NovelToon NovelToon
The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Misteri
Popularitas:321
Nilai: 5
Nama Author: Bagas Hirmawan

Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.

Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.

Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.

**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 — Rak yang Menyimpan Kesalahan

Penyimpanan arsip pusat terletak di bagian terdalam Balai Pengelolaan Aset, di belakang tiga pintu kayu yang masing-masing memiliki segel administrasi berbeda.

Tidak ada formasi pertahanan yang kuat di sana. Tempat itu tidak menyimpan harta karun, pil langka, ataupun teknik kultivasi tingkat tinggi. Sebagian besar isinya hanyalah dokumen yang telah kehilangan kegunaan langsungnya.

Namun, bagi keluarga Gu, catatan lama dapat menentukan siapa yang berhak atas sebuah tambang, siapa yang bertanggung jawab atas kerugian pengiriman, dan apakah suatu keputusan masih dapat dipersoalkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Karena itu, ruang penyimpanan tersebut dijaga bukan oleh ahli bela diri yang kuat, melainkan oleh aturan.

Setiap orang yang masuk harus mencatat waktu kedatangan. Setiap dokumen yang dipindahkan harus memiliki alasan. Dan setiap perubahan inventaris harus disahkan oleh petugas yang bertanggung jawab.

Setidaknya, demikian bunyi prosedur resminya.

Gu Chenxiao tiba pada pagi hari bersama Paman Fu dan seorang pencatat arsip bernama Han Yu.

Han Yu membawa buku inventaris terbaru, sedangkan Paman Fu membawa salinan indeks pembongkaran peti yang ditemukan sehari sebelumnya.

Mereka tidak langsung menuju rak yang dimaksud.

“Pertama, kita pastikan nomor raknya,” kata Gu Chenxiao. “Kemudian cocokkan daftar inventaris. Jangan membuka atau memindahkan dokumen sebelum kondisi awal dicatat.”

Han Yu membungkuk.

“Dimengerti, Tuan Muda.”

Mereka melewati dua lorong penyimpanan sebelum tiba di bagian yang dituju.

Rak tersebut terbuat dari kayu hitam yang telah mengering. Pada sisi kirinya terdapat pelat logam bertuliskan nomor inventaris. Di bawah nomor itu, sebuah label lama masih terlihat samar, sebagian tertutup label baru.

Han Yu membuka buku inventaris.

“Nomor rak cocok. Menurut catatan, rak ini digunakan untuk dokumen pendukung administrasi wilayah barat.”

“Apakah seluruh isinya berasal dari peti yang dibongkar delapan tahun lalu?” tanya Gu Chenxiao.

“Tidak. Rak ini sudah digunakan sebelumnya. Dokumen dari peti tersebut hanya merupakan sebagian dari isinya.”

“Bagaimana cara membedakannya?”

Han Yu membalik halaman buku.

“Sebagian dokumen memiliki nomor registrasi yang ditambahkan ketika sistem diperbarui. Namun, untuk dokumen lama, pencatatan terkadang hanya mencantumkan kategori dan jumlah.”

Gu Chenxiao mengamati rak itu.

“Kalau begitu, jangan mencari satu dokumen tertentu terlebih dahulu. Catat semua kelompok dokumen yang masih memiliki identitas lama.”

Han Yu segera mulai bekerja.

Mereka memeriksa rak dari tingkat paling atas, mencatat kategori, jumlah bundel, nomor registrasi, dan kondisi segel pada setiap kelompok.

Selama hampir satu jam, tidak ada yang menarik perhatian.

Ada laporan pemeliharaan bangunan, catatan pengangkutan alat pertanian, dan sejumlah dokumen pengadaan perlengkapan kantor. Beberapa berkas memiliki nomor registrasi baru, sementara yang lain hanya mencantumkan tanggal dan kategori.

Semua itu sesuai dengan karakter penyimpanan arsip lama.

Kemudian, pada tingkat ketiga dari bawah, Han Yu berhenti.

“Ini agak berbeda.”

Gu Chenxiao mendekat.

Di dalam rak terdapat sebuah bundel dokumen yang dibungkus kain abu-abu. Pada label luarnya tertulis, “Dokumen pendukung administrasi wilayah barat.”

Deskripsi itu terlalu umum untuk membedakannya dari bundel lain.

Namun, tali pengikatnya memiliki dua label kecil.

Label pertama memuat nomor registrasi baru.

Label kedua, yang hampir tertutup kain, memuat kode kategori lama.

Gu Chenxiao meminta Han Yu membacakan kedua nomor tersebut.

Nomor baru tercantum dalam inventaris.

Nomor lama tidak.

Paman Fu segera mengeluarkan salinan indeks pembaruan sistem. Setelah dibandingkan, mereka menemukan bahwa kode kategori lama tersebut memang digunakan untuk dokumen yang dipindahkan dari penyimpanan wilayah ke arsip pusat.

Tetapi nomor itu bukan nomor registrasi lampiran pemeriksaan aset wilayah barat.

Ia merupakan nomor kelompok yang lebih besar.

“Apakah bundel ini tercatat sebagai bagian dari peti terpisah?” tanya Gu Chenxiao.

Han Yu memeriksa buku inventaris.

“Menurut nomor baru, ya. Tetapi buku ini tidak menyebut nomor peti.”

“Apakah kita memiliki daftar isi bundelnya?”

“Tidak ada dalam inventaris.”

Gu Chenxiao tidak langsung meminta bundel tersebut dibuka.

Ia terlebih dahulu memeriksa segel pada tali pengikat.

Segel itu sudah diganti setidaknya sekali. Ada dua lapisan lilin dengan warna berbeda, tetapi tidak ada tanggal penggantian. Segel terluar memiliki lambang bagian penyimpanan pusat, sementara segel di bawahnya hanya menyisakan sebagian tanda yang sulit dibaca.

“Apakah penggantian segel selalu dicatat?” tanyanya.

“Seharusnya,” jawab Han Yu. “Tetapi untuk bundel lama, catatannya mungkin berada dalam laporan pemeliharaan.”

“Cari laporan tersebut.”

Han Yu mengangguk dan meminta izin untuk mengambil buku pemeliharaan yang berkaitan.

Gu Chenxiao tetap berdiri di depan rak.

Ia tidak menyukai benda yang tidak dapat dijelaskan, tetapi ia juga tidak akan menganggapnya sebagai bukti hanya karena tampilannya berbeda.

Segel yang diganti bisa menunjukkan bahwa bundel pernah dibuka.

Namun, segel mungkin juga rusak karena usia, kelembapan, atau pemindahan rak.

Label yang tidak cocok bisa menunjukkan kesalahan registrasi.

Namun, bisa juga nomor lama itu hanya menunjukkan kategori asal, bukan identitas individual.

Bahkan bundel yang berada di rak yang tepat belum tentu berisi dokumen yang mereka cari.

Ada terlalu banyak kemungkinan untuk mengambil kesimpulan dari penampilan luarnya.

Karena itu, Gu Chenxiao menunggu catatan berikutnya.

Laporan pemeliharaan ditemukan sekitar setengah jam kemudian.

Menurut dokumen tersebut, rak penyimpanan mengalami pemindahan sementara ketika lantai diperbaiki sepuluh bulan lalu. Beberapa bundel diperiksa ulang karena tali pengikatnya melemah, dan sebagian segel diganti.

Namun, laporan itu hanya mencatat jumlah bundel yang diperiksa.

Tidak ada nomor registrasi individual.

Jumlah yang tercantum adalah dua belas bundel.

Buku inventaris terbaru mencatat tiga belas bundel pada rak yang sama.

Han Yu memeriksa hitungannya sekali lagi.

“Jumlahnya memang berbeda, Tuan Muda.”

Gu Chenxiao menatapnya.

“Apakah ada catatan bahwa sebuah bundel ditambahkan setelah perbaikan?”

“Belum ditemukan.”

“Apakah ada catatan bahwa bundel dipindahkan dari rak lain?”

“Tidak pada buku ini.”

“Bagaimana dengan laporan penerimaan selama sepuluh bulan terakhir?”

Han Yu membuka buku kedua.

Tidak ada catatan yang secara langsung menjelaskan penambahan tersebut.

Namun, inventaris terbaru tidak menyatakan bahwa ketiga belas bundel sudah berada di rak sebelum perbaikan. Catatan itu hanya menunjukkan jumlah saat inventaris dilakukan.

Artinya, perbedaan jumlah belum tentu berasal dari pemindahan rak.

Sebuah bundel mungkin ditambahkan kemudian.

Pencatat sebelumnya mungkin salah menghitung.

Atau salah satu dari dua belas bundel lama mungkin pernah dipisahkan, lalu dicatat kembali sebagai dua bundel.

Gu Chenxiao memandang Paman Fu.

“Apakah kita mengetahui siapa yang memimpin pemindahan rak sepuluh bulan lalu?”

“Catatan tugas menyebutkan bahwa pekerjaan itu diawasi oleh bagian pemeliharaan gedung. Namun, daftar pekerjanya tidak lengkap.”

“Cari nama petugas yang mengesahkan pengembalian rak ke tempat semula. Jangan mencari semua orang yang pernah bekerja di ruangan ini.”

Paman Fu menerima instruksi tersebut.

Gu Chenxiao kembali memeriksa label pada bundel abu-abu.

Nomor registrasi barunya tercantum dalam inventaris terbaru, tetapi tidak ada catatan yang menjelaskan kapan nomor itu pertama kali diberikan.

Ia meminta Han Yu mencari buku pembaruan registrasi.

Beberapa halaman kemudian, mereka menemukan nomor tersebut.

Bundel abu-abu itu didaftarkan sebagai satu unit dokumen pendukung wilayah barat pada delapan tahun sebelumnya.

Tidak ada daftar isi.

Tidak ada rincian jumlah halaman.

Hanya terdapat keterangan bahwa bundel diterima setelah pembaruan kategori arsip.

Di kolom sumber, tertulis nomor pengiriman peti terpisah.

Peti yang dikirim dari wilayah barat pada hari yang sama ketika dua peti lainnya diterima.

Gu Chenxiao menatap nomor tersebut cukup lama.

Mereka akhirnya menemukan sebuah benda yang dapat ditelusuri langsung ke pengiriman yang selama ini hanya dikenal melalui catatan.

Namun, hubungan itu masih belum membuktikan bahwa bundel tersebut berisi lampiran pemeriksaan aset wilayah barat.

Ia hanya membuktikan bahwa bundel tersebut berasal dari pengiriman peti terpisah.

“Buka bundel ini sesuai prosedur,” katanya. “Catat kondisi segel sebelum dibuka, jumlah lembar, dan setiap nomor yang ditemukan di dalamnya.”

Han Yu mengeluarkan alat pembuka segel yang biasa digunakan petugas arsip.

Ia bekerja dengan hati-hati. Tali pengikat dilepas tanpa merusak label, lalu kain abu-abu dibentangkan di atas meja pemeriksaan.

Di dalamnya terdapat beberapa kelompok dokumen yang dibungkus terpisah.

Kelompok pertama berisi laporan pemeliharaan.

Kelompok kedua berisi catatan pengangkutan.

Kelompok ketiga berisi surat-surat penataan aset.

Kelompok keempat hanya berupa beberapa lembar dokumen tanpa sampul.

Keempat kelompok itu sesuai dengan kategori yang disebutkan dalam indeks pembongkaran peti.

Namun, jumlahnya tidak sesuai dengan daftar isi mana pun, karena daftar isi aslinya tidak pernah ditemukan.

Gu Chenxiao meminta Han Yu memeriksa nomor registrasi setiap kelompok.

Tiga kelompok memiliki nomor yang dapat ditelusuri.

Kelompok keempat tidak.

Di sudut lembar pertamanya terdapat bekas tulisan yang sudah memudar.

Hanya beberapa kata yang masih terbaca.

...pemeriksaan aset wilayah barat.

Paman Fu menahan napas.

Gu Chenxiao tidak menunjukkan reaksi.

“Jangan mengangkatnya dulu. Periksa seluruh halaman yang ada di bawahnya.”

Han Yu menyusun lembar-lembar itu secara berurutan.

Jumlahnya tujuh.

Lembar pertama berisi bagian akhir sebuah laporan. Lembar kedua hingga keempat memuat tabel pemeriksaan bangunan dan perlengkapan. Lembar kelima berisi daftar beberapa jenis aset. Lembar keenam mencatat hasil pemeriksaan yang tidak lengkap.

Lembar ketujuh berbeda dari semuanya.

Bagian atasnya terpotong, dan nomor dokumennya tidak terlihat. Di bagian bawah terdapat ruang untuk tanda tangan pemeriksa serta pengesahan pejabat.

Kolom pemeriksa terisi.

Kolom pengesahan kosong.

Gu Chenxiao mendekat.

Ia membaca catatan pada lembar keenam, lalu membandingkannya dengan daftar aset yang tersedia dalam berkas lain.

Ada beberapa kategori yang sama: perlengkapan bangunan, alat pengangkutan, dan dokumen administrasi.

Namun, tidak ada penyebutan gudang nomor tujuh.

Tidak ada jumlah persediaan yang dapat dihubungkan secara langsung dengan gudang itu.

Tidak ada pula pernyataan bahwa gudang tersebut tidak menyimpan aset sensitif.

Dengan kata lain, mereka telah menemukan bagian dari sebuah laporan pemeriksaan aset wilayah barat, tetapi belum menemukan laporan lengkapnya.

Dan bagian yang ditemukan itu tidak cukup untuk menjadi dasar pengecualian pemeriksaan fisik gudang nomor tujuh.

Gu Chenxiao akhirnya berbicara.

“Ini bukan jawaban yang kita cari.”

Paman Fu menoleh.

“Tuan Muda?”

“Dokumen ini menunjukkan bahwa laporan pemeriksaan aset wilayah barat memang pernah berada dalam bundel tersebut. Namun, kita belum dapat memastikan apakah ini lampiran yang sama dengan yang tercantum pada formulir pemindahan delapan tahun lalu, dan kita belum mengetahui apakah laporan ini pernah menyebut gudang nomor tujuh.”

Ia menunjuk kolom pengesahan yang kosong.

“Yang dapat kita katakan sekarang hanya bahwa bagian laporan yang ditemukan tidak memiliki pengesahan pada lembar terakhir yang tersisa.”

Han Yu menunduk memeriksa dokumen itu.

“Apakah mungkin halaman pengesahannya terpisah?”

“Mungkin. Karena itu, catat kondisi yang ditemukan. Jangan menulis bahwa dokumen ini sengaja dipotong atau bahwa pengesahannya dihilangkan.”

Han Yu segera mencatat instruksi tersebut.

Gu Chenxiao memandang tujuh lembar dokumen di atas meja.

Bukan keseluruhan laporan.

Bukan bukti bahwa gudang nomor tujuh pernah diperiksa.

Bukan pula bukti bahwa seseorang telah menghapus laporan itu.

Tetapi ini merupakan kemajuan nyata.

Selama delapan tahun, sebuah bagian laporan pemeriksaan aset tersimpan dalam bundel yang identitas individualnya tidak tercatat dengan baik. Sekarang, mereka memiliki tujuh lembar yang dapat diperiksa, dibandingkan, dan ditelusuri.

Itu lebih berharga daripada sepuluh dugaan baru.

Ketika pemeriksaan hampir selesai, Han Yu menemukan sesuatu di balik kain pembungkus.

Sebuah label kecil terlipat, terselip pada jahitan bagian dalam.

Label itu tidak memiliki nomor registrasi.

Di satu sisinya terdapat tulisan tangan yang hampir pudar:

Jangan gabungkan dengan daftar penghapusan.

Gu Chenxiao mengambilnya menggunakan penjepit yang disediakan petugas arsip.

Ia tidak langsung menyentuh permukaannya dengan tangan.

“Apakah label ini bagian dari bundel sejak awal?” tanyanya.

Han Yu memeriksa kain pembungkus.

“Tidak bisa dipastikan. Label itu mungkin terselip ketika bundel dibungkus, atau ditambahkan kemudian.”

“Apakah tulisan tangannya dapat dibandingkan dengan dokumen lain?”

“Mungkin. Tetapi kita memerlukan beberapa contoh yang cukup jelas.”

Gu Chenxiao memeriksa tulisan tersebut.

Kalimatnya singkat.

Tidak ada nama.

Tidak ada tanggal.

Tidak ada keterangan mengenai daftar penghapusan yang dimaksud.

Namun, label itu menunjukkan bahwa setidaknya seseorang pernah membedakan laporan pemeriksaan aset dari daftar penghapusan.

Perbedaan tersebut penting.

Pemeriksaan aset seharusnya menjelaskan apa yang ada, apa yang rusak, dan apa yang perlu ditindaklanjuti.

Daftar penghapusan mencatat barang yang tidak lagi dipertahankan dalam inventaris.

Keduanya dapat berkaitan, tetapi bukan dokumen yang sama.

Jika laporan pemeriksaan aset digunakan untuk membenarkan penghapusan atau perubahan status gudang, isi dan hasil pemeriksaannya seharusnya dapat ditelusuri ke keputusan berikutnya.

Jika dokumen itu hanya tercatat sebagai lampiran umum, hubungan tersebut mungkin tidak lagi terlihat dalam sistem baru.

Namun, label itu sendiri tidak membuktikan adanya pelanggaran.

Bisa saja seseorang hanya mengingatkan petugas agar dua jenis dokumen tidak tercampur.

Bisa pula label tersebut berasal dari tahap pengarsipan yang berbeda.

Gu Chenxiao meminta label itu difoto oleh petugas arsip, dicatat sebagai temuan terpisah, lalu disimpan dalam sampul pelindung bersama bundel yang ditemukan.

“Jangan membuangnya, tetapi jangan menganggapnya sebagai instruksi resmi,” katanya.

Han Yu membungkuk.

“Dimengerti.”

Gu Chenxiao kemudian meminta salinan tujuh lembar laporan dan label tersebut.

Pemeriksaan hari itu berakhir tanpa penemuan nama pelaku.

Namun, ketika mereka meninggalkan ruang penyimpanan, ia membawa dua pertanyaan baru.

Mengapa laporan pemeriksaan aset tersimpan sebagai dokumen pendukung tanpa daftar isi yang lengkap?

Dan mengapa seseorang merasa perlu menuliskan bahwa laporan tersebut tidak boleh digabungkan dengan daftar penghapusan?

Malam itu, Gu Chenxiao menyusun kembali seluruh dokumen yang telah ditemukan.

Ia tidak menumpuknya berdasarkan siapa yang menandatangani, melainkan berdasarkan urutan fungsi.

Pertama, instruksi penataan arsip yang disahkan Gu Hengyuan.

Kedua, catatan pengangkutan tiga peti dan penerimaan dua peti.

Ketiga, laporan selisih yang ditandatangani Wei Cheng.

Keempat, catatan penerimaan peti terpisah.

Kelima, indeks pembongkaran dan registrasi bundel abu-abu.

Keenam, tujuh lembar laporan pemeriksaan aset wilayah barat.

Ketujuh, label kecil yang menyebut daftar penghapusan.

Ia menatap susunan itu.

Belum ada satu dokumen pun yang membuktikan bahwa gudang nomor tujuh memiliki hubungan langsung dengan laporan pemeriksaan tersebut. Belum ada bukti bahwa seseorang sengaja memisahkan peti, mengubah daftar, atau menghilangkan halaman pengesahan.

Tetapi rangkaian dokumen itu kini menunjukkan sesuatu yang lebih spesifik daripada sebelumnya.

Sebuah laporan pemeriksaan aset wilayah barat pernah ada.

Laporan itu tidak ditemukan sebagai satu berkas lengkap.

Sebagian lembarannya tersimpan dalam bundel dokumen pendukung yang tidak memiliki daftar isi individual.

Dan pada salah satu label pembungkusnya, terdapat peringatan untuk tidak menggabungkannya dengan daftar penghapusan.

Gu Chenxiao mengambil buku catatan.

Ia menulis:

Temuan baru: sebagian laporan pemeriksaan aset wilayah barat ditemukan dalam bundel dari peti terpisah. Hubungan langsung dengan gudang nomor tujuh belum terbukti.

Di bawahnya, ia menambahkan:

Langkah berikutnya: identifikasi tujuh lembar laporan, cari nomor berkas induk, lalu bandingkan dengan daftar penghapusan pada tahun yang sama.

Ia berhenti sejenak sebelum menulis satu kalimat terakhir.

Jangan mencari siapa yang menghilangkan halaman sebelum memastikan apakah halaman itu pernah menjadi bagian dari dokumen yang sama.

Setelah selesai, Gu Chenxiao menutup buku tersebut.

Ia tidak merasa kecewa karena belum menemukan jawaban.

Sebaliknya, ia merasa semakin tertarik.

Selama ini, ia mengira penyelidikannya berkisar pada gudang yang ditutup dua belas tahun lalu dan cap keluarga yang seharusnya telah dimusnahkan. Sekarang, ia mulai memahami bahwa gudang itu mungkin hanya satu bagian dari rangkaian administrasi yang lebih besar.

Ada pemeriksaan.

Ada perubahan status.

Ada daftar penghapusan.

Ada dokumen yang dipindahkan.

Dan ada catatan yang menyatakan bahwa beberapa jenis dokumen tidak boleh digabungkan.

Ia belum mengetahui apakah semua itu berkaitan.

Namun, jika memang berkaitan, maka seseorang tidak harus mencuri sebuah benda untuk membuatnya menghilang dari catatan.

Cukup dengan memindahkannya ke kategori yang salah, memisahkannya dari berkas induk, atau membiarkan nomor lamanya kehilangan rujukan.

Benda itu masih ada.

Kertasnya masih utuh.

Tanda tangannya masih terbaca.

Hanya saja, tidak ada seorang pun yang tahu di mana seharusnya mereka mencarinya.

Gu Chenxiao tersenyum tipis.

Ia tidak akan menghancurkan permainan itu dengan menuduh orang pertama yang namanya muncul.

Ia akan membiarkan prosedur lama menunjukkan siapa yang memiliki kewenangan, siapa yang melakukan pekerjaan, dan siapa yang seharusnya mengetahui hasil akhirnya.

Kemudian, ketika seluruh jalur itu cukup jelas, ia akan menentukan apakah orang-orang yang terlibat hanya melakukan kesalahan, memanfaatkan celah, atau sengaja menciptakan celah tersebut.

Bagi Gu Chenxiao, ketiganya memiliki harga yang berbeda.

Dan ia tidak pernah berniat membayar lebih mahal daripada yang diperlukan.

Di luar jendela, malam semakin pekat.

Di atas meja, tujuh lembar laporan pemeriksaan aset wilayah barat terbaring di bawah cahaya lampu.

Untuk pertama kalinya, sebuah dokumen yang seharusnya menjelaskan kondisi aset keluarga Gu telah ditemukan tanpa penjelasan yang memadai mengenai keberadaannya sendiri.

Gu Chenxiao memandang lembar terakhir yang kolom pengesahannya kosong.

Ia belum tahu siapa yang seharusnya menandatangani kolom itu.

Namun, ia tahu satu hal.

Jika laporan tersebut pernah digunakan untuk membenarkan keputusan administratif, maka suatu tempat dalam arsip keluarga Gu seharusnya menyimpan keputusan yang mengikutinya.

Dan jika keputusan itu benar-benar ada, maka seseorang pernah menggunakan laporan yang kini tidak lengkap untuk menyatakan bahwa sebuah urusan telah selesai.

Gu Chenxiao memadamkan lampu.

Besok, ia akan mencari daftar penghapusan.

Bukan untuk membuktikan bahwa seseorang telah menghapus sesuatu.

Melainkan untuk mengetahui apakah sebuah keputusan pernah dibuat berdasarkan laporan yang bahkan tidak lagi utuh.

1
Nanik S
Hadir... dan awal yang berbeda
ARTHUR
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!