Status adik angkat tak pernah membuatku aman dari mereka."
Bertransmigrasi ke tubuh figuran yang diangkat anak oleh keluarga Sterling, Ceira berniat kabur dari alur novel. Namun, jiwa barunya yang tangguh justru memicu obsesi gelap Kaiser dan King Sterling.
Satu tubuh adik angkat, dua raga kembar, dan empat jiwa penguasa yang terobsesi mengunci hidupnya. Lari bukanlah opsi saat jerat liar mereka sudah mengunci mati.
"Mampukah dia lolos dari jerat liar mereka?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayang-Bayang di Balik Pintu, Sisi Lain Scarlett, dan Pertaruhan Tengah Malam
Begitu mobil mewah berlapis baja itu merayap masuk dan berhenti dengan mulus di halaman utama Kediaman Sterling, udara malam yang dingin langsung menyergap. Ceira langsung bersiap untuk membuka pintu dan turun secepat mungkin, berharap bisa segera melarikan diri dari kungkungan fisik yang menyesakkan. Namun, sebelum tangannya menyentuh gagang pintu, Zero bergerak lebih cepat. Pria itu langsung melilitkan lengan kekarnya di pinggang ramping Ceira, menarik tubuh gadis itu kembali rapat ke pangkuannya tanpa memberikan sedikit pun celah untuk bergerak.
"Malam ini kamu istirahat, dan jangan berbuat yang tidak-tidak. Ingat, jangan pernah bermimpi bisa berduaan atau melirik pria lain di luar sana, Kucing Kecil," bisik Zero dengan suara rendah yang menggetarkan gendang telinga. Manik mata hitam kelam pria itu menatap tajam, menyala dalam pendar posesif yang teramat pekat di tengah temaram lampu kabin mobil.
"Iya, Kak," jawab Ceira gugup, berusaha keras menyembunyikan getaran ketakutan di suaranya dan memasang ekspresi setenang mungkin.
Zero akhirnya melonggarkan lilitan tangannya. Tanpa membuang waktu sedetik pun, Ceira bergegas membuka pintu mobil dan melangkah keluar, berjalan tergesa-gesa memasuki pintu utama mansion menuju kamarnya sendiri. Di dalam benaknya, roda pikiran berputar kencang. Ia tahu betul jadwal si kembar dan dinamika rahasia di dalam keluarga Sterling; malam ini Kaiser dan King memiliki urusan mendesak di dunia bawah tanah yang melibatkan pertemuan sindikat besar, yang mengharuskan Zero dan King tidak tidur di mansion. Bagi Ceira, informasi ini adalah celah waktu yang sangat berharga dan mungkin tidak akan pernah terulang kembali.
Sampai di dalam kamarnya yang luas bernuansa klasik modern, Ceira langsung membanting pintu dan menyandarkan punggungnya yang lelah di balik daun pintu yang terkunci rapat. Napasnya masih tersenggal-senggal.
Aku tidak boleh terus menjadi burung dalam sangkar emas ini, batin Ceira bergetar hebat, merumuskan tekad bulat di tengah keputusasaan yang mencekik lehernya. Jika aku terus diam dan pasrah, hidupku akan hancur sepenuhnya di bawah cengkeraman obsesi mereka. Aku bukan boneka yang bisa dipermainkan sesuka hati.
Tanpa menunda waktu, Ceira langsung melangkah cepat menuju kamar mandi. Malam ini, ia tidak hanya berencana untuk mencoba meretas sistem keamanan internal mansion, tetapi ia juga harus menenangkan pikirannya yang kalut akibat siksaan mental dan fisik seharian ini. Di dalam kamar mandi yang diterangi lampu gantung kristal redup, ia berdiri di depan cermin besar dan menatap pantulan dirinya sendiri.
Kilas balik dari ciuman penuh tuntutan King, dominasi dingin Kaiser, hingga sentuhan-sentuhan liar dan menakutkan dari Zero berkelebat silih berganti di kepalanya. Sensasi sentuhan-sentuhan itu seolah masih membekas dan menjelajahi setiap jengkal kulitnya, memaksa tubuhnya merespons secara fisik bahkan ketika ia menolaknya dalam hati. Ingatan tentang bagaimana ia dipaksa mencapai klimaks berkali-kali hingga terkulai lemas tanpa daya membuat air mata frustrasi kembali menggenang di pelupuk matanya.
Brengsek! Aku tidak mau terikat takdir novel murahan seperti ini! geram Ceira dalam hati, mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga kukunya menancap ke telapak tangan. Aku ingin bebas, aku tidak mau menjadi mainan dalam sangkar emas mereka... mereka bahkan sudah punya tunangan resmi dari kalangan elit, dan akan menjadi skandal besar jika hubungan terlarang ketahuan publik. Aku juga tidak mau sama sekali dijadikan wanita simpanan dalam bayang-bayang mereka. Di dunia novel harem ini, aturan moral dunia nyata tidak berlaku. Mereka bebas mengklaim dan menikahi satu wanita tanpa batasan. Karena itu aku harus pergi dari sini, walaupun aku tahu taruhannya adalah nyawaku sendiri!
Tiba-tiba, di tengah gejolak emosi yang menghantam batinnya, sebuah keanehan terjadi. Tanpa diduga, manik mata kanan Ceira bergeser dan berubah warna menjadi merah pekat secara perlahan.
Deg... Jantung Ceira seolah berhenti berdetak sesaat.
"Scarlett, kamu ternyata ikut terpental dan terkurung juga ke dalam dunia novel ini," desis Ceira dingin di dalam ruang kesadarannya sendiri.
“Halah, Ceira... jangan terlalu kaku dan naif begitu kali,” suara tawa renyah yang sarat akan kepercayaan diri mendadak bergema di dalam kepala Ceira. “Hidup di dunia novel mewah seperti ini seharusnya dinikmati saja! Punya para pria tampan, kuat, berkuasa, dan rela melakukan apa saja untukmu itu tinggal terima beres. Kalau tubuh ini terlalu berat buat kamu, biar aku saja yang gantikan posisinya. Kamu itu terlalu kaku, kolot, dan membosankan, Ceira.”
"Iya, tapi mereka terlalu posesif, kejam, dan obsesif gila! Kalau salah langkah sedikit saja, kita bisa mati," balas Ceira dingin namun tegas pada alter egonya.
“Dengerin aku, Ceira. Daripada kamu capek lari-larian ketakutan dari rasa posesif mereka, mendingan kita pakai kepala dingin. Kenapa kita nggak coba cari tahu dulu misteri di balik kematian orang tua kandung Ceira yang asli? Aku tahu persis dari ingatan original karakter ini kalau Ceira yang asli sempat meninggalkan catatan rahasia untuk mengusut dan mengambil alih apa yang jadi hak miliknya yang direbut keluarga besar, bukan?” ucap Scarlett dengan nada bicara yang berubah serius namun tetap menyunggingkan senyum jahil di dalam pikiran mereka.
Ceira terdiam cukup lama di depan cermin, mencerna setiap kata yang diucapkan oleh alter egonya. "Benar juga... Dan orang-orang yang terlibat dalam kematian orang tua Ceira jelas bukan orang sembarangan." Tapi tetap saja, prioritas utamanya adalah melarikan diri dari cengkeraman si kembar terlebih dahulu agar ia memiliki kebebasan penuh untuk bergerak.
“Oke, kalau itu mau kamu, biar gue yang bantu urus sistem keamanan mansion ini... Gue bosan banget terkurung di dalam alam bawah sadar ini terus. Lu tidur atau istirahat aja sana sebentar, oke, biar tubuh ini gue yang ambil alih untuk urusan teknis!” bujuk Scarlett penuh keyakinan.
Mengambil keputusan bulat, Ceira membiarkan kesadarannya berbagi kendali. Keluar dari kamar mandi dengan langkah yang kini jauh lebih mantap dan didukung oleh keberanian alter egonya, langkah tanpa suara itu membawanya mendekati sudut kamar yang paling tersembunyi—sebuah meja kerja pribadi milik Kaiser yang jarang tersentuh. Di atas meja kayu mahoni itu, sebuah laptop berenkripsi tinggi milik Kaiser tergeletak menyala dalam mode standby dengan layar gelap bernuansa futuristik.
Scarlett mendudukkan dirinya di kursi putar kulit berwarna hitam legam. Jari-jarinya yang tadinya gemetar hebat kini perlahan mulai stabil berkat ketenangan buatan yang disuntikkan oleh Scarlett. Ini adalah kesempatan emas sekaligus pertaruhan nyawa yang sebenarnya. Jika ia gagal membobol sistem atau tertangkap basah, hukuman yang menantinya di esok hari pasti akan jauh lebih mengerikan dan di luar batas nalar manusia.
Jemari lentiknya mulai menari dengan lincah dan terarah di atas keyboard mekanikal laptop tersebut. Mengingat kembali serangkaian kode sandi utama, algoritma keamanan, dan celah kecil yang sempat ia amati secara diam-diam selama berminggu-minggu melayani pria-pria itu, Scarlett—dengan insting tajam Scarlett yang membimbing—mulai membobol sistem keamanan lapis kedua dari server internal Kediaman Sterling.
Layar laptop berkedip beberapa kali, memancarkan barisan kode biner yang berjalan sangat cepat.
[Access Code Accepted...]
Layar monitor utama seketika memancarkan pendar cahaya biru redup yang menerangi wajah Scarlett yang pucat pasi di tengah kamar yang gelap. Tanpa membuang sedetik pun, ia langsung mengakses direktori utama untuk membuka peta digital jalur evakuasi bawah tanah rahasia serta kode dekripsi untuk melumpuhkan gerbang utama mansion.
Namun, tepat saat ia hendak menyalin data krusial tersebut ke dalam memori eksternal, tiba-tiba layar monitor berubah total. Sebuah pop-up peringatan berwarna merah darah menyala terang berkedip-kedip di tengah layar:
[Unauthorized Access Detected - Rerouting Security Protocol to Master Terminal]
Mata Scarlett membelalak lebar, seketika disergap oleh kepanikan yang luar biasa hebat. Sistem pengaman otomatis mansion mendeteksi aktivitas peretasan ilegal dari dalam kamar utama!
Sebelum jari lentik Scarlett sempat menekan tombol abort atau menutup paksa aplikasi tersebut, sebuah bayangan hitam legam bergerak sangat cepat tanpa suara dari arah belakang, keluar dari sudut ruangan yang gelap. Sebuah tangan besar, kokoh, dan berhawa dingin langsung mencengkeram pergelangan tangannya dengan kekuatan penuh, menjepitnya erat-erat dan mematikan seluruh ruang gerak dalam satu sentakan mematikan.
"Pintar sekali, Kucing Kecilku..." bisik sebuah suara bariton yang sangat dingin, serak, berdarah dingin, dan amat berbahaya tepat di daun telinganya. Suara itu membuat sekujur darah di tubuh Ceira mendadak membeku seketika, dan seluruh keberanian yang baru saja ia bangun bersama Scarlett hancur berkeping-keping dalam sekejap.
aku tunggu👍👍👍👍
semangat......
gak jdi tuker tempat ma kamu ah..atutt 🤣🤣🤣🤣 jiwa halu ku meronta 😩😩
aahhh...gak sabar up lgi..👏👏👏
Semangat