NovelToon NovelToon
My Ex Brother In Law

My Ex Brother In Law

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Beda Usia
Popularitas:892
Nilai: 5
Nama Author: MeNickname

Rasa yang tidak seharusnya ada itu kian tumbuh pada Carol, dari sebuah kekaguman berubah menjadi cinta. Carol mengubur semua itu dalam-dalam karena cinta itu tidak akan pernah bisa dia gapai. Sampai suatu hari dimana ternyata semesta seperti memberinya sebuah kesempatan. Dan Carol tidak mau menyia-nyiakannya, dia berjuang mendapatkan sesuatu yang sebelumnya terasa sangat mustahil itu. Dia mengambilnya meski harus menghadapi banyaknya sudut pandang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Keesokan harinya..

Carol tersenyum lebar, akhirnya hari yang ia tunggu-tunggu datang. Andrew akan menjemputnya dan membawanya ke London.

Saat membuka tirai kamar, dia bisa melihat dari atas jika mobil pria itu sudah terparkir di depan rumahnya. Senyumnya semakin mengembang kala itu.

Dia kemudian masuk ke kamar mandi diiringi dengan nyanyian kecil. Hanya butuh waktu sekitar lima belas menit saja Carol sudah selesai dengan acara mandinya, dia keluar masih dengan handuk kimono yang melingkar di tubuh dan handuk khusus kepala yang menutupi rambut.

Dia membuka lemari dimana terdapat sepasang baju yang sudah dia siapkan sejak semalam. Sebuah atasan tanpa lengan yang dipadu padankan dengan rok jeans yang tidak terlalu mini namun diatas lutut, khas anak muda.

"Oh cutiee!" ucapnya pada diri sendiri.

Setelah itu Carol langsung duduk di depan meja rias. Dia langsung mengambil pengering rambut dan menyalakannya. Tidak lupa setelahnya Carol juga menyatok rambutnya ala-ala curly. Untuk make up dia hanya memolesnya tipis-tipis. Dia ini memang bukan tipe gadis yang suka make up.

Untuk lebih menunjang penampilannya, Carol mengambil sebuah sneakers dengan warna yang senada dengan bajunya. Terakhir dia menyemprot parfum.

"Perfect girl! Lets go!" ucapnya bersemangat.

Gadis itu turun ke lantai bawah dan menemui Andrew yang ternyata sedang mengobrol di meja makan bersama Helena dan Calie.

"Morning Mam!" sapanya.

"Morning! Mama kira kamu belum bangun loh."

"Enggak ya Ma. Aku inget kok kalau hari ini aku mau pergi."

Sementara itu Andrew hanya diam sambil memperhatikan penampilan Carol dari atas sampai ke bawah. Gadis kecil itu memang sudah dewasa.

"Ya sudah, ayo duduk kita makan dulu. Kasihan Andrew dia sudah menunggu sedari tadi."

Setelah acara makan selesai Carol langsung mengajak Andrew untuk berangkat saat itu juga.

Sesuai dengan yang Carol minta sebelumnya dia ingin Andrew sendiri yang menjemputnya, bukan sopir. Jadi Andrew sendiri lah yang menggeret koper Carol dan memasukannya ke dalam bagasi. Setelah semua barang masuk barulah dia dan Carol berpamitan.

Sebagai seorang pria yang jantan, Andrew membukakan pintu mobil untuk Carol yang mana hal tersebut malah membuat Carol genit dibuatnya. Sebelum masuk gadis itu mengedipkan sebelah matanya menggoda, Andrew langsung menatap ke arah lain sambil menutup pintunya kembali.

"Kami pamit Nyonya."

"Baiklah, hati-hati!"

Andrew mengangguk kecil, dia kemudian berbalik dan masuk ke dalam mobil tak lupa sebelum mobilnya dinyalakan dia memasang seatbelt lebih dulu.

"Pasang seatbeltnya, Carl." pinta Andrew.

Carol menoleh sedikit kemudian berbalik sambil menarik tali seatbelt bagiannya namun entah benda itu tiba-tiba tidak bisa ditarik.

Melihat Carol yang kesulitan, Andrew langsung membantu dia membuka kembali seatbeltnya yang sudah terpasang kemudian mencondongkan badannya ke arah Carol namun disaat yang bersamaan Carol pun berbalik untuk meminta pertolongan dan..

deg.

Hidung mancung keduanya bertemu, Carol dan Andrew sama-sama terdiam di posisinya, sangat intens.

Matanya saling pandang, suara nafas yang begitu berat terdengar diantara kesunyian. Tidak ada yang bergerak satu pun sampai suara ketukan dari luar mobil menyadarkannya.

tok tok tok

"Carol, Andrew. What happen?" suara Calie dari luar.

"Oh, sh!t!" Andrew menggerutu. Untung saja kaca mobil ini tidak tembus pandang dari luar. Jadi Calie tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam.

Pria itu langsung menarik seatbeltnya tanpa kesulitan sama sekali kemudian memasangkannya untuk Carol. Kemudian dia juga memasang bagiannya dan membuka jendela.

"Notthing, tadi seatbeltnya sedikit macet."

"Oh, aku pikir kenapa." sahut Calie.

Nafas Andrew berubah memburu, dia melirik Carol yang terlihat biasa saja di kursi samping.

"Oke, kita berangkat sekarang."

Mobil Andrew pun bergerak dan Carol tampak melambaikan tangannya dari dalam mobil. Drama perpisahan itu akhirnya selesai dan kali ini hanya ada Carol dan Andrew.

"Jadi, kau sengaja?"

"Sengaja apanya?" tanya Carol pura-pura bingung.

"Sudahlah, lupakan!"

Gadis itu mengendikan bahu, meski sebenarnya di dalam hatinya dia merasa sangat bahagia. Mereka sedekat itu tadi, demi apapun rasanya dia ingin jungkir balik sekarang.

...----------------...

Perjalanan yang cukup panjang, jarak dari Kota Leeds menuju London akan memakan waktu hampir empat jam lamanya. Sementara mereka baru saja berkendara selama satu jam dan pada sepanjang perjalanan Andrew melihat Carol menguap beberapa kali.

"Tidurlah, perjalanan kita masih panjang." ucap Andrew.

Tanpa menjawab apapun Carol akhirnya menutup kedua matanya, karena dia memang sangat ngantuk.

Semalam dia sulit tidur karena tidak tenang khawatir tiba-tiba Andrew mengingkari janjinya sedangkan tadi pagi dia harus bangun pagi-pagi sekali karena tidak mau membuat Andrew menunggu tapi tetap saja, seniat apapun dia malah Andrew yang datang lebih dulu.

Andrew berkendara sambil sesekali mencuri pandang pada Carol yang terlelap tidur. Terlihat begitu menggemaskan.

"Aku harap kau tidak merubah apapun, Carl."

Pria itu kembali fokus ke jalanan, sampai tidak terasa mobil yang mereka tumpangi akhirnya mulai memasuki kawasan London. Andrew memutuskan untuk menepi sebentar saat melihat sebuah restoran, dia akan mengajak Carol makan sebelum dia antar ke apartemen.

Meskipun tidak tega melihat Carol yang tertidur begitu pulas, Andrew tetap membangunkannya. Dia tidak mau anak orang kelaparan saat bersamanya.

1
MamDeyh
Duda gk zelaaas
MamDeyh
Ribet bgt sih.. Tinggalin aja. Ngapain jg jd merendahkan diri buat cowok.😒
Ruwi Yah
menarik alur ceritanya semangat updatenya kak
Ruwi Yah
sebagai atasan kamu harus tegas ndrew jangan sampai sikapmu disalah artikan oleh sekretaris seksimu
Ruwi Yah
sekali kali jual mahal dikit Carl
MamDeyh
Km jd kelihatan murahan dg begitu.. Kalo mau membuktikan dia apakah ada perasaan dg pergi menjauh. Bukan kek wanita ...😒
Ruwi Yah
masih nyimak alur ceritanya
Ruwi Yah
lanjut
Ruwi Yah
Terima kasih upnya kak
MamDeyh
Lanjuut
Ruwi Yah
mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!