Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Baru
Aku benar-benar kembali ke masa lalu,
di dalam buku cerita yang aku baca kemarin.
Xiu Ren adalah anak Mentri Keuangan yang lugu, dia juga agak bodoh dalam segala pelajaran, hanya anak yang patuh penurut dan mengikuti aturan, paham tata krama istana, hebat menyulam dan melukis.
karena dia satu-satunya putri dari mentri keuangan, dia ikut serta dalam pemilihan tiga calon istri raja, mereka berkompetisi menjadi yang terbaik, hanya Xiu Ren tidak di unggulkan dalam segala hal, ibunya sangat khawatir dengan Xiu Ren.
Kenapa aku bisa ke tempat ini menjadi Xiu Ren, hanya karena terjatuh di Kampus.
"Xiu Ren...anakku..., kenapa kotor sekali" kata Seorang wanita dengan riasan yang merona.
Wanita ini menyentuh wajahku pakaianku, aku yakin ini ibu Xiu Ren.
seorang bapak bertubuh tinggi besar dan gendut berlari dari dalam menyambut, "Xiu Ren ada apa?kau jatuh dimana?" kata Bapak yang pasti ini adalah Ayahku.
"Aku tidak apa-apa" kataku.
"Nyonya tau, lentera Nona Xiu Ren dipilih Tuan Fang, Nona Xiu Ren pemenangnya" kata Dayang May.
"benarkah putriku?" tampak wajah Ibu Xiu Ren senang.
Aku mengangguk masih bingung, mereka mengajakku ke kamar, menyiapkan air mandi, setelah mandi aku makan lalu aku di suruh tidur.
Aku berharap ini hanya mimpi.
Ternyata aku bangun masih di kamar yang sama.
"Xiu Ren, bangun..." kata Ibu Xiu Ren.
"Iya Bu.." kataku.
"Kau harus bersiap-siap ke Istana, cepat mandi dan sarapan biar May menyiapkan peralatanmu ke Istana" kata Ibu Xiu Ren.
"Sekarang?" tanyaku.
"Iyaaaa... kapan lagi, cepat" kata Ibu Xiu Ren.
Apa lagi yang harus kuhadapi, aku harus memainkan peran ini sampai selesai kembali, tidak apa-apa aku menjadi Xiu Ren, kalau menjadi Angelie lee aku sarapan sendiri menyiapkan segalanya sendiri di kamar kost, orang tuaku juga tidak perduli padaku, mereka hanya memikirkan Abangku yang akan menjadi penerus mereka mengurus perusahaan turun temurun.
"Nona, tidak enak badan?" tanya Dayang May.
"Tidak" kataku.
"hari ini nona pasti berhasil, hari ini ujian yang mudah menyulam" kata Dayang May.
"Apa menyulam" kataku terkejut langsung berdiri di bangku.
"Nona, bukankah itu mudah, nona sangat pandai dalam menyulam" kata Dayang May.
Dayang May memasukan peralatan menyulam ke dalam tas.
Aku dibawa dengan tandu ke istana, suasana kota terlihat jelas karena sudah pagi, aku mencubit tanganku, ini benar-benar nyata.
**
Ketiga kandidat Permaisuri Pangeran memberi hormat, untungnya aku berada di urutan paling belakang, cara penghormatan ku perhatikan langkah demi langkah.
Sayangnya saat menghormati Ibu suri kakiku sedikit pegal untuk bangkit berdiri aku hampir jatuh, poinku di kurangi.
dayang may terlihat cemas di samping, tidak masalah toh nantinya Xiu Ren akan menjadi selir terendah.
Aku sudah tau jalan ceritanya.
Hanya Lomba lentera hal itu belum sempat aku baca dalam cerita.
Sainganku adalah Putri Perdana Mentri bernama Ang dia orang yang berpendidikan, gayanya angkuh dia juga selalu sombong hanya saja riwayat Putri Ang kurang baik, dia suka kebebasan sering kabur keluar untuk berpesta dengan teman-teman dan putra bangsawan.
Satunya Putri Mentri Pertanian bernama Nay dia agak introvert, hebat menyanyi dan juga menari, keunggulannya dia memiliki bakat yang sangat banyak dalam mengatur rumah tangga.
Dan aku yang terakhir Xiu Ren bakatku tidak jelas, yang pasti aku hanyalah anak yang patuh dan penurut,selebihnya kugunakan bakat asliku Angelie lee.
Berapa kali jariku tertusuk dan berdarah, sulamanku asal jadi.
Pemenang kali ini adalah Nay urutan petama dan Ang kedua, aku Xiu Ren terakhir.
Sulaman bunga melati bercampur darah.
Dayang May membalut luka di jariku.
"Apa nona gugup? Bukankah nona sudah biasa menyulam" kata Dayang May.
"Kurasa jariku kaku, apa saja menurutmu kelebihanku yang lain dari mereka? " aku bertanya.
Dayang May mengedip-ngedipkan mata berfikir,
"Nona pandai melukis dan Menari" kata Dayang May.
Aku menggeleng kepala, aku pikir aku tidak bisa melakukan itu. Aku tidak bisa melukis, kalaupun itu lukisan aku hanya bisa menulis kaligrafi berbentuk seni, tulisan kuno, aku lebih suka menulis, bermain catur, memanah dan berkuda, sedikit dance.
Kupikir Xiu Ren akan gagal seperti buku cerita.
"Nona kita harus segera masuk, ini yang di tunggu keahlian menari" kata Dayang May.
Aku ikut berlari menuju tempat ujian.
Kalau tidak salah aku melewati Pangeran Fang.
"Sungguh tidak sopan, beri hormat" kata kepala dayang menarikku mundur.
Aku membungkuk menatap nya" Hormat kepada Pangeran" kataku.
Pangeran Fang berlalu dengan angkuhnya.
Hampir saja aku melepas sepatu melemparnya.
Penampilan tarian di mulai dengan tarian tradisional Nay, sungguh indah gerakannya.
Di ikuti tarian Ang yang menarik dengan menggunakan kain berkelak-kelok seperti menggunakan pita.
"Nona Xiu Ren" panggilan kedua kalinya karena aku tidak mendengar panggilan dari Permaisuri Raja, semua yang menonton tertawa.
Pangeran juga tertawa tapi dia menutupi wajahnya dengan cangkir teh nya.
Aku memberi hormat.
Berjalan ke belakang.
Meminjam gitar tradisional, ketika musik di mainkan aku menggerakan tangan berputar. Kakiku kuhentakan cepat seperti gerakan dance. Lalu aku memutar gitar dan memainkan alat musik gitar melantun dengan irama melody naik turun yang indah.
lalu sedikit melakukan balet di akhir gerakan.
Diakhiri tepuk tangan meriah.
Sainganku terheran-heran, tarian gaya baru yang spektakuler.
"Nona Xiu Ren" kau beri apa nama tarianmu tanya Permaisuri Raja.
Dalam hati aku berkata" Tarian angsa terbang" jawabku asal.
Para gadis berbisik-bisik tertawa.
Semua tarian dengan sebutan bunga mawar merekah, melati berbunga, dan tarian angsa terbang.
"Pemenangnya adalah Tarian angsa terbang, kedua Mawar merekah dan ketiga melati berbunga" kata Kepala Dayang.
Dayang May, sangat senang.
"Nona hebat sekali, dari mana nona bisa memainkan musik dengan indah, bukankah nona tidak pernah bermain musik? " tanya Dayang May.
"Itu semua mendadak" jawabku.
"Penampilan ini akan di saksikan di acara ulang tahun Raja, seluruh peringkat akan tampil di acara malam hiburan" kata Permaisuri.
Aku hampir lupa bagaimana gerakanku tadi dan urutannya, karena penampilan yang spontan.
**
"Putri Xiu Ren, hebat sekali kamu, kau tau Pangeran Fang adalah milikku" kata Putri Ang padaku.
Dia menyenggolku lalu menuju ke tandunya.
**
Pangeran Fang melihatku dari seberang bangunan, aku membuang muka segera masuk ke tanduku.
Apa aku harus perjuangkan untuk Xiu Ren agar nasibnya tidak menjadi selir terendah.
**
Aku disambut senang oleh keluargaku di kediaman Mentri Keuangan, atas prestasi menari yang mendapat peringkat pertama.
Seisi kediaman berpesta untuk menyemangatiku tentunya yang dimaksud adalah untuk anak mereka Xiu Ren.
Aku masuk ke kamar memikirkan caraku kembali ke kampus lagi.
Apakah aku bisa kembali kalau merubah nasib Xiu Ren?
Bersambung...