NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Di balik kemegahan dan keagungan Kerajaan Veldora, tersimpan rahasia busuk yang menjijikkan. Kalyca, sang putri kandung yang sah, dibuang sejak bayi ke sebuah gubuk reot di pinggiran kota dan hidup dalam penderitaan. Sementara itu, gadis licik, Edelyn putri palsu yang merampas takhtanya, menikmati kemewahan istana.

Rasa sakit dan ketidakadilan, membuat jiwa lemah itu membangkitkan jiwa gelap dari seorang alkemis genius, berdarah dingin, yang sudah mati ribuan tahun yang lalu.

Di tengah misi balas dendam dan intrik berdarah di istana, takdir mempertemukannya dengan Grand Duke Erik Klaus, pria bermata tajam yang dijuluki sebagai dewa perang yang terkenal kejam pada musuh, namun menyimpan rahasia kelam.

“Ribuan tahun lalu, aku gagal melindungi mu. Kali ini, biarkan aku merobek dunia ini untuk membawamu pulang...”

~Grand Duke Erik Klaus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBANGKITAN JIWA AGUNG

BRAKK

Pintu reyot itu dibuka dengan kasar oleh seorang gadis dengan dandanan yang sangat mencolok, dengan mahkota besar di kepala nya, dia adalah Edelyn sang putri mahkota yang diagungkan di istana, yang di mata rakyat jelata adalah lambang kesucian dan kebaikan.

"Wah, wah... lihat siapa yang masih bernapas," ucap Edelyn sinis.

Kalyca, yang sedang berbaring di atas dipan kayu tipis dengan sekujur tubuh penuh luka lebam dan bekas cambuk, hanya bisa menggertakkan giginya, napasnya tersengal-sengal.

Tubuh nya sedang demam tinggi, tetapi rasa sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan rasa sakit hati pada gadis di hadapannya itu.

"Kenapa? Kenapa kau menatapku dengan mata rendah itu, kotoran?" tanya Edelyn berdesis tajam, menginjak punggung tangan Kalyca

Krakk

Kalyca menahan jeritannya, menggigit bibir bawahnya hingga berdarah demi tidak menunjukkan kelemahan di hadapan Edelyn.

Dia sudah terbiasa dengan rasa sakit dan penghinaan yang di lakukan oleh Edelyn, entah apa salah nya, Kalyca juga tidak tahu, dari kecil dia sudah ada di gubuk itu, dan setiap kali Edelyn datang, wanita itu selalu menyiksa dan menghina nya.

Krakk

Edelyn dengan sengaja semakin menekan kaki nya di tangan Kalyca.

"Aaakkkhhh..."

"Ups! Maaf, tanganku tidak sengaja," ejek Edelyn sambil tersenyum lebar, menikmati erangan kesakitan Kalyca.

Edelyn berjongkok perlahan, mencengkeram rambut kusut Kalyca dan menariknya ke atas dengan paksa, memaksa mata mereka bertemu.

"Dengar ya, sampah tidak berguna, tidak peduli berapa lama kamu merangkak, tempatmu tetaplah di lumpur! Ayah dan Ibu Ratu hanya mencintaiku. Di istana yang megah itu, namamu tidak pernah ada, kamu hanyalah parasit menjijikkan yang tidak berguna!" bisik Edelyn tepat di depan wajah Kalyca dengan suara penuh kebencian.

BHUK

Edelyn mendorong kepala Kalyca kembali menghantam lantai dengan keras, membuat pandangan Kalyca berkunang-kunang.

"Hari ini aku datang membawa hadiah spesial untukmu," lanjut Edelyn sambil tertawa kecil, mengeluarkan sebotol kecil cairan mendidih dari kantong gaunny

"Edelyn.. apa yang mau kau lakukan?!" tanya Kalyca melotot kan matanya.

"Beraninya menyebut namaku langsung, jalang kecil?" ucap Edelyn menyeringai kejam.

"Ini adalah ramuan gatal dan pengikis kulit terbaru dari tabib istana. Aku penasaran, seberapa kuat kulit murahanmu ini bertahan jika aku menuangkannya ke lenganmu?" lanjut Edelyn tersenyum miring.

"Jangan... jangan!"

Kalyca mencoba meronta, tetapi tubuhnya terlalu lemah setelah berhari-hari tidak diberi makan.

Plak

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kalyca, meninggalkan bekas kemerahan.

"Diam! Jangan melawan!" bentak Edelyn tanpa belas kasihan, menumpahkan cairan itu tepat ke lengan kiri Kalyca.

Ssssshhh...

Asap tipis langsung mengepul disertai bau daging terbakar, rasa sakit yang luar biasa membakar kulit Kalyca hingga menembus tulang.

"AAAAKKKKKHH!"

Kali ini, Kalyca tidak mampu menahan teriakannya, suara jeritannya pecah memenuhi ruangan sempit itu, memecah kesunyian malam di hutan itu.

"AAKKKHH PANAS T-TOLONG!"

Jerit Kalyca pilu.

"HAHAHAHA!"

Edelyn tertawa puas, menikmati setiap detik penderitaan itu seolah itu adalah pemandangan terindah di dunia, dia berdiri, merapikan gaunnya yang sedikit kusut, lalu meludahi lantai dekat tubuh Kalyca yang kejang-kejang menahan sakit.

"Nikmati malammu, anak malang, besok aku akan datang lagi untuk memastikan kamu tidak mati terlalu cepat," ucap Edelyn tersenyum miring, sebelum melenggang pergi meninggalkan gubuk tersebut tanpa sedikit pun rasa bersalah.

Di dalam gelapnya malam, gadis malang itu terbaring di atas genangan darah dan air mata, tangan Kalyca yang terluka perlahan mengepal erat, matanya yang tadinya sayu kini memancarkan kilat kebencian yang dingin, tajam, dan mematikan.

"Edelyn...kalian semua, tunggu pembalasanku. Aku akan merobek mahkota itu dari kepala kalian satu per satu," batin Kalyca penuh kebencian.

Jiwa Kalyca yang lemah dan menyedihkan itu telah mati, kini jiwa seorang wanita yang sudah mati ribuan tahun telah terlahir kembali, sosok wanita agun di masa lalu, sosok yang namanya bahkan tertulis di sebuah buku sejarah kerajaan, sebagai seorang alkemis genius.

Cassandra Hart

Deg

Deg

Deg

Mata Kalyca kembali terbuka, dengan sorot mata yang sangat tajam dan dingin.

"Akhirnya hari ini tiba, aku benar-benar terlahir kembali," batin jiwa baru Kalyca.

Mata tajam gadis itu, melihat ke arah sekeliling nya, langit malam yang tampak sangat gelap, dengan pohon-pohon tinggi di sekitar nya.

"Kalyca Veldora..." bisik nya pelan.

"Menarik, sangat menarik, aku terlahir lagi, sebagai seorang putri seorang Raja yang terbuang, ah lebih tepat nya gadis malang yang di buang, karena ambisi orang-orang busuk itu," gumam Cassandra, dengan sorot mata yang begitu tajam.

Cassandra melihat ke arah lengan nya yang melepuh dan luka, akibat cairan keras dari Edelyn tadi.

"Menyedihkan sekali nasib gadis ini, dia seharusnya berada di istana nya dan menjadi seorang putri, justru dia berada di tempat seperti ini," ucap Cassandra, iba.

"Tenang lah gadis manis, karena sekarang kamu adalah aku, tidak akan aku biarkan gadis busuk itu menyiksa mu lagi, akan aku balas mereka berkali-kali lipat dari yang kamu rasakan," lanjut Cassandra tersenyum miring.

"Edelyn Veldora, Putri palsu kerajaan Veldora, tunggu pembalasanku," batin Cassandra, yang kini menjadi Kalyca.

Kalyca Veldora, Putri Asli kerajaan Veldora.

Tiba-tiba sorot mata nya kembali sendu, dia teringat dengan masa lalu nya, dimana tragedi berdarah itu terjadi, ribuan tahun yang lalu.

"Imanuel..." bisik Cassandra, dengan hati berdenyut.

Deg

Sosok pria yang dijuluki sebagai Dewa Perang di kerjaan Volder mendadak menghentikan gerakannya tangan nya yang sedang menandatangani beberapa dokumen.

Deg

Deg

Deg

"A-apa apa ini, kenapa jantungku tiba-tiba berdegup kencang begini," batin Erik, memegang dadanya yang tiba-tiba berdegup kencang.

Erik Klaus, sang Grand Duke yang dijuluki sebagai Dewa Perang, tidak ada yang berani menyinggung pria itu, bahkan seorang Raja sekalipun segan dengan nya.

Tok

Tok

Tok

Ceklekk.

Pintu ruang kerja Erik terbuka dengan pelan, menampilkan sosok pria bertubuh tegap dan tinggi, dia adalah Gale, tangan kanan sekaligus asisten pribadi Erik yang sangat setia.

"Salam Grand Duke," ucap Gale, menunduk sopan.

"Hem."

Jawab Erik, bergumam lirih.

"Ini sudah larut malam Yang Mulia, Anda harus istirahat," ucap Gale sopan.

Erik hanya diam, menatap tajam pada tangan kanannya itu.

Gale sudah terbiasa dengan sifat tuan nya, tapi dia benar-benar khawatir dengan kesehatan tuan nya, Erik baru saja kembali dari medan perang siang tadi, dan pria itu belum istirahat sama sekali.

"Yang Mulia-"

"Keluar!" potong Erik, tegas.

"Baik, Grand Duke," ucap Gale sopan, dia tahu betul, tidak ada gunanya berdebat dengan pria yang dijuluki sebagai monster di medan perang itu.

Namun, tepat sebelum Gale memutar tubuhnya untuk melangkah keluar, Erik tiba-tiba mengangkat tangan kanannya.

"Tunggu, Gale," suara Erik terdengar serak dan, berat.

Gale berbalik kembali, menatap tuannya dengan kening berkerut cemas.

1
Dessy Rinda
tggin up niihh kak thor😁🙏
Nawi
kenapa cuma 1 up nya thor nanggung
Tiara Bella
thor kurang....
kaylla salsabella
semoga gagal kabur nya
Nawi
cemungut thor lanjut 💪
TT: Jejaktinta14: terimakasih sayangggg 🫶🏻
total 1 replies
kaylla salsabella
sabar bentar lagi... ratu kamu tahu siapa kalyca
Anisa Tanjung
👍👍gas tor
kaylla salsabella
dia bukan lawan mu Joel
kaylla salsabella
seru..... lanjut
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangattt
makaci crazy up nya 😍👍
kaylla salsabella
semangat kalyca dan erik
kaylla salsabella
lanjut
Tiara Bella
kompaknya kalyca sm Erik....
Maria Lina
😍😍
Heni Setiyaningsih
/Heart/
Kusii Yaati
oalahhh pantes orang emak kandungnya edelyn ternyata seorang penyihir hitam pantes anaknya kayak Dajjal,...
Kusii Yaati
bukannya sadar akan kesalahannya semakin menjadi brutal iya.lagian aneh ibunya lembut ayahnya juga lembut hatinya nah anaknya kayak Mak Lampir suka teriak", kasar, sombong dan angkuh. di tes DNA aja biar tahu itu anaknya atau anak demit
Tiara Bella
wow makasih thor up nya banyak puas bngt bacanya.....
TT: Jejaktinta14: kembali kasih sayangggg
total 1 replies
kaylla salsabella
cari mati aja kamu carollita
kaylla salsabella
ratu alice terlalu lembek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!