NovelToon NovelToon
Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Marco Maverick membenci wanita cantik. Trauma masa lalu membuat CEO jenius yang hobi bertingkah kocak ini lebih memilih melajang, menyawer live TikTok, dan mengasuh anak sahabatnya. Bahkan saat menyelamatkan wanita mempesona di klub malam, Marco menolaknya mentah-mentah.
Penasaran dengan satu-satunya pria yang berani mencampakkannya, Isabel nekat menyusup ke hidup Marco. Putri konglomerat yang sedang buron itu menanggalkan kemewahannya dan menjelma menjadi 'Lia', sekretaris berpenampilan cupu dan kusam.
Ironisnya, Marco justru menolak pesona Isabel dalam wujud aslinya, dan perlahan jatuh hati pada kesederhanaan Lia. Namun, tak ada kebohongan yang abadi. Ketika topeng sang sekretaris terbongkar, luka lama Marco kembali menganga, menghancurkan semua rasa percaya yang baru tumbuh.
"Apakah seru mempermainkan hatiku, Lia?"
Saat bahaya masa lalu kembali mengincar nyawa Isabel, sanggupkah ia meyakinkan pria itu bahwa cinta tak selamanya pahit, Marco!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Musik kelab malam berdentum semakin kencang, menandakan malam semakin larut.

"Marco, Kawan! Kami harus pergi dulu!" seru Aldo dari seberang meja, berdiri sambil merangkul Kevin yang sudah setengah mabuk. "Istriku sudah mengirim sepuluh pesan ancaman. Kalau aku tidak pulang sekarang, aku bisa tidur di depan pintu!"

"Semoga langgeng dengan bidadari barumu ini, Bro! Jangan lupa kenalkan secara resmi nanti!" tambah Kevin sambil mengangkat ibu jarinya dengan susah payah.

Marco hanya mengangguk kaku, memaksakan seulas senyum tipis di wajahnya. "Hati-hati di jalan."

Isabel ikut melambaikan tangannya dengan sangat anggun. "Sampai jumpa! Hati-hati, Aldo, Kevin!"

Begitu punggung kedua teman Marco itu menghilang di balik kerumunan pengunjung di lantai dansa, dan memastikan Alana benar-benar sudah tidak ada di area tersebut, sikap Marco langsung berubah 180 derajat.

Dalam sepersekian detik, Marco menyentak lengannya dengan kasar, mendorong tubuh Isabel menjauh dari pelukannya. Gerakan Marco begitu kuat hingga punggung Isabel membentur sandaran sofa kulit di belakangnya.

"Menjauh dariku!" desis Marco, suaranya dipenuhi amarah dan rasa jijik yang tak lagi ditutupi. Ia langsung mengibas-ngibaskan lengannya sendiri, seolah baru saja dipeluk oleh penderita kusta.

Isabel sama sekali tidak terkejut dengan perlakuan kasar itu. Alih-alih marah, gadis itu hanya tersenyum tipis. Ia merapikan gaun hitamnya dengan santai, lalu menyilangkan kakinya dengan sangat elegan.

"Sama-sama, Tuan Maverick," ucap Isabel menyindir halus. "Pahlawanmu ini tidak butuh ucapan terima kasih berlebihan, kok."

Marco mengabaikan sindiran itu. Matanya menyipit tajam menatap Isabel. Kilat kecerdasan yang biasanya ia gunakan untuk menghancurkan musuh bisnisnya kini tertuju penuh pada wanita di depannya.

"Kau sengaja, kan?" tuduh Marco dengan nada rendah yang mengancam. "Bagaimana kau bisa ada di sini, di saat yang bersamaan, tepat ketika teman-temanku ada di meja ini? Apa kau memata-mataiku?"

Isabel tertawa pelan. Tawa seraknya terdengar luar biasa menggoda di bawah temaram lampu kelab.

"Ya," jawab Isabel tanpa ragu sedikit pun. Matanya balas menatap Marco dengan berani. "Aku memang memata-mataimu. Aku membayar orang untuk melacak keberadaan mobilmu dan mencari tahu jadwalmu malam ini."

Marco membelalak. Ia tak menyangka wanita ini akan mengakuinya dengan sangat santai.

"Untuk apa?!" bentak Marco, urat di lehernya mulai menonjol. "Kau ini penguntit?! Psikopat?!"

Isabel mencondongkan tubuhnya ke depan. Wajahnya yang luar biasa cantik diterangi cahaya lampu strobe yang berkedip. Ia menatap mata biru laut Marco dengan sorot memuja yang sangat meyakinkan.

"Karena aku sudah jatuh cinta padamu, Marco," bisik Isabel dengan nada yang begitu tulus hingga nyaris terdengar nyata. "Sejak malam itu, sejak pandangan pertama saat kau menyelamatkanku dari preman-preman itu di lorong ini. Jantungku tak bisa berhenti berdetak memikirkanmu. Aku memata-mataimu karena aku tidak bisa melepaskanmu."

Hening. Marco menatap wajah cantik di depannya selama lima detik penuh tanpa berkedip.

Lalu, sebuah dengusan keras dan sangat meremehkan keluar dari bibir Marco. Pria itu menyandarkan punggungnya ke sofa, menatap Isabel dengan ekspresi paling sinis yang pernah ia tunjukkan.

"Jatuh cinta pada pandangan pertama?" ulang Marco mengejek. Ia tertawa kering. "Itu adalah kebohongan paling menggelikan yang pernah kudengar seumur hidupku."

Senyum manis Isabel sedikit berkedut di sudut bibirnya.

"Tatap mataku, Nona Sinting," perintah Marco tajam. "Kau pikir aku pria bodoh yang bisa kau tipu dengan wajah cantik dan tubuh seksi itu? Kau pikir aku ini Aldo atau Kevin yang otaknya pindah ke lutut saat melihat belahan dada mu itu?"

Isabel mempertahankan senyumnya, meski di dalam hati ia mulai mengumpat.

"Aku tahu wanita sepertimu," lanjut Marco dengan nada penuh kebencian, kata-katanya menghujam seperti belati. "Wanita yang otaknya hanya berisi manipulasi, perhitungan, dan uang. Kau sengaja memata-mataiku, datang di saat yang tepat, dan berpura-pura menjadi pahlawan agar aku merasa berutang budi padamu, kan? Kau punya maksud lain mendekatiku."

Isabel mengangkat bahunya acuh tak acuh. "Aku hanya wanita yang sedang dimabuk asmara. Tidak ada hukum yang melarang itu."

"Simpan omong kosongmu!" potong Marco marah. Ia menunjuk wajah Isabel. "Kau ingin memanfaatkanku? Ingin menguras hartaku? Atau ingin menggunakan kekuasaan Wiliam Group untuk melindungi dirimu dari preman-preman malam itu? Jangan mimpi! Aku tak akan pernah jatuh ke dalam perangkap wanita ular sepertimu!"

Dengan gerakan cepat, Marco bangkit berdiri. Ia melemparkan beberapa lembar uang ratusan ribu ke atas meja untuk membayar minumannya.

"Jangan pernah berani muncul di hadapanku lagi, atau aku sendiri yang akan memanggil polisi untuk menangkapmu dengan tuduhan penguntitan," ancam Marco sebagai kalimat penutup.

Tanpa menunggu balasan Isabel, Marco memutar tubuhnya dan melangkah pergi dengan cepat menembus kerumunan, berniat keluar dari kelab itu secepat mungkin.

Melihat pria itu melenggang pergi setelah menghinanya mentah-mentah, ego Isabel yang setinggi langit akhirnya meledak. Ia tak terima ditolak dan diremehkan sejauh ini.

Isabel bangkit dari sofa, melangkah beberapa tindak mengikuti Marco, lalu berteriak membelah suara musik yang memekakkan telinga.

"Tuan Maverick!"

Marco tak menoleh. Pria itu terus berjalan.

"Dengarkan aku baik-baik, Marco Maverick!" teriak Isabel lagi, kali ini dengan suara serak yang penuh tekad dan tantangan absolut. "Aku tak akan menyerah! Apa yang kuinginkan, pasti akan kudapatkan!"

Beberapa pengunjung di sekitar mereka menoleh, namun Isabel tak peduli. Ia menatap punggung tegap Marco yang semakin menjauh.

"Kau pikir kau bisa mengusirku begitu saja?!" tantang Isabel dengan napas memburu. "Tunggu saja! Aku akan membuatmu bertekuk lutut dan memohon padaku! Ingat kata-kataku!"

1
ryuka
ciieeee marcooooo 😍😍😍😍😍🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Muft Smoker
aaa tuan marcoo mulai nyaman niih ma sekertaris baruu ny🤭🤭🤭
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mau di colok liaaaa idung kamu 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Sastri Dalila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
mau di colok tu hidung mu Lia 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
ryuka
👍👍👍👍/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sastri Dalila
🤣🤣🤣💪💪
Sastri Dalila
👍👍👍
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
ryuka
🤣🤣😍🤣🤣 bagussss marco pecat aja itu ceewe parasittt itu
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Muft Smoker
mau jdi kutu rambut di hidup Marco yx Alana ,,
oooh tdk bisaaa ,, anda gx liat tuh calon pawang ny udh ngeluarin tanduk dari kening ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
ryuka
lanjuuutttt thoooooerr
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
ryuka
eeeaaaa.. eeaaaaa...
Dew666
💝
Muft Smoker
dag dig dug nyeesss yx kalian 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
😅😅😅
ryuka
ayooo semangattt marco & liiaaaaaa 🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!