NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PETA KEKUATAN YANG TERKUAK

​Gemuruh stadion utama yang sempat membeku akibat kemenangan 2,8 detik milik tim Arkan dan Sky perlahan-lahan mulai kembali mencair. Namun, atmosfer di tribun peserta kini telah berubah total. Tatapan meremehkan yang awalnya diarahkan kepada Arkan lenyap, digantikan oleh bisikan-bisikan penuh kewaspadaan. Arkan dan Sky tidak langsung meninggalkan area stadion; mereka memilih duduk di barisan tengah tribun peserta, memanfaatkan waktu untuk menganalisis jalannya sisa pertandingan kategori Tim 2vs2 dari tim-tim lain.

​"Jangan lengah hanya karena kita menang cepat, Arkan," Sky berbisik sambil melipat kipas peratnya, sepasang matanya fokus menatap ke arah lapangan bawah. "Blok A mungkin sudah kita guncang, tapi monster yang sesungguhnya di kategori Tim 2vs2 baru akan unjuk gigi di Blok B."

​Arkan mengangguk tenang. "Aku tahu. Kevin dan faksi elitnya berada di blok itu, kan?"

​Tepat setelah Arkan menyelesaikan kalimatnya, layar holografis raksasa di tengah stadion mengumumkan pertandingan pertama untuk Blok B. Nama tim Kevin dan tangan kanannya, Danu, muncul di baris paling atas. Tampaknya Kevin sengaja meminta slot awal untuk memulihkan harga dirinya yang sempat jatuh ke lantai akibat performa kilat Arkan tadi.

​Begitu peluit berbunyi, Kevin tidak menahan diri sama sekali. Untuk membalas gengsi, dia langsung memicu 30% elemen kegelapan manusianya, membuat bayangan di sekitar arena bergerak liar. Kevin memanggil Astra utamanya, seekor Harimau Bayangan Level 13 yang langsung melebur dengan kegelapan. Danu mendukungnya dari belakang dengan Kalajengking Racun Level 12 miliknya.

​Pertarungan berjalan sangat brutal. Lawan mereka, yang merupakan tim dari Kelas 1-B, tidak diberikan kesempatan untuk bertahan. Harimau Bayangan milik Kevin menyergap dari titik buta, mencabik-cabik sayap Astra burung milik lawan tanpa ampun, sementara racun ungu dari kalajengking Danu mengontaminasi seluruh area tanding, memaksa tim lawan menyerah dalam kondisi sesak napas setelah bertahan selama 45 detik.

​Kevin berdiri di tengah arena sambil menatap tajam ke arah tribun tempat Arkan duduk, seolah-olah ingin mengirimkan pesan bahwa dia juga bisa mendominasi arena dengan kejam.

​"Gaya bertarungnya terlalu emosional," komentar Arkan datar, sama sekali tidak terintimidasi oleh pameran kekuatan Kevin. "Dia membuang terlalu banyak energi spiritual hanya untuk terlihat menakutkan."

​Sky tersenyum tipis. "Betul. Tapi setelah ini, kamu harus melihat yang satu itu." Sky menunjuk ke arah lorong Blok A yang berseberangan dengan mereka.

​Memasuki tengah hari, tensi stadion kembali meroket ke tingkat yang berbeda saat tim yang dipimpin oleh kaki tangan Ignis dari faksi Keluarga Flamewing turun ke arena. Mereka berhadapan dengan salah satu tim unggulan dari Kelas 2-S.

​Pertandingan ini menjadi ajang demonstrasi elemen Api murni yang sangat mengerikan. Begitu laga dimulai, perwakilan Flamewing tersebut melepaskan 30% elemen api manusianya, mengubah atmosfer stadion yang sejuk menjadi luar biasa panas hingga menyentuh angka 45°C. Astra burung feniks api mereka mengepakkan sayap, melepaskan badai api berskala besar yang langsung membakar habis seluruh arena simulasi batu dalam waktu kurang dari 10 detik. Lawan mereka bahkan tidak sempat merancang formasi pertahanan sebelum terpaksa dievakuasi oleh tim medis akademi karena menderita luka bakar spiritual.

​Ignis yang menonton dari tribun VIP Flamewing tampak tersenyum puas, melirik ke arah Sky dan Arkan dengan pandangan meremehkan, seolah menegaskan bahwa kekuatan api purba berada di tingkat yang jauh lebih tinggi daripada petir liar milik Arkan.

​Namun, kejutan Hari 1 tidak berhenti di faksi elit saja. Menjelang sore hari, sebuah tim kuda hitam dari Kelas 1-C berhasil menarik perhatian penuh dari Arkan. Tim tersebut terdiri dari 2 orang murid beasiswa yang menggunakan Astra bertipe tanaman rambat berduri Level 11 dan Astra ulat sutra besi Level 10. Tanpa memiliki elemen sekunder dari keluarga besar, mereka berhasil memenangkan pertandingan berdurasi 3 menit melawan tim anak elit dengan memanfaatkan jebakan parit, kombinasi benang sutra yang mengikat pergerakan, dan racun pelumpuh saraf statis.

​"Taktik yang sangat bersih," puji Arkan serius, matanya merekam setiap detail pergerakan ulat sutra besi tersebut. "Mereka memaksimalkan atribut fisik Astra mereka karena tahu kapasitas energi spiritual mereka kalah telak."

​Matahari perlahan-lahan mulai terbenam di ufuk barat, memancarkan warna jingga yang indah di atas kubah Stadion Utama Akademi Astra Nusantara. Jam digital besar stadion menunjukkan pukul 17:00, menandakan seluruh rangkaian pertandingan kategori Tim 2vs2 untuk babak penyisihan Hari 1 telah resmi berakhir. Tim Arkan dan Sky memimpin dengan poin penempatan tertinggi di Blok A karena durasi kemenangan 2,8 detik mereka yang belum terpecahkan.

​Saat Arkan dan Sky sedang merapikan barang-barang mereka di ruang istirahat peserta yang mulai sepi, pintu ruangan tiba-tiba bergeser terbuka. Sesosok pria bertubuh tegap dengan seragam militer formal berjalan masuk. Itu adalah Pak Guntur.

​"Latihan privat kalian membuahkan hasil yang memuaskan," ucap Pak Guntur tanpa basa-basi, suaranya yang berat menggema di dalam ruangan. Dia berjalan mendekat, lalu bersedekap di depan Arkan dan Sky. "Tapi jangan mengira kalian sudah bisa bernapas lega."

​"Ada evaluasi khusus, Pak?" tanya Sky sambil menjinjing tas ranselnya.

​Pak Guntur menatap Arkan dengan sangat tajam. "Resonansi 60% yang kamu tunjukkan tadi memang berhasil membungkam penonton, Arkan. Bahkan Grandmaster Joshua secara khusus menyebut namamu di tribun utama. Tapi ingat, taktik instan seperti itu hanya akan berhasil jika musuhmu lengah dan meremehkanmu sejak awal."

​Pak Guntur berjalan ke arah jendela, menatap arena bawah yang sedang dibersihkan oleh petugas kebersihan akademi. "Besok pagi, turnamen bergerak masuk ke Hari 2, dan formatnya berubah total menjadi kategori Solo 1vs1. Di sana, tidak ada lagi bantuan dari manipulasi angin hampa udara milik Sky untuk mengunci pergerakan musuhmu. Kamu akan berdiri sendirian di bawah sorotan tajam kamera, dan seluruh faksi elit yang sudah menganalisis rekaman pertandingan 2,8 detik milikmu tadi pasti akan langsung menggunakan taktik konter petir jarak dekat."

​Pak Guntur kemudian beralih menatap Sky. "Begitu juga denganmu, Sky. Tanpa ada Arkan yang bertindak sebagai ujung tombak serangan instan, kamu harus bisa membuktikan bahwa elemen angin milik Keluarga Skyborn mampu mengeksekusi musuh secara mandiri tanpa celah."

​"Kami mengerti, Pak Guntur," jawab Arkan dengan anggukan mantap. Di dalam saku jaketnya, lempengan logam kuno yang menyatu dengan kubusnya memancarkan denyutan hangat yang konstan, seolah-olah ikut membakar semangat bertarungnya. Tubuh manusianya sudah sepenuhnya siap untuk menghadapi benturan fisik apa pun besok pagi.

​"Bagus. Sekarang pulanglah ke kost dan istirahatkan wadah jiwa kalian dengan benar. Besok pagi pukul 08:00, panggung kategori Solo 1vs1 diumumkan. Jangan membuatku malu di depan Marsekal Wirya," ucap Pak Guntur sebelum akhirnya berbalik dan meninggalkan ruangan dengan langkah kaki yang tegas.

​Stadion akhirnya resmi dibubarkan untuk hari itu. Sambil berjalan keluar melintasi gerbang stadion di bawah temaramnya lampu kota yang mulai menyala, Arkan dan Sky saling bertukar pandang. Peta kekuatan musuh sudah tersingkap dengan jelas di depan mata mereka: kekejaman kegelapan Kevin, keganasan api Flamewing, dan kecerdikan para kuda hitam kelas bawah. Namun, bukannya merasa gentar, Duo Badai ini justru merasakan gairah bertarung yang semakin membara di dalam dada mereka. Hari ke-2 sudah menanti di esok pagi, dan tidak ada satu pun dari mereka yang berniat untuk melangkah mundur walau hanya satu senti.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!