NovelToon NovelToon
Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Tiga tahun lalu, Sony kehilangan segalanya dalam satu malam akibat pengkhianatan sahabatnya dan mantan kekasihnya, Dimas dan Rina. Perusahaan keluarganya direbut, kedua orang tuanya dibunuh secara tragis, dan Sony dijebloskan ke dalam penjara paling kejam dengan tuduhan palsu. Namun, di tempat yang seharusnya menjadi akhir hidupnya itu, Sony justru bertemu dengan seorang guru misterius yang mewariskan ilmu bela diri tingkat dewa dan keterampilan medis kuno kepadanya. Setelah menghabiskan waktu di luar negeri, membantai para petarung terkuat hingga dijuluki Dewa Kematian, Sony kini menginjakkan kakinya kembali di tanah kelahirannya. Dengan kekuatan mutlak di tangannya, Sony bersiap untuk memberikan mimpi buruk dan membalas dendam kepada siapa saja yang telah menghancurkan hidupnya tanpa sisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Di mana dia sekarang?"

"Ke mana perginya bajingan itu?"

Dimas berteriak panik sambil menoleh ke arah kiri dan kanan dengan liar.

Para pembunuh bayaran jalanan itu juga mulai kebingungan mencari jejak target mereka.

"Kau menembak ke arah yang salah, Dimas."

Suara sedingin es yang seolah datang dari dasar neraka tiba-tiba terdengar.

Bruk.

Dua orang anak buah Dimas yang berdiri di barisan paling belakang tiba-tiba jatuh ambruk.

Leher mereka berdua sudah terpelintir parah dengan sudut yang sama sekali tidak wajar.

Dimas dan pria bertato itu langsung menoleh ke belakang dengan wajah terkejut setengah mati.

Sony sudah berdiri dengan tenang tepat di belakang kerumunan para penembak itu.

Kedua tangannya terlihat bersih tanpa ada noda darah sedikit pun.

Bahkan jas kulit hitamnya tidak memiliki satu pun bekas goresan atau lubang tembakan.

"Iblis."

"Bagaimana dia bisa pindah ke belakang kita secepat itu?"

Pria bertato itu berteriak kaget dan langsung mengarahkan laras senjatanya ke dada Sony.

Namun sebelum jarinya sempat menarik pelatuk, pria muda itu sudah bergerak lebih dulu.

Wush.

Tubuh Sony seolah berubah menjadi bayangan buram yang bergerak melampaui batas kecepatan manusia.

Dia melesat menembus barisan pembunuh bayaran itu seperti angin puyuh yang mematikan.

Brak bugh krak.

Suara pukulan tinju beradu daging dan patahan tulang terdengar berturut-turut tanpa ada jeda.

Senjata api mereka terlempar ke udara satu per satu tanpa sempat digunakan lagi.

Dalam waktu kurang dari lima detik, sepuluh orang pria berbadan besar itu sudah tumbang semua.

Mereka tergeletak tidak berdaya di lantai sambil mengerang kesakitan luar biasa.

Ada yang tangan dan kakinya patah, ada pula yang tulang dada rusuknya remuk total ke dalam.

Tidak ada satu pun dari mereka yang mati, tapi luka parah itu tidak akan bisa disembuhkan seumur hidup.

Kring.

[Sistem Pemberitahuan: Seluruh Target Bersenjata Tingkat Rendah Berhasil Dinetralisir Secara Total]

[Tidak Ditemukan Ada Kerusakan Fisik Apapun Pada Tubuh Tuan Saat Ini]

[Status Penguasaan Area Pertarungan Berada Pada Angka Seratus Persen Penuh]

Sony hanya melirik sekilas kotak biru transparan di depannya lalu kembali menatap lurus ke depan.

Kini hanya tersisa Dimas seorang diri yang masih berdiri gemetar di tengah ruangan hancur tersebut.

Pistol revolver perak di tangannya terasa sangat berat hingga nyaris terjatuh ke lantai.

Cairan hangat dan pesing mulai mengalir turun membasahi celana panjang bahan milik Dimas.

Pria yang dulunya sangat berkuasa dan sombong itu baru saja mengompol karena ketakutan yang teramat sangat.

Sony melangkah pelan mendekati Dimas dengan raut wajah yang sama sekali datar tanpa belas kasihan.

Tap tap tap.

Setiap ketukan langkah sepatu Sony terdengar seperti lonceng waktu kematian di telinga Dimas.

"K-kau ini sebenarnya manusia biasa atau iblis dari neraka?"

Dimas mundur selangkah demi selangkah dengan bibir pucat pasi yang terus bergetar.

Dia akhirnya benar-benar mengerti kenapa Jaka si pembunuh bayaran elit itu menangis ketakutan semalam.

Logika manusia biasa memang tidak akan pernah bisa memahami batas kekuatan pria di depannya ini.

"Aku adalah iblis pembawa sial yang lahir murni dari keserakahan keluargamu sendiri, Dimas."

Sony berhenti melangkah tepat pada jarak dua meter di depan pria malang yang gemetaran itu.

"Ayahmu sengaja meracuni ayahku di mansion tua ini tepat sepuluh tahun yang lalu."

"Lalu kau menjebloskan aku ke dalam penjara neraka hanya untuk menutupi bukti pembunuhan kejam itu."

"Sekarang, ceritakan semua kebenaran itu menghadap ke arah kamera di atas sana."

Sony perlahan menunjuk ke arah balkon lantai dua yang gelap dan sepi.

Sebuah titik lampu merah kecil menyala berkelip dari lensa kamera milik Nadhira.

Nadhira sedang merekam seluruh kejadian ini dengan tangan sedikit gemetar namun dipenuhi tekad keberanian.

"A-apa maksud ucapanmu itu?"

"K-kau sengaja membawa wartawan untuk merekam semua kejadian ini?"

Dimas menatap ke arah balkon dengan wajah pias dan mulut yang terbuka sedikit.

"Aku mau kau mengakui semua kejahatanmu dan ayahmu di depan kamera itu sekarang juga."

"Jika kau mau mengakuinya jujur, aku mungkin akan mempertimbangkan membiarkanmu bernafas malam ini."

Sony memberikan sebuah pilihan menjebak dengan nada suara yang sangat mematikan.

"T-tidak."

"Aku tidak akan pernah mau mengakui hal bodoh itu."

"Kalau aku mengaku di depan kamera, aku pasti akan mati membusuk di dalam sel penjara."

Dimas menggelengkan kepalanya histeris berkali-kali persis seperti orang gila.

Dia langsung mengangkat kembali pistol revolver di tangannya dan mengarahkannya tepat ke dada Sony.

"Kalau aku memang harus hancur malam ini, maka kau juga harus ikut mati bersamaku di sini."

Dimas menarik pelatuk pistol mematikan itu dengan sisa tenaga keberanian terakhirnya.

Klik.

Suara logam kosong berbunyi dengan sangat pelan.

Tidak ada ledakan tembakan ataupun peluru yang keluar dari laras panjang pistol perak tersebut.

Dimas melebarkan kedua matanya karena panik dan menarik pelatuk itu lagi berkali-kali.

Klik klik klik.

"Sialan, kenapa senjata ini tidak bisa menembak sama sekali?"

Dimas berteriak putus asa sambil menatap bagian pelatuk pistolnya sendiri dengan bingung.

Sony membuka telapak tangan kirinya ke atas secara perlahan di depan wajah Dimas.

Tring tring tring.

Enam butir peluru perak utuh jatuh berjatuhan membentur lantai berdebu itu.

Sony rupanya sudah mengambil seluruh peluru itu saat dia bergerak menembus barisan musuh tadi.

Tentu saja dia melakukannya dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata telanjang manusia.

"Masa depanmu sudah resmi habis malam ini, Dimas."

Sony berucap sangat pelan sebelum tangan kanannya melesat cepat ke depan mencengkeram leher Dimas.

Grep.

Tubuh Dimas langsung terangkat melayang dari lantai hanya dengan menggunakan satu lengan Sony.

Pria itu meronta-ronta menendang udara kehabisan nafas sambil mencoba mencakar lengan kuat musuhnya.

Namun cengkeraman tangan Sony terasa seperti jepitan besi baja yang sama sekali tidak bergeming.

Sorot mata Sony menatap lurus ke dalam pupil mata Dimas yang semakin membesar akibat kurang oksigen.

Malam ini, hutang darah dan air mata masa lalu pada akhirnya akan dibayar dengan lunas tanpa sisa.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai mawar hitam permalukan ke media sebelum di bantai
kiyoe: bantai
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris beserta keluarganya dengan cara paling kejam dan sadis
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Viktor dengan cara paling kejam
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai dimas dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang sudah tiada itu
kiyoe: mau di pajang ke mana kak tubuh nya hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!