NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:989k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Nayra Demam

     Nayra demam, tubuhnya menggigil. Ardana yang sempat ia hubungi dan dikirim pesan WA, sampai kini belum ada tanda-tanda pulang.

     Sementara obat di dalam kotak P3K, tidak ada obat penurun panas atau paracetamol sama sekali. "Tidak ada," desahnya sambil menahan rasa panas dingin di sekujur tubuhnya.

     Nayra akhirnya meraih gelas di atas rak, ia menuangkan air hangat untuk diminum. Setelah itu, ia berjalan menaiki tangga dan bermaksud mengistirahatkan tubuhnya di kamar. Selain demam, ia juga merasakan sakit di setiap sendi tubuhnya.

     "Mas Arda benar-benar tega. Dia lebih memilih bersama perempuan itu," keluhnya menangis. Nayra terisak, ia menangis karena Ardana, juga karena sakit yang kini sedang dialaminya.

     Nayra membaringkan tubuhnya perlahan, sebab kalau hanya didudukan saja, demam yang menggigil itu justru semakin menyasar tubuhnya.

     Nayra menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut, untuk menghalau hawa malam yang menusuk, terlebih saat ini ia demam.

     "Mas Arda...Mas...." Nayra mengigau. Mungkin saking demamnya tinggi. Tapi, tidak ada siapa-siapa yang menghiraukan, Nayra benar-benar sendiri.

     Tepat jam tiga dini hari, Ardana pulang ke rumah. Ia pulang dalam keadaan lelah. Semalaman ia berjaga di samping ranjang Tiana. Tiana kembali ngamuk, keadaannya tidak terkontrol, saat Ardana izin pamit. Dia seakan tidak ingin ditinggalkan Ardana.

Bukan hanya itu saja, ketika ngamuk, tangan kiri Tiana yang tidak diinfus, memegangi perut bawahnya serta meremas seperti merasakan sakit yang luar biasa.

     Dering ponsel Ardana kembali berdering, ia masih saja sibuk dengan komunikasi yang entah dengan siapa, padahal saat ini dia sudah berada di rumah.

     "Iya, Bro, semalam Tiana ngamuk lagi. Dia tidak mau aku tinggal," balas Ardana. Sepertinya ia sedang berbicara dengan dokter Arka.

     "Lalu, sekarang siapa yang menjaganya?"

     "Dia sudah sedikit tenang setelah diberi obat penenang oleh perawat. Dan sekarang aku pulang dulu ke rumah, aku mau istirahat dulu. Aku sangat lelah dan ngantuk."

     Ardana mengakhiri sambungan telpon bersama dokter Arka. Langkah kakinya kini menuju kamarnya di atas, yang harus ia lalui melalui tangga.

     Pintu kamar terbuka, cahaya remang-remang menyinari ruangan itu. Desah napas yang tidak beraturan terdengar di sana, tepatnya di atas ranjang.

     Ardana mendekat, keningnya sedikit naik ke atas, merasa ada sesuatu yang tidak biasa dari suara napas Nayra.

     Gerakan Ardana sangat pelan dan hati-hati, ia tidak mau menimbulkan suara yang bisa mengganggu tidur istrinya.

     "Mas Arda...Mas...."

     Ardana terperanjat, tepat saat tubuhnya sudah di bibir ranjang dan wajahnya mendongak untuk melihat wajah Nayra. Suara Nayra membuatnya terkejut.

     Bukan sekedar terkejut biasa, kali ini Ardana merasa curiga, sebab suara Nayra sedikit berbeda.

     "Nayra...." ucapnya heran. Suara napas itu terdengar berat dan semakin tidak beraturan. Ardana lantas meraba punggung Nayra, ia kaget karena punggung Nayra sangat panas.

     "Dia demam, sejak kapan dia demam?" gumamnya timbul rasa khawatir.

     Ardana menjauh dari bibir ranjang, untuk menyalakan lampu utama. Lalu ia kembali ke sisi ranjang, memastikan apa yang sedang Nayra alami dan rasakan.

     "Nayra, kamu sakit?" ujarnya bertanya sembari meraba bahu Nayra dan mengguncangnya pelan. "Nay...kamu sudah minum obat?" tanyanya.

     Tubuh Nayra yang panas perlahan bergerak, ia berusaha mengangkat kepalanya dan mendongak. Melihat ke arah suara.

     Nayra belum benar-benar bisa melihat dengan jelas, sebab cahaya lampu utama itu membuatnya silau dan memaksa tangannya untuk mengucek sejenak.

     Nayra langsung meringis ketika melihat wajah Ardana, yang tadi malam ia nantikan kehadirannya untuk membelikannya obat demam. Kini, entah jam berapa, sosok itu sudah berada di sampingnya di tepi ranjang menatapnya dengan rasa khawatir yang selama ini jarang ia perlihatkan.

     "Hah...hah...." Nayra tidak berkata apa-apa. Napasnya terdengar cepat pendek dan mengeluarkan hawa panas dari dalam. Wajahnya terlihat sangat menyedihkan, jelas sekali ia meringis menahan demam yang mendera.

Nayra kembali pada posisi semula. Sosok Ardana yang semalam ia nantikan tidak lagi ia harapkan sekarang, kini justru sangat menyakitkan.

     Ardana terlihat panik, ia melihat ke atas meja kecil di samping ranjang, tidak ia dapati gelas minum atau sebutir obat pun. Ardana menduga kalau Nayra belum minum obat.

     "Nayra, kamu demam. Kamu belum minum obat, kan? Bangkitlah, biar aku bantu. Aku akan cari obat di kotak P3K. Tunggu sebentar," ujarnya memperlihatkan kepanikan yang entah tulus atau tidak.

     Nayra berusaha menahan tubuhnya agar tidak diangkat Ardana, namun tenaga Ardana sangat kuat. Dan kini tubuhnya sudah terduduk di atas ranjang, dengan punggung bersandar di kepala ranjang. Ardana mengatur dan mengganjal punggung Nayra dengan bantal, sehingga posisi duduknya terlihat enak.

     "Tunggu sebentar, aku cari obat dulu...."

     "Tidak perlu, Mas...." cegah Nayra lirih disertai isak tangis yang keluar begitu saja. Air mata langsung rembes membasahi pipinya.

     Ardana membalikkan badan, lalu mendekat dan berkata, "Kenapa? Kamu sedang demam, aku mau mencari paracetamol."

     "Kalau ada, Nay tidak perlu membiarkan Mas Arda mencari obat itu. Jadi, tidak perlu Mas Arda repot-repot mencari obat itu. Bukankah selama ini Nay selalu mencari apa-apa kebutuhan Nay sendiri di rumah ini, Mas?"

     Ardana menghela napas, sampai bahunya terangkat. Kali ini ia seakan baru menyadari, bahwa selama menikah, Nayra belum pernah meminta bantuannya. Bahkan memasang tabung gas saja belum pernah. Nayra lakukan sendiri.

     "Tapi, kali ini beda. Kamu sedang sakit," ucap Ardana memberikan pengecualian.

     "Tidak usah, Mas. Nay tidak ingin membuat Mas Arda semakin kelelahan setelah mengurus pasien di RS," sindir Nayra dengan suara yang masih lemah, tapi cukup menyita perhatian Ardana.

     "Sudahlah, nggak usah kamu kaitkan dengan pekerjaanku di luar sana. Sekarang kamu sakit, dan kamu butuh bantuanku."

      "Nay, sudah tidak butuh bantuan apapun dari Mas Arda. Pergilah, Mas perhatikan saja pasien Mas itu. Nay, sama sekali tidak penting buat Mas Arda." Nayra langsung bangkit dari ranjang dan bermaksud keluar dari kamar. Ia mengurai selimut, lalu ia hempas dengan kasar. Nayra sudah tidak ingin menerima bantuan apa-apa dari suaminya itu.

     "Mau ke mana?" Tangan kekar Ardana mencoba menahan tubuh Nayra, tapi Nayra bergerak dengan brutal sehingga ia terlepas dari pertahanan Ardana.

     Nayra segera menuju pintu dengan tenaga yang lemah.

     "Nayra, patuhlah, kamu ini sedang sakit. Cobalah mengerti tugas aku, aku saat ini sedang menangani pasien. Kenapa harus kamu jadikan iri? Aku juga khawatir melihatmu sakit seperti ini, Nayra," sentak Ardana sembari menghampiri Nayra dan berhasil menahannya.

     "Lepaskan, Mas. Nay, sudah tidak butuh lagi bantuan atau belas kasih dari Mas Arda. Lebih baik curahkan semua perhatian Mas Arda untuk mantan kekasih Mas Arda. Nayra tidak berarti apa-apa buat Mas Arda," tukas Nayra masih berontak.

     "Kamu...kamu itu sedang mencemburui aku. Aku sungguh khawatir karena kamu sakit."

     "Tidak usah, biarkan Nayra mati saja, Mas. Dan jangan katakan Mas Arda khawatir dengan Nayra, kalau memang benar-benar khawatir, tidak mungkin panggilan atau pesan WA Nay, tidak Mas hiraukan."

     Ardana terperanjat mendengar ucapan Nayra barusan. Ia sadar, selama di RS ia tidak memeriksa pesan WA. Ia hanya sibuk berkomunikasi dengan dokter Arka semalaman.

     "Kamu menghubungi dan mengirim pesan WA?" Pertanyaan Ardana tanpa balas. Nayra justru berontak dari cengkraman Ardana, ia berhasil membuka pintu dan akan melangkah keluar. Namun tubuhnya tiba-tiba ambruk. Nayra terjatuh karena tubuhnya lemas dan sakit.

     "Nayra...."

NB: Hai pembaca yang baik, duh...jangan dulu pergi ya dari kisah ini. Mungkin kalian gemes karena Nayra yang terlalu lemah, tapi di sinilah saripati (ceileh apaan sih? 😄😄😄) ceritanya. Nayra itu bukan lemah, tapi dia terlalu baik, atau masih baik saja dan menunggu kapan suaminya bakal menganggapnya. Seperti kisah dalam kehidupan nyata, kita butuh diberi kesempatan dan memberi kesempatan. Nah Nayra ini, sepertinya masih memberikan kesempatan untuk Ardana. Siapat tahu Ardana bisa mencintainya?

Ok

Pokoknya lanjutkan, kalian pasti akan menemukan kejutan-kejutan dalam cerita ini. 🙏🙏🙏

1
amilia indriyanti
sudah jadi ladang sawit
Lina Zascia Amandia: Wkwkwk Kakak tahu aja..!
total 1 replies
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
Lina Zascia Amandia: Iya Kak. Pilihan ada di masing2 kita.... 🙏🙏... lanjut ya Kak...
total 1 replies
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!