NovelToon NovelToon
QUEENESYA

QUEENESYA

Status: tamat
Genre:Komedi / Detektif / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Angelica Maria Vianney

Percayalah, bahwa bahagia akan datang pada akhirnya. Kamu hanya perlu bersabar dan selalu bersyukur untuk setiap napas yang kamu hirup setiap harinya.


Ini kisah kehidupan seorang Queenesya, gadis yang tidak pernah di anggap ada oleh keluarga Petter dan tak hayal mendapat bullying dari Aurel, putri tunggal keluarga Petter.

Siapa yang akan menyangkan bahwa ia adalah putri tunggal dari pengusaha yang tidak bisa dianggap remeh dan merupakan cucu dari ke-empat keluarga besar yang sangat berpengaruh di dunia yang diculik oleh pesaing bisnis Vondrienty ketika baru seminggu ia lahir ke dunia.


karya ini hanya Fantasi Author saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Maria Vianney, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 Kehangatan

Siang ini, diruang kelas X.C seorang gadis sedang asik membaca sebuah novel di bangku pojok bagian belakang dengan sangat tenang dan damai itulah yang dia rasakan saat ini.

Kejadian di belakang sekolah pagi tadi membuat dirinya begitu kepikiran, seorang cowok yang baru ia kenal tadi yang merupakan salah satu kakak kelasnya yang  bernama Dion menangis dalam pelukannya setelah memegang gelang miliknya tadi, gadis itu adalah Esya.

Sejak kembali dari belakang sekolah peristiwa itu terus saja berputar dalam pikirannya, tapi satu yang ia tahu adalah hatinya begitu hangat dan nyaman ketika cowok itu memeluk dirinya dan berkata agar ia memanggil dirinya dengan sebutan kakak. rasanya seperti ia telah menemukan sesuatu yang sudah lama hilang.

Ketika kembali ke kelas ia langsung melanjutkan rutinitasnya bergulat kedalam dunia fantasi yang ada di dalam buku novel yang berjudul 'The Real Princess', sembari menunggu guru yang akan mengajar mereka.

Setelah kelas selesai, ia masih melanjutkan  rutinitas yang tadi tertunda karena pelajaran, hari ini adalah hari kedua dimana dirinya resmi menjadi anggota dari QHS.

Dirinya belum mengenal semua teman kelasnya ini, karena memang sifatnya yang cendrung cuek dan tidak mempedulikan lingkungan sekitarnya membuat dirinya tidak memiliki nyali untuk menyapa mereka.

Sejak dulu, dirinya memang tidak memiliki seseorang yang bisa ia katakan sebagai teman. Semuanya hanya akan datang padanya ketika mereka bingung akan mengerjakan soal, lalu setelah itu dirinya akan kembali dilupakan. Mungkin itulah yang membuat dirinya terbiasa dengan kesunyian, menjadikan Kesendirian sebagai  teman yang selalu menemani langkahnya.

Tanpa ia sadari ketiga pasang mata itu terus saja menatap dirinya dengan intens, dengan banyak rasa penasaran yang mulai menghampiri pikiran mereka, sampai akhirnya mereka mulai memutuskan untuk mendekati gadis itu.

"Ekhem"

"Ekhem,ekhem"

"Hei"

Mata Esya yang semula fokus pada bacaannya perlahan mulai mengalihkan pandangannya pada mereka, mengangkat satu alisnya seperti seseorang yang sedang bertanya 'ada apa?'.

"Boleh kenalan?" Tanya salah satu gadis itu mewakili yang lainnya

"Hn"

Mendengar hal tersebut, membuat ketiga gadis itu mengartikan hal tersebut sebagai pertanda iya.

" Aginta Watts panggil aku ginta"

" Beverly Hilton panggil saja aku eve"

"Sharon Stone panggil aku Zee"

Esya menatap ketiganya dengan intens seperti mencari keseriusan didalam mata mereka, setelah beberapa detik ia mengamati dengan sedirinya sedikit senyum itu mulai terukir di bibirnya, memperlihatkan kedua lesung miliknya.

"Aku Esya,Queenesya"

Masih dengan senyum yang merekah di wajahnya, membuat ketiga orang itu melongoh takjub akan senyum manis gadis didepan mereka itu.

"Sungguh, kau memiliki kedua lesung di pipimu" ucap Zee

"Aku jadi iri padamu, yang ku miliki hanya ada satu " Ucap gadis yang baru ia ketahui bernama eve

"Bersyukurlah kau memilikinya dari pada aku tidak memiliki keduanya selain gigi gingsul" Ucap Ginta

Dari pengamatan mata Esya ia bisa menyimpulkan bahwa ketiga gadis yang ada di depan matanya itu merupakan Tipikal gadis yang banyak omong terlebih pada gadis yang bernama eve dan ginta, sedangkan gadis yang bernama panggilan Zee itu ia masih sedikit ragu akan hipotesisnya barusan.

"Baiklah mulai hari ini kita resmi menjadi sahabat"  teriak Ginta yang mulai mengalihkan pandangan seisi kelas

'Sahabat' pikir Esya berulang kali, baru kali ini ada yang mengatakan hal itu padanya, akankah kata itu tidak bersifat sementara seperti teman yang hanya datang ketika butuh saja.

"Kau berisik" ucap Zee dengan senyum yang terukir

"Esya, apa kamu memiliki nama belakang keluarga atau semacamnya?"

Tanya Eve pada Esya setelah memikirkan pertanyaannya dengan matang.

"Ada hanya saja, aku tidak tau apa arti dari Hurup Itu"

"Hurup!!!" Ucap Ginta yang sekarang mulai dilanda oleh rasa penasaran

"Yah, nama belakangku disingkat menjadi  empat Hurup, M.H.C.V" ucap Esya dengan senyum tipis yang ia tampilkan.

"Bagaimana bisa!!!,lalu keluargamu?" Sekarang Zee yang mulai bertanya ia tau di balik senyum itu terdapat banyak rasa sakit, ia bisa mengetahui itu hanya dengan menatap sorot mata Esya.

"Aku tidak tau, tapi keluarga angkatku mengatakan jika aku sudah yatim piatu" ucap Esya sembari menundukkan kepala merutuki nasibnya

Setelah mengatakan itu, tubuhnya mulai menghangat ketika secara spontan ketiga gadis yang beberapa menit lalu baru ia kenal sekarang sedang memeluknya dengan erat, seperti layaknya seorang saudara.

"Le-pas,A-ku su-sah Na-pas" Ucap Esya dengan terbata-bata,hendak ingin menyadarkan ketiga gadis itu.

"Ah,maaf" ucap ketiga gadis itu serentak melepaskan pelukan mereka.

Entah apa yang ketiga gadis itu rasakan sehingga dengan tidak disangkah dalam hati mereka perlahan timbul rasa ingin melindungi Esya, gadis yang menurut mereka sangat rapuh seperti daun Puteri malu yang dalam sekali sentuh akan kembali Menutup dirinya.

"Mulai sekarang, kamu tidak akan merasa sendiri lagi"

"Karena sekarang ada kami yang akan selalu menemanimu"

"Karena itulah gunanya ikatan  persahabat"

Esya masih belum percaya, dengan apa yang telah terjadi hari ini. Akhirnya setelah sekian lama, ia bisa merasakan hal seperti ini, merasakan hatinya yang menghangat dan bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki ikatan persahabat yang sudah lama ia impikan.

1
Ananda jaka Ideatama
Luar biasa
Erlina Ibrik
gambarnya gk bisa di buka
Endang Iswahyuni
benar²kakak goblok seharusnya kasih tahu keluarganya biar melindunginya lu bocah sok kepinteran lihat akibatnya sekarangnya
Epijaya
maaf sampai dgn bab ini ceritanya tidak nyambung dgn judul sbb sampai bab tidak menceritakan tentang qunsya.tp LBH yg lain.jd kurang menarik.
Hasanah Ana: ya tidak menceritakan Quensya TPI menceritakan keluarga x
total 1 replies
Epijaya
knp ceritanya tidak ada kisah Quensya?
Wulan Dari Sidyan
seru cerita ada sedih nya ada bahagianya semua campur aduk
Insan Kuratun Jannah
wah cerita ini sangat seru selali
Nadyah Tambunan
ini kenapa sekelas esya sama evan
Nadyah Tambunan
bukannya sibevan seumuran sama Dion saga Gion😏😏
Nur Ain
jahat gitu MCM manA nak jd kakak ipar
Nur Ain
hahaha parkir dulu..thor2
SeYeolSoo
wait mo nanya sebenernya nama ayahnya si kembar dan esya tuh lucas apa yohan?
Nadyah Tambunan: yohan
total 1 replies
Rini Andriani
single
Asry Sagala
kalo anak2 menyelidiki bakal enggak dapet Thor soal nya cuma banyak bacot doang udah tau saudaranya bukan di kasih tau sama orang tuanya tunggu mati biar di kasih tau
Carlos Sianturi
makin berbelit. aneh aja secara diprolog udh keren tuhh silsilah keluarganya 4 klan besar. tpi kok goblok yaaa... anak sendiri disekitar ga tau. buat lahh dia nutupi warna matanya pakai sf, nahh apa kabar dengan gelang dan nama panggilan? dan masa ga nanya nama lengkapnya selama tinggal bersama membengongkan
Siti Nurain
👍
Mrytl22
"Gion ganteng, Gion sabar"
MaMy
g bisa nulis namanya sendiri itu ntar
Anonymous
suka
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses...semangatthor
mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!