NovelToon NovelToon
Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan

Status: tamat
Genre:Time Travel / Iblis / Penyeberangan Dunia Lain / Pusaka Ajaib / Horor / Tamat
Popularitas:354.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reina aka dian

Ini adalah sequel dari novel "Mendadak Dikejar Setan" Dimana novel ini akan menceritakan kehidupan Arion Putra Menawan yang memiliki bakat istimiwir, selain dia terkenal dikalangan setan, Arion juga digemari banyak gadis apalagi posisinya sebagai ketua Mapala (Manusia Pecinta Alam). Kegiatan manjat memanjat gunung, ternyata mempertemukan dengan Lorenza, gadis cantik yang merupakan sepupu sahabatnya yang juga tertarik dengan kegiatan yang memacu adrenalin. Tanpa sepengetahuan orangtuanya yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, Arion nekat merencanakan pendakian bersama rombongan Mapala, yang ternyata membuat para iblis yang mengincarnya selama ini semakin mudah mendekati dan mencoba mengambil jiwa murni Arion untuk dipersembahkan pada Sang Raja Iblis.

DESCLIMER!
NOVEL INI BUKAN NOVEL 'HUH HAH' jadi jangan sampai salah jurusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Gaskeun!

Paginya Rion dengan terpaksa membawa Telolet bersamanya. Demi membungkam mulut Telolet ini biar nggak ngadu sama mami Reva.

Ada pepatah mengatakan, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, dan disinilah jiwa-jiwa ngeyelan seorang Reva Velya menurun sama anaknya. Mau dibilangin berapa kali juga nggak mempan pokoknya. Masih untung kedebag-kedebug maminya nggak diturunin juga.

Begitu sampai di jepang, sebenernya mami Reva udah nggak enak gitu perasaannya. Dia keinget terus sama Rion, walaupun yang ditinggalin umurnya udah 21 tahun dan udah masuk kategori manusia dewasa, tapi hati seorang ibu sangat peka untuk hal-hal di luar nalar manusia. Tapi lagi-lagi papi Ridho bilang kalau seharusnya dia pergi sendiri, toh 2 minggu bukan waktu yang lama. Atau mungkin dia bisa mempercepat jadwal kepulangannya, tapi dengan tegas Reva bilang kalau dia keukeuh mau ikut, dia nggak mau dikeju atau dimadu. Pikiran yang sangat konyol menurut papi Ridho, tapi biarin aja udah. Kalau Reva takut dia kecantol perempuan lain, berarti emang dia masih menawan diusia yang sudah sangat matang ini.

Namun anehnya, semalam papi Ridho dimimpikan oleh pak Sarmin yang dia ketahui masih hidup meskipun usianya sudah sangat sepuh.

'Anakmu, Ridho.Tengok anakmu!', kira-kira begitulah pesan dari pria yang berkali-kali menolongnya.

Dapet mimpi kayak gitu, papi Ridho langsung sholat. Ternyata apa yang dirasakan Reva sekarang dirasakannya juga. Dan dia berniat mau urus permasalahan restorannya ini nggak nyampe seminggu, gampanglah toh nanti dia balik lagi.

Saat mereka sarapan pun papi Ridho lebih banyak diam, dalam hatinya dia bertanya-tanya apa arti mimpinya semalam.

"Kenapa, Mas?" tanya mami Reva.

"Nggak apa-apa, Sayang. Cuma lagi banyak pikiran aja," jawab papi Ridho saat mereka sarapan.

Lagian dia nggak mungkin bilang apa yang mengganggunya saat ini. Soalnya pasti Reva riweuh, 'ayok kita pulang sekarang!'.

Makanya, papi Ridho diem aja. Dia banyakin baca doa, supaya hatinya jadi lebih tenang gitu. Nggak mungkin juga kan dia telepon adik sepupu istrinya, Karan Perkasa buat nengokin itu si Rion di rumah lagi ngapain.

Intinya, dia selesein dulu urusannya, terus cap cus pulang ke Indonesia.

Sedangkan dilain tempat.

Rion dan satu rombongannya masih di area kampus. Mereka nggak begitu tergesa-gesa buat naik gunung, kan mereka niatnya mau bermalam disana sambil bikin acara buat mahasiswa baru yang gabung di Mapala.

"Thalitaaaaaaa!" Eza dadah-dadah sebelum berjalan mendekat ke arah Rion dan Telolet yang lagi berdiri dengan masing-masing ngegendong tas ransel.

"Akhirnya ada bidadari yang ikut naik gunung," ucapnya gombal, sedangkan Thalita yang disebut bidadari langsung aja pengen terbang menembus kayangan bersama Eza.

Eza ngeliat ke arah Rion, "Eh ada kakak ipar----"

Dan seketika jurus kruwes andalannya mendarat di congor Eza, "Brisikkkk!"

"Sekali lagi lu manggil kakak ipar, gue cabein tuh congor!" ucap Rion yang udah gedeg sama Telolet, dibikin gedeg juga sama Eza.

"Dek, Loren???" gumam Eza, yang dikira Rion cuma akal-kalan tuh bocah buat ngalihin perhatiannya si Rion.

"Muka asem banget lu, Rion? ribut lagi lu berdua?" tanya Adam dari belakang.

Dan sontak aja Rion memutar badannya, dan bener dong dia liat si Loreng dateng bersama Adam.

Seketika yang Rion perhatikan bukan matanya Loren tapi bibirnya, "Riooooon, kondisikan otak Rioooon!" batinnya.

"Oh ya gue lupa buat bilang, sepupu gue ikut ya? soalnya dia katanya pengen juga liat awan di puncak gunung," kata Adam.

Rion yang malu liat wajah loren, main iya iya aja udah.

"Asik lu ikut juga ya? ntar satu tenda sama guweh ya?" ucap Thalita yang ternyata udah akrab sama Loren.

"Tenda udah ngepas, dan itu artinya lu nggak kebagian dan tidur di luar!" celetuk Rion pada adik sepupunya.

"Tenang aja, nanti bang Eza temenin di luar, deket api unggun sambil liat bintang, sambil cerita kehidupan kamu selama di kayangan, lebih seru daripada tidur doang di dalem tenda," Eza mode gombal lagi.

"Uuuuuuu to twiiiit," ucap Telolet, yang seketika bikin Rion enek.

Sebenerbya Rion nggak habis pikir, kok ya bisa si Eza nyambung sama Thalita. Padahal kenal juga baru kemarin tapi kok mereka bisa deket banget. Lama-lama bodo amatlah sama Eza dan Thalita, yang penting gaskeun dulu aja acara ini. Kalau mereka bikin ulah, tinggal diiket aja berdua.

"Rion, anak-anak udah dateng semua," Mova menginterupsi, dia bawa catetan absen.

"Total ada 15 orang termasuk dua cewek ini," Mova rada jutek pas nunjuk Thalita sama Loren.

Mova ngiranya Thalita ini salah satu cewek yang lagi tepe-tepe juga sama Rion, padahal mah nggak. Dia ini kan sepupuan sama Rion dan ngikut buat mendaki gunung juga atas dasar ajakan si Eza.

"Rion! mobil udah siap semua!" seru Slamet.

Rion cuma angkat jempolnya pada Slamet, yang kini mulai menggiring temen-temennya buat naik mobil.

"Yuk naik!" ucap si Mova sama Thalita yang keliatan cewek menye-menye, dia takut tuh kena tikung. Mova jalan menuju mobil.

"Si Mova kenape tuh? bisulan apa gimana? bawaannya sewot mulu!" gumam Eza.

Rion denger itu langsung nyeletuk, "Muke lu nyewotin!"

Thalita yang dijudesin nyautin Eza, "Biasa kalau cewek cantik banyak yang iri, guweh udah biasa nemu modelan begitu, woles aja Bang!"

Udah terbiasa ribut dan dijudesin Rion, jadi bikin Thalita kebal sama manusia-manusia model begitu. Dianggep biasa aja, masuk kuping kanan keluar kuping kiri kalau denger omongan yang nggak enak.

Daripada ribut-ribut nggak jelas, mereka semua naik tuh ke mobil.

Dan si Mova yangbmasih gendong ransel malah ngegas, "Lu pindah ke mobil belakang," Mova negur Loren yang duduk di samping Rion dan Thalita, jadi posisi Loren tuh ditengah-tengah, diapit dua orang yang punya ikatan saudara.

Sedangkan di depan ada Adam, sebelahan sama supir. Dan yang paling belakang ada si Eza sama barang-barang.

"Lu aja yang di mobil belakang," Eza nyautin dari belakang.

"Kok lu yang ngatur?" Mova emosi lagi nih. Ya gimana enggak, dia udah dateng lebih pagi dan tancap muka dari kemarin, biar bisa tepe-tepe sama Rion, eh pas hari 'H' kok gatot alias gagal total. Kan empet ya si Mova.

"Ya udah, lu yang di mobil ini. Gue yang pindah!" ucap Rion pada Mova, dia mau buka pintu.

"Eh nggak, nggak! Bang Rion tetep disini, biar dia aja yang ikut mobil yang lain!" Thalita nggak mau kalah.

"Udah ya, kita mau jalan!" Thalita ngejulurin badan buat nutup kaca mobil disisi abang sepupunya.

"Jalan, Pak!" suruh Thalita pada supir.

Sedangkan Mova kesel banget ketika mobil pertama udah jalan duluan ninggalin dia.

"Ih, awas ya gue bales!" Mova ngedumel dan jalan menuju mobil lain buat nyusulin rombongannya Rion.

1
Zuhril Witanto
bener2 akhir yang bahagia meskipun berlinang air mata...😭
Zuhril Witanto: iya udah tak favorit tapi belum sempat baca 🤭
total 2 replies
Zuhril Witanto
😭😭😭
Zuhril Witanto
tegang
Zuhril Witanto
tegang
Zuhril Witanto
sedih 😭
Zuhril Witanto
kalungnya mau balik keasalnya...tapi Rion ikut gegara pakai kalungnya
Zuhril Witanto
apa efek dari kalung
Zuhril Witanto
jadi ikut deg degan
Zuhril Witanto
om Karan setuju nih kek nya
Zuhril Witanto
ayo om gercep cari tau
Zuhril Witanto
si Karla ...minta di tabok
Zuhril Witanto
sedih dan terharu... akhirnya mereka akur kembali
Zuhril Witanto
tenang sa uang Rion banyak kok
Zuhril Witanto
apa itu kakek Sarmin
Zuhril Witanto
Alhamdulillah Thomas sadar
Zuhril Witanto
anaknya jadi model ya mi
Zuhril Witanto
waduh....
Zuhril Witanto
🤣🤣🤣🤣
Zuhril Witanto
😢😢
Zuhril Witanto
betul betul betul...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!