanya menangkap siapa orang yang datang, mereka membulat!

1
Eddy.H
tamat ga ni Thor lagi seru2 nya eh authornya menghilang
Her dian
mantaf..
Jimmy Avolution
ayo
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Anik Purwantoro
tutup wae .. gak usah di lanjut
Anik Purwantoro
menarik
Uswatun Hasanah
kok nggak dilanjutin?
forza 💫✨🎗️🪙👑
mcnya kok goblok ya
forza 💫✨🎗️🪙👑
ujung"nya gampang percya dgn orang lagi di kehidupan ke dua..ckckck
Jimmy Avolution
ayo
Jimmy Avolution
laaaaaarrrrriiiii
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
hadir
@lan
logis dan tidak terlalu fantasi mantab thor kami tunggu up nya
Linda Samudin 88
napa tdk minta kompensasi sb sdh di rugikn oleh pelajar dewa obat xiao jun
Linda Samudin 88
apakh tdk ada cincin spasialnya zhao jun
nabawi ahmad
lanjut
nabawi ahmad
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!