Elouise Blossom... Seorang gadis cantik yang memiliki trauma akan sebuah hubungan karena berasal dari keluarga broken home. Dia memprotect dirinya dari semua laki laki yang mendekatinya termasuk Damien Alexei Romanov. Seorang pria tampan miliarder yang punya predikat penakluk wanita..
Penolakan Elouise membuatnya memutuskan untuk tak mengejarnya lagi...karena Damien tak suka dengan hubungan rumit..
Seperti biasa ya..khas novel otor ga terlalu panjang dan ga banyak konflik... Daaannn visual cowonya banyak tato..ga usah protes ya..klo mau ngehalu silahkan di skip aja foto visualnya..terserah kalian mau ngehalu siapa..wkwkwkwk..
Dan ini tentang kehidupan barat yang bebas ya..jadi disarankan ga usah baca dari awal kalo ga suka cerita seperti ini..
Bocil skip aja ya karena banyak adegan 21+😅
ini novel seneng seneng aja..ga usah dibawa serius ya gaeess..feel free to read n skip...klo ga suka n bosen ma novel otor silahkan skip...🥰😘😘😘
DAN SEPERTI BIASA KHAS NOVEL OTOR GA ADA PELAKOR ATAU PERSELINGKUHAN YAAA..
followig otor ya mak .. @zarin.violetta
(Sedang dalam proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28
Menjelang malam, El terbangun. El tak melihat Damien disampingnya. El beranjak kekamar mandi sambil memegang area sensitifnya karena masih terasa sakit.
El mandi dan setelah itu langsung mengganti bajunya. El kemudian turun ke meja makan karena merasa sangat lapar. El baru sadar bahwa dirinya melewatkan makan siang.
El tak melihat Damien dimanapun. El segera mengambil makanan dan memakannya.
"Bibi..dimana Damien?", tanya El.
"Tuan pergi keluar nona", Jawab Lina.
El hanya mengangguk.
"Dia langsung meninggalkanku?dia bahkan tidak pamit padaku", batin El galau.
Sampai malam, Damien belum kembali ke mansion.
"Apakah dia bersenang senang dengan wanita lain?", gumam El lirih.
El tak mau menyalahkan Damien atas apa yang terjadi siang tadi karena hal itu adalah keinginan mereka berdua. Dan El juga menikmatinya.
El kemudian melihat google dan mencari pil penunda kehamilan. Lalu pergi ke apotik untuk membeli pil KB. Dia ingin melakukan hubungan *** aman dan tidak ingin hamil. El tak terlalu peduli dengan keperawanan. Lagipula dia tidak terlalu punya keinginan untuk menikah.
Setelah dari apotik, El langsung kembali ke mansion karena sudah malam.
El masuk ke mansion dan masih tak melihat keberadaan Damien.
El memutuskan untuk tidur karena besok dia akan bekerja.
Damien tiba di mansion tengah malam. Sore tadi Sang paman, Rey menyuruhnya ke kantornya. Rey ingin membicarakan bisnis yang dijalinnya bersama Damien.
Sampai makan malam, Damien juga bersama keluarga pamannya yang kebetulan semuanya berkumpul.
Damien mengganti bajunya kemudian ke kamar El.
El tampak sudah tidur. Damien menyelinap kedalam selimut El dan menciumi lehernya.
El membuka mata indahnya dan tersenyum manis. Senyum yang dulu sangat sulit untuk dilihatnya.
Damien mencium bibir El dan El membalasnya.
"Kau lelah?", tanya Damien.
"No", bisik El.
"Can i?".
"Hmm", El mengiyakan.
Damien membuka baju El dan mulai menciumnya. Sepertinya ini akan menjadi keseharian mereka berdua.
Damien yang sudah berpengalaman seakan mengajari El tentang kegiatan erotis mereka.
El mengikuti irama permainan Damien. Damien mulai menghentakkan miliknya. Kali ini Damien bermain liar. Dia membalik tubuh El dan menciumi punggung mulus El.
Damien semakin cepat menggoyangkan pinggulnya. El mendesah sexy dan membuat Damien semakin bergairah.
Damien bermain lama dan El menikmati kepiawaian Damien mengexplore tubuhnya.
"Lakukan ini setiap hari", kata El tersenyum menggoda.
Tentu saja hal itu membuat Damien senang. Damien mencium bibir El dan melampiaskan hentakkan terakhirnya dengan sedikit keras.
"Aaahhh...honey...kurasa aku akan kecanduan denganmu", Damien mencium mesra bibir El.
"I'm your weed", lirih El dengan tawa renyahnya.
"You're look so beautifull", Damien mengecupi bibir El.
El tersenyum cantik.
"Kau sedikit berubah..kau lebih banyak tersenyum sekarang", Damien memandangi wajah cantik El dan membelai pipinya.
"Hmm..it's not easy", jawab El pelan.
"Seharusnya aku membuatmu mabuk lebih awal dulu agar kau menciumku", kata Damien tersenyum.
"Aku memang menginginkannya..hanya saja mabuk membuatku lebih berani mengatakannya padamu dulu", kata El.
"Kurasa kita melewatkan satu tahun ini dengan sia sia".
Damien mencium bibir El dan mencium hidungnya yang memerah karena dingin.
"Kau kedinginan honey?", tanya Damien.
"Hmm", El mengangguk dan semakin menempelkan tubuhnya pada tubuh Damien.
Damien menaikkan selimutnya dan menutupi tubuh mereka berdua kemudian memeluk hangat tubuh polos El.