NovelToon NovelToon
Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:319.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rafasya Alfindra

Cinta adalah samudera kehidupan menuju puncak kebahagiaan. Mencintai dan di cintai adalah suatu kebutuhan hakiki setiap manusia begitu pun yang dirasakan oleh Bella dan Brian.

Berawal dari pertemuan tak sengajanya siapa sangka mereka jadi terbiasa bersama dan menjalin bahtera yang bahagia sebagai pasangan suami istri. Tapi siapa sangka suatu ketika kebahagiannya pupus karena suatu keadaan yang menguji Rumah tangganya yang telah terjalin beberapa tahun.

"Bella apa aku bisa untuk setia di saat keadaan memaksaku untuk berpaling, aku butuh perhatian dari seseorang tapi aku masih mencintai dan menyayangi mu maafkan aku sayang" ucap Brian di sela kesedihan melihat istri tercintanya yang lemah tak berdaya.

"Maafkan aku sayang, aku bukan selingkuh tapi hanya butuh" ucap nya lagi.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta Brian dan Bella, akan kah mereka bisa bahagia setelah nanti sang istri kembali lagi?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafasya Alfindra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Arka begitu bingung dengan sikap Siska saat ini, kenapa Siska langsung mematikan sambungan telephonenya begitu saja. Padahal selain Arka meminta nomor ponsel Bella, ia juga berniat untuk mengajak Siska, untuk ikut bersamanya mengunjungi Brian ke Rumah sakit. Namun, belum sempat Arka memberitahu kan keinginannya untuk mengajak Siska pergi bersamanya, Siska langsung mematikan sambungan telephonenya begitu saja.

Arka terdiam merenungi kesalahan yang ia perbuat, apa benar karena bentakannya membuat Siska terluka dan langsung mematikan ponselnya begitu saja.

Argh ....

Arka berteriak karena ia merasa menjadi lelaki bodoh, yang telah tega menyakiti seseorang yang saat ini sudah mengisi hatinya. Ia sangat menyesali perbuatannya, seharusnya ia mesti lembut dalam menghadapi wanita. Karena wanita memiliki sifat yang sangat rapuh dan mudah menangis apabila di sakiti.

Setelah Arka sedikit tenang, ia berniat untuk meghubungi Siska kembali, namun sudah berulang kali Arka menghubunginya, Siska tidak kunjung jua mengangkatnya. Mungkin karena kekecewaannya lah, membuat Siska begitu enggan mengangkat telephone dari Arka.

Ting

Ponsel Arka berdering pertanda ada pesan masuk.

Arka langsung membuka pesan yang telah dikirim oleh Siska, yang mana Siska mengirim nomor ponsel Bella sesuai yang di minta Arka barusan.

****

Sedangkan di tempat lain.

Bella sedang manyantap makan malamnya bersama Papa dan Mamanya. Ia begitu sangat bahagia, memiliki keluarga yang begitu harmonis dan begitu menyayanginya.

Saat makan malam berlangsung, hanya ada keheningan dan hanya ada suara dentingan sendok yang menghiasi makan malam mereka.

"Bel, ada yang mau Papa bicarakan!" ucap Papa Bella setelah mengakhiri makan malam mereka.

"Papa tunggu di ruang keluarga!" ucapnya lagi sambil berjalan menuju tempat yang telah di sebutkan Papanya tadi.

"Iya Pa, nanti Bella akan menyusul kesana," ucap Bella yang membantu Mamanya membereskan piring kotor yang ada di atas meja makan untuk di cuci ke westafel cuci piring.

Setelah selesai mencuci piringnya, Bella dan Mamanya melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga untuk menemui Papanya yang sudah menunggunya sedari tadi.

"Papa mau bicara apa?" ucap Bella yang baru datang dan langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Papanya.

Papa sedikit menghela napasnya sebelum memulai pembicaraannya, Bella dengan sabar menunggu apa yang akan di sampaikan oleh Papanya nantinya. Karena ia tahu, pembicaraan Papa kali ini terlihat begitu serius. Jadi Bella harus menajamkan sedikit pendengarannya dan ia juga sangat begitu antusias untuk mendengarkan penjelasan yang lebih lanjut dari Papanya.

Bella memperhatikan wajah Papanya yang sedikit keriput di usianya saat ini. Bella sangat paham bahwa Papanya sedikit berat untuk mengungkapkannya. Namun Bella tetap menunggu dengan sabar Papanya untuk berbicara.

"Bel!" ucap Papa memulai pembicaraannya.

"Papa mau kamu menikah secepatnya!" ucap Papa melanjutkan ucapannya.

Bella sedikit tersentak dengan ucapan Papanya, namun Bella tidak begitu menanggapi ucapan Papanya saat ini. Pikirannya sedikit bercabang, mendengar kata menikah.

Bella langsung teringat akan Brian, lelaki yang saat ini masih mengisi hatinya. Meskipun ia sedikit sakit hati dengan lelaki tersebut, akan tetapi ia masih belum bisa melupakan lelaki itu saat ini.

"Bel," panggil Papa dengan lembut, sehingga sedikit membuyarkan lamunannya.

"I ....ya Pa," ucap Bella sedikit gugup.

"Papa akan menikahkan kamu dengan anak teman Papa!" ucap Papa sambil memperhatikan raut wajah Bella.

"Lelaki itu, saat ini bekerja di suatu perusahaan yang cukup ternama di kota ini. Papa harap, kamu tidak akan mengecewakan Papa," ucap papa lagi.

"Ta ...pi Pa," ucap Bella menanggapi permintaan Papanya.

" Bel! Papa dan Mama sudah tua. Papa ingin kamu bahagia dengan pilihan kami. Bukan Papa tidak menyayangimu. Akan tetapi, Papa lakuin ini demi kebahagianmu juga," ucap Papa meyakinkan.

Bella hanya mampu diam tanpa bicara sedikitpun, ingin menolak pun terasa percuma. Karena Papanya adalah seseorang yang tidak bisa di bantah apapun keputusan darinya, sehingga ia hanya bisa pasrah dengan keputusan Papanya saat ini.

"Iya Pa, Bella akan mengikuti semua keinginan Papa," jawab Bella yang tidak mau membantah ucapan Papanya.

"Ya sudah, kamu istirahatlah!. Besok Papa akan mengatur pertemuan kalian dan Papa sangat berharap, kamu tidak akan mengecewakan Papa!" ucap Papa mengakhiri pembicaraannya.

Bella pun langsung beranjak dari duduknya dan berjalan dengan langkah gontai menuju kamarnya. Ia membuka pintu kamarnya dan langsung menguncinya saat itu juga.

Saat ini, Bella butuh waktu sendiri untuk merenungi permintaan Papanya yang tidak mungkin ia bantah. Ia juga tidak mungkin mengecewakan orang tuanya yang sudah merawat dan menyayanginya sedari kecil.

Bella hanya bisa menangis di dalam kamarnya, ia meratapi nasib cintanya dengan Brian yang tidak mungkin bersatu. Bella menangis membayangkan bahwa ia dan Brian tidak bakal jodoh. Karena sebentar lagi, ia akan menikahi lelaki pilihan dari Papanya.

Meskipun ia telah menyetujui permintaan Papanya, namun ia tetap tidak bisa melupakan Brian begitu saja. Apalagi Brian merupakan cinta pertamanya, yang tidak mungkin di lupakannya begitu saja dan ia juga merasa belum sanggup untuk membuka hatinya kembali dengan lelaki lain. Namun Bella juga tidak mau menyakiti hati Papanya saat ini.

"Aku harus bagaimana Tuhan," ucap Bella pelan sambil menangis tersedu - sedu.

Setelah puas menangis, Bella meraih ponselnya yang ada di atas nakas. Ia menghidupkan layar ponsel yang sempat redup dan langsung memencet menu telepon. Karena saat ini, ia butuh berbicara kepada seseorang untuk teman berbagi, keluh kesah yang ia rasakan saat ini.

Belum sempat Bella menghubungi nomor temannya, ia menatap ponselnya yang berdering pertanda ada panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenalnya.

Bella hanya terdiam menatap layar ponsel tanpa berniat mengangkatnya sama sekali. Setelah panggilan berakhir, Bella menatap layar ponselnya dengan sedikit bingung karena disana terdapat beberapa panggilan tidak terjawab dari nomor yang tidak di kenalnya tadi.

Ting

Ponsel Bella berdering pertanda pesan masuk dari nomor yang tidak di kenalnya tadi.

Bella, maaf mengganggu waktu istirahatnya saat ini. Aku menghubungimu, karena ingin mengabari hal penting. Namun sudah beberapa kali, aku menghubungi nomor ponselmu, tapi sedikitpun tak ada jawaban. Tolong hubungi nomor ini, setelah kamu membaca pesan dariku. by Arka

Itu lah pesan yang dikirim Arka kepada Bella saat itu.

Bella begitu penasaran atas kabar yang akan disampaikan Arka kepadanya. Ia lalu mengambil nomor tersebut dan langsung menghubungi kembali.

Tut .... tut .... tut

Pertanda panggilan tersambung namun belum diangkat Arka.

"Halo .... Assalamualaikum," ucap Bella saat panggilan sudah diangkat Arka.

"Waalaikumsalam," jawab Arka.

"Kamu mau bicara apa," tanya Bella yang begitu sangat penasaran.

"Begini Bel, aku hanya ingin menyampaikan sedikit berita duka semoga kamu baik - baik saja setelah mendengarnya," ujar Arka sebelum ia memberitahukan Bella mengenai kabar Brian saat ini.

Bella sedikit bingung dengan ucapan Arka saat ini. Ia tidak paham dengan kabar yang akan di sampaikan Arka kepadanya. Namun ia hanya terdiam sambil memikirkan apa maksud dari perkataan dari Arka tersebut.

"Bel, sebenar .... nya," ucap Arka yang sedikit bingung menyampaikan berita mengenai keadaan Brian saat ini.

....................

Mohon like dan komennya all🙏🙏

1
Safa Almira
gantung
Safa Almira
bagussss
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like dan like
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
Nurtinah
ad yh ibu ky gt yg ga ingin anknya sendri dsr cwe mtre lebih mntingin hrta, bkin menyesal thor s andin jgn smpe blik lg ke ank n suaminya
Mee_La🦈
ini gak ada lanjutannya lagi ya
Nurtinah
💪💪💪lnjut thor kynya seru
Mee_La🦈
gak nyangka malah dijodohkan
Mee_La🦈
terima aja udah
Mee_La🦈
akhirnya
Mee_La🦈
hwkwhwkk
Mee_La🦈
siapa tuh
Mee_La🦈
lah
Mee_La🦈
cinta dlm diam 😌
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like Fin
💜Madhuri dixit⁴💜
good
𝐁𝐨𝐦𝐞𝐥𝐭𝐚 𝐀𝐧𝐠𝐤𝐚𝐬𝐚
👀
Beast Writer
🌹
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
eling Weh.. nyosor aja kaya bebek 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kasih racun bucin gitu Thor . makin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!