NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Penjara Sepuluh Ribu Dewa

Gerbang Bintang Taichu, monumen keabadian yang selama ini dianggap tak mungkin runtuh, kini telah berubah menjadi hamparan debu emas yang melayang di tengah kehampaan.

Armada Tianyu menerobos reruntuhannya seperti tombak perak yang menembus jantung kekaisaran.

Di balik gerbang terbentang Kota Luar Taichu, kota raksasa yang menaungi miliaran dewa dan prajurit kekaisaran. Kepanikan telah menyebar ke seluruh penjuru. Pasukan yang selamat dari pertempuran di gerbang berlarian tanpa arah.

Panji-panji mereka berguguran, formasi pertahanan tercerai-berai, sementara kapal-kapal perang Tianyu melintas di langit dengan gagah dan menutupi cahaya dua matahari yang menggantung di kejauhan.

Di geladak kapal utama, puluhan jenderal dan ribuan Ksatria Emas terdiam.

Mereka baru saja menyaksikan Lin Xuan melenyapkan tiga Tetua Tertinggi hanya dengan satu hukum.

Saat itulah riak kehampaan muncul di tengah geladak. Sesosok berjubah putih melangkah keluar dari dalamnya.

Lin Xuan telah kembali.

Namun sebelum sempat menyingkirkan debu dari jubahnya, bayangan keemasan melesat ke arahnya.

Shen Ziyue langsung menerjang dan memeluknya.

Sang Putri Mahkota yang biasanya anggun dan penuh wibawa itu sama sekali tidak memedulikan ribuan pasang mata yang tertuju kepadanya. Kedua tangannya melingkar erat di pinggang Lin Xuan, sementara kepalanya bersandar di dada pria itu. Ia menarik napas dalam-dalam, seolah baru bisa benar-benar tenang setelah memastikan bahwa Lin Xuan telah kembali dengan selamat.

"Kau menghancurkan mereka..." Suara Ziyue bergetar. "Kau benar-benar meratakan langit mereka untukku."

Ia mengangkat wajah. Mata safirnya dipenuhi kekaguman yang hampir tidak bisa disembunyikan.

"Kau luar biasa, Xuan. Alam semesta ini memang tidak pantas berdiri di hadapanmu."

Geladak seketika sunyi.

Para jenderal Tianyu segera menundukkan kepala. Tak seorang pun berani mengganggu keduanya.

Selama ini, bagi Lin Xuan, perasaan Ziyue hanyalah sebuah bidak di atas papan catur. Ia sengaja mendekatinya, membangkitkan kepercayaannya, lalu menjadikannya perisai terkuat untuk melindungi dirinya dari Kaisar Taichu.

Namun kali ini berbeda.

Saat menatap wanita yang masih memeluknya, Lin Xuan teringat semua yang telah dilakukan Ziyue. Demi berdiri di sisinya, wanita itu telah meninggalkan kepentingannya sendiri, menentang para tetua, melawan seluruh faksinya, bahkan mengangkat pedang melawan ayahnya sendiri.

Semua itu hanya demi dirinya.

Dinding es di hati Lin Xuan akhirnya retak.

Hukum Tolak yang selama ini menyelimuti tubuhnya perlahan mereda. Untuk pertama kalinya, ia sengaja menarik kembali pertahanan mutlak itu agar Ziyue dapat memeluknya tanpa terhalang.

Lin Xuan menunduk.

Di mata Ziyue tak ada lagi kelicikan. Yang tersisa hanyalah ketulusan.

Untuk pertama kalinya sejak memasuki Alam Primordial, senyum penuh perhitungan yang selalu menghiasi wajah Lin Xuan perlahan menghilang. Sebagai gantinya, muncul kehangatan yang bahkan tidak ia sangka masih tersisa dalam dirinya.

Ia mengangkat tangan dan membelai rambut keemasan Ziyue. Jemarinya menyusuri helaian rambut itu sebelum ibu jarinya mengusap lembut pipinya.

"Kau tidak perlu lagi bersembunyi di balik perlindungan Tianyu, Ziyue."

Suara Lin Xuan rendah dan tenang.

"Mulai hari ini, aku yang akan melindungimu."

Ia menatap langsung ke mata safir di hadapannya.

"Kau telah menyerahkan seluruh alam semestamu kepadaku. Maka aku akan membangun langit baru untukmu."

Tubuh Ziyue bergetar. Air mata perlahan mengalir dari sudut matanya, lalu ia memeluk Lin Xuan semakin erat.

Pada saat itu, Ziyue tahu bahwa untuk pertama kalinya Lin Xuan tidak lagi memperlakukannya sebagai orang lain.

Ia benar-benar telah menerimanya.

Namun kedamaian di tengah peperangan tak pernah berlangsung lama.

Saat armada Tianyu tiba di atas Alun-Alun Luar Taichu, langit tiba-tiba berubah merah darah.

Boom!

Ledakan dahsyat mengguncang seluruh Kota Luar.

Dari pusat Kota Dalam, gelombang daya mengerikan menyapu segala arah. Jeritan jutaan jiwa menggema di langit, sementara puluhan ribu prajurit Taichu yang berkumpul di alun-alun tiba-tiba meledak menjadi kabut darah.

Para Tetua di Kota Dalam telah memilih jalan terakhir.

Mereka tidak berniat bertempur.

Mereka mengorbankan rakyat sendiri demi mengaktifkan peninggalan kuno yang tersembunyi di bawah Kota Luar.

Darah dan jiwa para prajurit tersedot ke dalam rune-rune kuno yang memenuhi lantai alun-alun. Satu demi satu, pilar darah menjulang ke langit dan membentuk susunan raksasa yang menyelimuti seluruh kawasan.

"Itu... Formasi Sepuluh Ribu Dewa!"

Seorang jenderal Tianyu berseru.

Begitu formasi aktif, seluruh armada bergetar hebat. Kapal-kapal perang mulai retak, sementara lambung logam mereka melengkung di bawah tekanan yang semakin berat.

Formasi Sepuluh Ribu Dewa bukanlah formasi pembantai biasa.

Itu adalah penjara kuno yang diciptakan untuk menekan makhluk bertubuh raksasa dan memiliki kekuatan tubuh luar biasa. Siapa pun yang terperangkap di dalamnya akan merasakan tubuh dan hukumnya ditekan oleh daya tarik yang mengerikan.

Cahaya darah terus berdenyut semakin kuat.

Tekanan formasi pun perlahan terkunci pada sosok terkuat di langit.

Lin Xuan.

Menyadari hal itu, Ziyue segera melepaskan pelukannya dan melangkah ke depan.

"Seluruh armada, mundur!"

Ia mengangkat pedang cahayanya dan memberikan perintah dengan suara tegas.

"Jangan memasuki batas formasi! Naikkan ketinggian dan aktifkan seluruh perlindungan!"

Para prajurit segera bergerak mengikuti perintahnya.

Namun sebelum Ziyue sempat bertindak lebih jauh, sebuah tangan menahan bahunya.

Lin Xuan melangkah melewatinya.

Kehangatan di matanya telah menghilang. Tatapannya kembali dingin dan tajam ketika melihat pilar-pilar darah yang menjulang dari alun-alun.

Para tetua Taichu benar-benar telah kehilangan akal.

Mereka bahkan rela membantai puluhan ribu rakyat sendiri hanya demi membangun sebuah sangkar.

"Mereka membantai rakyat sendiri hanya untuk membuat penjara."

Lin Xuan menggelengkan kepala, lalu menoleh kepada Ziyue.

"Tarik armada ke luar batas alun-alun. Jangan biarkan satu kapal pun mendekat."

"Tapi, Xuan..."

Ziyue menatapnya cemas.

"Formasi itu menekan hukum dan tubuh. Bahkan tubuhmu bisa terluka jika masuk tanpa perlindungan."

Lin Xuan hanya tersenyum tipis.

"Mereka mengira beban sebesar ini bisa menghentikan Hukum Tolakku?"

Ia mengangkat tangan dan kembali mengusap pipi Ziyue.

"Tunggulah di sini, Ziyue."

Tatapannya kemudian beralih pada pusaran darah yang mengamuk di bawah.

"Aku hanya akan masuk sebentar." Senyumnya perlahan berubah dingin. "Lalu menghancurkan mainan para tetua tua itu."

Tanpa ragu, Lin Xuan melangkah dari geladak.

Tubuhnya melesat menembus kehampaan seperti anak panah perak, langsung menuju pusat Formasi Sepuluh Ribu Dewa.

1
Iwan Duan
kok lama2 Novelton ini seperti Drama dan game penghasil cuan, ntar ntar iklan😡
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!