NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.26 Sikap siaga Daren

Siang hari, saat bersiap-siap pergi ke rumah sakit untuk kontrol, Nadia keluar dari kamar dengan menggunakan tongkat kayunya secara perlahan. Nenek Lusi mengantar mereka sampai ke ruang depan.

"Nek, saya pergi ke rumah sakit dulu," pamit Nadia sopan pada Nenek Lusi.

"Ya, kamu hati-hati," Nenek Lusi tersenyum hangat pada Nadia sambil mengusap punggung gadis itu dengan lembut.

"Daren, jaga istri kamu dengan benar jangan sampai Dia kenapa-kenapa lagi," pandangan Nenek Lusi beralih pada Daren sambil memberikan ultimatum padanya.

"Ya Nek," jawab Daren tegas seolah siap untuk menjalankan tugas menjaga Nadia.

Tiba-tiba, sebelum Nadia sempat melangkah turun dari teras, Daren langsung menyela ke depan. Tanpa aba-aba, Daren langsung mengangkat tubuh Nadia ke dalam gendongannya. Nadia terkejut setengah mati dan refleks melingkarkan tangannya ke leher Daren agar tidak jatuh.

"Tuan Daren, apa-apaan sih," ucap Nadia sambil melotot menatap Daren.

Nenek Lusi yang melihat itu tersenyum puas dari ambang pintu. Daren dengan wajah sok lempeng berkata, "Dokter bilang kamu tidak boleh banyak bertumpu pada kakimu. Mulai sekarang, kalau mau pindah tempat, aku yang akan menggendongmu." Nadia hanya bisa memelototi Daren dengan kesal karena aksi sepihaknya ini.

Daren tersenyum puas dalam hatinya karena Nadia tidak bisa berkutik saat dia dengan sengaja menggendong Nadia secara tiba-tiba. Daren berjalan sambil menggendong Nadia menuju ke arah mobilnya.

Harum wangi aroma parfum yang Nadia pakai membuat Daren sedikit meleng ingin mencium Nadia tapi buru-buru Dia tepis karena Nadia pasti tidak akan suka dan mungkin malah akan menjauh darinya.

Begitu didudukkan di kursi penumpang mobil, Nadia langsung membenahi pakaiannya yang sedikit berantakan dengan wajah ketus.

"Tuan Daren, akting Anda di depan Nenek terlalu berlebihan. Kita sudah di dalam mobil sekarang, Anda bisa berhenti berpura-pura," ucap Nadia dengan nada dingin.

Daren yang sedang memakai sabuk pengaman menoleh, menatap Nadia dengan tatapan yang tidak lagi ketus, melainkan penuh keseriusan. "Aku tidak sedang berakting, Nadia. Aku benar-benar ingin memastikan kakimu tidak tambah parah," jawab Daren lirih. Nadia terdiam sejenak, sedikit terkejut dengan perubahan nada suara Daren yang mendadak melembut tanpa emosi, namun dia segera mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menolak untuk goyah.

Daren mulai menyetir mobilnya melaju di jalanan yang ramai lalu lalang kendaraan bermotor dan seperti biasa saat mereka berdua berada di dalam mobil mewah itu tidak pernah ada interaksi di antara mereka. Dan seperti biasa pula Daren pasti yang terlebih dulu akan membuka suasana senyap itu dengan memulai perbincangan dengan Nadia.

"Kamu suka lagu apa Nadia?" tanya Daren tiba-tiba memecah kesenyapan di dalam mobil mewah itu.

"Saya tidak suka lagu Tuan," jawab Nadia dingin sambil terus menatap ke luar jendela mobil yang sedang di kemudikan oleh Daren.

Daren mengalihkan pandangannya dari jalanan yang di laluinya, Dia menatap Nadia sesaat "Kamu marah sama aku?" tanya Daren pada Nadia.

"Tidak," jawab Nadia masih dingin.

Daren tersenyum Dia melihat wajah Nadia sangat manis saat dia marah seperti itu.

Nadia menoleh pada Daren karena merasa Daren memperhatikannya terus dari tadi sampai tidak fokus pada kemudinya "Kenapa Tuan tersenyum? Ada yang lucu?" tanya Nadia menatap Daren heran.

"Kamu itu tambah manis kalau lagi marah seperti itu," kata Daren masih tersenyum menatap Nadia.

Nadia membuang mukanya melihat ke luar jendela mobil yang ada di samping kirinya, Dia tidak mau tergoda oleh rayuan gombal Daren.

Daren kembali tersenyum, kemudian tangan kirinya mulai menyalakan musik yang ada di dalam mobil mewahnya itu dan terdengar alunan suara musik yang tidak asing di telinga Nadia, Lagu yang sedang di putar Daren itu adalah lagu kesukaannya dan perlahan kekesalan Nadia sedikit mencair tapi Dia tetap bersikap dingin pada Daren.

Sesampainya di rumah sakit, Daren bersikeras menolak menggunakan kursi roda fasilitas rumah sakit. Dia kembali menggendong Nadia menyusuri koridor sampai masuk ke ruang praktik Dokter Adrian, memicu pandangan kagum dari para suster dan pengunjung lain.

"Saya ambilkan kursi roda untuk Nona Nadia ya Tuan?"ucap salah satu perawat yang melihat Daren dan Nadia datang ke rumah sakit Medika.

"Tidak usah, Aku akan menggendong istriku kesana," ucap Daren dengan tegas pada perawat tersebut.

Nadia mendelik mendengar perkataan Daren barusan dan tanpa dia sadari dengan secepat kilat tangan Daren yang kekar sudah menyambar tubuhnya dan kemudian menggendong Nadia membawanya berjalan ke ruangan praktik Dokter Adrian.

"Ya ampun... betapa bahagianya menjadi Nona Nadia ya," ucap seorang perawat yang tersipu dan kagum melihat Daren menggendong istrinya, Nadia.

"Iya, Tuan Daren sangat menyayangi istrinya, sampai-sampai dia menolak memakai kursi roda dan memilih menggendong Nona Nadia sendiri," sahut perawat yang lain yang juga melihat kejadian romantis itu.

"Tuan Daren, apa-apaan sih banyak orang di sini, saya malu, turunin gak?" ucap Nadia pada Daren yang masih berjalan dengan menggendong dirinya itu.

Daren tidak menggubris perkataan Nadia dan Dia terus saja berjalan menuju ke ruang praktik Dokter Adrian.

Begitu masuk ke ruangan, Dokter Adrian yang melihat pemandangan itu sedikit menaikkan alisnya, terkejut sekaligus terkesan. Adrian tersenyum tipis, "Wah, Tuan Daren benar-benar mengambil saran saya dengan sangat serius. Luar biasa," kata Dokter Adrian memuji Daren.

Daren mendudukkan Nadia di kursi periksa dengan sangat hati-hati, lalu berdiri tegak di samping Nadia dengan tangan bersendekap, menatap Adrian dengan pandangan menantang seolah berkata, "Lihat, aku bisa melakukan lebih dari yang kamu bayangkan."

"Silahkan di periksa dengan teliti kaki istri saya, Dan jangan berbincang yang tidak ada hubungannya dengan luka di kaki istri saya," ucap Daren ketus pada Adrian.

Adrian tersenyum tipis, Dia paham maksud pembicaraan Daren yang di tujukan pada dirinya.

"Jangan di ambil hati omongan suami saya Dokter, Dia memang begitu," ucap Nadia yang sungkan pada Dokter Adrian karena ucapan Daren tadi.

"Tidak apa-apa Nona Nadia, Wajar kalau seorang suami cemburu pada laki-laki lain yang mungkin lebih baik dari dirinya," kata dokter Adrian tersenyum pada Nadia.

Daren kesal mendengar omongan Dokter Adrian yang terkesan menyindir dirinya tapi dokter Adrian tidak perduli.

Saat Dokter Adrian memeriksa perban di kaki Nadia, dia sengaja bertanya beberapa hal teknis tentang perkembangan nyeri kaki Nadia. Daren dengan cepat mencoba menjawab, "Semalam dia sempat mengeluh agak nyeri saat..."

Namun, Adrian langsung memotong dengan sopan namun telak, "Maaf Tuan Daren, saya butuh jawaban langsung dari pasiennya sendiri karena respon tubuh pasien yang paling akurat, bukan dari pengamatan orang lain."

Daren terdiam menatap Dokter Adrian sambil menipiskan bibirnya karena kesal.

1
partini
hemmm satu daftar kebegoan Darren langsung gas esmosi
🤦
partini
aihhhh harusnya istri mu lihat pas kamu ngusir Elsa malah di hapus dasar lemot
partini
ehhh kenapa ga dari kemarin" urus aihh cari penyakit aja kamu ren
be smart don't be stupid alias i d i o t🤭
partini
kasih kali kau Darren,, bikin tekdung aja lah jalur cepat itu ren
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!