NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:156k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerajaan Utara

Keesokan paginya, para prajurit sudah bersiap, menunggangi kuda masing-masing. Sementara dua orang dayang, Ana dan Isol, berdiri cemas di dekat seekor kuda berwarna cokelat kemerahan yang tampak tenang namun berbadan besar dan kuat.

Azura berdiri di sana, mengenakan pakaian perjalanan yang lebih sederhana dan longgar agar mudah bergerak, rambut hitam panjangnya diikat satu ke belakang agar tidak menghalangi. Wajahnya masih tampak pucat dan lelah, namun matanya kembali berkilat penuh tekad yang tak tergoyahkan. Ia menolak tawaran Ana untuk membantunya naik atau meminta kuda yang lebih jinak. Ia juga menolak tawaran agar ia duduk di belakang salah satu prajurit.

"Aku bisa sendiri," ucapnya pelan namun tegas, saat kedua dayangnya berusaha membujuk.

"Dulu aku pernah belajar," tambahnya.

Xavier yang sudah duduk tegak di atas kuda hitam besarnya, mendengar ucapan itu sambil duduk agak jauh di barisan depan. Ia tidak menoleh, namun sudut bibirnya terangkat sedikit membentuk senyum miring yang penuh keraguan.

"Kalau kau jatuh dan terluka, jangan berharap aku akan berhenti atau menolongmu," seru Xavier tiba-tiba, suaranya dingin dan terdengar jelas di antara deru napas kuda-kuda itu. Ia menoleh sedikit, menatap sekilas ke arah Azura dengan tatapan tajam yang tak berperasaan.

Azura menatap punggung lebar itu sejenak,

"Aku tidak akan meminta kau menolongku pangeran, tenang saja." balasnya lalu mengangkat roknya sedikit agar tidak terinjak. Dengan bantuan sedikit dorongan dari Ana, ia berhasil naik ke atas punggung kuda itu. Tubuhnya sedikit goyah saat pertama kali duduk di pelana tinggi itu, tangannya mencengkeram tali kekang dengan erat hingga buku-buku jarinya memutih. Kuda itu menggerakkan kepalanya sedikit, mendengus keras seolah merasa asing dengan penunggang barunya yang belum terbiasa.

"Tenang, tenang ..." bisik Azura lirih pada hewan itu, berusaha menenangkan dirinya sendiri juga. Ia mengingat kembali pelajaran masa kecilnya, cara menyeimbangkan berat badan, cara menekan paha, cara mengendalikan arah.

Perjalanan dimulai. Barisan kecil itu bergerak masuk lebih dalam ke jalur pegunungan yang berliku-liku, tanahnya berbatu dan jalanannya sempit di beberapa sisi. Di awal perjalanan, Azura benar-benar kesulitan. Tubuhnya sering terguncang ke kiri dan kanan, lututnya kaku mencengkeram sisi kuda, pinggangnya sakit karena harus terus menyeimbangkan diri.

Beberapa kali ia hampir tergelincir turun saat kuda itu melangkah melewati bebatuan besar atau jalan yang miring. Ana dan Isol selalu berteriak kaget dan ingin mendekat, namun Azura selalu menggeleng, memberi isyarat bahwa ia baik-baik saja, meski keringat dingin sudah membasahi pelipisnya.

Di barisan depan, Xavier tampak tenang dan santai, menunggangi kudanya dengan keahlian luar biasa seolah ia menyatu dengan hewan itu. Namun, matanya yang tajam sesekali melirik ke belakang, ke arah sosok mungil yang berjuang keras itu. Ia melihat betapa tegangnya bahu Azura, dan seberapa sering ia memejamkan mata saat melewati tikungan curam.

Setiap kali Azura terhuyung dan hampir jatuh, jantung Xavier seakan berhenti berdetak sedetik. Tangan di tali kekangnya mengepal erat, instingnya berteriak untuk segera memacu kudanya kembali dan menangkap wanita itu sebelum ia menyentuh tanah.

Namun rasa marah yang masih mendominasi hatinya selalu menahannya. Ia hanya akan menampilkan senyum miring yang penuh ejekan di wajahnya, meski di dalam sana ia terus mengawasi setiap gerak-geriknya dengan saksama, memastikan kuda-kuda di belakang dan samping tidak terlalu dekat atau terlalu cepat agar tidak membuat Azura terdesak.

Biarkan saja,

batinnya mencoba meyakinkan diri sendiri.

Dia yang mau. Dia yang ingin bertindak mandiri. Kalau dia jatuh, itu risiko yang dia pilih sendiri.

Perjalanan itu berlangsung seharian penuh. Semua orang mulai lelah, apalagi Azura. Pinggang dan pahanya terasa nyeri luar biasa, tulang-tulangnya seakan bergetar lemas karena guncangan yang tak henti sejak pagi.

Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan ritmenya. Gerakannya tidak lagi kaku, cengkeramannya tidak lagi terlalu kuat namun lebih terkontrol. Ia mulai mengikuti irama langkah kuda itu, menyeimbangkan tubuhnya dengan lebih luwes.

Ia berhasil. Meski lelah, meski sakit, ia berhasil membuktikan bahwa ia mampu. Ia tidak mengeluh, tidak menangis, dan tidak sekali pun meminta bantuan. Semangat itulah yang membuat Hugo dan para prajurit lain yang tadinya memandang rendah, mulai menatapnya dengan pandangan yang sedikit berubah, meski masih bercampur curiga.

Mereka akhirnya sampai di sebuah gerbang batu besar yang menjulang kokoh di antara dua bukit tinggi. Di atas gerbang itu, terukir lambang yang sama persis dengan benda logam yang ditemukan Hugo kemarin malam. Mereka telah sampai di perbatasan wilayah Kerajaan Utara.

Kuda-kuda melambat langkahnya. Xavier menghentikan kudanya tepat di depan gerbang, menunggu para penjaga perbatasan yang terkejut melihat kedatangan rombongan Pangeran dari Barat ini. Ia menoleh ke belakang, menatap Azura yang kini tampak sangat lelah, wajahnya pucat, namun duduk tegak di atas kudanya dengan kepala terangkat tinggi, menatap gerbang itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Selamat datang di tempat asalmu, putri," ucap Xavier dingin, suaranya rendah namun terdengar jelas dalam keheningan

Matanya menatap tajam ke arah wanita itu, mencari reaksi apa pun.

"Sekarang permainan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di sini, di tanahmu sendiri, kita akan lihat seberapa hebat sandiwara dan rencanamu."

Azura menatap balik, matanya yang lelah namun indah menatap lurus ke manik mata abu-abu itu. Ia tersenyum tipis, senyum yang penuh misteri.

"Terima kasih, pangeran, sudah membawaku pulang ke rumahku." jawabnya pelan, suaranya sedikit serak namun tenang.

Xavier terdiam sejenak, tertegun oleh ketenangan dan keberanian di mata wanita itu. Sebelum ia sempat menjawab, gerbang besar itu terbuka perlahan, menyambut mereka masuk ke dalam wilayah yang penuh bahaya itu. Setidaknya bagi Xavier. Tapi dia tidak takut, pasukan bayangannya sudah masuk lewat jalan lain.

"Langsung antar pangeran dan putri ke penginapan khusus!" Teriak salah satu panglima Utara.

1
Bunda Dzi'3
xavier Pasti datang yaa kaa Mae...
kan ga ada yg bisa kendalikan Xavier di kerjaan Utara skalipun...
ayooo xavier bantu Azura&Orion😭
sr
huaaa tambah lgi thorr mmpung lgi libur gregetan😭
Vie
apakah orion itu sebenarnya adalah anaknya pangeran Xavier gitu? karena dulu pangeran wessel pernah heran mendengar Xavier menyebut dirinya mandul??? iiihhhh plot twist banget deh....
Syifa Azhar
Orion jangan takut mama dan kak roel pasti akan melindungi mu.azura jangan takut sama selir Evelin dan ayah tirimu karena mereka tanpa kamu gak ada artinya apa-apa.kekuasaan cuma menumpang aja sok berkuasa, tunjukan pada mereka kamulah pemilik kerajaan Utara sesungguhnya 💪💪
itin
maju kena mundur kena hidupnya azura saat ini
Nandi Ni
Semoga Xavier mata dan hati serta pikirannya terbuka,ttg kesusahan,kesakitan dan derita Azura,sehingga bisa menolong keluar dr penderitaan itu
Nandi Ni
kasihan sekali...hanya demi kekuasaan nilai kekelyargaan diabaikan,rakus.
Seorang ibu tdk akan rela,anak disakiti dan telantarkan,sungguh biadab mereka.
Hindra Cechen
jgn cuma 2 bab thorrrr
Hanima
👍👍💪
partini
Azura harusnya belajar bela diri juga lah aihhhh jaman bahela putri" kan diajari memanah dan bertarung
ga semua duduk manis
mars
xazier hrus dtg dan bawa pergi azura dan putranya biar terkuak semua pasti itu anak xazier. ayo lnjut ka
Vie
yeeee... go... azura .... go... lawan semua ketidakadilan itu, sudah saatnya kamu bangun dan berdiri tegak tanpa rasa takut dihatimu.... kuatkan hatimu demi anak dan juga masa depanmu.... tenang saja, karena xavier pasti cepat atau lambat akan tau semua kebenaranya, dan dia akan membelamu juga anakmu kalau dia sudah tau semua kebenaranya ...
🌿🌺WINA🌸🌿
Kasian orion sangat menderita masih kecil sangat ketakutan, parahnya lagi gak dikasih makan dan minum sampai kurus lagi sakit demam... evelyn sangat kejam banget memperlakukan anak kecil sampai ketakutan dan trauma...

azura akan berusaha bawa orion pergi kasian anaknya sangat menderita, hati seorang ibu hancur melihat anaknya disiksa...putri azura akan berjuang membebaskan anaknya dan membawa pergi, minta bantuan pangeran xavier zura sebaiknya jujur, pangeran xavier hatinya sangat baik pasti akan membantu menolong anakmu...
faridah ida
semoga Xavier datang ini ...
faridah ida
anak kamu di giniin kamu harus bales Azura , tetutama sama selir dan ayah.tiri kamu , kalau bisa kasih racun mereka semua ...
faridah ida
bawa aja anak kamu sama kamu Azura , nanti kamu kelasin ke Xavier , biar Xavier tahu dan bisa bantu kamu nanti ..
aroem
bagus
🌿🌺WINA🌸🌿
Gregetan sama putri azura gak mau jujur sama pangeran xavier, klo junur dan terbuka pamgeran xavier pasti akan bantu bebasin anaknya azura...

kasian anaknya disiksa dan azura diperlakukan kasar sama xavier, pangeran xavier juga seharusnya selidiki azura secara diam-diam apa yg disembunyikan azura...
darpadai anaknya disiksa terus dan azura diancam akan sebaiknya cerita jujur, jangan disembunyikan terus kebenarannya... kerajaan utara penuh orang jahat dan licik...
pasti pageran xavier bisa bantu bebasin bawa anaknya zura kerajaan barat pasti aman banget....
......bunga
❤️
Atalia
kasian banget ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!