"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 09. Cakaran di punggung
Doni tersentak kaget ketika dia mendadak saja merasakan sentuhan tangan yang begitu dingin di bagian pinggang, namun saat dia menoleh sama sekali tidak ada orang lain karena memang Doni tinggal bersama dengan kedua orang tua dia dan tidak mungkin juga bila orang tua itu masuk ke dalam kamar dan menyentuh Putra mereka sendiri.
Suara hujan masih terdengar di luar sana dengan begitu deras sehingga membuat Doni merasa semakin heran, terlebih lagi setelah menyadari lantai kamar ini menjadi basah seperti ada sesuatu yang membasahi, padahal atap rumah sama sekali tidak ada yang bocor sehingga tidak mungkin bila air hujan itu bisa masuk ke dalam kamar tanpa jalan.
Dengan mata yang masih mengantuk maka pemuda ini segera turun dari atas ranjang itu untuk memeriksa, di luar masih mati lampu juga sehingga mereka tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi malam ini, Doni hanya mengandalkan sorot lampu dari ponsel yang ada di tangan dia.
"Emmm bau nya!" reflek Doni menutup hidung setelah mencium aroma air yang tidak sedap itu.
"Air apa sih? kok sangat bau amis seperti ini!" Doni mengeluh dan dia menatap kanan kiri.
"Tidak ada yang bocor dan tidak ada yang tumpah juga tapi kok ada air berbau amis masuk ke dalam kamar!" batin Doni dengan perasaan yang sangat heran.
Untuk membersihkan air itu maka Doni segera keluar dari kamar untuk mengambil sapu pel, tidak peduli meski saat ini malam hari Namun yang jelas dia akan membersihkan terlebih dahulu agar kamar itu semakin nyaman untuk Ia tidur di malam ini.
"Hah!" Doni tersentak kaget ketika dia melihat bayangan yang melintas di bagian dapur.
"Mak?"
Tidak ada jawaban yang keluar dari orang yang barusan melintas, Doni mengira bahwa itu adalah Mak Sarti Yang Sedang membereskan Keadaan dapur sehingga dia segera menuju arah dapur untuk melihat sendiri dan mengadu tentang keadaan kamar dia yang sudah berbau amis itu.
"Kok tidak ada orang di dapur ini?" ucap Doni dengan rasa heran yang semakin tinggi.
"Tadi ada kok orang berjalan di sini tapi sekarang malah menghilang begitu saja." pemuda ini bergumam dan kembali menoleh.
"Apa Yayuk memang jadi hantu ya? dia akan meninggal di Malam Satu Suro!" Doni mulai ketakutan Dan teringat dengan gadis itu.
Bisa dikatakan bahwa di antara semua para pelaku itu memang hanya Doni yang paling penakut dan sekarang dia malah merasakan sendiri teror yang mulai datang, Kini dia sudah semakin yakin bahwa Yayuk akan datang untuk menuntut balas atas apa yang telah mereka lakukan di malam itu.
Breeeet.
"Aaaaah!" Doni tersentak dan dia menjerit kaget ketika merasakan sendiri punggung yang dicakar sesuatu dan sangat panas.
"Aaaaah sakit nya!" jerit Doni dan dia jatuh terduduk karena merasakan punggung yang sangat sakit sekali.
"Don?!" Mak Sarti keluar dari kamar untuk memeriksa Bagaimana keadaan sang anak yang mendadak saja berteriak keras.
"Ada apa?" Pak Ratno juga keluar dari kamar karena mendengar suara yang berisik itu.
"Ini Doni menjerit sehingga aku keluar dari kamar dan melihat keadaan dia." jelas Mak Sarti kepada sang suami.
"Kok punggungmu berdarah seperti ini?" Pak Ratno kaget karena dia melihat keadaan punggung sang anak.
"Kamu kenapa, Don?" Mak Sarti masih kebingungan dan mendesak Doni.
"Aku juga tidak tahu karena apa." Doni juga tidak mungkin mengatakan kepada mereka semua atas apa yang dia lihat barusan.
Sebab dia lebih takut bila nanti justru terbongkar bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap gadis tidak bersalah itu, meski Doni tidak membunuh secara sendirian namun tetap saja dia akan kena sanksi bila sampai mereka semua mengetahui atas perbuatan buruk nya itu terhadap Yayuk, bahkan bisa saja rombongan yang lain akan membantai dia ketika sampai membuka mulut atas perbuatan yang telah mereka lakukan di malam satu suro itu.
"Aku tidak sengaja menggaruk punggung di tiang ini nah." Doni menunjuk Parang yang ada di tiang itu.
"Apa mata kamu itu juga tidak bisa melihat kalau ada Parang di sini." Pak Ratno langsung marah-marah.
"Ambil obat biar Emak bersihkan luka yang ada di punggung kau ini." Mak Sarti tidak banyak marah.
Doni hanya menurut saja karena dia juga tidak mengetahui seberapa parah luka yang ada bagian punggung, tapi yang jelas dia merasakan perih tidak terkira dan mulai merasa ada yang tidak beres dengan luka itu, ada rasa takut yang semakin besar karena dia tahu bahwa ini adalah perbuatan Yayuk.
Mau mengatakan kepada kedua orang tua itu jelas tidak mungkin karena nanti yang ada justru akan membuat masalah semakin lebar, tapi Doni tidak akan pernah ditinggal diam Ketika nanti Telah bertemu dengan Ardian atau bahkan dengan yang lain, Sebab Dia juga tidak mau bila menderita sendirian seperti ini.
Mak Sarti yang melihat keadaan luka anaknya saat ini menjadi semakin kaget karena luka itu cukup memanjang dan terlihat seperti dua garis, sebenarnya sangat jauh berbeda bila itu adalah luka sayatan parang, tapi orang tua ini tetap bungkam karena dia tahu sang suami tidak akan pernah tinggal diam ketika mengetahui sesuatu yang berbeda.
"Sudah besar tapi otak tidak dipakai maka jadi seperti itu!" Pak Retno terus menggerutu dan dia segera masuk ke dalam kamar.
"Makanya Lain kali itu hati-hati jangan sembrono, segala sesuatu yang kita lakukan itu pasti ada balasannya." Mak Sarti Berkata sambil membersihkan luka tersebut.
Doni yang mendengar ucapan itu tentu saja agak tersentil namun dia merasa tidak mungkin kalau Mak Sarti mengetahui atas Apa yang dia lakukan, sebab itu semua masih menjadi misteri dan tidak ada satu orang pun yang mengetahui tentang perbuatan bejat mereka berlima, bahkan tidak ada seorang pun yang membuka mulut Atas kejadian mengerikan itu.
"Ah Emak tidak mungkin tahu, Lagi pula kalau tahu dia mau tahu dari mana." Doni berusaha untuk menenangkan diri.
"Kita ini bukan orang kaya jadi tolong jangan banyak tingkah." pesan Mak Sarti.
"Orang cuma luka begitu saja kok dan lagi pula aku juga tidak akan pergi berobat." ujar Doni.
"Bapak mu itu tidak akan pernah bisa bersikap baik jadi tolong kau jangan banyak tingkah." Mak Sarti tetap saja terlihat Ketus.
Doni hanya terdiam karena dia tahu bahwa Pak Retno tidak akan pernah menyukai dirinya dari dulu hingga sampai saat ini, Mak Sarti adalah seorang janda ketika menikah dengan Pak Retno itu sehingga sepertinya Pak Retno tidak pernah bisa menerima Anak Tiri yang dibawa oleh sang istri.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
tp JK kau ingin membunuh Pak Kades tak apa ,, lakukan ja Krn aku jg setuju Krn Dia jg Jahat orang nya 🤣🤣
masaf. irya seorang ratu ular. yang di takuti seluruh iblis malah jatuh dari . atas pohon kelapa... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
awass ya Ran kamu jangan macam2
trs mo di kemanain itu jasad istri nya ❓🤔