Asih gadis berparas cantik yang merupakan salah satu kembang desa, banyak laki-laki yang mengejar cintanya tak hanya pemuda desa, duda dan laki-laki beristri pun mengejar cinta Asih. Namun kemalangan menimpa nya Asih ditemukan seorang warga tergeletak tak bernyawa disalah satu kebun warga. Siapakah orang yang tega berbuat keji terhadap Asih?
Yuk baca terus kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arztha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Karena penasaran Supri dan Juna pun menoleh kebelakang berapa terkejutnya mereka dengan apa yang mereka liat.
"Huaaaahhhhhh kaburrrr.... " teriak Supri dan Juna.
Namun Supri dan Juna mendadak tidak bisa berlari langkahnya begitu berat.
"Jun ko kita masih di sini aja Jun? "
"Ia Pri kita cuma lari ditempat. "
"Terus lagi mana ini Jun. " tanya Supri sambil memegangi motornya.
"Itu siapa sih tadi Pri? "
"Itu setannya Asih Jun. "
"Asih yang udah mati? "
Supri pun hanya mengangguk.
"Ohhh." jawab singkat Juna.
"BANG SUPRI. " panggil Asih kembali.
"Dipanggil lagi itu Pri? "
Supri pun hanya diam ketakutan.
"Jun gue lemes Jun ,gantian lo yang dorong motor. "
"BANG SUPRI. " panggil Asih.
"Sini gue yang dorong, itu sautin napa dari tadi lo di panggilin bae tuh. "
Juna masih belum sadar kalau yang manggil Supri adalah hantu Asih . Sedangkan Supri sudah pucat pasih . Mau lari pun sedari tadi ia tidak bisa, langkah nya terlalu berat seperti ada yang nahan kedua kakinya.
"BANG SUPRI MAU KEMANA? " tanya Asih.
"Jun lari yok. "
"Itu Asih manggil sautin dulu napa, berisik banget dari tadi. "
"Itu setan bego ayo lari. " kesal Supri. Ia sedari tadi mengajak lari namun sulit sekali untuk lari saat situasi kayak gini.
Juna yang baru sadar itu hantu Asih dia pun langsung melepas motor Supri dan lari terbirit-birit tanpa menengok lagi kekanan dan kekiri. Sedangkan Supri masih lari ditempat.
"Ampun Sih jangan ganggu gue. " ucap Supri sangat ketakutan. keringat dingin pun membasahi wajahnya. Supri pun seperti mayat hidup wajahnya sangat pucat.
"BANG SUPRI KO TAKUT SAMA ASIH, BIASANYA JUGA BANG SUPRI SERING GODAIN ASIH SETIAP KETEMU. "
"Itu beda Sih. Ya ampun ko gue nggak bisa lari gini sih. "
JANGAN LARI CAPEK TAU BANG, MENDING DISINI SAMA ASIH. Hihihi Hihihi. "tawa Asih sukses membuat bulu kuduk Supri berdiri.
" Asih jangan ketawa, serem sih. "
"Hihihi hihihi. " tawa Asih pun menggema di sekitaran.
Dengan sekuat tenaga Supri pun mencoba lari. Dan akhirnya ia pun bisa berlari kesempatan itu Supri gunakan untuk lari sekencang kencangnya ia berharap agar bisa sampai tempat si bos.
"BANG SUPRI SALAM BUAT DIA, ASIH TUNGGU DISINI YA. hihihi hihihi. "
Supri yang fokus lari pun tidak mendengar ucapan Asih. Hanya suara ketawa Asih yang menakutkan masih terngiang-ngiang di telinganya.
🍀🍀🍀
Didepan rumah Andre Juna pun telah sampai dengan nafas tersengal sengal.
"Hoosshh hoossshh hoooshhh. "
"Lo kenapa Jun. " tanya Andre yang melihat temannya seperti dikejar setan.
"Ada see-tan bos. " ucap nya dengan nafas tersengal sengal
"Setan dimana? "
"Disana." Juna menunjukkan ke arah jalan yang tadi ia lewati.
"Terus Supri mana? "
"Supri ketinggalan kayak nya. "
Juna pun duduk untuk memenangkan jantung dan nafasnya yang hampir copot.
"Air air. " Juna meminta air kepada rekannya yang ada di sekitar, tenggorokan nya berasa kering kerontang.
Temannya pun memberi air untuk Juna mereka sangat perihatin melihat kondisi Juna yang sangat ketakutan.
"Ko Supri lo tinggal Jun? " tanya Andre.
"Tadi pas dia ngajak gue lari ya gue lari lah bos. Gue nggak nengok nengok lagi langsung ngacir aja, abis itu setan Asih nyeremin banget bos. "
"Kan Asih cantik Jun ko nyeremin? "
"Susah dijelasin bos biar bos liat sendiri aja lah Asih kayak gimana, serem pokoknya gue kaga mau liat dan ketemu dia lagi bos. "
Semuanya yang ada disana pun menyimak obrolan Juna dan Andre, mendengar saja bulu kuduk sudah berdiri. Dalam hati mereka semoga mereka tidak ketemu Asih seperti Juna dan Supri.
🍀🍀🍀
Supri yang terus berlari pun terhenti saat melihat Asih yang berdiri di depannya.
"MAU KEMANA SIH BANG, KO ASIH DITINGGAL. " ucap Asih. Asih pun menarik baju yang dipakai Supri saat Supri ingin lari kembali.
"Asih lepasin gue sih, udah sih ampun. "
"ASIH JUGA WAKTU ITU MINTA LEPASIN TAPI ABANG MALAH NGETAWAIN ASIH. "
"Kalau gue punya salah maafin gue sih, tapi jangan nakutin gini terus sih. " mohon Supri kepada Asih.
"hihihi hihihi. "
"Udah sih jangan ganggu gue. "
"ASIH NGGAK GANGGU KO BANG, ASIH CUMA MAU NGAJAK ABANG MAIN MAIN DI SINI. ASIH KESEPIAN BANG NGGAK ADA TEMAN DISINI. hihihi hihihi "
Supri akhirnya terjatuh lemas di tanah. Tenaganya sudah habis, Supri sudah pasrah.
Mata tajam Asih pun terus melihat Supri tanpa berkedip. Perlahan Asih pun mendekati Supri.
"Ampun sih jangan ganggu gue. " mohon Supri seluruh badannya pun bergetar.
Asih pun terus mendekat ia pun mencengkeram dagu Supri, kuku kuku panjang Asih pun menggores kulit Supri.
"Ampun Sih ampun. " Supri pun terus meminta ampun kepada Asih.
"Hihihi hihihi. "
Supri pun hanya bisa menangis pasrah. Ia berfikir bahwa hari ini adalah hari terakhir dia hidup didunia. Supri sangat ketakutan ia ingin teriak meminta tolong namun teriakan nya tak bersuara. Pandangan Supri pun buram matanya pun tertutup.
🍀🍀🍀
"Supri belum sampe juga Jun? " tanya Andre.
"Belum bos. "
"Perasaan gue ko nggak enak banget ya? " Andre merasakan hatinya makin tak tenang saat tau Supri belum juga kembali.
"Sama bos, padahal kalau lari sampai sini tuh seharusnya udah sampai dari tadi. " jelas Juna.
"Emang lo ngeliat setannya dimana sih? "
"Di jalan kebun karet bos, sepi banget tempatnya. "
Andre pun terdiam perasaannya makin tak karuan. Akhirnya ia pun mengerahkan anak buahnya untuk mencari Supri di dekat kebun karet yang Juna maksud.
"Jono, Badri, Raka, sama Rizal. Cari Supri sampai ketemu di dekat kebun karet. " perintah Andre kepada anak buahnya.
Mereka yang ditugaskan pun tiba-tiba terdiam, mereka sangat enggan untuk mencari Supri karena mereka juga takut ketemu dengan Asih. Tapi ini titah bos nya kalau bos sudah berkata dan mereka membantah habis lah mereka semua.
Mereka ber empat pun berjalan menelusuri jalan menuju kebun karet yang Juna sudah jelaskan. Mereka ingat sekali tempat yang mereka datangi ini adalah tempat dimana mayat Asih ditemukan warga sekitar. Dengan langkah takut mereka pun mencari keberadaan Supri.
"Semoga Supri cepat ketemu. " ucap Andre dengan wajah yang cemas.
"Aaminn bos. "
Jalan menuju kebun karet sangat minim penerangan, suasana sepi pun menambah kesan horor di sekitar nya. Mereka pun berjalan dengan membawa lampu senter masing-masing. Hawa dingin pun menerpa kulit mereka sehingga bulu kuduk mereka pun berdiri. Terlihat sekali mereka mulai ketakutan. Andai mereka bisa kabur mereka akan kabur tanpa mencari Supri di tempat ini.
Mereka pun terus berjalan hingga sampai di tempat yang Juna jelaskan tadi. Mata mereka pun memindai sekitar kebun karet itu. Namun tiba-tiba mata Rizal pun melihat sesuatu.
"Iii-itu Aaa-pa?......"