NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aturan nyleneh

"Siapa kamu". suara Checil terdengar nyaring ketika mendapati seorang laki-laki berwajah lebam duduk di kursi tamu di rumahnya, sementara itu Kiara yang mengekor di belakang sahabat kecilnya itu ikutan curiga melihat ada orang asing berada di rumah Mahendra.

"Hallo Checil, ini aku Mas Kiki dari semalam nginep di rumahmu,semalam aku kena musibah untung di tolong ayahmu". Rizki memberi penjelasan pada gadis kecil itu,Kiara yang telah faham siapa pemuda itu malah jadi kikuk karena dirinya, kemarin Rizki sempat jatuh dan untuk itu akhirnya pamit izin karena pinggangnya terasa sakit.

"Hmm maaf, ini yang semalam kena tabrak aku kan, maafkan aku ya, kemarin belum sempat minta maaf". Ucap Kiara merasa bersalah.

"Nggak apa apa mbak, nggak seserius itu kok, oh iya namaku Rizki, Mbak nya?".

"Namaku Kiara, nggak usah pake mbak segala panggil saja Kia, lagian umurmu diatas aku banyak seperti nya". merekapun akhirnya ngobrol ngalor ngidul tetapi Rizki tak mau menceritakan kenapa dia sampai babak belur, malu karena itu aib dan Rizki pun tidak tahu kalau Kiara adalah putri dari pemilik restoran dimana dirinya berada.

Pak Arman yang seorang sopir pribadi sekaligus tangan kanan om Jo yang juga seorang pensiunan angkatan darat itu yang tadinya diminta Karina mengantar kia dan Checil, kini sedang berbincang dengan Mahendra membahas kasus yang menimpa Rizki.

"iya pak, kata Rizky hutang pokok nya 10 juta terus dia terima 8 juta dan tiap bulannya di haruskan bayar sejuta dua ratus lima puluh, selama sepuluh bulan, bukankah itu sangat mencekik? Aku berencana mengembalikan hutangnya yang kata mereka sudah meningkat sampai lima belas juta karena Rizki menunggak pembayaran". Cerita Mahendra, karena Rizki sempat cerita dia menunggak pembayaran karena setelah menerima uang dari rentenir itu dia nya kehilangan pekerjaan, jadi tak ada pemasukan.

"Mas Hendra datang saja ketempat si Budi bersama Rizki, coba bayar hutang pokoknya saja, nanti kalau mereka ngamuk aku hancurkan sekalian usaha mereka". Pak Arman sungguh tak suka jika ada preman yang berbuat sewenang-wenang, padahal sudah diarahkan sebelumnya dan semua sudah setuju, pak Arman adalah boss dari semua preman yang ada di kawasan itu, sehingga siapapun yang tak patuh aturan harus di hancurkan.

Hari ini tanggal merah, Checil libur dan Kiara dengan senang hati menemani Checil di rumahnya ketika Mahendra minta tolong padanya agar menemani sang putri karena Mahendra akan menuntaskan masalah Rizki, dia bisa nonton kartun sepuasnya berdua bisa nge game dan tentu saja bisa pesen makanan apapun yang Kiara suka bersama sahabatnya, sungguh Kiara adalah ABG yang terperangkap dalam jiwa anak TK, hanya saja Mahendra memberi larangan jangan sampai Checil diajak melihat tontonan yang belum saatnya di tonton bagi anak seusianya, tentu saja tidak , tontonan mereka hanya sekitar Upin Ipin, Spongebob dan Naruto paling banter lihat animasi princes princes san.

Mahendra,pak Arman dan Rizki mendatangi kantornya Budi , seorang preman yang berasal dari luar pulau namanya Budi koplak, penampilannya sebenarnya sangat kalem dengan badannya yang kecil dan kulitnya yang mulus tanpa tatto meski tidak ganteng, tapi siapa tahu kekejaman nya melebihi harimau, kalau ingin bunuh orang ya tinggal bunuh seakan hukum ada di tangannya, senjata api selalu terselip di pinggangnya siap di letus kan kapanpun sesuai kehendak hatinya.

sementara para penjaga yang body nya sebesar reco pentung itu berjejer berderet di luar dengan pakaian yang sangar, khas seorang preman, ketika Mahendra dan Rizki berjalan kearah mereka beberapa diantaranya melotot tak percaya, bukankah itu pemuda kecil yang hampir mati mereka siksa semalam?".

"wah wah wah, tak menyangka besar sekali nyalimu wahai anak muda, belum kapok kamu semalam hampir mampus?" ejek lelaki tambun botak dan ompong berwajah penuh bopeng itu.

Rizki yang tentu saja sangat takut bersembunyi di balik tubuh Mahendra, Mahendra membisikkan sesuatu untuk membangkitkan semangatku Rizki

"Jangan takut ki, bersikaplah seperti lelaki, lelaki yang punya harga diri, biar mereka tak semakin meledek, tegakkan badanmu". Bisik Mahendra sambil menyeret lengan Kiki untuk berdiri sejajar dengannya.

"Hmm maaf bang, bolehkah saya bertemu dengan boss kalian, ada sesuatu yang ingin kami bicarakan". Sapa Mahendra dengan sopan tetapi si ompong dan kawan-kawan itu memandang Mahendra dan Rizki seperti melihat mangsa yang akan di telannya hidup².

"Mau apa ketemu boss kami, mau cari mati?" teriak si botak dengan angkuh.

"Saya mau melunasi hutangnya Rizki". jawab Mahendra singkat.

Dengan gayanya yang selangit menganggap dirinya sehebat iblis salah satu dari empat lelaki sangar itu masuk ke dalam tanpa sepatah katapun dan tanpa mengajak Mahendra dan Rizki.

"katanya mau ketemu boss malah diam di situ, belum ketemu saja sudah mengkeret, begitu sok berani ketemu boss". Bentak si ompong, Mahendra kemudian masuk mengikuti pria sok jagoan tadi.

"Siapa juga yang tahu dia mengajak kita, tak bersuara sama sekali bisu kali". Ucap lirih Mahendra saking jengkelnya.

Lelaki sok jagoan itu mengantar sampai ke depan pintu ruangan Budi koplak sambil hanya memutar kepalanya ke arah pintu kemudian kembali lagi keluar dari tempat itu tanpa keluar sepatah katapun.

"Beneran bisu kali mas dia". Rizki berbisik di dekat telinga Mahendra tetapi si jagoan tengil itu mendengar nya dengan jelas.

"Apa kau bilang, aku bisu hah?" bentak jagoan tengil, sambil matanya yang lebar dan merah karena terlalu banyak minum itu melotot hampir lepas dari tempatnya, Rizki jiper langsung mengkeret tak bersuara, Mahendra ngakak melihat Rizki yang ketakutan.

Mahendra mengetuk pintu sambil ucap salam, tentu saja tak di balas karena si Budi koplak tak pernah mengenal salam dalam hidupnya, dalam ketukan yang kesekian kali pintu terbuka dengan sendirinya ternyata di jalankan oleh remote control.

"Permisi pak?" sapa Mahendra

"Masuk, ada perlu apa?" tanya Budi koplak tanpa melihat kearah Mahendra dan fokus dengan layar komputer nya.

"hmmm begini pak". Ucap Mahendra memulai membicarakan kedatangannya sambil duduk di kursi di depan meja lelaki itu.

"Hei siapa yang menyuruhmu duduk gembel, lagi pula kapan aku nikah sama ibumu hingga kamu memanggilku pak?" teriak Budi koplak sambil melotot kearah Mahendra dan Mahendra berdiri lagi seketika.

"Ini tentang hutangnya si Rizki Tuan". Lanjut Mahendra, si Budi koplak mendengarkan dengan acuh tak acuh padahal hatinya berbunga bunga di panggil tuan oleh Mahendra.

"teruskan". Ucapnya lagi acuh.

"Saya ingin melunasi hutangnya si Rizki dengan jumlah sepuluh juta andaikan ada bunganya saya akan melunasi juga tolong hitung semua hutang Rizki". Mahendra berhenti berkata menunggu jawaban dari boss Budi koplak yang ternyata benar-benar koplak.

"Tidak bisa di lunasi, dia harus membayar tiap bulan dengan jumlah yang sudah di tentukan ,dan itu sudah jadi peraturan perusahaan kami". Jawab Budi koplak dengan acuhnya membuat Mahendra dan Rizki melongo tak faham dengan aturan yang di buat oleh manusia koplak ini.

******

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!