NovelToon NovelToon
Memburu Langit Abadi

Memburu Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: RENDY Marcelius

Dia adalah monster yang dibuang dunia. Tapi matanya menyimpan rahasia yang membuat Langit gemetar.

Liu Xuanyuan — yatim piatu, dijuluki "Monster Bermata Ganda", hidup diabaikan di gerbang Sekte Awan Langit. Tidak ada yang tahu bahwa Pupil Ganda di matanya bukan kutukan, melainkan jendela ke segala kemungkinan yang takdir sembunyikan. Hingga sebuah cincin kuno jatuh ke tangannya, dan kebenaran tentang orang tuanya, tentang langit, dan tentang dirinya mulai terungkap satu per satu.

Dia tidak lahir untuk dipimpin. Dia lahir untuk memburu takdir yang ditulis orang lain.

Perjalanan dari penjaga gerbang yang tidak diinginkan... hingga menjadi satu-satunya yang berani menatap Langit Abadi dan berkata: "Aku tidak menerima takdirmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RENDY Marcelius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PINTU TANAMAN YANG TIDAK MEMILIKI PINTU

Hutan di belakang Desa Tanam tidak seperti hutan biasa. Pohon-pohonnya tumbuh ke segala arah ke atas, ke samping, bahkan ke bawah seakan akar dan dahan lupa mana langit dan mana tanah. Cahaya tidak menembus kanopi; ia seakan terserap oleh kulit kayu yang berwarna hitam pekat. Xuanyuan berjalan di depan, batu tetesan air mata di dadanya berdenyut semakin kuat seiring setiap langkah. Lian Yue mengikuti di belakang, tangannya menyentuh batang pohon tua, jemarinya bergetar saat menyentuh permukaannya yang dingin dan halus seperti kaca.

"Pohon ini tidak hidup," bisiknya. "Dan tidak mati. Ia hanya... ada. Seperti bayangan yang lupa caranya kembali."

Xuanyuan berhenti. Di hadapan mereka, hutan berakhir di sebuah dinding kabut yang berputar perlahan kelabu, pekat, dan tanpa suara. Tidak ada gerbang. Tidak ada tanda. Hanya batas di mana dunia berhenti dan sesuatu yang lain dimulai.

"Ini dia," katanya pelan. "Gerbang Kekosongan Purba. Tidak ada pintu, karena tidak ada yang berani membukanya. Dan tidak ada kunci, karena kuncinya adalah diri sendiri."

Ia melangkah maju. Saat telapak tangannya menyentuh kabut itu, ia tidak terasa basah. Ia terasa kosong bukan kekosongan yang hampa, tapi kekosongan yang menanti untuk diisi. Sesuatu yang menelan suara, cahaya, bahkan waktu itu sendiri.

"Kau yakin?" tanya Lian Yue, suaranya terdengar tipis, seakan kabut itu sudah mulai menyerap kata-katanya. "Kita tidak tahu apa yang ada di dalam. Tidak ada yang pernah kembali dari sana."

Xuanyuan menoleh. Di tempat yang remang-remang itu, matanya bersinar lembut bukan cahaya kekuatan, tapi cahaya keyakinan.

"Selama ini kita hidup di dalam cerita yang ditulis orang lain. Di dalamnya, setiap langkah diatur, setiap pertemuan direncanakan, setiap air mata dihitung. Kalau kita masuk ke sana... kita mungkin tidak akan kembali. Tapi kalau kita tidak masuk... kita tidak pernah benar-benar hidup. Kita hanya menjalankan sisa naskah yang belum selesai ditulis."

Ia mengulurkan tangannya.

"Datanglah. Kalau ada kegelapan di sana... kita hadapi bersama. Kalau ada kematian... kita temukan bersama. Tapi apa pun yang terjadi... untuk pertama kalinya, tidak ada yang mengawasi kita. Tidak ada yang menulis. Hanya kita."

Lian Yue menatap tangannya yang terulur. Lalu ia tersenyum senyum yang tenang, teguh, dan penuh keberanian yang jauh lebih besar dari ketakutannya. Ia menyambar tangan Xuanyuan, meremasnya erat.

"Maka bawalah aku, Liu Xuanyuan. Ke mana pun kau pergi. Bahkan ke tempat yang tidak ada peta dan tidak ada jalan pulang."

Bersamaan dengan itu, mereka melangkah masuk.

Kabut menyelimuti mereka seketika. Dunia di belakang lenyap tidak ada desa, tidak ada hutan, tidak ada langit. Yang tersisa hanyalah keheningan yang begitu dalam hingga terasa berisik. Tidak ada atas, tidak ada bawah. Tidak ada waktu. Hanya mereka berdua, dan cahaya redup yang memancar dari Pupil Ganda Xuanyuan satu-satunya lampu di lautan kehampaan.

Dan di sana, di tengah ketiadaan itu, sesuatu berbicara. Bukan dengan suara. Bukan dengan kata-kata. Melainkan langsung di dalam pikiran, di dalam jiwa seakan kenangan yang belum pernah dimiliki tiba-tiba muncul:

"Selamat datang, Anak Benih. Kau datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Dan lebih terluka dari yang diharapkan."

Xuanyuan berhenti. Ia tidak takut. Ia merasa... dikenali.

"Siapa kau?" tanyanya ke dalam kehampaan. "Apakah kau musuh Sang Pengawas? Atau kau adalah dia yang lebih tua darinya?"

"Aku bukan musuh. Bukan kawan. Aku adalah ruang di antara kata-kata. Aku adalah kertas di mana takdir ditulis. Aku adalah yang ada sebelum penenun lahir. Namaku tidak penting. Tapi kau... kau adalah kejutan terbesarku."

Cahaya di depan mereka perlahan terbentuk bukan wujud, melainkan sekumpulan bayangan yang bergerak, berubah, bernapas.

"Orang tuamu tahu bahwa kau akan datang ke sini. Itulah sebabnya mereka menyegel kekuatanmu. Bukan untuk melindungimu dari dunia. Tapi untuk melindungi dunia darimu. Karena di dalam dirimu... ada benih dari yang bahkan aku tidak berani sebut namanya."

Jantung Xuanyuan berdebar kencang.

"Siapa orang tuaku?"

"Mereka adalah pena yang menulis sebelum Sang Pengawas mengambil alih. Mereka adalah mereka yang menolak menulis akhir ceritamu. Itulah sebabnya mereka dihapus. Itulah sebabnya kau ditinggalkan. Bukan karena tidak dicintai. Tapi karena mereka menyembunyikanmu satu-satunya hal yang tidak bisa dihapus dari lembaran waktu."

Bayangan itu bergerak mendekat, dan dalam gerakannya, Xuanyuan melihat ribuan gambar sekaligus ayah yang tersenyum saat menatap bayi di pelukannya, ibu yang menangis saat menempelkan segel ke dahi anaknya, dua sosok yang berdiri berhadapan dengan langit yang terbelah, dan terakhir sebuah pintu yang mereka tutup dari dalam, mengunci diri di sisi lain agar Sang Pengawas tidak pernah menemukan jalan ke sini.

"Mereka... masih hidup?" suaranya bergetar.

"Hidup dalam arti yang berbeda. Mereka ada di tempat yang bahkan takdir tidak bisa menjangkau. Tapi mereka menunggu. Mereka menunggu sampai kau cukup kuat untuk membaca tulisan yang mereka tinggalkan. Dan kau sudah sampai."

Bayangan itu perlahan menyusut, menyisakan secercah cahaya yang jatuh ke telapak tangan Xuanyuan sebuah benih kecil, bercahaya, berdenyut selaras dengan jantungnya sendiri.

"Ini bukan kekuatan baru. Ini adalah ingatan yang kau lupakan. Di dalamnya ada seluruh kebenaran tentang siapa kau, tentang apa yang harus kau pilih, dan tentang harga kebebasan. Gunakanlah dengan bijak. Karena setelah kau membukanya... tidak ada jalan kembali. Bahkan ke masa lalu pun tidak akan mengenalimu."

Cahaya itu lenyap. Keheningan kembali menyelimuti. Namun sekarang, tidak ada lagi ketakutan di dalamnya. Hanya kehangatan yang dalam, seperti pelukan yang tertunda ribuan tahun.

Xuanyuan menatap benih bercahaya di tangannya. Lalu ia menatap Lian Yue.

"Aku merasa... aku baru saja lahir lagi," katanya pelan. "Semua yang aku kira aku tahu... ternyata baru permulaan."

Lian Yue menyentuh benih itu dengan ujung jarinya.

"Maka bukalah. Kita sudah datang sejauh ini. Dan kita tidak pernah sendirian."

Xuanyuan mengangguk. Perlahan, dengan kedua tangannya, ia membuka telapak tangannya. Benih itu melayang naik, bersinar semakin terang, dan tiba-tiba meledak bukan dengan cahaya, melainkan dengan suara suara ribuan tahun yang terbungkus, kebenaran yang terpendam, dan satu nama yang terucap di seluruh penjuru Kekosongan:

LIU XUANYUAN ANAK DARI PENA YANG MENULIS KEBEBASAN

Di saat itu, di luar sana di langit yang jauh, di menara tertinggi tempat Sang Pengawas berdiri — sehelai gulungan takdir yang sedang ditulis tiba-tiba robek sendiri. Dari robekan itu, tidak ada darah yang menetes. Yang menetes hanyalah tinta emas yang berubah menjadi hitam pekat.

Dan untuk pertama kalinya sejak langit terbentuk... Sang Pengawas merasa takut.

1
Eka P
h
Predi Siswanto
kapan kuat nya kalau kayak gini ini bukan pemburu langit tapi pemburu sampah bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!