NovelToon NovelToon
Mr. Sinclair Bride

Mr. Sinclair Bride

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Action
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Muse_Cha

Chester, Kapten tim khusus Angkatan Darat yang dingin dan tak tersentuh, terpaksa melangkah ke altar memungut kekacauan yang ditinggalkan Haikal.

Ia membenci situasi ini, membenci kelakuan kakaknya, dan kini terjebak mengikat janji suci dengan wanita yang tak pernah ia inginkan.

Di antara dendam, luka yang belum sembuh, dan kebohongan besar di hadapan publik—mampukah pernikahan paksa ini bertahan saat Haikal kembali menagih apa yang seharusnya menjadi miliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muse_Cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Distraksi Nyonya Sinclair (2)

Chester memutari bagian depan SUV dengan langkah lebar dan langsung mendudukkan dirinya kembali di kursi pengemudi. Ia menarik sabuk pengamannya, memasangnya dengan bunyi klik yang tegas, lalu bersiap memindahkan tuas transmisi.

Namun, sebelum mobil sempat bergulir keluar dari pekarangan rumah dinas, pandangan perifer Chester menangkap sesuatu yang melanggar protokol keselamatan paling mendasar.

Ayyana duduk tenang di sampingnya. Tangannya terlipat rapi di pangkuan, matanya menatap lurus ke depan seolah tak ada yang salah—sama sekali belum menyentuh sabuk pengaman di samping kirinya.

Chester menahan napas sejenak. Rahangnya mengetat. Pria itu menoleh penuh, menatap Ayyana dengan binar mata cokelat gelap yang memancarkan kejengkelan kaku khas seorang perwira militer.

"Sabuk pengaman, Ayyana," tegurnya tegas, suara basnya terdengar dalam dan penuh penekanan.

Ayyana tidak segera meraih sabuknya. Ia justru menoleh perlahan, menatap Chester dengan mimik wajah yang sangat polos—ekspresi tak berdosa yang jelas-jelas sengaja dibuat untuk memancing sang Kapten.

"Penguncinya terlalu keras, Kapten. Macet," bohong Ayyana santai, tanpa ada sedikit pun usaha untuk mencoba menarik sabuk tersebut.

Chester tahu persis bahwa mekanisme sabuk pengaman di SUV militer ini dalam kondisi seratus persen sempurna.

Zack sendiri yang melakukan inspeksi rutin kendaraan dua hari lalu. Ini bukan soal peralatan yang rusak; ini adalah provokasi terang-terangan dari Ayyana untuk meruntuhkan jarak yang sudah susah payah dibangunya.

"Ayyana, jangan mulai—"

"Aku tidak bisa memasangnya sendiri," potong Ayyana halus, suaranya tenang namun memotong kalimat Chester tanpa ragu. Ia menatap Chester tepat di manik matanya, menantang pria kaku itu untuk mengambil tindakan.

Ruang kabin SUV yang tertutup rapat itu mendadak terasa begitu sempit dan minim udara.

Chester menghembuskan napas berat lewat hidung. Membuka sabuk pengamannya sendiri kembali, ia memutar tubuh tegapnya ke arah Ayyana. Jarak di antara mereka terkikis drastis dalam hitungan detik.

Chester membungkuk melintasi dada Ayyana untuk meraih kepala sabuk pengaman di sisi kiri wanita itu.

Aroma lembut vanilla yang khas dari kulit dan rambut Ayyana mendadak memenuhi indra penciuman Chester, menguasai seluruh kesadarannya.

Hembusan napas Ayyana yang teratur terasa menerpa area leher dan rahang tegas Chester yang berada hanya beberapa inci dari wajahnya.

Jemari tebal Chester yang memegang sabuk pengaman sempat membeku sejenak di dekat pinggang Ayyana.

Jakunnya naik turun saat ia menahan gejolak dalam dadanya, berusaha keras menjaga agar tangannya tidak bergetar atau secara tidak sengaja menyentuh lekuk tubuh wanita di bawahnya.

Ayyana tidak bergerak sama sekali, hanya memperhatikan setiap inci profil wajah Chester dari jarak yang begitu dekat—menikmati bagaimana sang diktator pangkalan harus bersusah payah menahan diri hanya karena tugas sederhana ini.

KLIK.

Suara pengunci sabuk pengaman yang menyatu menggema di dalam kabin.

Chester segera menarik tubuhnya kembali ke posisi semula dengan gerakan cepat, seolah-olah baru saja keluar dari area berbahaya.

Ia menarik sabuk pengamannya sendiri, memasangnya kembali, dan memegang kemudi dengan cengkeraman yang sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Lain kali, pakai sendiri," bisik Chester rendah tanpa berani menoleh lagi ke samping. Suaranya serak, sarat akan ketegangan yang tertahan.

Ayyana menyunggingkan senyum tipis yang penuh kemenangan, bersandar nyaman di kursinya saat SUV hitam itu akhirnya melaju membelah jalanan pangkalan.

Perjalanan menuju minimarket pusat pangkalan militer diwarnai keheningan yang sarat akan ketegangan.

Chester memfokuskan pandangannya seratus persen ke jalanan aspal, kedua tangannya mencengkeram kemudi begitu kuat hingga otot-otot lengannya yang terbalut kaos hitam ketat tercetak jelas.

Ayyana, di sisi lain, sangat menikmati atmosfer tersebut. Ia bersandar santai sambil menatap pemandangan kompleks perumahan perwira Amerika dan deretan barak di luar jendela.

"Kapten," panggil Ayyana pelan, memecah kesunyian kabin. "Tanganmu tegang sekali. Kita cuma mau beli sabun dan bahan bakar, bukan mau menerobos barikade musuh."

Chester tidak menoleh. Rahangnya tetap mengeras kaku. "Protokol keselamatan tetap nomor satu, Ayyana. Terutama saat membawa kamu di dalam mobil ini."

"Protokol keselamatan, atau kamu yang ketakutan duduk terlalu dekat dengan istri mu?" goda Ayyana halus, sengaja memancing pertahanan pria itu lebih jauh.

Mobil SUV hitam itu mendadak berhenti sedikit lebih menghentak saat tiba di area parkir minimarket pangkalan.

Chester mematikan mesin, memutar tubuhnya, dan menatap Ayyana lurus-lurus. Binar matanya cokelat gelapnya begitu pekat, memancarkan kombinasi antara disiplin ketat dan pergolakan batin yang hampir meledak.

"Saya tidak pernah takut pada apa pun di medan perang, Nyonya Sinclair," suara bas Chester terdengar sangat rendah dan berbahaya, merayap kaku di antara mereka. "Tapi saya tahu kapan harus menjaga jarak dari sesuatu yang bisa menghancurkan fokus saya."

Ayyana tidak gentar sedikit pun. Ia justru melepas sabuk pengamannya dengan sangat mudah—membuktikan bahwa pengunci itu sama sekali tidak macet—lalu memajukan tubuhnya beberapa inci mendekati Chester.

"Kalau begitu, teruslah menjaga jarak, Kapten," bisik Ayyana tepat di hadapan wajah pria itu, menyunggingkan senyum tipis yang penuh pesona. "Kita lihat seberapa kuat benteng yang kamu bangun itu bertahan."

Chester terpaku, menahan napas saat Ayyana membuka pintunya sendiri dan melangkah turun dari mobil dengan anggun, meninggalkannya sendirian di kabin yang mendadak terasa makin panas dan sesak.

Chester menghembuskan napas berat, mencoba menetralkan kembali detak jantungnya sebelum melangkah keluar dari SUV dan menyusul Ayyana masuk ke dalam minimarket pangkalan.

Aroma bersih udara ber-AC dan deretan rak barang langsung menyambut mereka.

Chester segera mengambil satu troli belanjaan besi, mendorongnya dengan satu tangan sementara tangannya yang lain berada kaku di dalam saku celana kargo.

Chaster berjalan di samping Ayyana dengan langkah tertata khas prajurit—menjaga jarak aman seraya mempertahankan pandangan waspada ke sekeliling ruangan.

Namun, strategi menjaga jarak itu runtuh total di lorong kedua.

Saat Ayyana sedang melihat-lihat jajaran produk perawatan kulit di rak, dari arah berlawanan muncul dua orang perwira muda Angkatan Darat yang langsung mengenali keberadaan sang Kapten.

Kedua prajurit itu seketika mengambil sikap sempurna dan memberi hormat tegas.

"Selamat pagi, Kapten Sinclair!" sapa salah satu dari mereka dengan suara lantang.

Chester membalas hormat itu singkat dengan anggukan kepala dan nada dingin khas komandan. "Lanjutkan."

Tepat saat kedua prajurit itu hendak melintas, Ayyana sengaja melangkah mendekat. Tanpa ragu sedikit pun, ia menyelipkan jemarinya dan melingkarkan kedua tangannya dengan anggun pada lengan berotot Chester yang terbalut kaos hitam ketat.

Tubuh Chester mendadak membeku seketika.

Sensasi kehangatan tubuh Ayyana yang menempel rapat di lengannya membuat otot-otot dada Chester mengencang.

Kedua perwira muda itu sempat mencuri pandang ke arah tangan Ayyana yang melingkar erat di lengan Kapten mereka yang terkenal dingin dan diktator, sebelum akhirnya buru-buru berlalu dengan senyum sungkan.

Ayyana menyandarkan kepalanya sedikit ke arah bahu tegap Chester sambil menatap rak shampoo di hadapan mereka, sama sekali tidak berniat melepaskan lingkarannya.

"Ayyana," tegur Chester dengan suara bas yang amat rendah dan kaku, hampir seperti geraman yang ditahan di tenggorokan. Ia mencoba menggeser lengannya sedikit, namun lingkaran tangan Ayyana justru makin rapat. "Lepaskan. Ini tempat umum di dalam pangkalan."

"Kenapa harus dilepas, Kapten?" balas Ayyana santai tanpa menoleh, jemarinya merapikan botol sabun di rak dengan tangan yang bebas. "Mereka perlu tahu bahwa Kapten Sinclair yang ditakuti di lapangan... ternyata membiarkan istrinya menggandengnya saat berbelanja."

Chester menahan napas, menatap lekat ujung kepala Ayyana yang berada tepat di bawah dagunya.

Kehangatan dan aroma vanilla yang menyeruak dari rambut wanita itu mendadak mengunci seluruh pergerakannya.

Sang diktator pangkalan yang biasanya sanggup melumpuhkan musuh dalam hitungan detik, kini hanya bisa pasrah mendorong troli belanjaan dengan satu lengan—sementara lengan lainnya sepenuhnya dikuasai oleh wanita yang diam-diam bertakhta di pikirannya.

1
IceQueen
seruuu
Mei TResna Rahmatika
kok di ulang thor bab nya
Muse_Cha: oiya ya. maaf ya aku jadwalin 2x brati 😭🙏 makasih ya kak udah remind
total 1 replies
YuWie
lhaaa begitu ternyata mbak kendall
IceQueen
mulai muncul nih gangguan2 dedemit/Smug/
karina
guaaaa suka bangetttt cerita nyaa aaaaa baperr bangett 🤣
Muse_Cha: makasihhh ya kak 😍😭
total 1 replies
IceQueen
mulai muncul serangan fajar
Muse_Cha: serangan ayya ini kak 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
porak poranda sudah hati Chester 🤣
Muse_Cha: kalah bom molotov ya😭
total 1 replies
IceQueen
selalu ada aja gebrakan dari ayyana🤣
Muse_Cha: ini dia si kancilll🤭
total 1 replies
YuWie
wah wahhh.... masih kita tunggu action mu yg lebih berani kapt..
Muse_Cha: jabatan doang kapten ya, ama istri sendiri cemen🤭
total 1 replies
YuWie
gagal kapt..hukumanmu ke ayyana
Muse_Cha: kurang beruntung, silahkan coba lagi besok😄
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wkwkw Chester 🤣bikin Ayana hamil Chester biar kalo si pecundang kembali ga bisa ngrebut ayana🤭
Muse_Cha: pelaaaaaaan pelaaaan pak sopiiiiir🤣🤭
total 1 replies
YuWie
walahh..kupikir akan terjadi hal yg iya2... btw rambutbayyana hitam atau coklat kak thor..
Muse_Cha: iya² nya delay ini😶‍🌫️cokelat kak. makasih yaa🙏
total 1 replies
YuWie
nah lho..
YuWie
sik, aku gak salah baca kan..perkawinan ayyana dan cester sdh berapa lama..kenapa ayy tanya ke jacob..kemana haikal menghilang 2th lalu?
YuWie
dasar kanebo..dikasih sinyal2 gak paham..memang harus dijelaskan secara gamblany ayy..biar mudeng tuj si kapten
YuWie
semangat kak..aku aja baru nemu cerita cester dan ayyana kemaren..
YuWie
maniss dikit.. terus ayy..buat suamimu makin salting dan akhirnya bucin akut
YuWie
goda goda aja terus itu suami mu ayy...
YuWie
kapan manis2 nya tho kapten...
YuWie
sdhh terima aja kapt..ayyana kan mmg istrimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!