Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.
Ling Qi adalah salah satunya.
Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.
Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.
Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.
Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.
Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.
Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Cahaya keperakan retakan menghilang di belakangnya begitu Ling Qi melangkah masuk sepenuhnya, digantikan oleh pemandangan gua batu kapur yang luas, stalaktit menggantung dari langit-langit seperti gigi taring raksasa yang membeku.
Dia berjalan santai, langkahnya ringan meski separuh kekuatannya tertahan oleh Niraura Mask yang masih terpasang rapat di wajahnya. Seekor goblin muncul dari balik batu besar, cakarnya terangkat menerjang—Ling Qi hanya perlu satu ayunan Beliung Besi Surgawi untuk merobohkannya, tubuh makhluk itu pecah menjadi cahaya sebelum sempat mendekat lebih jauh.
'Bahkan dengan setengah kekuatan, monster tingkat ini masih terlalu lemah,' pikirnya, melanjutkan langkah tanpa menoleh ke belakang.
Sepanjang perjalanan, dia sesekali berhenti untuk memecahkan bongkahan mineral yang terdeteksi oleh Miner's Eye-nya, menjualnya langsung melalui panel sistem tanpa perlu membawa beban fisik apa pun. Saldo di sudut penglihatannya perlahan bertambah, meski jumlahnya tidak seberapa dibandingkan hasil tambang di gua naga sebelumnya.
Setelah berjalan cukup lama, menyusuri lorong demi lorong yang mulai terasa membosankan karena minimnya tantangan, tiba-tiba tanah di bawah kakinya bergetar, lalu retak.
"Apa—"
Belum sempat dia bereaksi, lantai gua itu ambruk sepenuhnya, menyeretnya jatuh ke dalam kegelapan yang jauh lebih pekat.
Ling Qi mendarat dengan lutut menekuk sempurna, meredam benturan tanpa cedera, tetapi kegelapan di sekelilingnya begitu total hingga dia tidak bisa melihat apa pun, bahkan dengan kemampuan tembus pandang miliknya sekalipun.
'Di mana ini?' Tepat saat pikiran itu melintas, sebuah titik cahaya kecil berwarna ungu menyala di kejauhan, berkedip pelan seperti mata yang baru terbuka. Lalu titik itu berlipat menjadi dua. Kemudian sepuluh.
Dalam hitungan detik, ratusan titik cahaya ungu kecil menyala di sekeliling Ling Qi, membentuk pola yang menyerupai mata-mata serangga raksasa yang mengintai dari kegelapan.
'Makhluk menjijikkan apa ini?' Ling Qi menggenggam erat Beliung Besi Surgawi-nya, bersiap untuk membunuh. Serangan datang tanpa peringatan—gerombolan makhluk kecil menyerupai kelabang raksasa dengan cangkang berkilau ungu menyerbu dari segala arah, ratusan kaki mereka berderap di lantai batu menciptakan suara mendesing yang mengerikan.
Ling Qi tidak gentar. Dia berputar, mengayunkan beliungnya dalam gerakan melingkar luas, memangkas belasan makhluk sekaligus dalam satu tebasan. Yang tersisa mencoba mengepung dari belakang, tetapi Miner's Eye-nya menangkap setiap pergerakan mereka bahkan dalam kegelapan total, membuatnya bisa menghindar dan membalas dengan presisi sempurna.
'Walaupun kekuatanku dipotong setengah karena topeng ini... makhluk sebanyak apa pun tetap tidak ada apa-apanya.'
Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, seluruh gerombolan itu tumbang, tubuh-tubuh kecil mereka pecah menjadi cahaya yang perlahan menerangi ruangan bawah tanah itu dan untuk pertama kalinya, mengungkap dinding-dinding gua yang dipenuhi bongkahan kristal ungu berkilau—amethyst dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari yang pernah dia lihat.
Ling Qi mengumpulkan seluruh loot yang berjatuhan, mengantonginya ke dalam inventory sistem, lalu mengambil beberapa bongkah amethyst terbesar sebagai sumber penerangan darurat, cahayanya cukup terang untuk menuntun langkahnya menyusuri lorong sempit yang menghubungkan ruangan itu dengan permukaan.
Setelah berjalan cukup lama menembus terowongan yang semakin menyempit hingga memaksanya merangkak di beberapa bagian, akhirnya dia menemukan celah kecil yang menembus kembali ke lorong utama dungeon.
Ling Qi mendorong kepalanya keluar dari celah itu, menghirup udara segar yang jauh lebih lega dibandingkan udara pengap gua bawah tanah tadi.
Namun belum sempat dia menarik napas sepenuhnya—
"TOLONG!!" Sebuah suara teriakan perempuan menggema dari kejauhan, terdengar begitu jelas hingga menembus dinding-dinding batu lorong—suara yang penuh ketakutan, memohon pertolongan dengan putus asa.
Ling Qi membeku sejenak, matanya menajam ke arah suara itu berasal. 'Itu—'