NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08

.

Hangatnya sinar matahari yang menembus celah tirai perlahan menyentuh wajah Alena. Gadis itu menggeliat pelan di atas ranjang empuk yang bahkan terasa jauh lebih nyaman dibanding tempat tidurnya di rumah keluarga Bagaskara.

Beberapa detik kemudian kelopak matanya terbuka perlahan. Gadis itu hanya menatap langit-langit kamar, masih berusaha mengumpulkan kesadaran.

Tiba-tiba matanya terpaku pada jam dinding yang tergantung pada dinding tepat d depan ranjang dan mata gadis itu pun langsung membelalak, karena melihat jarum pendek yang sudah berada di angka delapan.

"Astaga!" pekiknya spontan. "Aku terlambat!"

Secepat kilat ia meloncat turun dari ranjang lalu berlari menuju kamar mandi. Rambutnya yang berantakan bergoyang-goyang seiring dengan gerakan larinya.

"Aduh... hari ini akan ada rapat jam setengah sembilan. Pak Dimas pasti sudah mencariku! Berkas kontrak kemarin juga belum—"

Namun, ketika ia baru saja menggerakkan tangannya untuk membuka handle pintu kamar mandi, langkahnya mendadak terhenti. Tubuh gadis itu membeku seakan baru menyadari sesuatu.

"Oh… Tuhan aku lupa…" Alena menepuk pelan dahinya sendiri sambil tertawa getir. "Papa sudah mengusirku. Jadi sekarang aku sudah bukan bagian dari Bagaskara Group."

Seketika itu juga kedua bahu gadis itu luruh di samping badan. "Aku pengangguran sekarang..." gumamnya lirih seraya menggelengkan kepala berusaha mengusir kesedihan yang tiba-tiba.menyelinap.

Tetapi kemudian ia menghela nafas panjang. “Bukankah ini baik?” gumamnya menghibur diri sendiri. “Mulai sekarang aku tidak lagi akan dipusingkan dengan urusan rapat. Tidak harus lagi memeriksa tumpukan berkas laporan. Tidak perlu lagi mengurus kontrak yang menunggu tanda tangan.”

Alena kembali melangkah menuju kamar mandi. Namun kali ini tak lagi terburu-buru. Namun, baru saja tangannya hendak memutar gagang pintu...

Ting tong...

Suara bel apartemen berbunyi membuat Alena menghentikan langkahnya.

"Siapa yang datang pagi-pagi begini?"

Urung masuk ke dalam kamar mandi Alena berbalik dan berjalan menuju pintu utama.

Begitu pintu dibuka, tampak seorang wanita berseragam kebersihan berdiri sambil membawa troli kecil berisi berbagai peralatan pembersih.

"Selamat pagi, Nona," sapa wanita itu ramah. "Saya dari layanan kebersihan apartemen dan saya mendapat jadwal untuk membersihkan unit ini."

Alena mengerutkan kening. Mungkin wanita di hadapannya belum mendapatkan pemberitahuan dari Tuan Nathan. Maka Alena pun mengatakan bahwa mulai hari ini dialah yang akan membersihkan apartemen itu sendiri.

Cleaning service itu tampak semakin kebingungan. "Maaf, Nona. Tapi saya mendapat perintah langsung dari Tuan Muda Nathan."

"Dari Tuan Nathan?" tanya Alena lagi.

"Iya, Nona."

"Mungkin beliau lupa memberi tahu kalau sekarang yang mengurus apartemen ini adalah saya.” Alena kembali menjelaskan.

Tetapi wanita itu buru-buru menggeleng. "Tidak mungkin, Nona. Perintah ini baru saya terima sekitar sepuluh menit yang lalu. Beliau menelpon langsung supervisor kami dan mengatakan agar apartemen ini tetap dibersihkan seperti biasa."

Alena menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. Bukankah semalam Nathan sendiri yang mengatakan bahwa dia bisa tinggal di apartemen itu dan sebagai gantinya dia yang harus membersihkannya? Tapi kenapa sekarang mengirim cleaning service?

“Mohon kerjasamanya, Nona. Saya masih membutuhkan pekerjaan ini." Petugas cleaning service itu kembali berucap.

Akhirnya Alena tidak memiliki pilihan lain, ia pun mengajak wanita itu untuk masuk.

Cleaning service itu mendorong troli masuk ke dalam apartemen. Dan segera memulai pekerjaannya seperti sudah terbiasa dengan apartemen itu.

Sementara Alena menutup pintu perlahan lalu kembali melangkah menuju kamar mandi. Air hangat yang membasahi tubuhnya sedikit demi sedikit menghilangkan rasa penat yang sejak kemarin memenuhi pikirannya.

Namun, ada satu pertanyaan terus berputar di kepalanya. Mengapa Nathan masih memperlakukan dirinya seperti tamu?

*

*

Sekitar tiga puluh menit kemudian, Alena keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih setengah basah. Ia mengenakan kaos putih sederhana dan celana kain berwarna krem. Penampilannya jauh lebih santai dibanding biasanya yang selalu tampil formal dengan setelan kerja.

Setelah mengeringkan dan menyisir rambutnya, Alena berniat menuju pantry untuk membuat makanan. Namun, begitu tiba ruang makan kecil tak jauh dari pantry langkahnya terhenti.

Matanya membelalak melihat meja makan telah dipenuhi dengan berbagai hidangan sederhana yang terlihat begitu menggugah selera.

Ada roti panggang hangat, telur orak-arik, semangkuk salad segar, semangkuk sup krim, serta segelas susu hangat yang masih mengepulkan uap.

Cleaning service yang tadi datang sedang merapikan taplak meja.

"Oh... Nona sudah selesai mandi," sapa wanita itu sambil tersenyum ramah. “Sarapan untuk Nona sudah siap."

"Ini... semua untuk saya?" tanya Alena yang masih tampak kebingungan.

"Iya, Nona."

"Tapi saya tidak memesan apa-apa."

"Sudah menjadi bagian dari pelayanan apartemen, Nona,” jawab wanita itu sambil tertawa kecil. "Lagipula Tuan Muda Nathan sudah berpesan agar kebutuhan Nona Alena diperhatikan."

Lagi-lagi nama Nathan disebut dan Alena hanya bisa meringis menunjukkan deretan giginya.

"Terima kasih.”

"Sama-sama nona. Kalau begitu saya akan melanjutkan pekerjaan.” wanita cleaning service itu menundukkan kepalanya penuh hormat lalu undur diri meninggalkan Alena yang masih terbengong di tempatnya.

Alena pun duduk di salah satu kursi kemudian menikmati apa yang ada di hadapannya dengan senyum tersungging di sudut bibirnya. Sudah lama ia tidak menikmati makan pagi setenang ini.

Namun meskipun di bibirnya terlihat senyum, sebenarnya pikirannya sedang berkelana. Hari ini adalah hari pertama ia benar-benar memulai hidup tanpa nama besar keluarga Bagaskara. Tak ada lagi rumah mewah. Tak ada jabatan sebagai Direktur Operasional, dan juga orang tua yang selalu mengatur hidupnya. Dirinya benar-benar harus mulai semuanya dari nol.

Biasanya sejak pukul enam pagi ponselnya sudah dipenuhi laporan dari berbagai divisi. Belum selesai sarapan, ia sudah harus memikirkan rapat, proyek, investor, hingga jadwal kunjungan klien. Sekarang tidak ada satu pun yang tersisa selain hanya dirinya sendiri.

Alena meletakkan garpu di atas piring lalu mengembuskan napas panjang. Hidangan yang awalnya begitu menggugah selera kini terasa hambar.

"Aku tidak mungkin terus bergantung seperti ini. Aku harus segera mencari pekerjaan."

Walaupun tabungan pribadinya masih cukup untuk beberapa waktu, tapi uang itu tidak akan bertahan selamanya. Ia harus segera memperoleh penghasilan. Paling tidak bisa menyewa tempat tinggal sendiri dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Saat ia baru saja hendak mengambil ponselnya untuk membuka situs lowongan pekerjaan, layar ponselnya tiba-tiba menyala.

Satu pesan baru dengan nomor yang sangat ia kenal. Nathan Wijaya Kusuma.

Seketika itu juga Alena mengerutkan keningnya.

"Tuan Nathan?"

Alena segera membuka pesan itu.

"Kalau Anda sedang mencari pekerjaan, kebetulan perusahaan saya sedang membutuhkan seorang asisten pribadi. Jika berminat, datanglah ke kantor besok pagi pukul sembilan dengan membawa surat lamaran.")

Alena membaca pesan itu berkali-kali dan keningnya semakin berkerut.

"Tunggu dulu… Dari mana beliau mendapatkan nomor ponselku?" Alena menatap layar ponselnya penuh tanda tanya.

Selama bekerja di Bagaskara Group, semua urusan bisnis maupun komunikasi profesional selalu menggunakan nomor perusahaan yang diberikan oleh kantor.

Sedangkan nomor pribadi yang sekarang ia gunakan hanya diketahui oleh keluarga, beberapa sahabat dekat, dan segelintir orang yang benar-benar ia percaya.

Alena menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan berbagai dugaan yang memenuhi kepalanya.

"Apa Nathan.meminta seseorang menyelidiki diriku?"

1
Sri Rahayu
mau main kotor nih si Selena...mau nyuruh org mencelakai Alena... org kl berbuat jahat bisa jadi kejahatan nya akan berbalik kpd nya....semoga saja 😡😡😡
Sri Rahayu
setelah kehilangan Alena baru menyadari ternyata Alena berharga 🤪🤪🤪🤪🤪
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
Sri Rahayu
cerdas jg Nathan ada gunanya Alena menandatangi surat kontrak kerja...mampukah Gunawan membayar 10 M utk mengambil Alena dari Nathan 🤪🤪🤪
Sri Rahayu
sifat dengki iri membuat Selena memusuhi adiknya sendiri
Sri Rahayu
sport jantung deh tu Selena mendengar.Alena kerja di Wijaya Group 😇😇😇😇😇
Sri Rahayu
yaeyalah kan Alena skrg aspri nya Nathan 🤪🤪🤪... dasar Reno bego 😡😡😡
Sri Rahayu
rupanya ada udang diatas bakwan, Nathan menolong Alena 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
cepat buang sim card mu Alena...ganti no baru biar Reno tdk bisa menghubungi mu lg...gercep Alena 😘😘😘
vj'z tri
saingan buanyakkkkk ya bro /Facepalm/
Muft Smoker
cemburu dy Lena ,, km gmn sih kurang peka gtuu😆😆😆
Nita Nita
😄😄😄😄maksudnya apa Boz🤣🤣
Hary Nengsih
lanjut
Mundri Astuti
😂😂 bisa jadi len...oi Nathan klo suka bilang...klo cinta nyatakan...ntar diambil org aja lenanya...baru tau
Oma Gavin
sadar alena boss mu lagi cemburu buta tapi ngga ngaku kalau tadi jawaban mu hilang pacar bisa habis kamu besok dikasih kerjaan yg ngga bisa istirahat 🤣
tse
Alena... Alena... kamu ko ya GA Peka sih...
si bos cemburu tuh.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tse
ءAlena
sunaryati jarum
Bosmu itu cemburu Alena,kamu kok nggak peka
Ariany Sudjana
Nathan itu cemburu Alena, jadi sebaiknya kamu tidak menjalin hubungan dengan laki-laki lain
Ade Salamah Alam
lanjuttttttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!