Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9: Perjanjian Darah dengan Putri Iblis Malam
Serangan jarum Qi Iblis Malam itu begitu cepat hingga melampaui batas reaksi kultivator Pemurnian Qi biasa.
Namun tepat saat jarum Qi hitam keperakan itu hendak menembus dada Lin Xuan, dua belas Meridian Iblis Primordial di sisi kiri tubuh Lin Xuan tiba-tiba bergetar dan memancarkan aura hitam keemasan yang jauh lebih kuno dan agung!
DENG!
Di dalam lautan kesadaran Lin Xuan, bayangan Lentera Abu Senja berkedip satu kali.
Begitu jarum Qi milik gadis berambut perak itu menyentuh baju di dada Lin Xuan, alih-alih menembus jantungnya, jarum Qi itu justru berhenti bergetar—seolah seorang prajurit biasa yang tiba-tiba bertemu dengan Kaisar Leluhurnya sendiri—lalu terserap masuk ke dalam meridian kiri Lin Xuan tanpa melukainya sedikit pun!
"Apa?!"
Untuk pertama kalinya, wajah dingin bagai es milik gadis berambut perak yang tergantung di tengah sembilan rantai emas itu berubah drastis! Tubuhnya yang ramping bergetar tipis, dan kepalanya langsung menoleh lurus ke arah Lin Xuan meskipun kedua matanya tertutup kain sutra darah.
Aura itu... Esensi Jantung Leluhur Iblis Darah Hitam?! Dan di sisi kanan tubuhmu... Darah Emas Dewa Senja?!" suara gadis itu bergetar tidak percaya. "Siapa kau sebenarnya?! Bagaimana mungkin seorang manusia fana memiliki Meridian Kembar Dewa-Iblis dan membawa pusaka yang telah hilang sejak Perang Senja seratus ribu tahun silam?!"
Lin Xuan menatap gadis berambut perak itu dengan tenang. Ia menyadari bahwa gadis di hadapannya ini bukanlah monster tanpa akal seperti binatang buas di luar, melainkan keturunan murni dari ras Iblis Primordial (Mo) yang diceritakan di dalam memori Lentera Abu Senja!
"Namaku Lin Xuan," jawab Lin Xuan lugas tanpa menyembunyikan kekuatannya di hadapan gadis itu, karena ia tahu rantai emas yang mengikat gadis ini adalah formasi dari musuh yang sama dengan para penguasa langit. "Aku hanyalah seorang kultivator yang dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang ke dasar jurang ini untuk mati. Sedangkan kau... jika melihat tanda bulan sabit di dahimu dan rantai berukir aksara Surga yang mengikatmu, kau pasti berasal dari klan bangsawan Ras Iblis Kuno."
Gadis berambut perak itu terdiam beberapa detik, merasakan fluktuasi murni dari Lentera Abu Senja di tubuh Lin Xuan yang tidak mungkin dipalsukan oleh siapa pun di dunia ini. Perlahan, hawa membunuh di sekeliling aula giok hitam itu mereda.
Tak kusangka... setelah tiga ratus tahun aku tersegel di dasar jurang dunia bawah ini, orang yang membangunkan warisan Leluhurku justru seorang pemuda manusia," gadis itu menghela napas panjang yang terdengar getir. "Namaku Ye Linglong, putri bungsu dari Klan Iblis Malam di Jurang Darah Sembilan Malam. Tiga ratus tahun lalu, saat aku melarikan diri dari kejaran mata-mata Istana Surga, aku terluka parah dan terjebak di dalam formasi Sembilan Rantai Pengunci Langit peninggalan perang kuno di tempat ini."
"Sembilan Rantai Pengunci Langit ini terus-menerus menghisap Qi dan darahmu untuk mempertahankan segelnya sendiri," Lin Xuan mengamati aliran energi pada kesembilan rantai emas tersebut. "Selama rantai ini tidak diputus dari luar, semakin keras kau melawan, semakin kuat segelnya mengikat tulangmu."
"Kau memiliki mata yang tajam," ujar Ye Linglong. "Rantai ini ditempa dengan Besi Suci Haotian. Kultivator dunia bawah tingkat Inti Emas atau Jiwa Nascent sekalipun tidak akan sanggup mematahkannya. Hanya satu hal di dunia ini yang mampu membakar hukum pengunci pada rantai ini: Api Abu Senja di dalam lenteramu!"
Ye Linglong menatap ke arah Lin Xuan dari balik kain sutra merahnya. "Lin Xuan, mari kita buat perjanjian. Kultivasimu saat ini masih terlalu rendah—kau baru berada di Pemurnian Qi Lapisan Kedelapan. Dengan kekuatanmu sekarang, kau belum sanggup membakar kesembilan rantai ini sekaligus, tetapi kau bisa membakar satu rantai paling ujung untuk melonggarkan segelku sehingga jiwaku bisa masuk beristirahat ke dalam ruang lenteramu."
"Dan apa keuntungan yang kudapatkan jika aku menolongmu?" tanya Lin Xuan tenang. Ia bukan lagi pemuda naif yang mudah percaya pada janji manis tanpa jaminan.
Ye Linglong tersenyum tipis—senyuman dingin namun memikat yang membuat ruang gelap itu seolah menyala. "Pertama, aku akan mengikat Kontrak Jiwa Setara denganmu di bawah kesaksian Lentera Abu Senja, sehingga tak satu pun dari kita bisa saling mengkhianati. Kedua, aku tahu kau ingin membalas dendam pada Sekte Pedang Awan Biru di atas sana dalam waktu dekat. Di bawah aula tempat kita berdiri ini, terdapat sebuah mata air kuno yang kujaga selama tiga ratus tahun: Kolam Sumsum Naga Hitam. Jika kau berendam di sana, kau tidak hanya akan langsung menembus puncak Pemurnian Qi Lapisan Kesembilan, tetapi juga menempa tubuh fisikmu hingga setara dengan artefak baja dan membangkitkan kembali pedang patah di punggungmu itu!"
Mata Lin Xuan berkilat tajam saat mendengar kalimat terakhir itu. "Pedang patah pemberian guruku ini... kau tahu asal-usulnya?"
"Pedang di punggungmu itu bukanlah besi biasa yang patah," sahut Ye Linglong dengan nada serius. "Itu adalah Pedang Pemutus Takdir yang terbungkus kerak karat batu bintang! Bakar rantai pertamaku, dan aku akan membantumu membuka kekuatannya!"
"Baik. Kita buat Kontrak Jiwa Setara sekarang!"
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....