NovelToon NovelToon
Breeze Of Youth: Aturan Cinta Sang Ketua Kelas

Breeze Of Youth: Aturan Cinta Sang Ketua Kelas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:72
Nilai: 5
Nama Author: Arya Setya

Bagi Lu Feng, cowok pindahan yang hobinya tidur di kelas dan telat masuk sekolah, aturan diciptakan untuk dilanggar. Tapi hari pertamanya di SMA Mingde mengubah segalanya. Ia bertemu dengan Lin Xiao, ketua kelas teladan yang super disiplin, dingin, namun diam-diam memiliki senyum termanis yang pernah Lu Feng lihat. Lin Xiao diberi tugas oleh wali kelas untuk "menjinakkan" Lu Feng agar tidak menjadi siswa bermasalah. Dari interaksi yang dipenuhi adu mulut, hukuman membersihkan papan tulis, hingga berbagi payung di bawah hujan deras, benih-benih cinta pertama mulai tumbuh. Namun, perbedaan sifat, tekanan ujian akhir (GaoKao), dan saingan dari masa lalu menguji apakah cinta masa muda ini bisa bertahan melewati rintangan yang ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asap Rokok, Angka Setengah Miliar, dan Harga Diri Sang Berandal

Kekalahan telak di ruang mediasi tidak membuat Titan Freight mundur. Sebaliknya, hal itu justru memancing sang naga raksasa untuk keluar dari sarangnya.

Dua hari setelah pertemuan sengit Lin Xiao dengan para pengacara itu, sebuah undangan eksklusif mendarat di meja kerja Lu Feng. Bukan undangan resmi perusahaan, melainkan undangan minum teh sore secara privat di sebuah kelab golf elit di pinggiran kota Beijing. Pengirimnya adalah Wei Jian, Presiden Direktur sekaligus pemegang saham mayoritas Titan Freight.

Sore itu, Lu Feng melangkah masuk ke dalam area VIP kelab golf tersebut seorang diri. Ia mengenakan setelan jas tanpa dasi, terlihat santai namun sangat mengintimidasi.

Di sebuah paviliun terbuka yang menghadap langsung ke hamparan padang rumput hijau, seorang pria berusia awal lima puluhan sedang duduk bersandar di kursi rotan mewahnya. Pria itu, Wei Jian, mengenakan pakaian golf berharga fantastis. Di tangannya terselip sebatang cerutu Kuba yang asapnya mengepul tebal ke udara.

Melihat Lu Feng datang, Wei Jian tidak berdiri. Ia hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang merendahkan, dan menunjuk kursi kosong di seberangnya.

"Duduklah, Anak Muda," sapa Wei Jian dengan suara berat dan serak. "Aku sudah memesankan teh Da Hong Pao terbaik untukmu."

Lu Feng menarik kursi dan duduk dengan tenang. Ia sama sekali tidak menyentuh cangkir teh di depannya. Matanya yang sayu menatap lurus ke arah sang taipan logistik.

"Saya tidak punya banyak waktu, Presiden Wei. Kepala Legal saya sedang menunggu saya untuk makan malam," ucap Lu Feng langsung pada intinya, suaranya sedatar es.

Wei Jian tertawa pelan, menghembuskan asap cerutu ke udara. "Ah, ya. Pengacara muda yang sangat galak itu. Kudengar dia mempermalukan tiga pengacara seniorku hingga mereka tidak berani kembali ke kantor. Kau punya anjing penjaga yang sangat bagus, Lu Feng."

Rahang Lu Feng mengeras, namun ia berhasil menahan emosinya. Dulu, jika ada yang menyebut Lin Xiao dengan sebutan serendah itu, Lu Feng pasti sudah mematahkan hidung orang tersebut. Tapi hari ini, ia adalah CEO. Ia tahu Wei Jian sengaja memancing emosinya.

"Dia bukan anjing penjaga. Dia adalah alasan mengapa perusahaan saya tidak bisa disentuh oleh trik murahan perusahaan Anda," balas Lu Feng tajam.

Wei Jian menatap Lu Feng dengan pandangan menilai. "Kudengar asal-usulmu dari Jiangcheng. Mantan murid berandal yang masuk universitas karena beruntung, lalu mendirikan bisnis dari modal dengkul. Sangat inspiratif untuk majalah remaja. Tapi ini dunia nyata, Anak Muda."

Wei Jian mencondongkan tubuhnya, mengambil sebuah map tipis dari meja, dan menggesernya ke hadapan Lu Feng.

"Aku orang bisnis, dan aku tidak suka membuang waktu di pengadilan seperti ancaman pacar kecilmu itu," ucap Wei Jian dingin. "Di dalam situ ada draf akuisisi. Titan Freight bersedia membeli seratus persen saham Campus Relay senilai lima ratus juta yuan. Tunai."

Angka itu menggantung di udara, berat dan luar biasa masif. Lima ratus juta yuan. Uang yang bisa membuat pemuda jalanan mana pun sujud syukur dan hidup berfoya-foya tujuh turunan.

"Ambil uang itu, Lu Feng," bujuk Wei Jian dengan senyum arogan. "Beli "mansion" mewah, nikahi pacar pengacaramu itu, dan hiduplah tenang. Kalian tidak berasal dari kelas sosial kami. Jangan memaksakan diri bertarung di arena yang akan menelan kalian hidup-hidup. Ambil uangnya, dan serahkan kuncinya padaku hari ini."

Lu Feng menatap map di depannya. Lima ratus juta yuan.

Hening melingkupi paviliun itu selama beberapa detik. Hanya terdengar suara angin yang meniup dedaunan.

Lalu, Lu Feng perlahan menyandarkan punggungnya ke kursi. Bukannya gemetar atau berterima kasih, pria muda itu justru tertawa. Tawa yang sangat renyah, santai, dan dipenuhi oleh keangkuhan seorang raja jalanan yang sesungguhnya.

Wei Jian mengerutkan keningnya, merasa diremehkan. "Apa yang lucu?"

Lu Feng menghentikan tawanya. Ia menatap Wei Jian, dan kali ini, kilat mata berandal yang selama ini ia sembunyikan di balik setelan jas mahalnya keluar sepenuhnya. Sorot mata predator yang tidak kenal takut.

"Lima ratus juta yuan?" Lu Feng mendecih pelan. Ia mengangkat tangannya, lalu mendorong map itu kembali ke arah Wei Jian hingga map tersebut nyaris jatuh dari ujung meja.

"Uang segitu bahkan nggak cukup buat bayar biaya konsultasi Kepala Legal gue, Presiden Wei," ucap Lu Feng dengan nada bariton yang sangat mematikan.

Wajah Wei Jian memerah. "Kau sombong sekali, Anak Muda! Kau menolak setengah miliar yuan?! Jika kau menolak ini, aku akan memastikan Campus Relay hancur dalam hitungan bulan! Aku akan membakar uang lebih banyak dari ini hanya untuk menutup semua akses logistikmu di seluruh daratan Tiongkok!"

Lu Feng perlahan bangkit berdiri. Ia merapikan jasnya, menatap Wei Jian dari atas ke bawah seolah pria tua itu hanyalah debu di sepatunya.

"Lakukan saja," tantang Lu Feng tanpa ragu sedikit pun. "Bakar uang lo. Pake semua koneksi kotor lo. Tapi gue kasih tau satu hal, Presiden Wei. Gue tumbuh di jalanan Jiangcheng. Gue biasa lapar, gue biasa berdarah, dan gue biasa dipandang rendah. Lo pikir gertakan lo bisa bikin gue takut?"

Lu Feng mencondongkan tubuhnya ke depan, menumpukan kedua tangannya di atas meja, mendekatkan wajahnya ke arah Wei Jian yang kini mulai terlihat terintimidasi.

"Campus Relay bukan cuma sekadar perusahaan. Itu adalah rumah buat ribuan mahasiswa yang mau kerja keras," bisik Lu Feng dengan intensitas yang mengerikan. "Dan yang paling penting... perusahaan ini adalah janji gue buat wanita yang selalu ngelindungin gue. Gue nggak akan pernah jual masa depan gue ke bajingan kayak lo."

Lu Feng menegakkan tubuhnya kembali. Ia berbalik, bersiap meninggalkan paviliun itu. Namun sebelum melangkah pergi, ia menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya.

"Oh ya, satu lagi," ucap Lu Feng santai, senyum miringnya terukir sempurna. "Simpan cerutu lo. Baunya bikin gue mual. Pacar gue lebih suka kalau gue wangi sabun mandi."

Lu Feng berjalan pergi dengan langkah tegap, meninggalkan sang taipan raksasa yang gemetar menahan amarah dan penghinaan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

***

Satu jam kemudian, pintu "penthouse" di lantai 45 terbuka.

Lu Feng melangkah masuk dan langsung mencium aroma masakan rumahan. Di dapur, Lin Xiao sedang menata piring di atas meja "island". Wanita itu sudah mengganti baju kantornya dengan piyama kebesaran milik Lu Feng, membuat ujung lengannya harus digulung beberapa kali.

Melihat Lu Feng pulang, Lin Xiao menghentikan kegiatannya. Matanya memindai wajah dan tubuh Lu Feng, memastikan tidak ada luka fisik atau memar baru. Setelah yakin Lu Feng utuh, barulah ia menghela napas lega.

"Bagaimana pertemuannya?" tanya Lin Xiao, menuangkan segelas air putih dan menyodorkannya pada Lu Feng.

Lu Feng menerima gelas itu, meneguknya habis, lalu meletakkannya di meja. Ia berjalan mendekat, melingkarkan kedua lengannya di pinggang Lin Xiao, dan menarik wanita itu merapat padanya.

"Dia nawarin lima ratus juta yuan buat ngakuisisi Campus Relay," jawab Lu Feng jujur, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Lin Xiao.

Tubuh Lin Xiao sedikit menegang. Itu adalah angka yang gila. "Lalu? Apa yang kamu katakan padanya?"

"Gue tolak," Lu Feng mengecup leher Lin Xiao pelan. "Gue bilang duit segitu nggak cukup buat bayar gaji lo."

Lin Xiao mendengus pelan, memukul bahu Lu Feng tanpa tenaga. "Kamu ini... itu angka yang luar biasa besar, Lu Feng. Titan Freight tidak akan tinggal diam setelah penolakan ini. Mereka akan meluncurkan serangan yang jauh lebih brutal. Kita bisa saja kehilangan segalanya."

Lu Feng mengangkat wajahnya, menatap lurus ke dalam sepasang mata cokelat Lin Xiao. Tidak ada keraguan di sana, yang ada hanyalah keyakinan mutlak.

"Gue rela balik kere, gue rela balik jadi mekanik bengkel atau kurir asalkan gue nggak jual harga diri gue di depan orang yang udah ngerendahin lo," ucap Lu Feng sangat serius.

Lin Xiao terdiam. Hatinya bergetar hebat. Pria ini... pria yang berani membuang setengah miliar yuan tanpa berkedip hanya demi melindungi kehormatan mereka berdua.

Lin Xiao perlahan mengangkat tangannya, mengalungkannya di leher Lu Feng. Senyum penuh kebanggaan terukir di bibirnya yang kemerahan.

"Kalau begitu, mari kita bersiap untuk perang yang sesungguhnya," bisik Lin Xiao tegas. "Besok pagi, aku akan menghubungi konsultan keuangan dari Alpha Ventures. Jika Titan Freight ingin membakar uang untuk menghancurkan kita... kita akan membalasnya dengan melantai di bursa saham."

Mata Lu Feng membelalak kaget. "Maksud lo... IPO?"

"Ya. "Initial Public Offering"," jawab Lin Xiao mantap. "Kita akan go public. Kita akan mengambil dana langsung dari masyarakat dan pasar global. Begitu kita terdaftar di bursa, Titan Freight tidak akan bisa lagi menggunakan trik monopoli murahan untuk mencekik kita. Mereka harus bertarung secara terbuka."

Lu Feng menatap kekasihnya dengan rasa takjub yang tak terbendung. Ide itu sangat gila, sangat berisiko, namun juga sangat brilian. Itu adalah satu-satunya cara untuk mengubah ikan kecil menjadi naga yang tak tersentuh.

Lu Feng tertawa pelan, tawanya penuh dengan adrenalin. Ia membungkuk, meraup bibir Lin Xiao dalam ciuman yang dalam dan penuh gairah. Ciuman yang menyegel kesepakatan bahwa mulai detik ini, mereka tidak akan mundur satu langkah pun.

"Lo bener-bener gila, Yang," bisik Lu Feng di sela ciumannya, menggendong Lin Xiao dan mendudukkannya di atas meja marmer dapur. "Dan gue makin tergila-gila sama lo."

Lin Xiao membalas ciuman itu dengan tangan yang meremas rambut Lu Feng. Malam ini, di bawah gemerlap lampu kota Beijing, mereka berdua merencanakan serangan balik yang akan mengguncang seluruh pasar ekonomi Tiongkok. Mereka bukan lagi sepasang remaja yang ketakutan, mereka adalah raja dan ratu yang siap mempertahankan takhta mereka hingga titik darah penghabisan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!