NovelToon NovelToon
Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:95.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ovelia.shin

Gara-gara rem blong membuatnya menyenggol sebuah Rubicon di lampu merah. Aletta Sora harus berurusan panjang dengan Dioneel Alardo.
Celaka seribu kali lipat, karena ganti rugi yang diminta Dioneel hanya karena goresan kecil di mobilnya itu harus dibayar seharga lima puluh juta atau diganti dengan tubuhnya.
Aletta menyerah, dia tak bisa membayar lima puluh juta sehingga dia hanya bisa pasrah menyerahkan tubuhnya kepada sang bad boy billionaire yang terkenal playboy itu.
Liku hari yang kini dialami Aletta menjadi semakin menyulitkan karena Dioneel terus mengulur waktu untuk mencicipi tubuhnya yang membuat Aletta semakin sulit lepas dari pria tampan sejuta pesona itu.
Di luar dugaan.
Dioneel justru sengaja mengulur perjanjian mereka karena dia butuh meyakinkan dirinya jika Aletta telah membuatnya jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

*Bab 20*

"Good, dengan bukti ini kita bisa bergerak. Kita sudah punya bukti yang cukup kuat untuk menyeret Axel ke penjara. Bukti visum kamu simpan, 'kan, Ta?" tanya Kenzie pada Aletta.

Panggilan Kenzie kepada Aletta dinilai Dioneel terlalu manis dan itu membuat api cemburunya tersulut kembali. Dia berdecih dan memandang sinis pada Kenzie.

Kenzie menangkap pandangan sinis tersebut dan dia pun bertanya kepada Dioneel, "Kenapa? Apa ada yang salah?"

"Tidak! Sudah berapa lama kalian berteman?" tanya Dioneel menginterogasi.

"Aku dan Letta maksudmu?" Kenzie balik bertanya.

Dioneel menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berdecak. "Letta. Aah, shiit! Manis sekali panggilan itu,"

Aletta kini memandang pria yang sedang galau karena perasaan cintanya yang belum dia ungkapkan itu. "Kau baik-baik saja, Dioneel?"

"Ya! Ya, aku baik, Letta," jawabnya lemas.

Di dalam hatinya, dia bertekad untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada Aletta saat masalah huru-hara ini sudah selesai dan berakhir dengan baik.

"Oke kalau begitu. Pertemuan ini cukup sampai sini saja dan Letta, tolong bawakan aku hasil visumnya, ya. Nanti malam aku akan mampir ke rumahmu. Atau setelah ini kamu mau ke mana?" tanya Kenzie.

Aletta mengangguk. "Oke, aku kirim via message atau langsung kuberikan kepadamu? Aku mau bekerja, sih. Kamu mau mengantarku? Ooh, baik sekali Kenzie ini, hehehe,"

Mereka seperti melupakan ada Dioneel yang menatap mereka dengan bosan dan sedikit muak. Namun Dioneel tidak bisa menyerahkan Aletta begitu saja kepada Kenzie. "Aletta, aku akan mengantarmu dan kalau Kenzo atau Kendrick atau siapalah dia ini ke rumahmu, aku juga mau ikut ke rumahmu! Ayo, jalan sekarang! Nanti kau terlambat!"

"Hei! Hei, Dion, ... Bye Kenzie, nanti telepon aku saja. Terima kasih," lambaian tangan Aletta kepada Kenzie dipatahkan oleh Dioneel.

"Aku tidak suka kau terlalu dekat dengannya!" tukas Dioneel galak.

"Kenapa? Apa ada masalah aku dekat dengan temanku sendiri?" tuntut Aletta kesal dan dia berhasil melepaskan tangannya dari cengkeraman Dioneel, kemudian berlari untuk meninggalkan Dioneel.

Dioneel menyusulnya dan meraih pinggang Aletta yang ramping. "Tetaplah di sisiku, Letta. Jangan pernah menjauh dariku,"

Wajah Aletta memerah saat Dioneel mengatakan itu. Jantungnya berdebar kian kencang, tatkala Dioneel mengeratkan dekapannya.

Sudah lama sekali rasanya Aletta tidak merasakan debaran jantungnya karena Dioneel. Saat ini dia hanya fokus pada masalah Arsen dan keadilan untuk kakaknya itu. Dia sempat berpikir rasa yang ada saat itu untuk Dioneel hanyalah perasaan sesaat, tetapi nyatanya rasa itu masih ada dan tertanam dengan baik di hatinya.

Sementara itu, Axel meminta salah seorang kenalannya untuk membelanya jika persidangan itu benar-benar akan diadakan.

Sebenarnya Axel bukanlah orang yang tidak mampu, dia datang dari keluarga kaya raya dan dia juga memiliki beberapa perusahaan batubara serta kelapa sawit yang mempunyai cabang di beberapa kota. Bergabung di dalam club motor berawal dari hobinya terhadap otomotif terutama kendaraan roda dua yang bertipe sport dan berbody besar.

Lama kelamaan hobinya itu mendorong Axel untuk menginginkan supaya dia lebih dikenal dan lebih dihormati. Maka, dia membentuk sebuah geng yang dinamakan dengan Black Moon. Arti dari nama itu adalah karena mereka selalu mengadakan riding atau acara kopdar di malam hari.

Namun ternyata, ada beberapa klub motor dengan genre yang sama dan itu membuat Axel semakin ingin memiliki kekuasaan. Dia merekrut beberapa anak jalanan serta preman untuk memperkuat klub motornya.

Max, adalah salah satu preman terkuat yang dia temukan di sebuah pasar dekat pusat kota. Awalnya Max pria yang loyal dan setia kepadanya, akan tetapi ada beberapa hal yang membuat pria itu pada akhirnya membelot dan berkhianat.

Siang itu, dia menerima laporan kalau seorang detektif dari pihak Aletta sedang mencari tau tentang dirinya dan memeriksa jalanan yang saat itu mereka pakai untuk balapan. Jalanan yang menjadi saksi malam naas yang menimpa Arsen.

"Darimana mereka tau secepat itu?" tanya Axel kepada orang suruhannya.

"Mereka memiliki pengacara dan sepertinya ada seorang agen yang mereka utus untuk memata-matai kita, Tuan," jawab pria tersebut.

Axel menggebrak meja dengan kedua kepalan tangannya. "Sialan! Apa Dioneel?"

Pria itu menunduk ketakutan. "Saya kurang tau, Tuan. Saya belum mendapatkan informasi tentang itu,"

"Bodoh! Kerja jangan setengah-setengah! Cari tau siapa agennya dan hancurkan dia!" titah Axel tajam. Dia menggeram ketakutan saat informannya sudah pergi meninggalkan dia. "Sialan!"

Sore hari itu, sebuah surat dilayangkan untuk Axel. Surat itu datang dari kepolisian yang mengatakan status dia saat ini adalah sebagai seorang tersangka atas kasus pemukulan serta penganiayaan Arsen Sora.

Dengan emosi yang memuncak dia kembali menghubungi pengacara dan informannya. "Temui aku sekarang!"

Mendengar suara Axel yang gusar, dengan cepat para orang suruhannya itu mengiyakan dan segera menemui Axel dk kediamannya.

"BODOH! Kalian kerja apa? Tersangka? Astaga! Bisa-bisanya aku menjadi tersangka! Percuma saja aku membayar kalian mahal-mahal kalau hasil kerja kalian NOL besar! Brengsek!" tukas Axel lagi. Suaranya bergema memenuhi seluruh sudut ruangan rumahnya.

Kedua orang yang bernama Antonio selaku pengacara serta Bryan selaku informannya mengkerut dibawah tatapan tajam Axel.

Pria itu berjalan mondar-mandir sambil bergumam dan mengumpat. "Tersangka? Brengsek! Lalu, apa kau sudah mendapatkan informasi tentang siapa agen yang diutus dari pihak sana untuk memata-mataiku?"

"Sudah, Tuan. Agen yang menjadi mata-mata itu adalah Dioneel," jawab Bryan dengan suaranya yang kecil..

Axel berkacak pinggang, wajahnya sangat murka dan kesal. Dia merasa dikhianati dan ditusuk daei belakang. "Wah, si brengsek satu itu! Aarrgghh! Sialan!"

Axel pun berjalan pergi meninggalkan ruang tamu dan sudah kembali dengan membawa sebuah koper besar. Membuka koper besar tersebut di hadapan kedua pria yang menatapnya dengan takut-takut itu. "Pakai ini dan turunkan kasusku!"

Rahang kedua pria itu terbuka lebar saat melihat lembaran kertas berwarna abu-abu kecokelatan itu memenuhi koper besar. "A-, Anda ingin membayar hukum?"

"Apalagi? Kalau aku jadi tersangka, beritaku akan tersebar ke mana-mana dan nilai sahamku akan anjlok. Lalu, aku akan bangkrut dan jadi miskin! Itukah yang kalian harapkan?" tanya Axel dalam bisikan. "Kali ini, jangan kecewakan aku. Redam kasus ini sampai ke akar-akarnya, lakukan dengan baik! Jangan sampai media mengendus berita ini!"

"Baik, Tuan," kedua pria itu pun bergegas pergi sambil membawa dua koper besar berisi uang.

Sementara itu, Dioneel sudah bertekad untuk mengantar Aletta sampai di rumahnya. Awalnya dia tak mau kalah dengan Kenzie yang berhasil masuk ke kediaman Aletta dan sudah berhasil berkenalan dengan Arsen. Selain Kenzie, Raline pun termasuk yang berhasil berteman baik dengan Arsen.

Ingin mengikuti kesuksesan dua teman yang dikenalnya itu, Dioneel pun meminta izin kepada Aletta untuk menemui Arsen.

Setibanya mereka berdua di rumah kontrakan Aletta, mobil Kenzie sudah terparkir rapi di depan rumah itu. "Cih, dia sudah lebih dulu!"

Aletta pun mengajak Dioneel untuk masuk. "Ayo, Dioneel. Jangan berharap kakakku akan mengenalimu. Itu yang selalu aku katakan pada orang yang ingin menemui Arsen,"

"Oke," jawab Dioneel.

Mereka berdua berjalan masuk ke dalam dan betapa terkejutnya Dioneel saat melihat kondisi Arsen dari jendela depan.

"Halo, Kakak," sapa Aletta ceria. "Senang, yah, ada teman?"

Arsen tersenyum ceria. "Arsen senang, teman Aletta main ke sini,"

"Aletta bawa teman lain. Kenalan dulu, yah," kata Aletta, kemudian dia mempersilahkan Dioneel untuk masuk ke dalam.

"Halo, Arsen," sapa Dioneel.

Namun respon Arsen sangat diluar dugaan. Dia berteriak histeris dan menarik-narik rambutnya. "Waaaaa! Waaaaa! Waaaa!"

Tak lama, dia berlari dan bersembunyi di bawah meja sambil terus berteriak-teriak. "Pergi! Pergi! Waaaa! Waaa!"

***

1
nobita
itu Arsen anggota mu Dion...
nobita
aku juga kayak Aletta bersorak senang😄
nobita
awal yang menarik thor
Khoerun Nisa
aku bingung di bab ini apakah Loncar alurny
Khoerun Nisa
ko aku sedih yach wlu di bawah sadar nya tetep dia menyayangi adik nya dn mnghawatirknnya
Agung Ika Dewi
Luar biasa
Fitriyani
trnyta arsen tmn nya Dion....
Sulastri Abdi
ini kok jadi gini ceritanya. dionell kan katanya sudah nggak punya apa2 tinggal motor sj kok jd punya mobil lg dan nyiapkan lamaran romantis?
Fatma Wati
kurasa balap motor kenapa ada mobil🤔
Fitriyani: hahaa,,aku mpe ngulang bbrpa kalimat sblmnya,ku pukir apa aku yg salah baca,motor jd mobil 🤣
total 1 replies
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
HARTIN MARLIN
bukankah papa Dionell gak suka kepada Alletha 🤔🤔
Meywar
Oh so sweet deh kalian (death squad) , semoga persahabatan Kalian tdk akan menemukan musuh lg , Lanjut Thor🙏😘
Meywar
Good job Arsen..akhirnya Arsen bangun dr tidurnya, Bijaklah dalam mengambil keputusan, agar kehidupan kita bisa Damai 🤲
Meywar
Thor kok saya yg tegang y..saya inginya Exel masuk penjara Thor 🙏
Meywar
Saya jg ikut bahagia Thor..semoga kebahagiaan mereka akan selamanya..karena kita tahu, Dioneel adalah orang yg sukses di bidang usaha dn otomotif..apalg pacar Dioneel cantik pasti bnyk yg iri..tetap semangat Thor 👍🏻
Sintarahim Asep Dadan
good
Meywar
Wah Exel bikin kacau aja. smg masalah Exel suap ke Hakim kena pasal yg berat..
Meywar
Selamat berjuang Dioneel, karena Aletta sejatinya jg mencintaiMu bro Dioneel ☝🏻
Mamanya Raja
lanjut cerita nya bgua
Namira
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!