Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.
Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gemuruh paviliun awan dingin
Dunia mulai berguncang. Di timur, Kekaisaran Qian Long dan Sekte Tian Long mulai merasakan getaran di tanah mereka sebuah peringatan bahwa badai yang mereka coba musnahkan bertahun-tahun lalu, kini datang kembali dengan kekuatan yang sanggup menelan matahari.
Dunia di luar sana mungkin sedang terbakar oleh api peperangan, namun di Paviliun Awan Dingin, waktu seolah-olah membeku dalam keheningan yang menyiksa. Di puncak Gunung Utara yang selalu tertutup salju abadi, Yun Xi menjalani hari-hari sebagai bayangan. Kulitnya yang dulu seputih porselen kini tampak pucat pasi, dan jemarinya yang halus seringkali mati rasa karena udara dingin yang menembus celah-celah dinding paviliun yang lapuk.
Namun, di dalam matanya yang sembab, tidak ada lagi jejak keputusasaan yang melumpuhkan. Sejak ia memutuskan untuk bertahan, Yun Xi telah mengubah penderitaannya menjadi sumber kekuatan. Ia mulai mengonsumsi Cairan Pemurni Esensi yang diberikan Shang Zhi secara teratur. Esensi itu bekerja seperti aliran api hangat yang mengalir di meridiannya, melindungi organ dalamnya dari hawa dingin yang mematikan dan secara perlahan mendorong tingkat kultivasinya ke ranah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Suatu pagi, seorang prajurit penjaga yang biasanya membawakan jatah makanan hambar melemparkan sebuah gulungan berita ke lantai salju dengan tangan gemetar. Wajah prajurit itu pucat, seolah-olah ia baru saja melihat hantu.
"Baca itu, Putri Terkutuk," bisik prajurit itu sebelum lari tergesa-gesa kembali ke arah gerbang bawah. "Bencana sedang menuju ke sini, dan dia memakai wajah kekasihmu."
Yun Xi mengambil gulungan itu dengan tangan gemetar. Matanya menyisir setiap baris tulisan dengan cepat. Jantungnya berdegup kencang, begitu keras hingga ia bisa mendengarnya di telinganya sendiri.
Laporan Intelijen Kekaisaran Chi Long telah jatuh dalam waktu tujuh hari. Kekaisaran Wang Long menyerah tanpa syarat. Seorang pemimpin misterius yang dikenal sebagai "Iblis Gurun" memimpin Shadow troops pasukan sepuluh ribu pendekar berbaju hitam. Laporan mengonfirmasi identitas pemimpin tersebut adalah Shang Zhi, murid buangan Sekte Tian Long yang dikabarkan tewas.
Yun Xi jatuh terduduk di atas salju. Air mata yang selama ini ia tahan tumpah begitu saja. Bukan air mata kesedihan, melainkan ledakan harapan yang begitu kuat hingga membuatnya sesak napas.
"Kau masih hidup..." bisiknya, memeluk gulungan itu erat-erat ke dadanya. "Kau benar-benar kembali, Shang Zhi."
Harapan itu memicu perubahan drastis pada kultivasi Yun Xi. Emosinya yang meluap bersinergi dengan Cairan Pemurni Esensi di dalam tubuhnya. Tiba-tiba, energi di sekitar Paviliun Awan Dingin mulai berputar. Salju yang turun tidak lagi menyentuh tubuhnya sebaliknya, salju itu menguap membentuk kabut putih yang melindungi Yun Xi seperti kepompong.
Di dalam paviliun, ia mulai berlatih dengan teknik yang ia temukan di perpustakaan rahasia kaisar sebelum ia diasingkan. Dengan kemarahan yang dingin dan cinta yang tak terpadamkan, ia menerobos hambatan ranah fusion souls tahap akhir . Rambutnya yang panjang berkibar tertiup badai salju buatan yang ia ciptakan sendiri.
"Jika dia datang sebagai api yang menghanguskan dunia," gumam Yun Xi, matanya berkilat dengan aura es yang tajam, "maka aku akan menjadi badai yang menyapu jalan untuknya."
Sementara itu, di ibu kota Kekaisaran Qian Long, suasana sangat mencekam. Yun Jian berdiri di aula pertemuan dengan wajah yang tidak lagi memiliki ketenangan diplomatik. Ia telah mengirim utusan ke Sekte Tian Long, memohon para Tetua untuk mengerahkan seluruh kekuatan mereka.
"Bagaimana bisa seorang murid luar yang seharusnya mati di gurun bisa menghancurkan dua kekaisaran?!" Yun Jian berteriak pada para jenderalnya. "Di mana Lu Feng? Di mana para jenius sekte?!"
Kaisar Qian Long, ayah Yun Xi, duduk di singgasana dengan mata yang mulai menunjukkan sedikit kejernihan. Mendengar nama Shang Zhi disebut-sebut sebagai penakluk dunia, ia teringat pada putrinya yang ia buang. Sebuah penyesalan mulai merayap di hatinya, namun ia telah terlalu jauh terjebak dalam jaring manipulasi Yun Jian.
"Bawa Yun Xi kembali dari Gunung Utara," perintah kaisar dengan suara serak.
"Jangan, Yang Mulia!" Yun Jian memotong dengan cepat. "Dia adalah sandera terakhir kita. Jika Shang Zhi datang, kita akan menggunakan Yun Xi untuk membuatnya berlutut. Jika dia mencintai gadis itu, dia tidak akan berani menyentuh istana ini."
Yun Jian tidak menyadari bahwa di puncak Gunung Utara, sandera yang ia maksud bukan lagi gadis lemah yang bisa dimanipulasi.
Dari balkon Paviliun Awan Dingin, Yun Xi melihat ke arah selatan. Di ufuk jauh, langit tidak lagi biru atau kelabu. Langit itu berwarna emas gelap, pertanda bahwa pasukan Shadow troops telah menyeberangi perbatasan terakhir.
Shang Zhi sedang datang. Dan kali ini, tidak ada satu pun tembok, sekte, atau kekaisaran yang mampu menghalangi pertemuan mereka.
"Tunggu aku, Shang Zhi," bisik Yun Xi, suaranya dibawa oleh angin gunung menuju sang kekasih. "Aku tidak akan hanya menunggumu menyelamatkanku. Aku akan menyambutmu dengan kepala para pengkhianat ini di tanganku."
Namun, di tengah kemelut tersebut, sebuah rencana licik mulai disusun di balik dinding istana yang megah. Sebagai upaya terakhir untuk meredam kekacauan dan memperkuat aliansi yang tersisa, Kaisar Qian Long secara sepihak telah memutuskan sebuah dekrit yang mengejutkan. Ia berencana untuk menjodohkan Yun Xi dengan putra mahkota dari Kekaisaran Aliansi Barat yang selama ini dikenal haus darah dan kejam.
Perjodohan ini dianggap sebagai satu-satunya cara bagi Kaisar untuk mendapatkan bantuan militer tambahan demi menahan laju Shang Zhi. Tanpa memperdulikan perasaan Yun Xi, utusan kerajaan kini sedang dalam perjalanan menuju Gunung Utara untuk membawa kabar bahwa masa depannya telah digadaikan dalam sebuah pernikahan politik yang dipaksakan. Mereka tidak tahu bahwa Yun Xi yang sekarang tak akan lagi sudi menjadi pion dalam permainan kekuasaan mereka.
Bersambung....