NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:71.6k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 07

Esok harinya.

"Ji Yu! Angkat kakimu lebih tinggi! Bagaimana mau jadi pengawal wanita terkaya di seluruh kekaisaran, kalau baru segitu saja sudah seperti ikan kekurangan air?" teriak Li Zie sambil menggigit apel spiritual yang sangat harum.

Ji Yu, pelayan setia yang kini merangkap jadi murid dadakan itu, menyeka keringatnya, Ji Yu berkata dengan memelas karena sudah lama ia berlatih, "Ta—tapi Guru... maksud saya, Nona Muda... kakiku sudah mati rasa."

"Panggil aku Guru! Dan ingat Aku memiliki air spiritual yang melimpah. Sekali teguk, lelahmu hilang, tapi kalau kamu malas, aku akan membuang mu!" ujar Li Zie tertawa arogan, tawa yang sedikit terlalu keras sampai ia tersedak potongan apelnya sendiri.

"Uhuk! Uhuk! Sialan, apel ini mau membunuhku," umpatnya sambil menepuk-nepuk dadanya, merusak citra Guru Agung yang baru saja ia bangun.

Li Zie kemudian membuka sebuah kitab kuno yang tampak kusam di atas meja batu. Matanya berbinar melihat instruksi di dalamnya, meski sebenarnya ia sedikit bingung membacanya.

"Dengar Ji Yu, ambisiku bukan cuma jadi kultivator kuat. Aku mau punya gunung emas! Dan kamu, kamu akan jadi asisten pribadiku yang paling elit. Siapapun yang berani menghalangi jalanku nanti, kamu yang maju duluan!"

Ji Yu hanya bisa melongo. Nona mudanya yang dulu selemah ranting kering, sekarang berubah menjadi wanita ganas yang ambisius, arogan, tapi juga agak... bermasalah di bagian otak.

"Ayo, lanjut! Kalau belum bisa memotong kayu dengan tangan kosong, jangan harap bisa makan apel!" seru Li Zie sambil kembali bergaya keren, seolah ia seorang pendekar wanita.

...****************...

Di dalam dimensi ruang rahasia itu, waktu seolah berhenti, namun debu-debu beterbangan akibat benturan tenaga dalam. Li Zie dan Ji Yu sedang terlibat duel sengit. Suara dentingan kayu yang mereka gunakan sebagai pedang terdengar nyaring berkali-kali.

"Terlalu lambat, Ji Yu! Apa kamu sedang menari untuk kaisar? Serang aku seolah aku adalah Cui Ma yang akan mencabut nyawamu!" teriak Li Zie sambil melompat mundur.

Penampilan Li Zie sudah jauh dari kata 'Nona Muda'. Hanfu birunya yang penuh tambalan di sana-sini, bahkan ujung lengannya sudah robek hingga memperlihatkan tangannya yang putih.

Rambutnya yang biasanya tersanggul rapi sekarang acak-adakan seperti sarang burung akibat jatuh bangun di tanah dimensi. Bahkan ikat rambut dari sobekan hanfunya yang di gunakan sudah hampir lepas.

Wush!

Sebuah serangan angin tajam menyambar ujung kepala Li Zie. Ji Yu, yang dulunya takut melihat darah, kini menerjang dengan mata yang berkilat beringas.

Gadis pelayan itu tidak lagi ragu-ragu gerakannya cepat, efisien, dan penuh haus akan kemenangan—hasil didikan brutal sang putri terbuang.

Li Zie hanya menyeringai tipis. Meski hanfu tambalannya makin kumal dan penuh noda sari pati tumbuhan obat, aura yang terpancar dari tubuhnya sudah jauh berbeda. Ia tidak menghindar dengan kasar. Dengan gerakan seringan kapas, ia berputar, jemari lentiknya bergerak lincah di udara seolah sedang menari.

"Bagus, Ji Yu! Tapi masih terlalu lambat untuk mengawal seorang calon Tabib Agung!" ujar Li Zie.

Tiba-tiba, tangan Li Zie bergerak secepat kilat. Bukan dengan pedang, tapi dengan selembar daun yang ia petik dari udara. Berkat pengaruh air spiritual dan latihan beratnya, dan kitab mata Dewa . Ia bisa melihat aliran saraf di tubuh Ji Yu hanya dengan sekali lirik.

Plak!

Plak!

Dua sentuhan ringan dari jemari Li Zie mendarat di bahu dan pergelangan tangan Ji Yu. Seketika, gerakan beringas pelayannya itu terkunci total. Ji Yu mematung di tempat, matanya mengerjap bingung.

"Sarafmu terkunci," ucap Li Zie dengan nada arogan namun tetap ada nada canda. "Seorang tabib jenius tidak butuh senjata besar untuk membunuh. Cukup satu jarum, atau selembar daun, dan musuh akan jadi patung bernapas."

ujar Li Zie, ia berdiri tegak, menatap telapak tangannya yang kini dialiri energi murni.

Kehebatannya bukan hanya soal fisik ia kini mampu mengenali ribuan jenis racun dan obat hanya dari baunya. Dengan Kitab Mata Dewa dan air spiritual di tangannya, hanfu tambalan sulam yang ia kenakan, tidak lagi terlihat menyedihkan. Justru, ia terlihat seperti penguasa yang sedang menyamar.

"Guru... Anda benar-benar monster," gumam Ji Yu yang masih kaku.

Li Zie tertawa, tawanya menggema di seluruh dimensi, dan berkata, "Bukan monster, Ji Yu. Aku ini aset masa depan! Tunggu saja sampai kita keluar dari sini. Kita akan merampas emas para bangsawan itu lewat jalur medis. Siapkan dirimu, pengawalku."

Li Zie lalu menjentikkan jarinya, melepaskan kuncian saraf Ji Yu, lalu Li Zie hampir terjungkal karena tersandung kain hanfunya yang robek kepanjangan. "Sialan! Memang kalau sudah kaya nanti, hal pertama yang kubeli adalah pabrik kain sutra!"

Maaf Gayss baru muncul, kemarin sibuk banget

1
nur
,lnjut
Sribundanya Gifran
lanjut
Maria Lina
kok 1 sih thor kn kurang lgi ya
Retno Palupi
seharusnya kaisar ikuti tabib Zen biar tau kelakuan absurdnya
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
aduhhh, malah jadi lapar baca bagian paha ayam itu /Drool/
Sekar
bagi apelnya donk😁😁
Retno Palupi
lanjut kak, kpn tabib dan kaisar jadian
Fitria: Oke.
nanti dulu jadiannya kak, Shen Zie nya sulit di dekati
total 1 replies
Fitria
Keseringan nolong orang hingga menguras Qi ny, bunyi perut udah melebihi ledakan Rudal Israel
Fitria
Tiap habis bantu orang, langsung makan untuk jatah 1 kampung 🤣🤣🤣
Fitria: Jangan gitu ,kak. takut ada yang ngambek
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Cayo.... 영혼....... Spirit....
Cty Badria
semangat/Rose/
Fitria: Hari ini agak telat ya, author agak sibuk.
total 1 replies
Nurhayati Sobana
Kaisar dan Shen Zie benar2 seperti ABG yang baru tertarik pada lawan jenis, malu2 tapi mau
Cty Badria
lg
Marsya
diseret,emang karung beras🤔🤔🤔🤔
Maria Lina
nah kn enak double"up nya makasih bnyk ya thor n bsk kayak gini lgi ya ya🙏🏻🙏🏻
Fitria: Siap besok dobel up lagi, kk.
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
yeayyy, akhirnya up... 💃🏻💃🏻🤸🏻‍♀️🤸🏻‍♀️

jantung Shen Zue gak mau berhenti berdetak ketika ditatap Xuan Long /Facepalm//Facepalm/
Fitria: biasalah, kk🤣
total 1 replies
Cty Badria
👍/Rose//Rose/ hadia
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Kamu ngga ada niat buat jadi Permaisuri kah?... eh tunggu Kaisar Tampan ngga punya selir atau Permaisuri kan ya?
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: 🤭 semoga ya kak... biar bisa luluhkan hati yang sedang beku
total 8 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
5 kopi yuk buat kakaknya
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: ihhhh.... aku ngga minta balikin kak.. cerita Kakak bagus aku kasih hadiah
total 2 replies
Fitria
Paksa bayangin kak, cemong arang dan kumis palsu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!