NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19_ London

" murung amat muka Lo, kenapa?" tanya Kevin.

Saat ini mereka sedang berada di bar langganan mereka. Tempat mereka nongkrong selain cafe.

" capek gw, sewa LC yok?" ajak Alaska

Kevin tertawa meledek. Dulu saat Kevin mengajak Alaska untuk main wanita dia selalu menolak dengan berkata " gw nggak mau jodoh gw dapat bekasan wanita lain" dan sekarang? Kevin malah mengajak nya?

" Lo berubah pikiran? Nggak jadi jaga diri demi jodoh Lo?" ledek kevin.

Alaska berdecak kesal lalu meneguk bir miliknya. Mendapatkan fakta bahwa selama ini cinta nya hanya bertemu sebelah tangan membuat dia kecewa dan hilang arah.

" keknya hidup emang harus kek Lo vin, nggak perlu terlalu setia " ujar Alaska

Kevin menegakkan posisi duduknya lalu menatap serius pada sahabatnya itu. Dia tahu apa maksud Alaska, tapi dia tidak mau sahabatnya akan jadi sepertinya dan nanti akan menyesal seumur hidupnya.

" come on bro, apa yang terjadi? cerita sama gw" ujar Kevin.

Hening.... tidak ada jawaban dari Alaska. Hanya terdengar suara dentuman musik DJ yang memenuhi ruangan tersebut.

Lagi, Alaska meneguk bir miliknya. tidak biasanya Kevin minum terlalu banyak, biasanya dia hanya minum satu gelas saja.

" gw di tolak, dia nggak pernah cinta sama gw. Selama ini gw yang kegeeran mengira kalau dia juga cinta sama gw" ujar Alaska menceritakan hal yang membuat dia hancur seperti ini.

oke! Kevin paham. mendapatkan fakta yang menyedihkan seperti itu memang sangat menyakitkan. apa lagi Alaska pernah bercerita kalau dia sudah memperjuangkan Haruna selama 5 tahun.

Selama 5 tahun, dia hanya mendapatkan penolakan. Sangat tidak adil bukan?

" gw sedikit paham, apa lagi gw juga udah lihat berita yang viral itu. Dia punya hubungan sama kai kan?" ujar Kevin

Alaska menganggukkan pelan lalu kembali meneguk bir nya hingga habis. terhitung sudah habis 3 gelas. Pastinya Alaska sudah agak mabuk.

" Lo kebanyakan minum, nggak niat masuk kerja besok? " tanya Kevin

" nggak, nggak ada jadwal penting" jawab Alaska " vin, Lo pengen nikah lagi nggak?" tanya Alaska yang kesadaran nya sudah agak berkurang.

" nggak, gw pengen ketemu Rania. Gw mau memperbaiki semuanya" ujar Kevin serius.

Di umurnya yang sudah 30 dan berstatus duda tanpa anak. Kevin sama sekali tidak berniat untuk menikah lagi. meskipun banyak wanita yang ingin menikah dengan nya karena harta, tapi dia tetap tidak tertarik.

" tapi Rania sudah meninggal" ujar Alaska

" dia masih hidup, gw udah pernah ketemu sama dia"

" Haruna?" tanya Alaska

Kevin menggeleng, memang bukan Haruna.. Meskipun wajah keduanya mirip tapi aura kedua nya berbeda jauh " gizel" jawab Kevin.

Deg!

Alaska terkejut mendengar nama gizel di sebutkan. Tanpa sadar dia menegaskan duduk nya menatap serius Kevin. apa Kevin susah tahu semuanya?

" Lo yakin?" tanya Alaska

" 100% " jawab Kevin tanpa ragu sedikitpun.

" tapi Lo tahu, Rania sudah meninggal. Itu mustahil terjadi" ujar Alaska lagi.

sebenarnya Alaska ingin berkata jujur, tapi dia tidak mungkin melakukan nya karena ini perjanjian mereka. Dan jika semuanya ketahuan, dia yakin. Kevin akan membencinya.

" Lo pernah nonton Drama yang menceritakan tentang inkarnasi? Tidak menutupi kemungkinan jika gizel itu adalah inkarnasi dari Rania" ujar Kevin.

Apapun itu, Kevin akan percaya asalkan tentang Rania yang masih hidup. Mau itu inkarnasi atau lahir kembali sekaligus. Meskipun terdengar mustahil tapi sekarang dia percaya.

" terserah Lo, tapi gw saranin jangan melewati batas Lo. Karena gizel belum tentu Rania" ujar Alaska.

" itu pasti" jawab Kevin " tapi gw nggak akan nyerah gitu aja"

Gizel baru saja tiba di London setelah menghabiskan waktu selama 18 jam di pesawat. Begitu tiba di sana dia langsung naik taxi menuju rumah sakit yang sudah di Sherlock oleh baby sitter nya.

" nyonya " ujar wanita yang terlihat lebih tua dari gizel.

" dimana putra ku?" tanya gizel panik dan khawatir.

" den alendra ada di dalam nyonya, sedang beristirahat" ujar Hana

Gizel segera masuk ke ruangan rawat alendra. Begitu masuk dia langsung dapat melihat putra nya yang sedang tertidur di atas ranjang rumah sakit.

" sayang, maafkan mommy" ujar gizel dengan suara bergetar dan perasaan penuh rasa bersalah karena sudah mengabaikan putranya.

air mata gizel menetes begitu saja saat melihat wajah pucat alendra dan juga sebelah tangan alendra yang terpasang infus. Bahkan putranya terlihat lebih kurus dari yang di foto.

" mommy benar benar minta maaf" bisik gizel lalu mencium kening putranya selama beberapa detik.

" mommy " panggil alendra yang terbangun karena merasa terganggu dengan sentuhan hangat gizel " mommy pulang? " tanya alendra lirih dan lemah.

gizel mengangguk pelan lalu tersenyum getir dengan air mata yang terus menetes dari matanya " maafkan mommy ya?" ujar gizel lalu memeluk alendra.

" mommy jangan pergi lagi, alendra mau sama mommy" ujar alendra

hati gizel berdenyut nyeri, dadanya terasa sesak mendengar permintaan putranya. entah apa yang dia pikirkan dulu hingga dia tega meninggalkan putra nya sejauh ini.

gizel mencium seluruh wajah imut alendra, menuangkan kasih sayang dan kehangatan yang sudah lama tidak alendra rasakan.

" i Miss you mom" ujar alendra lagi

" i Miss you too baby" balas Gizel.

Alendra tersebut lemah, bibirnya pucat dan matanya terlihat lemah. Kulit nya terasa panas begitupun dengan hembusan nafasnya.

gizel benar benar merasa bersalah. Tidak seharusnya dia meninggalkan Putranya yang masih kecil seperti ini.

" den alendra belum makan nyonya, den alendra mogok makan semenjak nyonya pulang ke Indonesia" ujar Hana

Pantas saja putranya sakit, jarang makan rupanya. Mungkin karena jarang makan dan juga merindukan nya makanya jadi demam.

" mau makan sekarang? mommy suapin" ujar gizel.

Alendra mengangguk lemah. Gizel tersenyum senang lalu mengusap lembut kepala putranya " Hana, ambilkan makanan untuk alendra" ujar Gizel

" baik nyonya"

Hana segera pergi. lalu tidak lama setelah itu dia kembali lagi membawa piring rumah sakit yang berisi makanan sehat untuk alendra.

" anak mommy harus makan banyak biar tumbuh sehat" ujar gizel sambil menyuapi alendra.

"alendra akan makan dengan lahap Jika mommy yang suapin " jawab alendra.

" oke, mulai sekarang dan seterusnya mommy akan selalu menyuapi alendra" ujar gizel.

alendra tersenyum senang. Dia memakan makanan nya dengan lahap. Gizel terus menyuapi nya hingga habis tak tersisa. lalu setelah itu dia memberikan alendra obat.

" Sekarang tidur ya?" ujar gizel

Alendra mengeleng, dia menggenggam erat tangan gizel seolah takut gizel pergi.

" alendra nggak mau tidur, nanti mommy pergi" ujar alendra

" mommy disini menemani mu, mommy tidak akan pergi" ujar gizel

" mommy bohong, waktu itu mommy juga bilang gitu" ujar alendra.

Dulu gizel sudah berjanji tidak akan pergi. tapi setelah alendra tidur dan bangun di pagi harinya gizel sudah tidak ada lagi.

" kali ini mommy tidak akan bohong lagi" ujar gizel menyakinkan putranya.

" baiklah, alendra akan tidur" ujar alendra tidak lagi berdebat Karna dia sudah mengantuk efek dari obat.

" pintar anak mommy " puji gizel lalu menidurkan alendra dengan mengusap lembut kepala nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!