Ig: @nabilakim28
"Bukan mau gua jadi brandalan kayak begini!" -Hera-
Hera adalah seorang siswi SMA yang dikenal sebagai badgirl, langganan pindah sekolah dan hobi berantem sama cowok.
Bukan karena brokenhome, bukan karena dihianati, bukan karena dendam .... Terus kenapa dia jadi bad girl? Apa alasannya?
"Gue gak bisa janji untuk bahagiain lo selamanya, ataupun bersama lo untuk selamanya. Tapi gue janji cinta gue cuma milik elo" -Sean-
Sean cowok dingin yang paling ganteng, irit ekspresi dan bicara, ngomong lebih dari lima kata aja adalah satu kejadian yang langka!
Terus ngimana jadinya kalo bad gril kayak Hera ketemu sama ice kayak Sean?
Note: ini bukan cerita dimana cewek berusaha untuk mencairkan si pria es ..., tapi si pria es yang berusaha untuk membuat si bad girl tobat!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesembilanbelas
Aku melihat diriku tersenyum melalui matamu
-Hera yang paling cantik
cuma milik Sean-
S E L A M A T M E M B A C A
Angin malam berhembus begitu dingin malam ini, semua orang terlelap dan menyelam didalam mimpinya masing\-masing. Begitu pula dengan laki\-laki yang sedang tertidur tenang diatas kasur empuknya, sesekali dia bergerak untuk mencari posisi ternyamannya. Awalnya semuanya terdengar biasa, sampai kening pria itu mulai ngerut tanda tidak nyaman, napasnya mulai memburu, dia bergerak\-gerak gelisah, keringat dingin mulai mengalir dipelipisnya.... entah apa yang dijumpai dialam mimpinya, yang pasti dia tidak nyaman akan hal itu.
"JA\-JANGAN!!!! Hah... hah..." Sean langsung terbangun dan terduduk dengan napas yang memburu, dia meraba nakas yang teletak disamping kasurnya, Sean menemukan sebuah botol obat, dan segera membuka dan meminumnya.
"Sial!" Sean menggerutu, tangannya menggengam pil obat yang tersisa... dia meremasnya sehingga menjadi tidak berbentuk dan membuangnya sembarang.
Drttt... drtt...
Cowok berusia 17 tahun itu mengambil handphonenya, dan melihat siapa yang menelponnya tengah malam begini. Itu adalah panggilan internasional dari nomor yang tidak dikenal. Matanya langsung berubah dingin, dia tau siapa yang menelponnya tengah malam begini... siapa lagi kalau bukan 'dia'.
"Apa kau menemukan sesuatu?" Tanya Sean datar, kepalanya bersandar didashboard, tangannya memijit pelan pangkal hidungnya... entahlah dia sangat pusing sekarang.
"Wow... wow.. to the point banget ya Sean... as always hehe" jawab suara diseberang sana.
"Cepat! Lo ganggu tau nggak? Hobi banget apa lo nelpon tengah malam?"
"Selow man! Lagian disini masih cerah kok... gue mah bodo amat kalau di Indonesia udah malam..."
"Em.." Sean hanya membalas seadanya, dia terlalu malas untuk menjawab sebenarnya.
"Gue nemuin sesuatu nih, lo taukan susah banget cari tahu data yang disembunyiin bertahun\-tahun itu? Tapi gue berhasil nemuin sesuatu... lo tau nggak? Ternyata X yang selama ini ngancam lo itu ternyata anak si \*\*\*\*\*\*\* itu?" Mata Sean langsung terlihat lebih dingin ketika mendengar penjelasan temannya ditelpon.
"Setau gue dia nggak punya anak" balas Sean.
"Anak pertama dari istri pertamanya, memang disembunyiin dari publik... dan ada kabar bahwa X ini sudah mati, tapi dia masih hidup buktinya dia masih bisa neror orang kayak lo kan Sean hahaha... ngakak gue orang sehoror lo ada yang teror..." terdengar suara tawa yang sangat keras melalui telpon.
"Diem!"
"Oh ok ok.. fine, oh ya satu lagi!"
"Apa?"
"Si \*\*\*\*\*\*\* itu udah bebas dari penjara... mungkin orang tua lo nggak kasih tau lo, tapi... hati\-hati..."
"Kapan?" Tanya Sean dengan nada serius.
"Sebulan yang lalu" jawab teman Sean.
"Ok thanks Tristan! Bye!" Sean mematikan handphonenya dan melemparnya sembarang dikasurnya, di mengambil selimut dan mulai memejamkan matanya lagi, ini masih jam 3 pagi... terlalu cepat untuk pergi sekolah, jadi dia memutuskan untuk tidur lagi.
😂😂😂
Sinar matahari mencoba untuk memasuki kamar yang didominasi warna biru itu. Namun sepertinya sang empu kamar terlalu malas untuk sekedar membuka matanya saja.
"HERA BANGUN WOI! SEAN UDAH NUNGGU DARI TADI!?" teriak sebuah suara dari bawah.
Hera langsung terduduk dan mencoba untuk mendapatkan kembali kesadarannya. Hera langsung
Berlari menuju kamar mandi, dia panik, dia takut telat. Dia biasanya juga telat kok, tapi kan kali ini beda... kali ini ada Sean, nanti gimana dong kalau Sean ikutan telat.
Tak lama Hera keluar dari kamar mandi dengan seragam yang sudah melekat ditubuh rampingnya. Hera memakai pelembab diwajahnya, tidak ada waktu lagi untuk sekedar memakai bedak, jadi dia pakai pelembab aja... lagian Hera tetap cantik kok.
Hera langsung turun dari kamarnya dan benar saja dia menemukan Sean yang sedang nonton kartun bareng kak Rendy. Pasti kak Rendy nih yang maksa Sean untuk nonton kartun kesukaannya kak Rendy, apa lagi kalau bukan upin dan ipin, kata kak Rendy upin dan ipin itu adalah panutan saudara kembar yang baik nggak kayak Hera sama Henry yang selalu berantem layaknya tom and jerry.
"Maaf lama" ujar Hera lalu dia mengambil roti diatas meja makan.
"Aku baru sampai kok" balas Sean tapi dirinya masih fokus dengerin cerita kak Rendy.
"Udah ah kak! Yuk Sean kita pergi" ujar Hera lalu salim dulu ke kak Rendy. Dan akhirnya mereka pun keluar rumah, Hera kaget karena Sean bukan membawa motornya melainkan mobilnya yang mahal itu lho.
"Kok bawa mobil?" Jujur ya Hera masih trauma dengan kecanggungan waktu itu.
"Karena ada yang mau numpang" jawab Sean santai.
"Siapa?"
"Woi tungguin gue!" Teriak Henry dari dalam rumah sambil melambaikan tangannya. Sumpah ya saudaranya yang satu ini paling bisa buat Hera sakit kepala. Kan gagal acara pergi kesekolah bareng pacar, karena orang ketiga ini.
Akhirnya mereka bertiga pergi bersama ke sekolah. Tidak ada yang berbicara didalam mobil, mereka sibuk dengan kegiatan masing\-masing. Hera sibuk dengan handphonenya, Henry sibuk dengan buku pelajarannya, dan Sean terlalu fokus untuk menyetir.
Tidak berselang lama, karena pagi ini tidak terlalu macet. Akhirnya mereka bertiga sampai di sekolah.
Banyak siswa yang memperhatikan Henry, Hera dan Sean. Mereka tidak aneh jika Henry berangkat sekolah dengan Sean, tapi akhir\-akhir ini Hera juga ikut. Dan yang anehnya lagi beberapa hari ini Hera sering kemana\-mana bareng Sean. Ya mereka gak tau aja kalau Hera dan Sean lagi pacaran.
Banyak cewek\-cewek yang patah hati dengan kedekatan Sean dan Hera. Tidak terkecuali dengan. Sarah, dia adalah orang yang digossib kan mantannya Sean saat Sean masih kelas satu. Ingat ya cuma digossibkan. Walau sudah pasti Sean tidak tau kalau dia di gossib kan seperti itu. Kan dia tipe orang yang bodo amat, jadi mana mungkin dia peduli dengan berita hoax seperti itu. Dan parahnya pas dia di tinggalin oleh Sean, karena Sean terlalu malas meladeni sikap Sarah yang suka menempel kepadanya. Sarah menyebarkan berita bahwa dia dan Sean putus, padahal pacaran aja enggak! Emang ratu halu! Dan yang yang parahnya, Sarah sampai mau bunuh diri. Ya walau akhirnya dia nggak jadi bunuh diri.
Sarah hanya melihat dua sejoli itu berjalan bergandengan tangan, dengan Henry yang setia ngekor dibelakang. Sarah mengepalkan tangannya. Dia marah... sangat marah, dulu saat dia ngejar\-ngejar Sean, Sean tidak pernah mengandeng tangannya seperti yang dilakukannya kepada Hera sekarang.
Siapa sih anak baru sialan itu! \-batin Sarah.
🤓🤓🤓
Kali ini Hera sedang ngemil cemilan dengan Gina di kelas. Mereka berbicara banyak hal. Hera sih yang banyak ngomong, Gina sih cuma nanggapin dengan senyum manis aja. Entahlah, sepertinya cewek berambut pendek itu lebih pendiam hari ini.
"Jadi kan, masa ya si Henry matiin wifi rumah pas gue lagi nonton youtube." Jelas Hera dengan nada yang sangat menggebu\-gebu.
"Gin? GINA! Ihh lo gak denger ya? Capek gue cerita lo malah diam."
"Eh? Apa? Maaf tadi aku melamun," Gina tersenyum canggung.
"Maaf ya..." Gina menggapai tangan Hera, mencoba untuk menenangkan gadis yang sedang ngambek itu.
Hera yang sebenarnya gak bisa marah lama\-lama, akhirnya menghela napas panjang. Sumpah, Gina itu orangnya buat orang lain nggak bisa marah sama dia.
"Sebenarnya ada apa sih lo?" Tanya Hera.
"Nanti waktu pulang akan aku jelasin semuanya kok hehe..." Gina nyengir tanpa dosa. Setelah itu, kedua sahabat itu mulai berbicara lagi. Kali ini Gina mendengarkan dengan baik segala kebacotan Hera. Dan saat mereka lagi sibuk ngomong, tiba\-tiba ada sebuah pesan masuk. Sepertinya pesan itu dikirimkan keseluruh siswa disekolah.
Brian Gila
Kamu di Undang!
To : Brian's B\-Day Party
Besok malam, 8 p.m.
Di kediaman Brian Giliandra.
Hera menggerjapkan matanya dua kali setelah membaca pesan itu. Apaan nih? Ini prank atau gimana? Tipe kayak Brian ternyata rayain sweet seventeen juga? Hera menglihat ke arah Gina yang sepetinya juga bingung dengan undangan yang baru di terimanya.
"Guys pada dapat kan? Jangan lupa besok malam datang!" Teriak salah satu siswa yang antusias.
"Wahhh... aku nggak sabar sumpah," teriak yang lain.
"Aku juga..."
Jadi benaran ya? Tapi kok pada antusias sih? Kan yang ulang tahun adalah orang tergaje di sekolah, otomatis acaranya juga bakal ikutan gaje.
"Ok, karena udah gini... kuy Gina pulang ini kita belanja!" Teriak Hera sambil menepuk punggung Gina. Gina hanya tersenyum, dia tau kalau yang Hera maksud belanja adalah borong baju di mall. Hera itu bukan tipe orang yang suka belanja, tapi kalau udah ada kartu kredit ditangan... jangan harap dia tidak akan kebablasan.
🤓🤓🤓
Jam sudah menujukkan waktu 5 p.m, dan akhirnya kedua gadis itupun kembali ke rumah... dengan membawa banyak kantong belanjaan pastinya.
"Capek banget!" Ujar Hera. Dia langsung merebahkan tubuhnya terlentang di atas kasur. Bahkan seragamnya saja belum dilepasnya. Gina hanya menggelengkan kepalanya. Berbeda dengan Hera yang malasnya udah mendarah danging, Gina yang terlampau rajin malah sibuk membereskan belanjaan Hera.
"Ok, jadi sekarang waktunya lo cerita semuanya dengan jelas!" Hera langsung duduk dari tidurnya. Gina berjalan mendekati Hera, dengan ekspresi wajah yang sangat lesu.
"Kamu tau TG grub?" Tanya Gina sambil duduk disamping Hera. Dan di balas anggukan oleh Hera
Tentu Hera mengetahuinya, TG grub adalah perusahaan yang bekerja dibidang ekspor\-impor. TG grub memang bukan perusahaan kelas atas seperti SKY grub ataupun YN grub. Tapi bisa dibilang TG grub adalah jembatan bagi pengusaha untuk mengibarkan bendera di Asia Timur. Hera tau itu, karena dulu TG grub pernah bekerja sama untuk mengekspor barang bagi salah satu perusahaan cabang dari YN grub.
"Aku pewaris satu\-satunya TG grub," ok sekarang tolong tampar Hera. Jadi selama ini cewek cupu yang menjadi temannya ini adalah pewaris tunggal TG grub itu?
"Tapi itu dulu... a\-aku kabur dari rumah..." Gina menurunkan nada bicaranya, siapapun yang melihatnya sudah pasti sadar akan kesedihan yang terpancar di wajah polos itu.
"A\-aku mau di jodohkan Hera... dan parahnya aku cuma dijadikan tumbal untuk menyelamatkan adik tiriku..." Gina mulai mulai merasakan sesak didadanya. Hera hanya bisa menepuk pundak Gina, mencoba menyalurkan kekuatan pada teman baiknya itu.
Setelah itu, Gina menceritakan dengan detail seluruh kisah hidupnya. Mulai dari keluarganya dan masalah yang sedang dihadapinya. Dan tentu saja ada beberapa bagian yang membuat Hera menjadi terkejut tidak karuan.
"APA? ANDREW ITU SEPUPU LO!?" Hera sangat terkejut oleh kenyataan ini. Bagaimana tidak, Andrew dan Gina adalah dua orang yang memiliki sikap dan sifat yang sangat berbeda. Disaat Andrew menjadi sosok yang di idolakan banyak orang dan di cintai banyak orang. Maka saat itulah Gina adalah sosok yang dianggap transparan dan tidak ada yang peduli akan keberadaannya.
"Jadi gimana? Lo tetap mau pulang?" Tanya Hera memastikan. Sebenarnya Gina mendapat telpon dari ayahnya semalam. Intinya ayahnya menyuruh Gina untuk pulang, atau dia akan diseret pulang. Jadi Gina tidak punya pilihan lain. Mungkin besok atau lusa dia akan kembali ke Surabaya tempat Ayah dan keluarga tirinya tinggal. Dan Gina akan berakhir jadi istri orang yang tidak dicintainya setibanya disana. Trus dia mau apa? Apa dia punya pilihan lain? Jawabanya adalah tidak. Salahkah dia berharap ada orang yang mencintainya dan membuat dia gagal untuk menghadiri perjodohan itu?
"Lo... udah bilang sama kak Chandra?" Tanya Hera. Gina hanya menggeleng lemah. Dia tidak ingin melibatkan siapapun dalam hal ini. Bahkan dia tidak memberitahu Andrew bahwa dia di jodohkan. Karena dapat dipastikan jika dia memberitahu Andrew akan hal itu, cowok itu tidak akan segan\-segan membawa adiknya ini kabur keluar negeri.
"Kak Chandra gak ada hubungan apa\-apa tentang hal ini. Lagian kan sampai kapanpun tetap aku yang sendiri mencintai kak Chandra." Gina tersenyum manis, tapi siapa yang tidak tahu kalau itu hanya senyum palsunya.
"Tapi menurutku dia juga menyukaimu deh..." Hera mulai mengingat bagaimana ekspresi Chandra ketika mereka sedang membicarakan Gina.
"Kamu nggak tau aja kalau kak Chandra itu masih suka sama seseorang." Gina sadar bahwa Chandra masih memiliki seseorang dihatinya. Gina menyukai Chandra dari kelas satu, bahkan dia sudah menyukai Chandra saat cowok bersurai blonde itu masih pacaran dengan cewek itu.
"Gak ada salahnya mencoba kan? Kan bagus tuh kalau Chandra suka sama lo. Dan dia bakal batalin perjodohan lo. Ayah lo udah janji kan akan batalin pertunangan kalau lo udah punya pacar..." ya memang ayah Gina membuat janji itu semalam, tapi beliau membuat janji itu karena yakin bahwa anaknya tidak mungkin punya pacar.
"Appa buat janji kayak gitu, karena udah tau aku nggak punya pacar,"
"Lagian... kak Chandra mana mau sama cewek cupu kayak aku..."
Ting!
Sebuah pesan masuk, Gina langsung mengecek handphonenya. Dan dia kaget ketika melihat siapa yang mengiriminya pesan.
Kak Chandra
Gin, besok kamu ke pestanya Brian sama siapa?
Hera yang ikutan membaca pesan itu ikutan heboh deh. Dia menyuruh Gina untuk langsung membalas pesan itu.
Sendiri kak...
Pergi sama aku aja, besok aku jemput.
tapi aku ingin mereka berdua putus aja dulu.