NovelToon NovelToon
Asrama Berdarah

Asrama Berdarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Spiritual / Tamat
Popularitas:279.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

Bagaimana rasanya ketika kamu bercermin dan ternyata bukan wajahmu yang muncul pada pantulan cermin? Inilah yang dialami Vega Indriana di sekolah barunya.

Setiap kali bercermin, bukan wajahnya yang muncul, melainkan sosok asing yang tak dikenalnya.

Sejak kedatangannya di sekolah asrama, berbagai gangguan misterius kerap dialaminya. Bahkan mimpi yang sama selalu datang di malam hari.

Dibekuk oleh rasa penasaran, Vega pun mencari tahu tentang misteri yang tersimpan. Hingga akhirnya ia menemukan fakta tentang tragedi berdarah yang terjadi 17 tahun lalu, yang ternyata berkaitan erat dengan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah ....

Vega belum dapat membendung air mata. Di kamar itu ia terus dan terus menangis. Kenyataan yang baru saja ia dapati seakan mampu menghilangkan akal sehatnya. Jika benar wanita di dalam foto itu adalah ibunya, maka dia adalah 

Icha .... 

Dan ini berarti bayi perempuan yang terlahir di asrama 17 tahun lalu—yang kerap hadir dalam mimpi Vega adalah dirinya sendiri. 

“Icha adalah ibuku dan bayi yang dilahirkan Icha di asrama itu aku.” 

Dalam sepersekian detik, tangisan kembali meledak. Bahkan suara ketukan pintu tak lagi ia hiraukan. Beberapa kali suara oma terdengar memanggil, namun Vega hanya menangis sambil memeluk foto Icha. 

Hatinya serasa diremas kuat. Tubuhnya seolah kehilangan seluruh tenaga. Alih-alih berdiri membukakan pintu untuk oma, menopang tubuhnya sendiri saja Vega merasa tak mampu. 

“Vega, kamu kenapa, Nak? Buka pintunya, kenapa kamu nangis?” panggil Oma sambil mengetuk pintu. 

Lagi, Vega tak menghiraukan. Hingga akhirnya suara panggilan oma tak terdengar lagi. Setelah puas menangis, Vega memilih duduk di meja rias dan memandangi pantulan dirinya di cermin. 

Sejak hari ke tujuh menjadi penghuni sekolah asrama itu, Vega tak lagi dapat melihat pantulan wajahnya sendiri di cermin. Yang selalu terlihat adalah wajah Icha. Seperti biasa dengan ekspresi datar dan wajah pucatnya. 

Satu hal aneh yang disadari Vega, ia tak pernah takut melihat bayangan Icha. Berbeda dengan beberapa makhluk lain yang selalu berhasil membuat bulu kuduk meremang.

Dan anehnya lagi, Vega hanya dapat melihat pantulan wajahnya sendiri jika bercermin di air.

Setelah semua keganjilan itu, kini Vega mulai memahami mengapa bayangan Icha selalu mengikuti dirinya. Dan pula memahami mengapa dirinya seperti memiliki ikatan yang begitu kuat dengan kejadian masa lalu di asrama tersebut. 

“Ibu ....” 

Di kamar itu, Vega menangisi segalanya hingga terlelap setelah lelah menangis. 

*

*

*

Suara ketukan pintu berhasil membangunkan Vega pagi itu. Dalam sisa kantuk, ia beranjak untuk membukakan pintu. Oma menatap dengan raut penuh khawatir. Apa lagi setelah melihat wajah cucunya yang sembab. 

Wanita renta itu langsung mendekap cucunya. “Kamu kenapa, Vega? Kenapa semalam kamu menangis?” 

“Tidak apa-apa, Oma. Aku Cuma sedih lihat foto ibu.” 

“Kamu sudah temukan?” Oma melepas pelukan. 

“Iya.” 

“Sudah, jangan sedih terus. Ibu kamu pasti sudah tenang.” 

Vega memandang omanya dengan serius. Ia tahu omanya sedang menyembunyikan sesuatu. Atau mungkin oma tidak tahu jika anaknya telah menjadi salah satu korban kebakaran di asrama 17 tahun lalu. 

Tak tega menggali luka lama, niat Vega untuk menanyakan perihal kematian ibunya urung. Akan lebih baik mencari tahu sendiri. 

Selepas sarapan, Vega kembali menuju lantai atas. Pagi itu ia sedang membersihkan kamar Annisa. Kamar ini lama tak berpenghuni dan tidak terawat. Beberapa pakaian milik Annisa sudah rapuh dan memudar termakan usia. 

Vega menemukan beberapa kenangan masa kecil ibunya yang tersimpan rapi di dalam sebuah kotak kecil. Ada pula sebuah album foto yang baru ia temukan. 

“Ibu cantik, ya?” Senyum tipis terbit di sudut bibir Vega. Jemarinya mengusap sebuah foto Annisa yang tampak sangat manis dengan cardigan rajut dan liontin indah. Sepertinya ia sedang camping bersama teman-temannya, terlihat dari foto pemandangan pegunungan yang sangat indah. 

Tetapi, senyum yang mengembang di bibir Vega seketika menghilang saat menemukan foto pada halaman berikutnya. Ada potret kebersamaan Icha dengan seorang pemuda. 

...****...

1
Setiya Wati
Penasaran dengan ceritanya... lanjutin donk Thor
Nuning Listiani
bagus cerita nya , jadi ingin terus membaca
Nuning Listiani: /Heart/ saya suka.akur cerita nya
total 1 replies
Safitri Agus
gak ada sambungan nya ini?
lanjut dong kak Chicha 😊
diara
ditunggu up nya
Lemsi Sembiring
gmna apa ada kelanjutan nya.gantung ceritanya penasaran
Rini Astuti 10
emang ini udah tamat chica saay , klw ita ko gantung banget
Dia_Ana
katanya tamat tapi kok gantung
Dia_Ana
kamarnya masih serumah knp gak dibersihkan
Dia_Ana
langsung ketemu alamatnya...apa vega pernah berjumpa oma sebelumnya?
Dia_Ana
apa andin gaksadar kalau wujud vega mirip icha?
Dia_Ana
wajah icha dan vega memang sama dari awal apa gimana?
Dia_Ana
bagus...novel horor pertamaku
Dia_Ana
sisil yang adiknya juno kh ini
Sri Ngatini
bagus seru jg horor
Azumi Rahmat
Kok ngantung si Thor gk ada kelanjutannya lgi
Anissa Mayasari
KA chica...mana kelanjutan nya
Rifanda Dewi
good
Hera Imoet
akhirnya bisa ketemu sama ayahnya... lanjuttttttt yupzzz cemungutzz 😘🥰
Hera Imoet
Andin masih menutupi kebenaran kenapa yaa
Hera Imoet
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!