Kisah ini berawal dari pernikahan Gisella Aurora Prastowo, seorang manager accounting di sebuah perusahaan multinasional dengan Sekala Langit Nalendra, seorang CEO perusahaan konstruksi. Kehidupan pernikahan keduanya sangat harmonis dan romantis sampai akhirnya mantan pacar Sekala yang bernama Syeira hadir kembali di kehidupan Sekala, sehingga membuat keharmonisan rumah tangganya terganggu.
Syeira bukan hanya ingin merebut Sekala kembali, namun ia juga ingin menyingkirkan Aurora dari jabatannya di kantor.
Bagaimana kelanjutan kisah Gisella Aurora Prastowo? Kelanjutan kisahnya ada di Novel Perfect Wife
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB - 20
"Sky, maafkan ucapan mama mertuaku tadi ya." Aurora merasa tak enak hati dengan Sky atas ucapan Aisyah yang tak mengenakan.
Sky duduk sambil menatap mata Aurora, "Aku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir ataupun meminta maaf." Sky sama sekali tak menghiraukan ucapan Aisyah, justru ia yang sangat mengkhawatirkan Aurora, ia takut Aurora terluka atas ucapan yang di lontarkan Aisyah. "Ra, apa kamu baik-baik saja?"
Sky sampai tak habis pikir jika ada orang yang sepedas itu omongannya terhadap menantunya sendiri, mamanya saja selalu berkata dan bersikap baik kepada kakak-kakak iparnya, bahkan mereka sangat kompak apa lagi saat memasak dan berbelanja.
"Aku baik-baik saja. Terima kasih ya, sudah jadi teman terbaikku." Aurora menggenggam tangan Sky.
Sky tersenyum sembari menepuk punggung telapak tangan Aurora yang masih menggenggam tangannya "Sama-sama, Ra" Ia beralih mengambil dokumen di dalam tas kerjanya yang ia taruh di atas meja "Oh iya Ra, aku hampir kelupaan. Ini dokumen yang ada di mobilmu." Sky memberikan dokumen milik Sekala tersebut kepada Aurora "Tadi malam aku sudah memberikan nomor rekeningmu pada adik sepupuku yang meminjam mobilmu, mungkin hari ini dia sudah transfer" ucap Sky.
"Loh kenapa kamu berikan nomor rekeningku? Aku ikhlas kok meminjamkan mobil itu sampai mobil adik sepupumu beres." ucap Aurora.
"Tidak apa-apa Ra, dia memang sudah menyiapkan budget untuk menyewa mobil, kau pakai saja ya untuk membayar vendor. Tadi malam Pak Budi sudah menghubungiku, dia bilang kalau tempat dan pegawainya sudah ready. Jadi kamu harus secepatnya menyiapkan semua paket usaha yang kemarin kamu tawarkan kepadanya."
Sebenarnya Aurora merasa tak enak hati untuk menerimanya, namun saat ini ia sangat membutuhkan uang untuk tambahan modal usahanya. "Baiklah, kalau begitu sampaikan ucapan terima kasihku adik sepupumu." ia mengambil handphonenya untuk melunasi sebagian pembayaran para vendornya yang sudah ia janjikan beberapa hari yang lalu.
Aurora sangat terkejut begitu melihat jumlah saldo rekeningnya. "Sky ini banyak sekali, bukankah ia hanya meminjam untuk beberapa hari saja? Apa adik sepupumu tidak salah transfer?"
"Aku rasa tidak. Kamu simpan saja sisanya untuk persiapan acara pengajian tujuh bulanan, anggaplah itu rizky anak dalam kandunganmu." ucap Sky, ia beralih ke dokumen selanjutnya "Ini ada titipan dari Ani, surat perjanjian kerja sama kemitraan. Coba kamu cek lagi sebelum nanti kamu berikan pada Aksara."
Dengan teliti Aurora memeriksa dokumen yang di berikan oleh Sky, "Sky sebenarnya Ani itu lulusan apa? Mengapa sepertinya dia sangat paham sekali dengan bisnis?" sudah lama ia ingin menanyakan hal tersebut kepada Sky.
Wajah Sky mendadak terlihat panik, ia tak menyangka jika ternyata Aurora mencurigai Ani. Tentu saja Ani sangat paham sekali dengan dunia bisnis karena sebelum bekerja bersama Aurora, Ani merupakan sekretarisnya, ia sengaja menyuruh Ani bekerja dengan Aurora untuk membantu usahanya.
"Seperti yang mamaku pernah sampaikan jika Ani adalah ART di rumah, aku juga tidak begitu mengenalnya karena aku sudah tidak tinggal di rumah mama." ucap Sky.
'Biarlah seperti ini dulu, jika aku mengatakan yang sebenarnya Aurora pasti akan bingung mengenai gaji Ani' batin Sky.
Tak lama kemudian Aksara dan Kara tiba di ruang rawat inap Aurora, kara berlari menghampiri tempat tidur Aurora "Ra, bagaimana kondisimu dan kandunganmu?" tanya Kara dengan raut wajah penuh kekhawatiran.
Melihat wajah pucat Aurora, Aksara menjadi merasa bersalah, ia berfikir jika Aurora seperti ini karena kemarin ia telah telah bercerita mengenai dana perusahaan yang di bawa oleh Sekala.
"Aku sudah jauh lebih baik kok Kar, kamu tidak perlu khawatir." Aurora beralih ke Aksara "Mas Aksara, maaf ya sampai sekarang aku belum bisa menghubungi Mas Sekala."
"Ra, apa benar Sekala sedang di luar negeri?" tanya Kara kembali.
Aurora menganggukan kepalanya lemah "Iya Kar, kemarin Mas Sekala pamit ke Paris untuk mengurus projectnya tapi aku sendiri tidak tahu project apa yang sedang di kerjakannya." ia tertuduk sedih.
Kara menoleh ke arah suaminya, menanyakan project apa yang tengah di jalani Sekala, sebagai rekan kerja Sekala tentu seharusnya Aksara mengetahuinya. Namun sayangnya Aksara sendiri pun tidak tahu, ia sangat yakin untuk saat ini tidak ada project di Paris, bahkan Aksara menduga jika Sekala sedang melarikan diri.
"Mas Aksara, apa proses hukumnya sudah berjalan?" tanya Aurora. "Aku mohon tunggulah sampai dua atau tiga hari ke depan, aku yakin Mas Sekala pasti akan memberikan kabar." pinta Aurora.
'Aku harus mencarimu sampai ketemu, kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu' batin Aksara, ia semakin tak tega melihat Aurora yang menanggung beban pikiran karena masalah ini.
"Sudahlah Ra, lebih baik kamu fokus pada kedunganmu dan juga perkembangan bisnismu. Aku dan Mas Aksara akan selalu mensupport." Kara mengelus perut Aurora dengan lembut, dalam benaknya ada perasaan bersalah karena ia memiliki andil bersar dalam hubungan Aurora dengan Sekala.
Setahun yang lalu Sekala datang dengan kondisi yang sangat berantakan pasca di tinggalkan oleh kekasihnya, Syeira. Ia meminta Kara untuk mengenalkannya dengan salah seorang teman perempuannya untuk bisa menyembuhkan lukanya.
Setelah berfikir dengan matang akhirnya Kara mengenalkan Sekala pada Aurora, ia berharap kakak sepupunya itu bisa menjadi orang yang lebih baik di tangan orang yang tepat, karena bagi Kara, Aurora merupakan sosok yang sempurna. Ia bukan hanya cantik, tapi juga memiliki hati yang sangat tulus dan juga pintar, sehingga akan sulit bagi Sekala untuk berpaling ke wanita lain.
Dan benar saja, begitu Kara mengenalkan Sekala pada Aurora, Sekala langsung jatuh hati pada pandangan pertama, ia begitu bersemangat untuk memiliki Aurora, menjadikannya pendamping hidupnya. Sekala rela terbang ke Jogja untuk menemui Ibunda Aurora, dan meminta Aurora secara langsung.
Namun sekarang semuanya berbeda...
Aurora mungkin tak pernah, atau bahkan tidak akan pernah bercerita mengenai kondisi rumah tangganya, tapi hanya dengan melihat sorot mata Aurora, Kara sudah bisa menebak apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
"Mas, malam ini aku nginap di sini ya."
Aksara menganggukan kepalanya, ia mengizinkan istrinya untuk menemani Aurora hingga Aurora keluar dari rumah sakit.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
astaghfirulloh