NovelToon NovelToon
Trauma Ranjang

Trauma Ranjang

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Evita Desniati adalah seorang wanita yang sudah menikah selama 6 tahun lamanya dengan Xander Wiryawan. Kehidupan rumah tangga mereka mendadak hancur saat Evita memergoki Xander tengah bermesraan dengan seorang wanita bernama Viola Sanustika di atas ranjang yang biasa ia dan Xander gunakan! Evita menjadi trauma dengan ranjang hingga seorang pria asing dari Tiongkok bernama Ma Yong Hua muncul dan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siasat Licik

Namun, di balik tembok beton tebal lantai paling atas rumah sakit yang sama—di tempat di mana Viola sama sekali tidak mengetahui keberadaannya—sebuah pertempuran hidup dan mati yang sesungguhnya sedang berlangsung di dalam ruang steril bertekanan positif.

​Di dalam Ruang Operasi Utama (OR), suasana tampak sangat tegang, steril, dan dipenuhi oleh cahaya lampu bedah raksasa yang menyilaukan.

​Di atas meja operasi berbalut kain hijau steril, Ma Yong Hua terbaring tak berdaya di bawah pengaruh obat bius total. Tubuhnya terhubung dengan puluhan kabel sensor monitor, selang ventilator mekanik yang memompa oksigen ke dalam paru-parunya, serta mesin bypass jantung-paru (heart-lung machine) yang mengambil alih fungsi sirkulasi darah sementara.

​Profesor Hendrawan, ahli bedah toraks kardiovaskular paling senior dan terkemuka di Asia Tenggara, berdiri tepat di sisi dada terbuka sang CEO Ma Group. Di tangan sang profesor, organ jantung baru yang didatangkan khusus dari pendonor yang kompatibel seratus persen tampak bersiap untuk diletakkan ke rongga dada Ma Yong Hua.

​"Tim medis, pastikan parameter aliran darah stabil," instruksi Profesor Hendrawan dengan suara tegas, tenang, dan penuh konsentrasi tinggi. "Kita mulai prosedur pelepasan organ jantung lama. Waktu kita sangat terbatas. Laksanakan dengan presisi absolut."

Di balik dinding kaca ruang observasi steril yang menghadap langsung ke ruang operasi, Feng Zhi berdiri tegak dengan mengenakan pakaian pelindung medis lengkap. Sekretaris setia itu melipat kedua tangannya di dada, menatap tajam ke arah meja operasi dengan napas tertahan.

​Meskipun ia tahu risiko operasi transplantasi jantung sangatlah tinggi, Feng Zhi memegang keyakinan mutlak pada ketahanan fisik dan tekad baja majikannya. Di dalam benak Feng Zhi, bayangan seringai kemenangan Viola Sanustika di lantai bawah seolah menjadi lelucon yang menyedihkan. Wanita bodoh itu sama sekali tidak tahu bahwa pria yang baru saja ia caci maki dan doakan mati di rumah sakit ini sedang menjalani proses kelahiran kembali—sebuah kebangkitan sang naga bisnis yang akan menyapu bersih seluruh musuh-musuhnya tanpa ampun.

"Bertahanlah, Tuan Ma..." gumam Feng Zhi dalam hati, menatap lurus ke arah lampu bedah yang menyala terang. "Begitu jantung baru itu berdetak di dalam dadamu... neraka yang sesungguhnya akan segera dimulai bagi Xander dan Viola."

****

Di lantai 32 gedung pencakar langit Wiryawan Corporation, suasana lantai bursa internal bergemuruh dalam kepanikan yang teramat sangat. Layar monitor raksasa yang membentang di dinding utama memancarkan grafik berwarna merah pekat—tanda bahwa bursa saham sedang mengalami guncangan hebat.

​Xander Wiryawan berdiri tegak di depan meja kerjanya yang menghadap langsung ke panorama pencakar langit ibu kota. Mengenakan setelan jas navy dengan dasi yang dilonggarkan, raut wajah Xander memancarkan seringai kemenangan yang begitu angkuh. Di hadapannya, beberapa manajer keuangan dan direktur investasi berdiri membungkuk gugup, melaporkan situasi yang sedang terjadi di pasar modal.

"Tuan Xander! Strategi Anda benar-benar di luar dugaan!" seru Direktur Keuangan Wiryawan Corporation dengan napas terengah-engah, menggenggam tablet digitalnya erat-erat. "Rumor yang sengaja kita embuskan tadi malam mengenai kondisi medis Ma Yong Hua yang dikabarkan kritis dan tidak akan selamat telah memicu kepanikan masif di lantai bursa!"

Xander menyeringai lebar, menyesap kopi hitam dari cangkirnya dengan gaya seorang penguasa sejati. "Bagus. Pasar modal itu dikendalikan oleh ketakutan, bukan logika. Apa yang terjadi dengan saham Ma Group saat ini?"

​"Anjlok drastis, Tuan!" jawab sang direktur dengan nada penuh kekaguman palsu. "Para pemegang saham minoritas panik luar biasa. Mereka berbondong-bondong melepas kepemilikan saham Ma Group di harga murah karena takut perusahaan raksasa itu runtuh sepeninggal Ma Yong Hua. Dan tim kita... sesuai instruksi Anda, sudah memborong seluruh saham yang dilepas itu secara agresif!"

****

Xander tertawa pelan—sebuah tawa penuh ambisi yang membahana di ruang kerja luas tersebut. "Kerja bagus. Terus serap semua saham mereka sampai habis. Kita kendalikan mayoritas suara di dewan direksi Ma Group."

​"Baik, Tuan!"

​Di balik pintu kaca ruang kerja yang terbuka setengah, Viola Sanustika melangkah masuk dengan gaya anggun yang berlebihan. Ia mengenakan gaun sutra ketat berwarna hijau zamrud, membawa tas tangan jenama mewah, dan langsung menghambur mendekati Xander dengan mata berbinar-binar penuh kegilaan.

​"Xander, Sayang! Aku dengar berita dari lantai bursa!" seru Viola histeris penuh kebahagiaan, langsung merangkul leher Xander erat-erat. "Saham Ma Group jatuh bebas! Perusahaan mereka sekarang berada di dalam genggaman tangan kita!"

Xander merangkul pinggang Viola, mengecup singkat pipi wanita itu. "Tentu saja, Viola. Tanpa perlindungan dari si Ma Yong Hua yang sekarat itu, kerajaan bisnis mereka tidak ada apa-apanya. Sebentar lagi, bukan cuma Evita yang jatuh miskin, tapi seluruh aset Ma Group akan menjadi milik Wiryawan Corporation."

​Viola melepaskan pelukannya, lalu mendongakkan kepalanya ke belakang dan melepaskan tawa yang sangat nyaring, tajam, dan mengerikan—sebuah tawa jahat khas tokoh antagonis sinetron yang menggema ke seluruh sudut ruangan.

"Ha-ha-ha-ha-ha! Hebat sekali! Kau memang pria paling cerdas, Xander!" teriak Viola dengan mata melotot penuh kepuasan psikopat. "Ma Yong Hua itu sekarang pasti sedang membusuk di ranjang rumah sakit, tidak berdaya melihat kerajaannya runtuh berkeping-keping! Dia tidak akan pernah bisa bangkit lagi! Kita sudah menang total, Xander! Kita menang!"

*****

Jauh dari hingar-bingar lantai bursa yang penuh manipulasi dan ambisi serakah tersebut, suasana kontras justru tercipta di dalam ruang pemulihan steril lantai paling atas Rumah Sakit Internasional Santa Carolus.

​Ruangan itu dipenuhi oleh peralatan medis canggih yang memancarkan cahaya berkelip pelan. Di atas ranjang rumah sakit berseprai putih, Ma Yong Hua terbaring dengan mata terpejam rapat. Di dadanya, sebuah sayatan bedah tertutup rapi oleh perban steril medis, dan selang-selang infus serta monitor terhubung langsung ke tubuhnya.

Proses operasi transplantasi jantung yang dipimpin oleh Profesor Hendrawan selama belasan jam semalam telah berhasil diselesaikan dengan presisi tingkat tinggi. Jantung baru yang didapatkan dari pendonor yang kompatibel kini berada di dalam rongga dada sang taipan, berjuang menyesuaikan diri dengan sirkulasi darah tubuhnya.

​Di sisi ranjang, Feng Zhi berdiri dengan napas tertahan. Sekretaris setia itu tidak beranjak sedetik pun, menatap cemas ke arah layar monitor ECG yang menampilkan garis gelombang detak jantung.

​Tiba-tiba...

​Beep... beep... beep...

Garis gelombang pada monitor itu bergerak semakin stabil dan teratur. Suara detak jantung yang nyaring dan bertenaga mulai menggema di dalam ruangan sunyi tersebut—sebuah tanda biologis yang membuktikan bahwa organ baru itu telah menerima aliran darah dan berfungsi dengan sempurna.

​Perlahan-lahan, jari-jari tangan Ma Yong Hua bergerak kecil. Kelopak matanya yang tertutup rapat mulai bergetar, lalu terbuka perlahan.

1
Anna Nurjati
Bagus Thor novelnya, makasih saya bener2 semangat bacanya,ampe abis.Berkarya terus dan semangat Thor!
Serena Muna: terima kasih kakak
total 1 replies
Jamayah Tambi
Kata tangan besi tapi kalah dgn viola.Lembik .Dgn perempuan pun kalah berkali-kali
Jamayah Tambi
Bodo semua.Evita kenapa lembik sangat.Kalau dah tau ada musuh,jenapa nak banyak ngomong lagi.Terus terajang jer.Kata cerdas tp lemvik
Jamayah Tambi
Kenapa yg polisi2 yg ramai tu tak boleh menangkap hanya seorang Viola.
Jamayah Tambi
Oerasan sekslibkau viola.Tunggu saja.Kenapa dia tak ditangkap.Nyata sangat undang2 boleh dibeli.Bakar rumah,fitnah siber.
Jamayah Tambi
Tak sabar ni
Jamayah Tambi
kenapa semua orangbpercaya pada AI.Kan beda sangat gambar AI dgn yg ori
Jamayah Tambi
Kenapa tak adavyg membalas.Kenapa undang2 di sama bisa memecat seseorang tanpa bicara di proses undang2 yg benar.
Jamayah Tambi
Jenapa tak bunuh dulu viola tu.
Jamayah Tambi
Iblis betina
Jamayah Tambi
Bujan kau yg dulu buat jalang dhn Viola.Play vitim pulak
Jamayah Tambi
Bagus Yong Ma
Jamayah Tambi
Kita tengok siapa yg kena
Jamayah Tambi
Hah,buat akuvstress baca ni Setan betul Si Viola ni
Jamayah Tambi
NantibJesicca yg akan jadi saksi
Jamayah Tambi
Aku pastikan kau tidak akan mendapat Xvier
Jamayah Tambi
panggil scurity ada gangguan di kelas
Jamayah Tambi
Bagus,jangan sok sedihbsaja.Bangkt Kau bukan wanita biasa.Kau ada kelas.Bukan murahan seperti viola.Rasanya wanita seperti itu mana2 jantan berduit bisa masuk ke lubangnya
Ma Em
Evita balas perbuatan Xander dan jalang nya buat mereka menyesal karena sdh berani bawa selingkuhan ke rumah tempat Evita tinggal .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!