Kisah ini merupakan kelanjutan dari kisah "Pernikahan Hangat" Musim Pertama, masih melanjutkan kisah cinta Embun dan Rendra, serta mengungkap jati diri Embun yang sebenarnya.
Diselingi juga oleh kisah kasih sekretaris Alister dan Manda, dan cerita lucu para tokoh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La_Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan (2)
"Sayang Apa yang kau lakukan? "protes Embun sembari mengusap mengusap pipinya yang baru saja dicubit oleh Rendra. Pria itu sangat gemas apa lagi saat mendengar alasan yang konyol menurutnya.
"Lalu apakah kau pikir aku akan percaya dengan alasan yang kau buat-buat itu? Lain kali jika kau ingin membuat alasan buatlah sedikit alasan yang masuk akal, dan sesuai logika."
Embun yang masih merasa sakit akibat dicubit, dia pun mengusap-usap nya pipi gemoinya. Mengusap dengan lembut sembari mengerucutkan bibir.
"Sayang lihat ini, rasa sakitnya belum hilang... kau harus bertanggung jawab."
mendengar perkataan embun mengenai pertanggungjawaban itu malah membuat Rendra menyeringai senang dia menatap istrinya dengan tatapan nakal penuh menggoda.
saat itu juga embun merasakan sesuatu yang tidak beres, Oh tidak Ya Tuhan apa yang sudah kukatakan? Seharusnya aku tidak mengatakan hal seperti itu. Aaa bodohnya aku.... gumam embun di dalam hatinya.
"Oh benarkah? Apakah itu artinya sekarang Istriku yang cantik ini sudah bisa memperhitungkan segala untung dan kerugian untuk dirinya sendiri?" Rendra bahkan tiada hentinya menatap istrinya dengan tatapan yang membuat embun begitu risih. Lalu Rendra mengulurkan tangannya mengusap pipi embun.
"Coba lihat dengan cara apa aku bisa mempertanggungjawabkan perbuatan ku yang tadi?" bahkan Rendra sengaja menguatkan elusan tangannya di pipi gemoinya Embun, "Oh Astaga sepertinya pipimu Ini Membutuhkan lebih dari sekedar ciuman," lanjut Rendra dan berhasil membuat Embun kalang kabut, bahkan embun sampai berusaha untuk menyembunyikan Rona merah di wajahnya yang terlihat samar.
Tuh kan seharusnya aku tidak mengatakan apapun.
Embun seolah menangis dari dalam hati dia tahu jika sekecil apa pun hal yang dapat membangunkan keinginan suaminya, maka tak ada seorangpun yang bisa menghentikannya dan satu-satunya cara agar bisa menghentikannya hanya dengan memenuhi keinginan tersebut.
"Ayo kau ingin melakukannya Di mana, "lagi-lagi Rendra berusaha untuk menggodanya Sampai akhirnya dia mendapatkan gigitan kuat di tangannya sendiri," Aduh! kenapa kau malah menggigitku aku kan hanya menggoda Masa tidak boleh aku bercanda? "itu tu Rendra sembari mengernyitkan dahinya dan mengusap-usap tangannya yang baru saja digigit embun.
"Oh tidak Maafkan aku sayang Aku sangat lapar sampai-sampai aku mengira jika tanganmu itu adalah hot dog." lalu embun mencoba untuk mengusap tangan Rendra, "Sayang maafkan aku ya..." tutur embun dengan suara lembut dan sedikit di buat manja.
"alasan!"
meskipun nadanya terdengar kesal tapi sebenarnya Rendra sama sekali tidak punya perasaan untuk marah pada saat itu, namun Embun yang diketahui memiliki hati yang lembut, dia seketika merasa Jika itu adalah sebuah bentakan untuknya. sontak saja kedua sudut matanya mulai basah.
"kau marah padaku?" tanya Embun dengan mata yang berkaca-kaca.
Rendra pun segera menangkup wajahnya mengusap kedua sudut matanya dengan jemari tangannya, " Aku sama sekali tidak marah padamu sayang, "sebagai bukti Rendra mengecup mesra kening istrinya," kau tahu betapa pentingnya dirimu bagiku? Lalu bagaimana bisa aku marah?" kemudian Rendra menjepit dagu istrinya membuat manik cokelat Embun menatap manik hitam miliknya.
cukup lama keduanya saling bersitatap dan tiba-tiba saja Rendra mendaratkan bibirnya dengan lembut di bibir sang istri. dan, ini adalah yang kedua kalinya dia mencium istrinya sendiri di tempat ramai.
tapi itu tugas mu Rendra meyakinkan Embun klo itu ibu kandungnya...
kasihan loh, siapa juga yg mau terpisah dg anak kandung sendiri....
cepatlah menikah Alister dan Manda ...
udah kayak d senetron2, nanti baru d akhir2 d ceritain 😄😄😄😄
menyesali kebodohan Manda , udahlah malas cerita tentang Manda ...
bodoh sekali kau... 😄😄😄