" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Lebih Dekat
Ester berjalan ke arah sekeliling Mansion dengan anjing yang ia rawat saat ini, sudah berhari-hari ia tak pernah melihat keberadaan Tommy, sepertinya ia berpikir jika Tommy sedang melakukan perjalanan bisnis.
" Tuan Tommy dimana? " tanya Ester pada Pelayan.
" Selama satu minggu ini perjalanan bisnis, akan kembali hari ini " jawab pelayan.
Ester mengangguk saat mendengar hal itu.
Buru-buru ia mengambil anak anjing itu dan langsung membawanya ke kandang.
" Hey.. merasa berkuasa kau dirumah ini? " ucap seorang wanita pada Ester.
Ester menatap ke arah wanita yang sedang menatap sinis ke arahnya.
" Aku tidak memiliki urusan denganmu "
" Tidak mudah kau membohongiku, mungkin kau bisa mengelabuhi yang lain jika kau berusaha mengambil hati Mr Tommy, tapi aku tidak mudah kau kelabuhi " ucap wanita itu.
Ester terdiam dengan mengepalkan tangannya dengan kuat.
" Kita lihat saja, siapa yang kalah dalam hal ini " ucap Ester dengan tatapan emosi.
Dengan langkah cepat ia segera masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya. Bagaimanapun dia harus tampil cantik untuk kedatangan Tommy, karena dia harus benar-benar membuat Tommy jatuh cinta padanya.
Ester memilih dress berwarna merah muda lembut yang panjangnya sekitar mata kaki, bagian atas seperti tali yang memperlihatkan kulit putihnya yang mulus.
Terdengar suara mobil memasuki pelataran mansion, Ester langsung berjalan kearah jendela, memang benar jika itu adalah mobil yang biasa dikendarai oleh Tommy.
Tommy keluar dari mobil, ia berjalan memasuki mansionnya, tatapannya menyapu sekelilingnya lalu ia berjalan lagi ke arah lift.
Hingga waktu menunjukkan sore hari, tiba-tiba terdengar suara teriakan begitu keras.
" Aaaaaaa " semua pelayan berlarian dan menuju sumber suara, Tommy keluar dari kamarnya, Peter terlihat mengecek apa yang terjadi.
" ada apa? " tanya Peter.
Mereka menyingkir dan tatapannya jatuh pada seorang wanita yang tergeletak di lantai dengan mulut mengeluarkan busa.
" Kenapa ini? " kaget Peter, karena ini baru saja terjadi di mansion ini, padahal sebelumnya tidak pernah ada hal yang seperti ini.
" Periksa " Peter menyuruh seorang pengawal memeriksa.
" Sudah tidak bernyawa lagi " jawab Pengawal itu.
Hingga pengawal membawa jasad wanita itu.
Tommy berjalan menuju sayap kiri, ia melihat ke arah seorang wanita yang juga sedang berjalan menuju kerumunan. Ester tampak cantik dan selalu memanjakan mata siapapun.
" Ada apa? " tanya Ester.
" Ada yang meninggal " ucap pelayan.
" Tuan " semua orang kaget saat melihat ke arah Tommy yang datang.
Peter langsung berjalan dan menjelaskan apa yang telah terjadi.
Tommy terdiam,
" Lanjutkan " ucap Tommy memerintah pada Peter.
Ester menatap Tommy yang juga sedang menatap dirinya. Tommy memberi isyarat agar Ester mendekat padanya.
" Iya? " tanya Ester.
" Bagaimana hari-harimu? "
" Monoton " jawab Ester.
Tommy terkekeh, lalu ia mengambil sesuatu di sakunya,
" Ini? " Ester kaget saat Tommy mengeluarkan sebuah gelang dan memakaikannya pada Ester.
" Oleh-oleh dariku " ucap Tommy.
Ester menatap ke arah Tommy dengan tatapan mata berbinar, tak disangka ternyata apa yang dia lakukan bukanlah hal yang cuma-cuma.
" Thank you " ucap Ester.
Tommy mengangguk lalu ia pergi dari sana, pertemuan yang begitu singkat tapi mampu membuat Ester begitu bahagia. Akhirnya ia mulai mendapatkan lampu hijau dari Tommy.
Ia berlari memasuki kamarnya, ia menatap ke arah gelang yang ia dapatkan dari Tommy, rasa bahagia di hatinya begitu muncul dengan bergemuruh.
" Dia sudah menyukaiku " senyum Ester.
Ester melihat gelang itu terus menerus, ada rasa bahagia yang sangat terlihat dimatanya. Ia bahkan mencium gelang tersebut berulang kali.
Hingga ia tertidur tanpa sadar.
Keesokan harinya, Ester terbangun dari tidurnya.. ia berlari ke kamar mandi, setelah itu membersihkan dirinya sendiri dengan buru-buru.
Ketika ia sedang berjalan keluar dari kamar, tiba-tiba ia melihat Peter didepan pintunya.
" ada apa Peter? "
" Tuan ingin mengajak anda keluar " ucap Peter.
Ester kaget dan begitu syok mendengarnya. Ia buru-buru berjalan turun dari tangga, Peter hanya menggelengkan kepalanya dengan perasaan lucu melihat tingkah Ester.
Di depan pintu utama, Ester menghentikan langkahnya dan berjalan pelan ke arah Tommy.
" Kamu mengajakku keluar ? " tanya Ester.
" Iya.. kamu mau? "
" Tentu.. " Ester begitu bahagia karena dirinya memang tidak pernah keluar, dahulu hidupnya selalu dikurung dari kecil, saat ini membuat Ester begitu bersemangat dan senang sekali
Ester langsung berjalan mengikuti Tommy masuk mobil. Mobil melaju dengan kencang, Ester menatap ke arah jendela, ia benar-benar seperti orang yang kagum melihat pemandangan.
" Kau suka? " tanya Tommy.
Ester mengangguk, ia begitu terlihat bahagia hingga membuat Tommy semakin kaget karena Ester terlihat belum pernah tahu dunia luar.
Mobil melaju ke arah Mall, lalu mereka turun.. Ester langsung berjalan dan melihat keindahan Mall yang begitu mewah.
" Ini Mall milikku, belanjalah dengan sesukamu " Ucap Tommy.
Ester langsung memasuki beberapa toko, ia memilih pakaian yang ia suka, ini adalah pertama kalinya dirinya berbelanja sesuka hati, walaupun dia lahir dari keluarga kaya, tapi tidak menjamin dirinya bisa bebas seperti ini.
" Aku suka sekali " ucap Ester.
" Kalau begitu jangan menyuruhku untuk mencarikanmu suami, tetaplah dirumahku " ucap Tommy.
Ester tertegun, lalu tatapannya bertemu..
" Bagaimana jika aku tidak berada di wilayah para wanita? aku merasa tidak tenang disana "
" Kalau begitu kamu boleh tidur di kamar tamu di wilayahku " Tommy menatap Ester yang begitu berbinar.
" Thank You " ucap Ester.
Peter melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, bosnya terlihat mulai menunjukkan rasa sukanya pada Ester.
Mereka saling bergandengan dan memilih beberapa pakaian yang mereka suka. Hingga mereka memutuskan untuk makan di sebuah restoran.
" Steak " ucap Ester.
pesanan telah di pilih, terlihat Tommy memperhatikan Ester yang begitu menikmati kegiatannya.
" Kepribadianmu jauh berbeda dengan Monika "
" Dia hanya punya rasa iri padaku, apa yang aku punya dirinya selalu merasa iri " ucap Ester.
Tommy terkekeh,,, antar saudara ada pertengkaran.
" Dia berusaha mengambil hati keluargamu, cita-citanya adalah menjadi istrimu " ucap Ester terang-terangan.
" aku tidak menyukainya... " jawab Tommy
" Baguslah " angguk Ester dan Tommy tertawa.
Lalu makanan datang, mereka segera makan.. terlihat Ester makan dengan lahap, Tommy sampai merasa kasihan lihat tingkah Ester yang seperti itu.
" kamu suka makanannya? " tanya Tommy.
" Iya.. aku suka, ini enak sekali " jawab Ester makan dengan lahap.
" Ester " panggil Tommy.
Ester mendongak.. Tommy mengambil tisu dan mengelap bibir Ester yang belepotan.
" Makasih " ucap Ester malu-malu.
Tommy terdiam, ia merasa gemas dengan Ester yang pipinya begitu memerah.
" Setelah ini kita pulang " ucap Tommy
Ester mengangguk.
" Terimakasih atas belanjaannya " ucap Ester.
Tommy mengangguk.. akhirnya setelah makan dengan tenang, mereka memutuskan untuk pulang.