NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Bau anyir darah masih menguap kuat dari hamparan rumput yang kini berubah warna menjadi merah pekat.

Lin Xiao berdiri menjulang di depan Putri Suci, membiarkan keheningan mengambil alih suasana setelah pembantaian tersebut.

"Aku menunggu penjelasanmu, Nona Yue, atau haruskah aku memanggilmu Yang Mulia Putri Suci?" tanya Lin Xiao dengan suara bariton yang menusuk.

Gadis berparas dewi itu menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata pemuda yang baru saja menyelamatkan nyawanya tersebut.

"Namaku yang sebenarnya adalah Yue Xin, Putri Suci dari Istana Bayangan Bulan." jawab gadis itu dengan suara bergetar pelan.

"Aku melarikan diri dari pusat benua untuk menghindari perjodohan paksa dengan Tuan Muda Pertama dari Sekte Api Nirwana." lanjut Yue Xin menatap tangannya yang pucat.

"Perjodohan itu bukanlah kesepakatan damai, melainkan langkah awal dari sebuah kudeta besar-besaran untuk menghancurkan faksiku dari dalam."

Lin Xiao menyilangkan lengannya di dada, mulai merangkai kepingan informasi tersebut di dalam kepalanya.

"Dan Cermin Pemulih Jiwa di dalam makam tadi adalah kuncimu untuk membatalkan perjodohan tersebut?" tebak Lin Xiao dengan sangat akurat.

Yue Xin mengangguk, sebulir air mata akhirnya jatuh membasahi pipinya yang mulus tanpa cela.

"Ketua Istana kami, yang juga merupakan guruku, terkena racun jiwa yang membuatnya koma selama setahun terakhir." ucap Yue Xin menahan isakannya.

"Tanpa guru, para tetua serakah di istana setuju untuk menjualku kepada Sekte Api Nirwana demi mempertahankan kekuasaan mereka."

"Jika aku bisa menyembuhkan guru menggunakan cermin itu, perjodohan ini akan batal dan keseimbangan Empat Sekte Suci akan kembali terjaga."

Lin Xiao mendengus pelan, merasa muak dengan intrik politik murahan yang selalu berujung pada pengorbanan orang yang lemah.

"Namun sekarang cermin itu telah menstabilkan dimensi makam hingga kehabisan energi, dan kau kehilangan satu-satunya harapanmu." ucap Lin Xiao tanpa basa-basi.

Yue Xin menatap lautan mayat elit penjaga di sekelilingnya dengan pandangan nanar yang dipenuhi keputusasaan.

"Lebih buruk dari itu, Lin Xiao, kau baru saja membunuh Komandan Lu dan seluruh pasukan pelacak terbaik istana." bisik gadis itu menelan ludah.

"Kematian mereka akan memicu alarm darah di aula leluhur, dan dalam hitungan jam, para ahli Transformasi Jiwa akan turun tangan langsung memburumu."

Lin Xiao sama sekali tidak terlihat panik mendengar ancaman dari ranah legendaris yang bisa menghapus eksistensinya dengan satu jentikan jari tersebut.

"Biarkan saja anjing-anjing tua itu datang, aku sudah mulai bosan membantai prajurit rendahan." balas sang kaisar bayangan dengan senyum psikopat.

Mendengar kesombongan itu, Yue Xin langsung berdiri dan mencengkeram erat kerah jubah hitam Lin Xiao.

"Kau tidak mengerti, Lin Xiao! Tahap Transformasi Jiwa bukanlah sesuatu yang bisa kau lawan dengan manipulasi ruang Jiwa Murnimu!" teriak gadis itu dengan air mata berderai.

"Aku tidak akan membiarkanmu dan rekan-rekanmu mati konyol hanya karena mencoba melindungiku."

Yue Xin melepaskan cengkeramannya dan melangkah mundur, matanya memancarkan tekad pengorbanan yang sangat bulat.

"Aku akan menyerahkan diriku kembali ke Istana Bayangan Bulan hari ini juga." putus sang Putri Suci tersebut.

"Aku akan mengatakan bahwa aku yang membunuh Komandan Lu menggunakan jebakan makam kuno agar perhatian mereka sepenuhnya teralih darimu."

Lin Xiao memicingkan matanya, menatap gadis bodoh di depannya yang rela masuk kembali ke dalam sangkar neraka demi dirinya.

"Jika kau kembali, kau akan dipaksa menikah dengan pria dari Sekte Api Nirwana itu dan menjadi boneka mereka seumur hidup." ingat Lin Xiao dengan dingin.

Yue Xin tersenyum sangat manis, sebuah senyuman tragis yang membuat hati siapa pun yang melihatnya akan hancur berantakan.

"Ini adalah harga yang harus kubayar atas kebebasan sesaat yang kau berikan kepadaku, Tuan Lin Xiao." bisiknya merogoh sebuah token giok dari balik gaunnya.

Gadis itu melemparkan token giok berukir bulan sabit itu ke arah Lin Xiao yang langsung menangkapnya dengan refleks cepat.

"Tiga bulan lagi, Turnamen Empat Sekte Suci akan diadakan di pusat benua, dan hari itu juga adalah hari pernikahanku." ucap Yue Xin memejamkan mata.

Sring.

Yue Xin mengaktifkan sebuah jimat teleportasi darurat yang langsung menciptakan pusaran cahaya perak di belakang tubuhnya.

"Gunakan token itu untuk masuk ke kota pusat dengan aman, dan tolong... lupakanlah aku agar kalian bisa hidup tenang." mohon gadis itu melangkah mundur ke dalam cahaya.

Lin Xiao menggenggam token giok itu dengan sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berhak mengambil sesuatu tanpa izinku, Yue Xin." deklarasi Lin Xiao dengan suara bariton yang menggetarkan jiwa.

"Tunggu aku di turnamen itu, karena aku akan datang untuk menghancurkan pernikahan konyolmu dan meratakan sekte-sekte suci itu ke tanah!"

Mata amethyst Yue Xin melebar sempurna mendengar janji gila dan arogan dari pemuda tersebut.

Namun sebelum gadis itu sempat menjawab, pusaran cahaya perak itu menelan tubuhnya dan menghilang tanpa sisa dari padang rumput tersebut.

Lin Xiao berdiri sendirian di tengah keheningan, menatap ruang kosong tempat gadis itu baru saja menghilang.

Tiba-tiba terdengar suara erangan pelan dari bawah pohon rindang yang berada tepat di belakangnya.

"Ugh... kepalaku terasa seperti baru saja ditimpa gunung es." keluh Xue Mingyue perlahan membuka matanya.

Gadis es itu merangkak duduk dan melihat tumpukan mayat berjubah perak yang berserakan di sekitar mereka.

"Kau melakukan pembantaian ini sendirian tanpa menyisakannya untukku, Lin Xiao?" tanya Xue Mingyue menyadari lonjakan aura mengerikan dari tuannya.

"Di mana wanita kota yang berisik itu?" lanjut Xue Mingyue mengerutkan kening menyadari ketidakhadiran sang Putri Suci.

Lin Xiao memasukkan token giok bulan sabit itu ke dalam cincin penyimpanannya sebelum memutar tubuhnya menghadap Xue Mingyue.

"Dia sudah kembali ke sarangnya untuk menyiapkan panggung pertunjukan yang lebih besar bagi kita." jawab Lin Xiao dengan senyum iblis yang sangat menakutkan.

"Bangunkan si raksasa bodoh itu, Xue'er, kita harus kembali ke Kota Awan Suci sekarang juga." perintah Lin Xiao tanpa nada belas kasihan.

"Waktu kita hanya tiga bulan untuk membangun faksi bawah tanah dari nol dan menginvasi pusat benua yang sesungguhnya."

Rencana ekspedisi reruntuhan ini mungkin telah berakhir, namun benih kekacauan yang ditinggalkannya akan tumbuh menjadi pohon penderitaan bagi Empat Sekte Suci.

Sang Kaisar Bayangan kini memiliki motif yang sangat jelas untuk tidak sekadar menjarah, melainkan menghancurkan tatanan para dewa di benua ini hingga ke akarnya.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!