NovelToon NovelToon
TEMPTATION

TEMPTATION

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:179.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Peony

Evander Aldebaran, seorang anak konglomerat kaya raya yang memiliki berbagai macam perusahaan dengan beraneka jenis bisnis.

Evander dipercaya mengemban tugas istimewa sebagai Wakil Presiden Direktur dari Aludra Entertaiment yang merupakan perusahaan agency artis.

Namun sayangnya dimasa kepemimpinan Evander justru Aludra mengalami kemunduran dan membuat Ayah Evander meragukan kapabilitas putra tunggalnya itu.

Bahkan banyak anggota direksi yang mengajukan mosi pemecatan bagi Evander yang tidak kompeten itu.

Hingga pada akhirnya Evander dipertemukan dengan seseorang yang mampu membangkitkan keterpurukannya dimasa - masa suram itu.

Sampai pada akhirnya Evander bangkit dan dapat menguasai segalanya, namun harus dengan bayaran yang setimpal.

Bagaimana kisahnya? Dan siapakah orang yang melepaskan Evander dari keterpurukan?

Akan kah Evander mampu melawan segala godaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGAMBILAN FOTO

    Sekitar pukul tiga sore Agnetha sudah menyelesaikan segala treatment nya, ia keluar dari ruang perawatan dan menuju meja kasir. Tetapi tiba – tiba ia melihat Evander sudah duduk diatas sofa yang tidak begitu jauh dari meja kasir. Melihat laki – laki itu sudah berada disana Agnetha segera menghampirnya.

    “ Apa yang kamu lakukan disini Evan? “ Terlihat tatapan bingung dari sorot mata Agnetha.

    “ Menjemputmu tentu saja, ayo. Sudah aku selesaikan payment nya. “ Tukas Evander seraya berdiri dan kemudian meneguk habis minuman yang disajikan untuk nya diatas meja.

    Pelayan tampak menundukkan kepalanya dengan sangat sopan saat Evander melewati mereka. Mereka juga berlarian untuk membuka pintu kaca agar Evander dapat segera keluar menuju mobilnya.

    Agnetha segera masuk kedalam mobil Evander saat Chris sopir pribadi lelaki itu membuka pintu untuknya. Evander juga segera menyusul Agnetha dan duduk tepat disamping perempuan dengan wajah cantik dan polos itu.

    “ Hari ini kita ada pengambilan foto untuk publikasi berita dan majalah. Deandra pergi menyiapkan semua keperluan kita. “ Sambung Evander datar saat Chris sudah mulai melajukan kendaraan milik Evander.

    “ Oh? Dimana? “ Tanya Agnetha kemudian.

    “ Lihat saja, kau akan segera tahu. “ Evander kemudian memejamkan matanya seraya menyilangkan kaki panjangnya dan menyandarkan kepalanya pada bantalan leher kursi.

    Meski sebenarnya Agnetha enggan untuk melakukannya namun ia tidak memiliki alasan untuk dapat menolak apa yang sudah ditentukan oleh Evander. Mau tidak mau dan suka tidak suka Agnetha harus tetap melakukannya.

    Mobil yang dikemudikan Chris justru berjalan menuju ke arah rumah Evander, saat tiba disana halaman rumah mewah tersebut telah ramai oleh beberapa orang. Tampaknya mereka adalah tim fotografer yang akan membantu Evander melakukan pemotretan sore itu.

    “ Syukurlah jika pengambilan gambarnya disini. “ Wajah Agnetha benar – benar lega karena ia tidak perlu pergi jauh – jauh untuk melakukan sesi foto bersama Evander.

    Agnetha segera turun dari mobil tanpa menunggu Chris membuka pintu, Deandra sudah berdiri dihalaman rumah tersebut sambil melakukan briefing dengan seorang wanita yang Agnetha tidak tahu siapa namanya.

    “ Nona, mari ikut ke masuk dahulu. Kita perlu melakukan make up sebentar. “ Tanpa aba – aba Deandra langsung menuntun tangan Agnetha masuk kedalam rumah dan menuju ke kamar tamu di lantai satu.

    Seorang wanita yang mendadaninya tempo lalu terlihat sedang menyiapkan beberapa pakaian pada hanger gantungnya. Saat melihat Agnetha masuk kedalam kamar wajah wanita itu terlihat berseri – seri dan langsung menarik kursi didepan cermin kaca berukuran besar.

    “ Silahkan Nona. “ Ujar perempuan itu pada Agnetha.

    Tanpa banyak bertanya Agnetha menuruti saja apa yang dilakukan oleh perempuan itu, dia tidak banyak berkomentar pada riasan yang dipulaskan pada wajah cantik Agnetha. Setelah beberapa lama, perempuan itu meminta Agnetha mengenakan sebuah midi dress berwarna teracotta dengan motif bergaris hitam.

    Sesudah Agnetha berganti pakaian, perempuan itu memakaikan long coat bercorak kotak – kotak yang tidak begitu tegas berwarna abu – abu. Perempuan itu juga tidak lupa meminta Agnetha mengganti sepatu nya dengan heels berwarna hitam. Tanpa penolakan Agnetha mengikuti seluruh perintah make up artist itu.

    Agnetha kemudian keluar dari dalam kamar tamu, didapati nya Evander sudah duduk di ruang tamu dengan pakaian senada dengannya. Mantel bercorak kotak – kotak  tegas, dengan celana maroon dan kaos hitam polos. Sneaker hitam bercorak merah dengan sole putih, membuat Evander terlihat lebih santai.

    Melihat Agnetha yang agak kesulitan dengan berjalan dengan heelsnya, Evander mengulurkan tangannya membantu Agentha menuruni tangga dan berjalan menuju halaman. Tema pemotretan mereka adalah outdoor sehingga fotografer memanfaatkan beberapa sudut rumah Evander yang bisa dijadikan sebagai spot foto.

    “ Oke, silahkan Nona Agnetha agar bergeser ke kiri. Sedikit condongkan kepala kesebelah kanan ya Nona. “ Agnetha melakukan sesuai arahan fotografer.

    Karena Agnetha masih kesusahan mengikuti arahan fotografer, pria itu mendekati Agnetha dan menyentuh kepala wanita itu pelan. Secepat kilat Evander meraih tangan pria itu dan menatapnya tajam.

    “ Siapa bilang kau boleh menyentuhnya, katakan saja pada ku jika ingin mengubah posisi kepala calon istriku! “ Nada keras sebagai bentuk peringatan Evander dilontarkan pada pria yang sedang memegang kamera itu.

    Agnetha hanya bisa tertunduk lesu dengan sikap Evander yang ternyata lebih posesif dibanding perkiraannya. Sementara Deandra hanya memandang Evander dari kejauhan dengan sedikit cemas, wanita itu juga tidak menyangka jika respon Evander akan sedemikian rupa.

    “ Maaf Tuan, saya tidak memiliki maksud tertentu. Saya mohon maaf. “ Dengan menyesal fotografer itu menjauhi Agnetha dan kembali memberikan arahan gaya.

    Setelah foto dengan outfit pertama dirasa cukup, fotografer meminta pasangan itu mengganti pakaiannya. Masih dengan konsep yang sama, kini Agnetha mengganti pakaiannya dengan long dress bermotif batik dan bunga hingga menutupi ujung kakinya.

    Mereka juga meminta Agnetha mengenakan mantel panjang dengan motif kotak – kotak besar dengan gradasi warna coklat, hitam dan cream. Sementara Evander tidak mengganti kaos hitamnya, hanya mereka mengganti dengan blazer bludru hitam dengan tumpal motif batik pada  bagian bawah blazer dan bagian lipatan lengan.

    Evander juga mengganti celananya dengan celana kain hitam dan sepatu pantofel hitam, laki – laki itu terlihat sangat tampan dengan memakai pakaian jenis apapun. Meski terlihat kasual namun kesan glamor tidak bisa tanggal begitu saja dari penampilan Evander sore itu.

    Banyak para crew dan staf yang ada disana sore itu menyebut – nyebut bahwa wajah Evander sangat mirip dengan calon istrinya. Mereka juga merasa Evander tipe laki – laki pencemburu, karena melihat tingkah Evander yang marah saat melihat fotografer menyentuh kepala calon istrinya.

    “ Wah, Nona Deandra. Aku tidak menyangka Pak Evander ternyata posesif ya? “ Bisik seorang staf perempuan pada Deandra.

    Deandra juga terkekeh mendengar ucapan wanita disampingnya itu, karena benar saja baru kali ini ia melihat Evander bertingkah demikian. Dari jauh Deandra melihat wajah Agnetha yang tersenyum manis didepan kamera. Evander juga melakukan hal yang sama, ia menyunggingkan senyum tipisnya memandang kamera seraya menggandeng tangan Agentha yang berdiri didepannya.

    “ Agnetha, pandai sekali kau menyembunyikan emosimu. “ Bisik Deandra pelan.

    “ Dee! “ Seseorang menyenggol bahu Deandra pelan, diliriknya ternyata Jason yang baru saja tiba disana.

    “ Apakah semua baik – baik saja? “ Bisik Jason lagi.

    “ Tentu saja, dari mana kau seharian ini? “ Sambung Deandra pada Jason lagi.

    “ Mengurus segala berkas pernikahan Pak Evander dan Nona muda itu, lihatlah Dee bagaimana dia bisa tersenyum. “ Jason menimpali saat memandang wajah Agnetha yang berseri dari kejauhan.

    “ Ku pikir hanya aku yang menyadarinya Jason, bagaimana gadis semuda itu bisa dengan mudahnya menutupi bebannya berdiri disamping Pak Evander dengan senyuman cantik. “ Deandra tampak iba melihat Agnetha yang luar biasa dalam mengatur emosinya.

1
Ucy (ig. ucynovel)
baru mampir di sini kak

keren 👍
dyve
agnetha*
dyve
pingsan*
R_armylove ❤❤❤❤
lanjut.... masih penasaran 🤭🥰
Sis Fauzi
Evander ge er tuh
Sis Fauzi
banyak aturan untuk hal yg baik, ya tdk masalah Agnetha 😀
Sis Fauzi
semangat Agnetha
Sis Fauzi
Agnetha sdh jadi isteri Evander, kok masih dibilang gadis tersebut Thor?
A_young
Takdir cinta CEO hadir thor
A_young
takdir cinta CEO hadir
A_young
takdir cinta CEO hadir thor


suka banget sama ceritanya thor ❤️
Sis Fauzi
jangan menyesali pernikahan mu Agnetha 🔥
Sis Fauzi
super protektif Evander, tapi gayanya sok abai sama Agnetha 🔥
Sis Fauzi
udah nyesek, eh gak jadi 😂🔥
Sis Fauzi
cemburu tuh Evander 😂
Sis Fauzi
Evan jangan nakutin ya🔥
Sis Fauzi
mantap Agnetha
Imas Aisha Raya
iih ngeri, thor keidean dari mana py cerita seperti ini, kaya kembali ke jaman film Suzana hihihi
Imas Aisha Raya
ini emang pesugihan ada siluman ular minta wadal( korban), bahaya ini ke syirikan auzubillah
Imas Aisha Raya
visual Jason lebih pas buat jadi Evander thor ....itu mah pendapat ku ☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!