NovelToon NovelToon
Gabby, My Fierce Girl

Gabby, My Fierce Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Cintapertama / CEO / Hamil di luar nikah / Romansa / Tamat
Popularitas:21.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

[Area termehek-mehek, siapkan tisu untuk menyeka air mata]

George selalu memperlakukan Gabby dengan kasar, dingin, dan mereka berdua selalu berseteru. Hingga membuat Gabby sangat membenci George.

Suatu ketika, Geroge mengetahui siapa Gabby sesungguhnya. Orang yang ia cari selama ini. Ia hendak menepati janjinya untuk menikah dengan Gabby setelah mengetahui identitas wanita itu. Namun sayang, hati Gabby sudah terlanjur beku. Ia sudah membenci George.

Disaat George sedang mencoba mendekati Gabby, seorang pria bernama Marvel hadir dengan membawa pembuktian cinta untuk Gabby.

Hingga suatu hari, George dan Gabby terjebak dalam satu ruangan dan terjadilah malam yang membuat Gabby kehilangan kehormatannya.

“Aku akan bertanggung jawab dengan perbuatanku, aku akan menikahimu.” George.

“Jika kau ingin menikah denganku hanya karena ingin bertanggung jawab atas kejadian ini atau ingin memenuhi janjimu dulu. Maka lupakan, aku tak membutuhkannya.” Gabby.

“Aku tetap mencintaimu, walaupun bedebah itu sudah mengambil sesuatu yang berharga darimu.” Marvel.

Siapakah yang akan dipilih oleh Gabby? George yang sudah merenggut kehormatannya atau Marvel yang menunjukkan betapa besar cintanya pada Gabby?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Dokter segera memeriksa kondisi Gabby. Sedangkan George duduk menunggu di ranjang, ia tak tahu mengapa dirinya merasa khawatir dengan wajah pucat itu.

Pria berjas putih itu melepaskan stethoscopenya. Pertanda pemeriksaan sudah selesai.

“Sakit apa dia?” tanya George dengan tenang menutupi rasa khawatirnya.

“Pasien hanya pingsan karena asam lambung, dehidrasi, dan kelelahan. Terjadi karena terlambat makan dan minum ditambah mengeluarkan tenaga banyak,” jelas Dokter itu. “Saya resepkan obatnya, bisa dibeli di apotik terdekat. Jika, pasien sudah bangun, langsung diminumkan obatnya baru disusul makan,” imbuhnya menjelaskan dengan detail.

“Hmm.” George memberikan uang Euro dengan tangan kanannya dan tangan kiri ia gunakan untuk menerima secarik kertas resep obat. “Kau bisa pergi.” Ia mengibaskan tangannya mengusir tanpa mengucapkan terima kasih.

“Permisi.” Dokter itu pun berlalu meninggalkan kamar George.

Ditatapnya lagi tubuh yang tak berdaya itu. “Bisa sakit juga ternyata kau.”

George tak sadar jika penyebab Gabby seperti itu adalah dirinya yang membius hingga tak sadarkan diri selama satu hari dan tak memberikan makanan serta minuman. Ditambah pria itu selalu memancing emosi Gabby terus.

Bagaimana tubuh wanita itu tak lemas jika terus mengeluarkan tenaga tanpa mendapatkan asupan nutrisi? Sungguh tak berperasaan sekali George!

Matanya beralih membaca selembar kertas dengan tulisan tangan yang sulit dibaca itu. George segera meraih jaketnya dan keluar meninggalkan Gabby sendirian.

Langkah kaki panjangnya menyusuri lobby villa. Namun seketika terhenti tatkala ada suara yang memanggilnya.

“George!” panggil Davis, tanpa berteriak pun suara itu terdengar hingga ke telinga orang yang dipanggil.

George membalikkan tubuhnya menghadap Davis. Kepala ia sedikit gerakkan ke atas seolah mengisyaratkan ‘apa?’.

Davis mendekat. “Kau mau keluar, kan? Sekalian sewa motor untuk transportasi kita disini,” titahnya.

“Sudah?”

“Hm.” Davis sedikit menganggukkan kepalanya.

“Oke.” George langsung berbalik dan melanjutkan lagi jalannya.

Pria itu berjalan kaki hingga ke apotik. Baginya itu biasa dan tak melelahkan, hanya saja cuaca begitu terik membuat kulit putihnya langsung memerah.

“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?” Kalimat pertama yang didengar oleh George setelah masuk ke dalam tempat tujuannya.

George langsung memberikan kertas pemberian Dokter kepada penjaga apotik. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Penjaga apotik itu sudah paham apa yang harus ia siapkan.

“Dua ratus lima puluh ribu rupiah, tuan.” Seraya tangannya memberikan kantong plastik berisi obat.

George mengeluarkan dompetnya dari saku jaketnya. Mengambil uang rupiah yang baru saja ia tukarkan ketika berjalan mencari apotik dan melewati money changer. Tiga lembar berwarna merah ia berikan.

Pegawai itu menunduk sebentar untuk mengambil kembalian. “Ini ke—”

Ternyata George sudah tak ada, pria itu langsung pergi setelah mendapatkan apa yang ia cari.

Kini tujuannya adalah tempat penyewaan sepeda motor yang berada tak jauh dari lokasinya saat ini.

“Sewa empat sepeda motor.” George langsung mengutarakan maksudnya kepada sang pemilik usaha penyewaan itu. Ia sengaja menyewa sebanyak itu agar setiap orang bisa mengendarai masing-masing tanpa harus berboncengan.

“Maaf, hanya ada dua sepeda motor, dan itu motor vespa. Harga sewa paling mahal.”

“Ambil semua.” Tanpa basa basi langsung George setujui. Daripada ia tak mendapatkan apapun. “Satu aku bawa sekarang dan satu lagi kirimkan ke villa pinggir pantai Canggu,” titahnya.

Setelah menyelesaikan segala administrasi penyewaan, George pun menancap gas motor vespa berwarna kuning itu. Ia membeli makanan terlebih dahulu sebelum kembali ke villa. Tak lupa juga membeli minuman isotonic di minimarket.

1
juhaina R💫💫
andai tak kau ikat pasti akan sebanding😂
juhaina R💫💫
lahhh seperti nya takdir berkata lain, sabar y Gebby 🤣
juhaina R💫💫
kangan jdi baca ulang 😂 tapi didetik terakhir sesak bgt
Wahyunni Winarto
sakitt bnggtt😭😭😭😭
Wahyunni Winarto
kasihan gabyy
mending mati aja klo kyk gtu
huhuhu😭😭😭
Wahyunni Winarto
😭😭😭😭
Wahyunni Winarto
hati orng kok pd buat mainan
sakit bngt jd gabby
Wahyunni Winarto
sedihhh jd gabbyy
Wahyunni Winarto
dia dah mati rasa yg ada sesakit apapun dah g dirasa
SLina
skt bgt jd gabby
SLina
skip deh, g kuat sama bpknya, sgt egois. ganti judul aja
SLina
thor, kok anda kejam sekali sama gabby
SLina
pengen ku kasih racun ke lord
Shifa Burhan
coba kalian (author dan reader2) bayangkan kalian diposisi George jangan hanya melihat dari posisi pemeran utama wanita saja

*aku kalau diposisi George mana mau menunggu gabi, ditolak, melihat gabi bermesraan dengan pria lain, melihat gabi bercumbu dengan pria lain, dan hanya dibuat kayak boneka yang pasrah dan megiti gabi selesai dia harus ada

thor aku tanya pribadi padamu, apakah kau diposisi George dan dilakukan kayak gitu kau mau menerima begitu saja

thor jadi novelis netral, lihat lah semua disitu pandang jangan hanya melihat sudut pandang wanita saja
*sudut pandang gabi enak menolak Georg menikah dan bercumbu dengan pria lain didepan Georg setelah dia selesai dengan pria itu, Georgia harus ada untuknya, enak benar hidupnya
*yang kasian geoge, ditolak, harus pasah melihat gabi bermesraan dan bercumbu dengan pria lain, setelah gabi selesai dengan pria itu, George harus menerima begitu saja

thor pakai hati berkarya, kalau kau adil buat gabi berjuang juga untuk George, karena faktanya gabi telah melukai hati George, jangan semudah itu, kalian buat George kayak boneka yang tidak punya hati yang bisa terluka juga

pakai hati thor
mars
sedih bgt pas scene marvel' paadahal aku berharap marvel mati tpi pura2 dan kabur gitu
mars
adik george ya
mars
bosen kesel sendiri batu bgt sih
Riki Amteme
Luar biasa
Riki Amteme
Lumayan
Sabarina Sitepu
Damai banget rasanya membaca karyamu thor, seperti air dipegunungan, mengalir lembut, menyejukkan. Sulit merangkai kata utk menunjukkan bahagia yg kuraih ketika membaca, tidak ada kebosanan, semoga author diberi kesehatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!