NovelToon NovelToon
LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Duda / Komedi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:185.9k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Sebuah kecelakaan yang terjadi enam bulan lalu membuat Baby Corn harus kehilangan sebelah kakinya. Ia juga sempat mengalami koma selama tiga bulan. Sementara kekasihnya Lucky meregang nyawa di lokasi kecelakaan.

Seorang dokter bernama Maxime, memantau perkembangan kesehatan Baby dari mulai terapi sampai ia dinyatakan sembuh. Perlahan timbul rasa suka pada Baby. Karena berstatus duda, ia tak pernah mengakui jika dirinya jatuh cinta pada Baby.

Setelah siuman, Baby tinggal di Paris, Perancis, sebuah kota yang penuh keromantisan. Ia berharap bisa melupakan kenangan pahit setelah kehilangan sebelah kaki dan juga kekasihnya.

Cita-citanya terhenti karena fisik yang cacat, membuat Baby harus membuat kaki palsu. Di saat yang sama, perjuangan cinta dokter Maxime diuji ketika Baby memutuskan untuk masuk dunia modeling.

Bagaimana perjuangan dokter Maxime dalam meraih cintanya, apa Baby bisa menjadi supermodel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. KEDATANGAN MICHAEL

Mendengar curhat adik tersayang membuat hati Michael memanas. Bisa-bisanya ia tetap mendekati adiknya. Padahal statusnya saja duda masih berani mendekati seorang gadis.

"Dasar dokter tidak tahu diri!" Maki Michael pada udara di depannya.

Padahal sambungan teleponnya saat ini masih tersambung pada Baby Corn.

"Bang, abang nggak usah kesel gitu kenapa, sih?"

"Maaf, 'kan spontanitas, Dek."

"Iya, ya udah, aku mau istirahat."

Saat Baby memutuskan sambungan teleponnya, Michael duduk untuk memikirkan sesuatu. Ia kemudian mengambil laptop miliknya dan menyelesaikan beberapa berkas-berkas penting dikantornya.

Sebelum ia pergi, ia juga harus mempersiapkan beberapa rencana pekerjaan untuk para karyawan di kantornya. Sebagai seorang pimpinan, Michael sangat teliti dan memperhatikan kesejahteraan para karyawan.

🍂Malam harinya.

"Tring."

Maxime yang baru saja selesai mandi, masih mengusap rambutnya yang basah. Roti sobeknya begitu kentara, belum lagi tetesan air yang tak sengaja jatuh membuat tampilannya memukau.

Maxime segera meraih jubah mandinya, dan segera menuju ke ruang depan. Diraihnya gagang pintu kamarnya lalu ia terkejut akan kedatangan mantan istrinya.

"Untuk apa kamu datang kemari?"

Cherry tersenyum manis. Sejenak ia masih terpukau oleh ketampanan mantan suaminya itu. Tangannya hendak menyentuh tubuh Maxime yang menggoda, beruntung Maxime lebih dulu mundur sebelum Cherry sempat menyentuhnya.

"Bolehkah aku masuk?" ucapnya dengan nada manja.

Ia bahkan berusaha menerobos masuk. Tangan kekar Maxime menghalangi pintu masuk, sehingga Cherry tetap berdiri di depan pintu.

"Sayang, aku capek, tak bolehkah aku masuk," rengek Cherry.

Wajah Maxime sama sekali tak berubah. Tanpa mengubah ekpresinya, ia menekan tombol di sisi bagian dalam pintu kamarnya, lalu sesaat kemudian munculah beberapa pengawal Maxime.

Beberapa karyawan bertubuh kekar dan tinggi datang ke arah Cherry. Tangan dan kaki Cherry tiba-tiba bergetar, ia ingat betul siapa mereka. Terakhir kali mereka menyiksanya dengan sangat sadis. Kedua tangan Cherry reflek menyilang di depan dada.

"Ma-mau apa mereka kemari?" tanya Cherry ketakutan.

Tetapi tak ada jawaban yang keluar dari mulut Maxime.

"Maxime, suruh mereka pergi, aku mohon."

Kali ini Cherry mulai terisak. Hanya dengan sorot mata yang diberikan dr. Maxime, sudah mampu memberikan perintah pada mereka. Dua lelaki bertubuh besar itu langsung menyeret Cherry keluar dari apartemen dr. Maxime.

Meski ia meronta, tak ada belas kasihan yang terlihat di wajah dr. Maxime.

"Maxime, tolong, tolong aku."

Tetapi jeritan dari Cherry tak dianggap olehnya. Setelah bayangan tubuh Cherry menghilang, Maxime menutup kasar pintu apartemennya.

BLAM.

Di lobby apartemen, para bodyguard Maxime menyeret tubuh Cherry dengan kasar, lalu menghempasnya dengan kasar agar ia jera dan segera meninggalkan tempat itu.

Tentu saja Cherry tak bisa melawan karena ukuran tubuh mereka jauh lebih besar darinya. Belum lagi rasa memar akibat cengkeraman tangan mereka dan sikap kasar mereka barusan membuatnya kesakitan.

"Benar-benar sial," gerutu Cherry saat itu.

Ia berdiri dengan susah payah, meski terasa sakit, ia mencoba bangun. Lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan apartemen Maxime.

Senyuman menyeringai terbit di wajah Cherry. "Kamu sungguh tak bisa aku sentuh, Maxime. Tetapi bagaimana dengan kekasihmu itu?"

Padahal ia sudah berniat untuk akan keluar dari dunia model asal bisa kembali ke Maxime, tetapi semua itu gagal akibat kemunculan beberapa pengawal Maxime. Sedangkan Jas Jus tertawa senang saat melihat Cherry ketakutan.

Apalagi Maxime menceritakan hal itu dengan segala bumbu tambahan. Membuat Jas Jus tertawa bahagia dan kagum akan tindakan pamannya itu.

Meski ada Jas-Jus yang membantu Baby. Tetapi ia tidak bisa mencampuri urusan mereka jika Michael muncul. Jas Jus tahu jika Michael tak akan memberikan restu pada hubungan Maxime dan Baby Corn.

 

Apalagi Michael tidak pernah terima, karena setiap masalah yang berkaitan dengan adiknya disebabkan oleh mantan istri Maxime. Sementara kekecewaan Michael semakin dalam karena melihat Maxime tidak berani tegas dengan mantan istrinya.

"Sepertinya aku yang harus menjauhkan mereka!" ucap Michael sambil menutup laptop miliknya.

Sesaat kemudian, Michael menekan nomor ponsel sekretarisnya.

"Hallo, ada yang bisa saya bantu?"

"Ini aku Michael, tolong pesankan satu tiket pulang pergi ke Paris, besok siang."

"Baik, Tuan, saya akan memesankan tiket untuk Anda."

Setelah membereskan semua pekerjaan kantornya, Michael bergegas pulang. Niatnya untuk membuat dr. Maxime menjauh dari adiknya sudah bulat.

Tanpa memberitahukan akan kedatangannya, Maxime sengaja diam-diam terbang ke Paris. Lagi pula hanya tiga hari, paling lama juga seminggu. Tetapi Michael tidak tahu kalau Jas Jus juga akan melakukan perjalanan ke sana.

"Hm, aku akan datang ke sana, My Bestie. Tunggu gue, ya!"

Jas Jus sudah selesai memasukan pakaiannya ke dalam koper.

"Sekarang waktunya bocan, biar besok pagi keliatan cantik saat terbang ke Paris."

"Hm, nggak sabar buat terbang, deh. Udah ah, bobok aja dulu! Siapa tau ketemu pangeran tampan, ehem."

Jas Jus segera membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Tak lupa boneka boba berwarna cokelat muda dengan motif totol-totol hitam menemani tidurnya.

"Have a nice dream."

.

.

Hari yang ditunggu tiba, semua persiapan sudah siap. Oleh karena itu Michael segera melakukan penerbangan ke Paris. Saat ini Michael sudah duduk di barisan depan, sementara dua baris di belakangnya ada Jas Jus yang juga duduk manis di sana. Tidak disangka mereka satu maskapai penerbangan.

Dari awal memang ia tidak setuju jika adiknya dekat dengan seorang duda. Eh, bisa-bisanya Maxime mendekati adiknya yang masih seumur jagung. Tentu saja, Michael harus bertemu langsung dengan dr. Maxime.

Penerbangan yang melelahkan selama hampir tujuh belas jam itu akhirnya terbayar lunas ketika melihat keindahan Kota Paris.

Penerbangan yang mereka lakukan lancar tanpa hambatan. Kini mereka telah turun dari pesawat.

"I'm come back Paris," teriak Jas Jus senang ketika turun dari pesawat.

Otomatis ada beberapa orang yang menoleh ke arahnya dengan tatapan aneh. Jas Jus mah cuek, dengan entengnya ia berjalan tanpa merasakan risih sedikitpun. Lain lagi dengan Michael, ia segera menutup mata, hati dan telinga ketika menyadari keberadaan Jas Jus.

Tak lupa ia membetulkan kaca mata hitamnya dan juga masker yang ia kenakan. Ia begitu alergi jika berdekatan dengan Jas Jus.

"Astoge, kenapa pula sih, minuman penyegar tenggorokan itu muncul di sini?" batin Michael.

"Ngingggg ...."

Telinga Jas Jus tiba-tiba berdengung, "Siapa yang kangen sama gue sih, pake nggak ngaku. Kan kuping gue jadi berdengung."

Jas Jus pun terus mengomel sepanjang jalan. Ia sama sekali tak merasa malu ketika pandangan para penumpang lain melihatnya dengan tatapan aneh.

.

.

Apakah ada getar-getar cinta di hati keduanya? Ikuti kisah mereka tanpa bosan, ya. Kecup mesra othor buat kalian.

...🌹Bersambung🌹...

1
Jolanda Lengkey
/Kiss//Kiss//Kiss/
Jolanda Lengkey
congrats baby/Heart//Rose//Kiss/
👑
lanjut 🔥🔥🔥
👑
💕💕
👑 Keluarga author
keren
👑Meylani Putri Putti
⭐⭐⭐⭐⭐ u mu
👑Meylani Putri Putti
hadir funny
🦢 DARAH BIRU
semangat sayang 😘
Sakura_Merah
bayi jangung imut bener,, yang pastinya bakal jadi bucin 🥰🥰
Sakura_Merah
ngakak aku pas tahu nama mom dan dady baby marrie dan oreo 😅😅
Sakura_Merah
mulai tercium aromannya nih
Sakura_Merah
benar beb tampar mereka dengan prestasi mu
Sakura_Merah
mulai mewek aku😭😭
Lucyna
akhirnya baby mendapatkan hati baru lagi
👑Meylani Putri Putti
akak mey dtng lg funny
👑Meylani Putri Putti
hadir lg yani
👑Keluarga author
fav and rate
👑Keluarga author
keren 😘
👑keluarga author
rate 🌟🌟🌟🌟🌟
👑keluarga author
jejak dukungan 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!