NovelToon NovelToon
Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Action / Poligami / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Bunda Nova

Perjuangan seorang kapten gagah berani dalam mendapatkan cinta seorang gadis yang merupakan adik dari sahabatnya sendiri serta pengorbanannya dalam tugas mengabdi pada negara.


" Zaid tidak perlu dijodoh-jodohkan. Zaid bisa mencari jodoh Zaid sendiri, Bu " tolak Zaid mentah-mentah.

" Kali ini kamu harus menerimanya karena ini permintaan almarhum ayah kamu dan kamu akan segera menikah dengan Adinda, adiknya Arjuna " titah sang ibu.

" Apa ?"


" Dinda menolak perjodohan ini. Kenapa harus dinda ? Kenapa bukan Kak Tiwi aja yang dijodohin " tegas Adinda menolak rencana perjodohan sang bunda dan sang kakak.

" Kamu harus menerimanya dan kamu akan segera menikah dengan Kapten Zaid "

" Apa ? "


Note : Follow ig author ya 🤗 @ovadelovee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Nova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKZ part 20

Kelelahan mendera dua insan yang kini bermandikan peluh. Setelah peperangan panjang yang terjadi di atas ranjang, mereka terbaring dengan selimut yang menutupi tubuh polos mereka.

Adinda bahkan telah tertidur lelap, sementara sang suami masih asyik memandangi wajah cantik sang istri sambil membelai wajahnya dengan lembut.

Sungguh Zaid diliputi kebahagiaan tak terkira, akhirnya ia bisa memiliki seutuhnya wanita yang selalu diimpikannya. Hanya mencintai Adinda tanpa memilikinya saja sudah membuat Zaid bahagia. Apalagi saat ini mencintai, memiliki dan dicintai Adinda. Nikmat mana lagi yang kau dustakan ?

Drrt... Drrt... Ponsel milik Zaid bergetar.

Zaid begitu malas untuk menjawabnya, ia membiarkan saja ponselnya bergetar. Ia malah menciumi leher serta bahu sang istri yang begitu menggoda. Hanya menciumi leher serta bahu Adinda saja sudah membuat rudalnya siap tempur kembali.

Ponsel Zaid terus menerus bergetar, sementara Zaid semakin gencar melancarkan serangannya pada sang istri membuat Adinda menggelinjang.

" Mas... angkat dulu telponnya... Dari tadi getar terus " ucap Adinda masih dengan mata yang memejam.

Zaid tak menghiraukan, ia terus bermain dengan tubuh sang istri yang membuatnya candu.

" Mas... Ih, itu diangkat dulu. Kali penting.. Udahan dulu dong, dinda cape tahu ! " tambah Adinda lagi, kali ini ia mulai membuka mata dan menatapi sang suami.

" Siapa sih ? Gangguin aja " gerutu Zaid lalu menghentikan aktivitasnya dan segera mengangkat ponselnya.

" Apaan ? " tanya Zaid ketus begitu mengangkat telepon.

" Hah ? Yang bener ? " tanya Zaid kemudian bangkit dan duduk .

" Ok, sebentar lagi kita pulang " ucap Zaid lalu mengakhiri panggilan telepon.

" Siapa Mas ? " tanya Adinda penasaran saat melihat sang suami memakai boksernya.

" Juna, nyuruh kita pulang sekarang " jawab Zaid lalu bergegas menuju ke kamar mandi.

" Kok ngedadak sih, Mas ? " tanya Adinda setengah berteriak karena sang suami telah masuk ke dalam kamar mandi.

Zaid kembali keluar dari kamar mandi, tanpa ba bi bu, Zaid menggendong Adinda dan membawanya ke kamar mandi.

" Mas... Dinda bisa mandi sendiri " kesal Adinda saat Zaid membawanya masuk ke kamar mandi.

" Kalau sendiri-sendiri, gak bisa main bareng " jawab Zaid enteng lalu memasukkan tubuh sang istri ke dalam bath tube lalu ia pun menyusul masuk.

" Biar cepet selesai mandinya, sayang. Gak buang-buang waktu " ucap Zaid sambil menyeringai.

" Mandinya gak lama tapi yang lain-lainnya yang lama " cibir Adinda yang kemudian dihadiahi sebuah ciuman yang semakin lama semakin menuntut.

Dan akhirnya, pertempuran pun kembali terjadi di dalam kamar mandi.

...****************...

Adinda dan Zaid akhirnya sampai di kediaman Bunda Lia. Saat memasuki rumah, mereka sudah ditunggu oleh seluruh anggota keluarga juga Farhan.

Adinda duduk di samping Kirana, sementara Zaid memilih duduk di samping Arjuna. Pertiwi dan Farhan duduk berdampingan di hadapan Arjuna.

" Ini ada apa sih, Mba ? " bisik Adinda pada Kirana.

" Dinda... " Arjuna menatap tajam sang adik bungsu.

" Sebenarnya ada apa sih, Bang ? Kayak lagi di pengadilan aja " celetuk Adinda.

Kirana menyentuh tangan Adinda lalu memberi isyarat dengan gelengan kepala. Adinda seketika mengerti jika ada sesuatu yang sangat penting.

" Jadi kita semua berkumpul disini untuk bermusyawarah mengenai hubungan antara Pertiwi, Farhan dan Mario " ungkap Arjuna.

Adinda mengarahkan pandangan kepada sang kakak, Pertiwi serta pria tampan di sebelahnya yang nampak berantakan dengan luka lebam di wajahnya.

" Tiwi akan segera menikah dengan Farhan " tegas Arjuna.

Kedua mata Adinda membola dan tangannya langsung menutup mulutnya.

" Dan pernikahan mereka akan dilaksanakan satu minggu ke depan " tambah Arjuna lagi.

" Kenapa nikah sama Kak Farhan ? Terus Kak Mario gimana ? " tanya Adinda spontan karena tak mengetahui duduk permasalahannya.

" Tolong jelasin sama Dinda ? Kenapa semuanya mendadak " sela Adinda kemudian sambil melihat ke arah Arjuna dan Pertiwi.

" Dinda... Nanti Mba cerita " ucap Kirana pelan.

" Ini sebenarnya ada apa sih ? Dulu perjodohan Dinda mendadak, sekarang Kak Tiwi juga mendadak mau nikah sama Kak Farhan " oceh Adinda.

" Dinda, kalau kamu tidak bisa diam. Sebaiknya kamu masuk ke kamar ! " seru Arjuna membuat Adinda seketika bungkam.

Zaid hanya memperhatikan sang istri yang merengut karena tak mendapati penjelasan apa pun.

" Kalian berdua mengerti ? " sambung Arjuna mengajukan pertanyaan kepada Farhan dan Pertiwi.

Keduanya mengangguk lemah, mereka tak lagi bisa menolak kendati telah menjelaskan yang sebenarnya terjadi kepada Arjuna, Kirana juga Bunda Lia.

" Baiklah, sekarang kamu obati memar calon suamimu itu. Jangan sampai di hari pernikahan kalian, masih terlihat memar di wajahnya " titah Arjuna pada Pertiwi.

" Tiwi ada satu syarat bang... Tiwi minta pernikahan ini hanya dihadiri oleh orang-orang dekat saja, tidak perlu ada perayaan apa pun. Hanya akad nikah " pinta Pertiwi.

" Kamu yakin ? Kamu tidak khawatir Mario berbuat macam-macam ? " tanya Arjuna.

Pertiwi mengangguk.

" Lalu kamu Farhan, apa kamu setuju dengan permintaan Pertiwi ? " tanya Arjuna pada pria yang berada di samping Pertiwi.

" I... Iya, bang... " jawab Farhan pasrah.

" Bunda ada yang mau disampaikan ? " tanya Arjuna pada Bunda Lia.

" Kalian sudah dewasa, sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Jalani kehidupan pernikahan kalian nanti dengan baik, kendati mungkin jalannya harus seperti ini. Kalian harus ingat bahwa pernikahan itu bukanlah permainan. Pernikahan itu ikatan suci. Jadi kalian harus belajar saling menerima kelebihan dan kekurangan kalian. Bunda hanya berharap, ini jalan yang paling baik. Semoga kalian berdua selalu dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan " tutur sang bunda.

Pertiwi hanya menunduk, apa yang ada dalam pikirannya tidak ada yang tahu. Begitu pula Farhan yang kini sibuk memikirkan masa depannya yang benar-benar diluar ekspektasi.

Adinda dan Zaid masuk ke dalam kamar setelah pembicaraan selesai. Zaid membaringkan tubuhnya di atas kasur, sementara Adinda memilih untuk duduk di tepi ranjang.

" Kalau tahu, Kak Tiwi gak jadi nikah sama Kak Mario. Harusnya dulu kak Tiwi aja yang dijodohin bukan Dinda " gerutu Adinda.

Zaid yang mendengar gerutuan sang istri, seketika bangun dan mendekati Adinda.

" Jadi kamu menyesal menikah dengan Mas ? " tanya Zaid.

" Eh... Bukan gitu, maksudnya... Aduh, gimana ya ini jelasinnya ? " ucap Adinda bingung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Zaid melengos lalu kembali berbaring sambil memunggungi Adinda.

Waduh... Ngambek deh.. Dasar nih mulut gak bisa diajak kompromi

Adinda berbaring di samping Zaid, lalu memeluk punggung suaminya itu.

" Mas... maafin Dinda. Dinda gak menyesal menikah sama Mas Zaid. Tadi itu karena spontan aja. Mungkin dulu kalau Kak Tiwi gak tunangan sama Kak Mario. Mas Zaid bakalan dijodohin sama Kak Tiwi... "

" Mas... Jangan ngambek dong. Dinda bingung tahu kalau Mas Zaid marah. Maas... " ucap Adinda sambil mengecup-ngecupi punggung Zaid.

Zaid segera membalik tubuhnya lalu mencium bibir Adinda tanpa ampun, bahkan ia tak melepaskan tautan bibirnya seandainya Adinda tak memukul dadanya karena kehabisan oksigen.

" Jangan pernah bicara seperti itu lagi, karena bagiku, siapapun yang dijodohkan kepadaku akan selalu ku tolak. Karena aku hanya mau kamu, bukan yang lain ! Apa anda mengerti Nyonya Zaid ? " tanya Zaid sambil menatap dalam mata sang istri.

1
juwita
mampir
SJR
Assalamu'alaikum guys, mampir yuk ke novel ku ini, "ISTRI BERCADAR MILIK KETOS TAMPAN" saling suportnya dan jangan lupa like dan follow nya ya 🙏❤️😊
Olivia
Alhamdulillah lega rasanya melihat mereka yang pada akhirnya benar-benar menikah, ya meskipun memang belum ada cinta di hati Dinda untuk Zaid, tapi ya nggak papa lah yang penting nikah dulu ya😊😊😊
Olivia
Tenang saja ya Arjuna, insya Allah Zaid bisa kok membahagiakan Adinda, karena Zaid memang sudah benar-benar mencintainya bahkan sudah sejak lama menyimpan perasaan itu untuknya😊😊😊
Olivia
Alhamdulillah senang sih kalau pada akhirnya mereka benar-benar dijodohkan semoga saja lewat perjodohan ini bisa menjadi kemajuan untuk hubungan Adinda dan Zaid kedepannya nanti, agar bisa benar-benar menyatu dan ikatan suci pernikahan dan bukan atas nama perjodohan tapi atas nama Cinta, ya semoga saja hubungan dekat langgeng terus kedepannya, ya meskipun aku tahu pasti Adinda akan menolak perjodohan ini, tapi jika Zaid benar-benar mencintai Adinda maka Zaid harus benar-benar memperjuangkannya kan🥺🥺🥺
Olivia
Tenanglah Zaid, karena insyallah jika kalian benar-benar berjodoh maka pasti takdir akan benar-benar menyatukan kalian di waktu yang tepat nantinya😊😊😊
Olivia
Ya untuk permulaan cukup bagus lah, cukup menarik untuk di baca kok😊😊😊
Wati Watipristika
Luar biasa
Erina Munir
tq ya umi othor atas karyanya...
Erina Munir
wahhh...jangan2 si reksa anaknya pk lukman tuh...yg d culik...mungkin juga penculiknya bpk tirinya reksa ya thor
Erina Munir
ya nihh.... othorkan mak comblang...🤣🤣🤣
Erina Munir
hahaa...masih baru nih masalahnya...jdi wajar klo evan curiga
Erina Munir
tsu niih bang bagas kadang2 duja telmi...hadeeh...dalah paham muluu
Erina Munir
sabar bagas...ternyata alesha udh nyadar kok...evan juga udh sadar dri pingsanya....siap2 aja alesha buat berbahagia sama bagas
Erina Munir
evan ga lakkii...payah...hrsnya tegas dong...gimana klo berumah tangga nnti nih...
Erina Munir
heheee...intermezo ya thoor
Erina Munir
jodoh kan d tangan Allah...tpi kenapa manusianya...yg maksaiin ya hrs begini atau begitu ya thor
Erina Munir
klo didikan ortunya bagus yah in syaa Allah hasilnya seperti yg d harapkan
sonya yunisa
Bagus bgt 👍🏼👍🏼
Erina Munir
wahhh...anak kokay neehh...psling2 msu d jodohin...tpi ga mau...kabuur deeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!