NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Brak!

Pintu kamar Bayu didobrak dengan sangat kasar dari luar.

Pemuda berusia dua puluh lima tahun itu langsung terbangun dengan nafas memburu.

Dia melihat enam anak perempuan dengan berbagai ukuran kini berdiri di depan pintu kamarnya.

"Om Bayu, Rara lapar sekali!"

"Iya Om, Cika juga mau makan ayam goreng tepung."

Bayu mengusap wajahnya yang masih kuyu dan penuh kantuk.

"Kalian ini kenapa pagi-pagi sudah ada di apartemen Om?"

Sinta yang merupakan keponakan tertuanya melangkah maju sambil menggendong Rara.

"Mama pergi dinas ke luar kota selama sebulan penuh Om."

"Mama bilang Om yang akan menjaga kami semua mulai hari ini."

Jeder!

Bagaikan tersambar petir di pagi hari, Bayu menatap Sinta dengan mulut terbuka lebar.

Dia segera mengambil ponselnya di atas meja nakas.

Ada pesan masuk dari Mbak Rini yang merupakan kakak kandungnya.

"Bayu, tolong jaga keponakanmu selama sebulan karena Mbak ada urusan mendesak."

"Uang jajan mereka sudah Mbak transfer seratus ribu rupiah untuk pegangan awal."

Hanya seratus ribu rupiah untuk enam anak selama sebulan sungguh tidak masuk akal.

Bayu buru-buru membuka aplikasi m-banking di ponselnya dengan tangan gemetar.

Sisa saldonya hanya tinggal lima puluh ribu rupiah saja.

Semua tabungannya hasil bekerja sebagai karyawan kantoran dan selebgram sudah habis ditarik Vanya.

"Vanya sialan, dia memutuskan aku kemarin dan membawa kabur semua uangku."

"Lalu sekarang aku harus menghidupi enam anak ini dengan uang seratus lima puluh ribu?"

Gruk gruk gruk.

Suara perut keroncongan terdengar bersahut-sahutan dari arah pintu.

Rara yang baru berusia empat tahun mulai menangis dengan kencang.

"Huwaaa, Rara mau makan ayam goreng sekarang juga!"

Tangisan Rara langsung menular kepada Luna dan Cika yang ikut menangis keras.

Apartemen sempit itu seketika berubah menjadi seperti kapal pecah yang sangat bising.

Bayu menjambak rambutnya sendiri karena merasa sangat frustrasi dan putus asa.

"Tuhan, tolong cabut saja nyawaku sekarang juga."

Tiba-tiba sebuah suara mekanis yang sangat dingin bergema di dalam kepalanya.

[Ding!]

[Sistem Om Level Dewa telah berhasil diaktifkan pada Tuan Bayu Pratama.]

Bayu terlonjak kaget dan menoleh ke kiri dan kanan dengan panik.

"Siapa yang berbicara barusan?"

Sinta menatap pamannya dengan dahi berkerut bingung.

"Tidak ada yang berbicara selain Rara yang menangis Om."

"Om Bayu jangan mencoba mengalihkan pembicaraan karena kami benar-benar lapar."

Suara mekanis itu kembali terdengar di dalam kepala Bayu.

[Tuan tidak perlu panik karena sistem ini terikat pada jiwa Tuan.]

[Sistem Om Level Dewa diciptakan untuk membantu Tuan menjadi paman paling sempurna di dunia.]

Sebuah layar transparan berwarna biru tiba-tiba muncul tepat di depan mata Bayu.

[Misi Utama Pertama Diberikan!]

[Buat keenam keponakan Tuan berhenti menangis dan bawa mereka makan enak di mall hari ini.]

[Hadiah Penyelesaian Misi: Uang Tunai 10x Lipat dari total pengeluaran, Satu unit Mobil Sport, 1 Kartu Blackcard.]

Bayu membaca tulisan di layar biru itu dengan mata melotot.

"Apakah ini semacam halusinasi karena aku terlalu miskin dan lapar?"

[Ini bukan halusinasi, Tuan bisa membuktikannya dengan menerima misi ini sekarang juga.]

[Jika Tuan menolak, sistem akan mematikan fungsi tubuh Tuan secara permanen.]

Bayu menelan ludahnya dengan susah payah saat membaca ancaman tersebut.

"Baiklah, aku akan menerima misi ini sekarang juga sebelum aku mati kelaparan."

Layar biru itu berkedip terang sebelum memunculkan tulisan baru.

[Misi Diterima.]

[Sebagai modal awal, sistem telah mentransfer uang senilai lima juta rupiah ke rekening Tuan.]

Ting!

Ponsel di tangan Bayu berbunyi menandakan ada notifikasi masuk dari aplikasi m-banking.

Bayu nyaris pingsan saat melihat saldo rekeningnya kini berubah menjadi lima juta lima puluh ribu rupiah.

"Ini sungguh bukan mimpi sama sekali."

"Aku benar-benar mendapatkan sistem luar biasa seperti di novel-novel fiksi yang sering aku baca."

Bayu segera berdiri dari kasurnya dengan dada membusung bangga.

Keputusasaan di wajahnya menghilang tanpa sisa digantikan oleh senyuman yang sangat lebar.

"Anak-anak, berhentilah menangis sekarang juga."

"Om Bayu yang tampan ini akan membawa kalian semua makan enak di mall hari ini!"

Keenam keponakannya seketika berhenti menangis dan menatap Bayu dengan mata berbinar.

"Horeee, Om Bayu memang yang terbaik!" teriak mereka serempak.

Sinta memicingkan matanya dengan penuh curiga ke arah pamannya.

"Om yakin punya uang untuk mentraktir kami semua di mall?"

"Tadi malam saja Om menangis sesenggukan karena diputuskan Tante Vanya kan."

Bayu terbatuk pelan untuk menutupi rasa malunya.

"Itu hanya masa lalu Sinta, mulai sekarang Om adalah paman kalian yang paling kaya raya."

"Cepat bersiap-siap dan kita berangkat ke mall paling mewah di kota ini."

Keenam anak perempuan itu langsung berlarian keluar kamar untuk bersiap-siap.

Bayu menatap punggung mereka dengan senyuman penuh tekad.

"Vanya, kau akan menyesal karena telah mencampakkan pria yang kini memiliki sistem level dewa."

Wush!

Bayu segera menyambar handuknya dan berlari ke kamar mandi dengan penuh semangat.

Satu jam kemudian, mereka bertujuh sudah berdiri di depan pintu masuk mall terbesar di Jakarta.

Kania dan Bella menggandeng tangan Bayu dengan sangat erat.

"Om, mall ini besar sekali, apakah makanannya enak-enak?" tanya Kania antusias.

"Tentu saja enak, kalian boleh memesan apa pun yang kalian mau hari ini."

"Sinta, tolong awasi adik-adikmu agar tidak berlarian sampai hilang ya."

"Baik Om Bayu, tenang saja semua aman bersamaku."

Mereka segera berjalan masuk menuju area restoran yang ada di lantai dasar.

Rara berlari di depan sambil merentangkan tangannya seperti pesawat terbang.

Ngiung ngiung ngiung.

"Rara awas jangan berlarian di sana!" teriak Bayu memperingatkan.

Namun peringatan itu terlambat karena Rara menabrak kaki seorang wanita berbaju ketat.

Bruk!

Rara terjatuh ke lantai dan mulai menangis ketakutan.

Wanita itu menatap sepatu hak tingginya yang kotor dengan wajah sangat marah.

"Heh anak kampungan, kau merusak sepatu mahalku!" bentak wanita itu dengan suara melengking.

Bayu segera berlari mendekat untuk menolong Rara yang menangis di lantai.

"Maafkan keponakanku, dia tidak sengaja menabrak kakimu."

Saat Bayu mendongak, matanya langsung bertatapan dengan wajah wanita tersebut.

Dunia seakan berhenti berputar selama beberapa detik.

Wanita itu adalah Vanya, mantan pacar matre yang kemarin baru saja mencuri uang tabungannya.

Vanya menatap Bayu dengan tatapan meremehkan dari atas sampai bawah.

"Oh, ternyata ini kau Bayu, si pria miskin yang menyedihkan."

"Sedang apa kau membawa rombongan anak gembel ini ke mall mewah seperti ini?"

Seorang pria bertubuh kekar muncul dari belakang Vanya dan merangkul pinggang wanita itu.

Pria itu adalah Kevin, kekasih baru Vanya yang kabarnya adalah anak seorang pengusaha kaya.

"Sayang, ada apa ini, siapa pria berwajah melas ini?" tanya Kevin dengan nada mengejek.

"Ini mantanku yang miskin itu sayang, sepertinya dia sedang jadi pengasuh anak sekarang."

Sinta yang mendengar hinaan itu langsung mengepalkan tangannya dengan marah.

"Tante jangan sembarangan bicara ya, Om Bayu kami ini orang kaya tahu!"

Vanya tertawa terbahak-bahak hingga bahunya berguncang hebat.

"Orang kaya dari mana, bayar kos saja dia masih menunggak dua bulan."

"Lebih baik kau bawa pulang anak-anak gembel ini sebelum mereka merusak barang di sini Bayu."

Bayu berdiri perlahan sambil menggendong Rara di pelukannya.

Wajahnya sangat tenang namun matanya memancarkan aura dingin yang sangat tajam.

Dia menatap Vanya dan Kevin secara bergantian.

"Berapa harga sepatu murahan yang baru saja disentuh oleh keponakanku itu?"

Vanya melotot marah mendengar sepatunya disebut murahan.

"Ini sepatu keluaran terbaru harganya dua juta rupiah, kau pasti harus menjual ginjalmu untuk membayarnya!"

Bayu mendengus pelan dan merogoh saku celananya.

"Sinta, tolong pegang Rara sebentar."

Sinta mengambil alih Rara yang masih sesenggukan.

Bayu mengeluarkan dompetnya yang terlihat kusam lalu mengambil sejumlah uang tunai.

Plak!

Bayu melempar lima lembar uang seratus ribuan tepat ke wajah Vanya.

"Itu uang lima ratus ribu, anggap saja uang kembaliannya untuk biaya periksa ke dokter mata."

Vanya dan Kevin terdiam kaku melihat lembaran uang itu berjatuhan ke lantai.

"Kau pikir dengan uang lima ratus ribu masalah kita selesai hah?" bentak Kevin tidak terima.

Bayu tersenyum miring lalu mengeluarkan ponselnya.

"Aku tahu sepatu itu adalah barang tiruan yang harganya tidak lebih dari tiga ratus ribu di pasar malam."

"Sekarang menyingkirlah karena aku dan keponakanku ingin makan di restoran bintang lima di depan sana."

Bayu segera memimpin keenam keponakannya melewati Vanya dan Kevin yang masih mematung karena terkejut.

[Ding!]

[Tindakan Tuan sangat luar biasa dalam melindungi harga diri keponakan.]

[Misi Utama akan memberikan bonus tambahan jika Tuan berhasil membuat mereka malu hari ini.]

Bayu tersenyum tipis mendengar notifikasi dari sistem tersebut.

"Tunggu saja pembalasanku Vanya, hari ini akan menjadi hari paling memalukan dalam hidupmu."

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!