Akhirnya suamiku melupakan mantannya, setelah perjalanan panjang sulit melupakannya tapi sekarang suamiku lebih menghargai ku sebagai istri dan ibu dari anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
"Abi Mayu Wiranata 'Kau akan berhadapan dengan ku jika kau berani menyakiti wanita yang paling berharga dalam hidupku."Gerutu Hamid mengepalkan tangannya.
Hamid masih menatap kepergian Aisyah yang di gandeng tangannya oleh suaminya.
"Mas lepasin tanganku sakit."Aisyah meringis kesakitan oleh cengkraman tangan Abi.
"Diam! masuk."Bentak Abi sambil menghempaskan tubuhnya masuk kedalam mobil.
Aisyah menitikkan air matanya merasakan kesal ulah Abi, Aisyah duduk berdampingan selama perjalanan Aisyah diam tak bersuara memalingkan wajahnya ke arah kaca samping.
Aku tidak pernah menyangka kalau pernikahan ku menjadi seperti ini, harapan besar untuk bahagia sirna dalam keangkuhan suamiku sendiri. Gumam Aisyah dalam hatinya pun menangis.
Tiba di kediaman pribadinya Aisyah segera keluar dari mobil melangkah menuju pintu utama. Aisyah tetap diam berjalan menunduk menuju kamar Nenek Ratu.
"Nek!, nenek kenapa? Aisyah buatkan minuman hangat ya, nenek tunggu disini sebentar Aisyah kembali." Ucap Aisyah panik.
"Aisyah sudah nenek tidak apa-apa kok, kamu duduk saja."kata nenek Ratu.
"Tidak Nek Aisyah buatkan sebentar ya."Ucap lagi Aisyah berlalu pergi keluar dari kamar Nenek Ratu.
Aisyah jika kamu mengetahui kejadian 18 tahun silam apa kamu masih memperlakukan nenek seperti ini nak, nenek tidak ingin kehilangan gadis baik seperti mu. Batin Nenek sambil melihat punggung kepergian Aisyah.
Tiba-tiba Abi muncul membuyarkan lamunannya.
"Nenek, gimana Nenek sudah enakan?"tanya Abi sambil memijat kaki Nenek nya.
"Abi Nenek harap kamu jaga Aisyah baik-baik nak, Aisyah itu istri yang baik."Pesan Nenek pada Abi.
Nenek ratu masih merahasiakan semuanya pada Abi Nenek Ratu tidak ingin menjadi beban untuk cucu nya karena masalah yang menimpa papa nya di masa lalu.
Abi tidak menjawab ia masih terdiam sambil memijat kaki neneknya, ia pun merasa sudah sangat keterlaluan memperlakukan Aisyah dengan tidak baik.
Tiba-tiba semua terdiam saat Aisyah kembali ke kamar nenek ratu, lalu Aisyah membantu nenek duduk bersandar di bahu ranjang agar bisa minum teh hangat buatannya satu tangan kiri Aisyah meletakkan bubur di atas meja.
"Ganti lah pakaianmu biar aku yang menyuapi nenek."Ucap Abi.
Tapi Aisyah malah diam tidak menghiraukan perkataan suaminya. Gadis berjilbab itu meletakkan bubur itu kembali di atas meja lalu pergi dengan kaki yang masih pincang karena kecelakaan tadi.
"Aisyah kenapa kakimu nak?" tanya sang Nenek yang tidak tahu kejadian sebenarnya.
"Tidak apa-apa Nek, tadi ada insiden sedikit tapi sudah tidak apa-apa kok."Jawab Aisyah.
Lalu Aisyah melanjutkan langkahnya keluar dari kamar nenek suaminya menuju kamar. Tiba di kamar Aisyah menangis sesenggukan menenggelamkan wajahnya di bantal.
Sementara Abi mendapat teguran dari sang nenek.
"Abi keterlaluan 'Kamu, istrimu terkena musibah tapi dengan santai kamu tidak memperdulikannya."Ujar nenek ratu.
Abi pun gelagapan ia merasa bersalah atas musibah istrinya."A-bi tidak tahu Nek saat itu abi masih terlelap tidur saat Abi terbangun Abi tidak melihat lagi Aisyah di kamar, aku sudah mencari Aisyah tapi pak komar mengatakan kalau Aisyah sudah pergi."Kata Abi.
"Sekarang temui istri mu di kamar minta maaf kepada istrimu."Pinta Nenek pada Abi.
"Baik lah Nek, abi ke kamar dulu."pamit Abi sambil menyelimuti tubuh Nenek Ratu.
Abi pun menutup pintu kamar Nenek lalu menemui Aisyah di kamar. Mendengar suara kaki, Aisyah segera menyapu air matanya lalu pergi ke kamar mandi.
Saat Abi masuk kedalam kamar mendengar suara percikan air, abi pun duduk di atas tepat tidur menunggu Aisyah keluar dari kamar mandi. Cukup lama Abi menunggu tidak lama Aisyah keluar sudah menggunakan piama.
"Aisyah, duduk lah aku ingin bicara padamu."Ucap Abi.
Krep! Aisyah membungkam mulutnya rapat-rapat.
"Nanti saja."Ucap Aisyah singkat.
Aisyah keluar dari kamar menuju dapur. Disana sudah ada bi Sum lagi sibuk di dapur.
"Non Aisyah ada apa? ke dapur biar bibi saja Non mau apa?" tanya bibi.
"Tidak usah bi, Aisyah mau masak untuk makan malam mas Abi."Kata Aisyah.
Bibi terlihat bingung pasalnya itu semua tugas bibi jika semua di kerjakan Aisyah apa yang harus bibi kerjakan.
"Bi, bibi masak untuk yang lain saja Mas Abi biar Ais saja ya."Ucap Aisyah menatap bibi tersenyum.
Akhirnya Aisyah memilih untuk masak-masakkan kesukaan orang-orang pada umumnya. Ya itu ikan sambel dan juga sayur sop. Melihat masakan Aisyah bibi mengerutkan keningnya, dalam hati bibi "Apa den Abi mau makan-makanan seperti itu."
"Bi tolong taruh di atas meja ya saya mau panggil Mas Abi turun untuk makan."kata Aisyah.
"Siap Non!" jawab Abi
"Aduh non Aisyah ini istri yang baik dan juga rajin."Gerutu bi sum.
Sementara itu Aisyah memanggil Abi untuk makan malam.
"Mas makan dulu, kamu belum makan kan?"tanya Aisyah sedikit ketus.
"Aisyah duduk lah dulu."pinta Abi.
"Makan lah dulu mumpung masih panas."Tolak Aisyah.
Abi mendengus kesal karena tidak turuti permintaannya. Lalu Abi mengikuti Aisyah keluar dari kamar menuju ruang makan.
Aisyah menarik kursi mengambil piring dan nasi untuk Abi.
"Ini makan malamnya?" Tanya Abi mengerutkan keningnya melihat ikan sambel dan sayur.
"Makan lah, hanya ini yang aku masak, uangku tidak cukup untuk membeli bahan masakan kesukaanmu."Ucap Aisyah cuek.
'Ia Abi selama menikah tidak pernah memberikan uang pada Aisyah, selama ini Aisyah menggunakan uang pribadinya untuk sehari-hari, biar pun di kulkas banyak bahan masakan tapi menurut Aisyah itu bukanlan miliknya tapi miliki nenek ia merasa tidak berhak memakainya.
Abi pun terpaksa memakan-makanan yang buat oleh Aisyah, dengan lahap Abi makan masakan Aisyah yang menurutnya masakan Aisyah begitu pas di lidahnya.
Aisyah tersenyum tipis melihat suaminya makan dengan lahap rasa marahnya seketika hilang karena suaminya begitu menghargai masakannya.
Setelah makan Abi beranjak dari tempat duduknya, sementara Aisyah merapikan bekas makanya.
"Non biar bibi saja yang membereskan."kata bibi.
"Baik lah bi, saya ke kamar nenek dulu."
Aisyah pun pergi ke kamar Nenek Ratu saat membuka pintu kamarnya terlihat nenek Ratu sedang tidur Aisyah pun mengurungkan niatnya lalu kembali ke kamar.
Tiba di kamar terlihat Abi sedang duduk di sofa, melihat Aisyah masuk Abi bergegas bangun lalu menghampiri Aisyah.
"Pakai lah ini, gunakan semua keperluanmu" Ucap Abi sambil menyodorkan Master Card.
Aisyah mendorong tangan Abi."Simpan lah saat ini saya belum membutuhkannya."
Kemudian Abi membuka lemarinya. Mengambil uang dari brangkasnya, Dua gepok ratusan ribu.
"Mas saya akan minta jika saya membutuhkannya simpan lah bakal nanti Mas membeli rumah."Kata Aisyah.
"Kenapa kamu menolak semua pemberianku? kamu sekarang istriku apa yang saya miliki itu milikmu, apa kah harus pria asing itu yang memberinya baru kamu terima?"Ucap Abi mulai emosi.
"Maksud Mas Abi apa?" tanya Aisyah penasaran.
"Sudahlah lupakan saja." Ucap Abi.
Akhirnya Abi pun tidur membelakangi Aisyah, sesekali Aisyah melirik Abi yang tidak bergerak sama sekali.
Hari itu Aisyah bangun kesiangan saat mengucek matanya tidak ada lagi Abi di sampingnya Aisyah pun segera bangun karena kesiangan. Setelah mandi Aisyah buru-buru sambil meraih tasnya keluar dari kamar.
"Nek Aisyah berangkat dulu ya."Ucap Aisyah sambil mencium telapak punggung tangan nenek Ratu.
"Aisyah tunggu."Panggil nenek Ratu.
"Aisyah kesiangan Nek."Ucap lagi Aisyah.
"Eh tunggu ini kunci mobil kamu pakai mobil yang kamu suka, tapi ini mobil kuning yang sudah nenek sediakan untuk kamu."
"Tapi Nek."Protes Aisyah.
"Sudah tidak ada tapi pergilah, nak" kata nenek ratu.
"Terimakasih Nek Aisyah Pamit kerja dulu ya Nek."
"Iya sayang kamu hati-hati ya."
"Iya Nek assalamualaikum."ucap salam Aisyah pada nenek ratu.
"Waaikumsalam.." Jawab nenek Ratu.
Aisyah pun pergi ke kantor dengan mobil kuning koper mini. Aisyah terlihat senang dengan pemberian mobil dari Nenek Ratu, selama perjalanan Aisyah bernyanyi ria dengan Musik Sholawat yang di puter untuk menemani perjalanannya.
Denis melihat mobil yang di kendarai Aisyah dendis merasa heran kenapa Aisyah bisa mengendarai mobil semewah itu.
...**TUNGGU KELANJUTANNYA....
...****************...
...****************...
Terimakasih like dan komentarnya**
Cieeee Rio.. tuhh jodohh km..🤭🤭🤭
Nahhh btul tuhh... masih apa ngk.. kalau yg ngasih... makluk halus....🤔🤔🤔
hedehh Bi .. ngapain juga keluyuran.. ntar km yg ilang malah bahaya...😑😑
Yesss si Othorrr balek.... semangattt bt satu in Abi n Ais ❤️
Hedehhhh Clara kg nihh biang kerok yg kagak kapok.....
Semogga tersambung tlfon balek abiny.... dan d angkat Aisyah.....🙂🙂🙂🙂