Karena ingin melihat putri kembarnya (Agatha & Amanda) segera menikah, Edward menjodohkan mereka dengan pria-pria pengusaha muda tampan yang kaya, putra dari relasi-relasinya.
Agatha di jodohkan dengan Jonathan.
Amanda dijodohkan dengan Vincent.
Pertentanganpun terjadi. Agatha dan Amanda juga Jonathan dan Vincent menolak dijodohkan.
Apa yang terjadi jika Agatha bertemu dengan Vincent (jodoh buat Amanda) dan Amanda bertemu dengan Jonathan (jodoh buat Agatha).
Apakah mereka akan jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan untuk saudara kembarnya?
*****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH-16 Kesalahfahaman terkuak
Jonathan kembali masuk ke dalam rumah bergabung dengan orangtuanya dan menghampiri mereka. Ada yang menarik perhatiannya, dia melihat dua sosok gadis yang berdiri berdampingan dan mereka sangat mirip, bagai pinang dibelah dua. Diapun menoleh pada ayahnya dengan penuh tandatanya, karena ayahnya tidak pernah bercerita kalau Agatha memiliki saduara kembar. Dia tidak menyangka kalau calon istrinya memiliki kembaran, dan dia tidak tahu gadis mana yang akan menjadi calon istrinya.
“Jo, ini Amanda, dan ini Agatha. Dan Agatha adalah calon istrimu. Amanda calonnya Vincent,” kata Mr. Darwin, memperkenalkan Agatha dan Amanda.
Jonathan menatap lagi dua gadis itu. Dia kebingungan. Matanya kembali menyelidik yang mana gadis yang dia kenal selama ini. Dia terkejut saat menyadari kalau yang tadi ditunjuk ayahnya yang bernama Amanda adalah gadis yang selama ini dia panggil Agatha, itu artinya dia salah mengenali calon istrinya.
“Ternyata kau calon suami Agatha,” batin Amanda, sambil menatap Jonathan.
“ Aku tidak menyangka kau adalah calon suamiku, kita benar-benar berjodoh meskipun tidak saling kenal,” batin Agatha.
“Kau…” Jonathan menatap Amanda.
“Kau Agatha?” tanya Jonathan lagi pada Amanda.
“Aku Amanda,” jawab Amanda.
Jonathan menatap Amanda, jadi gadis yang selama ini dia kenal itu nama aslinya Amanda? Dan Amanda bukan calon istrinya? Dia yang mati matian mencoba membuka diri pada Amanda ternyata gadis itu bukan calon istrinya? Dan gadis ini,,,gadis ini diam saja meskipun dia salah memanggilnya dengan Agatha. Wajah Jonathan berubah memerah. Tiba –tiba dia menarik tangannya Amanda meninggalkan ruangan itu. Semua mata menatap kepergian mereka dengan keheranan.
Amanda kebingungan Jonathan menarik tangannya keluar dari rumah.
“Aku perlu bicara,” kata Jonathan, suaranya terdengar nada tidak suka, ada nada kemarahan dan kekecewaan disana. Dia menatap Amanda dengan tajam, Amanda membalas menatapnya.
“Jadi selama ini kau membohongiku?” tanya Jonathan dengan ketus.
“Apa maksudmu membohongimu?” Amanda balik bertanya.
“Jadi siapa sebenarnya dirimu?” tanya Jonathan.
“Aku Amanda,” jawab Amanda.
“Kau bukan Agatha?” tanya Jonathan. Amanda menggeleng.
“Kau tega mempermainkan perasaannku?” tanya Jonathan.
“Mempermainkan perasaannmu, apa maksudmu?” tanya Amanda.
“Aku melihat gelangmu bertuliskan Agatha, dan kau diam saja saat aku memanggilmu Agatha, apa maksudmu bersikap begitu?” tanya Jonathan dengan kesal.
“Sebenarnya aku tidak bermaksud membohongimu, cuma ya untuk apa aku menjelaskannya?” jawab Amanda.
“Tapi kau membuat semuanya runyam. Aku fikir kau calon istriku! Agatha!” kata Jonathan membuat Amanda terkejut. Jadi Jonathan berusaha bersikap baik itu karena mengira dirinya calon istrinya? Kepala Amanda seketika langsung berdenyut denyut.
Merekapun terdiam. Saat terdiam seperti itu, mereka melihat Vincent melewati mereka sambil tangannya menarik tangan Agatha keluar dari rumah itu. Vincent berhenti saat melihat Amanda bersama Jonathan, mata mereka sempat saling menatap, tapi Vincent segera menjauh dari mereka dan tangannya masih menarik tangannya Agatha. Langkah mereka terhenti di dekat kolam kecil.
Agatha segera menepis tangannya Vincent. Pria itu menatapnya.
“Cantik, katakan padaku, kau sebenarnya siapa?” tanya Vincent.
“Aku?” tanya Agatha.
“Iya, siapa lagi? Tanpa menyebutkan nama aku tahu kau Cantikku, katakan padaku siapa namamu yang sebenarnya?” tanya Vincent.
Agaha terdiam beberapa saat, diapun menatap Vincent.
“Aku Agatha dan aku adalah calon istrinya Jonathan,“ jawab Agatha.
“Jadi selama ini kau bukan Amanda?” tanya Vincent, matanya tidak lepas dari menatap si Cantiknya.
“Aku bukan Amanda,” jawab Agatha.
“Jadi yang selama ini aku telpon, Amanda itu bukan namamu?” tanya Vincent.
“Bukan, itu nama saudari kembarku,” jawab Agatha.
Vincent memegang kepalanya yang terasa pusing. Jadi selama ini dia benar-benar salah pedekate, dia fikir si cantik adalah Amanda, calon istrinya.
“Jadi kau calon istrinya Jonathan?” tanya Vincent, memastikan. Agatha mengangguk.
“Tidak bisa, kau harus jadi calon istriku, aku sudah menganggapmu calon istriku,” kata Vincent.
Agatha menatapnya.
“Apa maksudmu bicara begiu? Aku calon istrinya Jonathan,” tegas Agatha.
“Tidak bisa, tidak boleh, kau calon istriku,” ucap Vincent, bersikukuh.
“Kau tidak bisa seenaknya begitu. Kau dijodohkan dengan saudari kembarku, Amanda,” kata Agatha.
“Tidak bisa, kalau begitu, kita bertukar.” Vincent masih menolak.
“Bertukar apa maksudmu?” tanya Agatha.
“Bertukar supaya kau menjadi calon iatriku,” jawab Vincent.
“Aku tidak mau, aku tidak mau mempunyai calon suami yang pacarnya banyak,” tolak Agatha.
“Cantik, aku bukan pria playboy itu lagi, aku sudah memutuskan semua pacar-pacarku,” kata Vincent.
“Ah itu kan cuma sementara saja, kalau sudah playboy ya playboy saja,” ucap Agatha.
Tiba-tiba Vincent menarik tangannya Agatha lagi, beranjak meninggalkan tempat itu.
“Kau mau apa lagi? Kenapa kau menarik tangannku lagi?” tanya Agatha tidak mengerti dengan sikap Vincent, tapi langkahnya mengikuti langkah Vincent. Ternyata pria itu mengajaknya menemui Jonathan dan Amanda yang sedang berbicara.
Vincent menatap Jonathan yang juga menatap padanya, dia keheranan dengan kedatangan Vincent dan
Agatha.
“Jo! Kita bertukar pasangan,” kata Vincent, tiba-tiba.
“Apa? Apa maksudmu?” tanya Jonathan terkejut, Bukan jonathan saja tapi yang lain juga sama. 6 pasang mata menatap Vincent.
“Aku menyukai si cantik, aku mau dia yang menjadi calon istriku,” jawab Vincent.
Jonathan menoleh pada Vincent lalu pada Agatha yang juga menatapnya.
“Tidak bisa, kau bukan calon suamiku,” kata Agatha.
Vincent menoleh pada Agatha.
“Tapi aku terlanjur menyukaimu, aku fikir kau Amanda calon istriku,” kata Vincent.
Mendengar perkataan Vincent, barulah Jonathan mengerti kalau Vincentpun mengalami hal yang sama dengannya, mengira Amanda adalah calon istrinya. Kenapa semua ini bisa terjadi?
“Tapi aku tidak mau,” kata Agatha, menolak Vincent.
Jonathan menatap Vincent.
“Vin, sebaiknya kita tidak perlu tergesa-gesa dengan semua ini, kita butuh waktu untuk memikirkannya,” kata Jonathan.
Agatha tersenyum mendengar perkataannya Jonathan, ternyata Jonathan pria yang sangat dewasa, tidak seperti Vincent yang memaksakan kehendaknya. Untung dia dijodohkannya dengan Jonathan.
“Maksudmu apa? Kau menyukai Agatha?” tanya Vincent menatap Jonathan.
“Bukan itu, hanya saja tidak semudah itu bertukar pasangan, bagaimana dengan orangtua kita?” kata Jonathan.
“ Tapi aku tidak mau menikah dengan Vincent,” ucap Agatha tiba-tiba, membuat Vincent kembali menatap Agatha.
“Cantik, kau hanya belum mengenalku, kau harus percaya aku tidak mungkin menyakitimu, aku sudah terlanjur menyukaimu,” kata Vincent meyakinkan Agatha.
Amanda yang mendengar perkataan calon suaminya, Vincent menyukai Agatha, tampak terdiam, dia bingung harus bersikap bagaimana. Dia juga sebenarnya sudah mulai menyukai Jonathan, tapi Jonathan adalah calon suami saudara kembarnya dan sepertinya Agatha lebih menyukai Jonathan daripada Vincent.
“Apa yang sedang kalian bicarakan? Ayolah masuk, orangtua kalian ingin bicara,” tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka berempat. Semua mata menoleh pada arah suara. Elsa sudah berdiri menatap putri-putrinya dan calon menantunya itu.
“Iya Mommy,” jawab Amanda dan Agatha bersamaan, mereka langsung menghampiri Elsa. Elsa kembali menatap mata Amanda dan Agatha, kedua putrinya langsung menunduk.
“Ayo masuklah,” kata Elsa pada mereka semua.
Agatha dan Amanda mengikuti langkah kaki Elsa memasuki rumah diikuti oleh Vincent dan Jonathan.
Malam semakin larut, para orangtua tampak bersemangat membicarakan persiapan pernikahan putra putri mereka, yang jelas para orangtua terlihat begitu bahagia malam ini.
Tidak dengan keempat muda mudi itu, mereka berempat tidak ada yang bicara, semua terdiam. Kesalah fahaman ini membuat mereka bingung.
***************
“Daddy aku ingin bicara,” kata Vincent pada ayahnya saat mereka tiba di rumah.
“Ada apa?” tanya ayahnya, menatap putranya yang sedang menatapnya dengan serius.
“Telah terjadi kesalahfahaman,” kata Vincent.
“Kesalahfahamana apa?” tanya Mr. Arthur.
“Sebenarnya gadis yang aku kira calon istriku itu ternyata bukan Amanda tapi Agatha,” kata Vincent.
“Apa maksudmu?” tanya Mr. Arthur tidak mengerti.
“Aku menyukai Agatha, bukan Amanda,” jawab Vincent.
“Kau ini bicara apa? Kau dijodohkan dengan Amanda bukan Agatha. Kau sendiri yang menyetujuinya dan kau sendiri mengatakan kalau kau sudah mengenalnya, kau jangan main-main!” bentak Mr. Arthur tampak kesal pada putranya. Istrinya tampak kebingungan, berdiri memegang tangan suaminya.
“Vin, bicarakan ini nanti saja, kau harus memikirkan kesehatan ayahmu,” kata ibunya Vincent.
“Tidak bisa bu, aku tidak mau semua ini berjalan berlarut larut, kesalahfahaman ini harus segera diluruskan,” kata Vincent, bersikeras.
“Kesalahfahaman apa? Dari awal aku sudah memberitahu kau dijodohkan dengan Amanda, dan kau setuju, apanya yang salah faham?” tanya Mr. Arthur dengan nada tinggi, dia mulai merasakan dadanya yang sakit, tangannya memegang dadanya.
“Sayang, kau tidak boleh terlalu emosi, jantungmu tidak sehat,” kata istrinya.
Vincent menatap ayahnya.
“Daddy, sebenarnya yang aku sukai itu Agatha. Aku salah orang, yang selama ini aku bicarakan padamu itu adalah Agatha bukan Amanda. Daddy tidak memberitahuku kalau Amanda memiliki saudara kembar, aku baru tahu tadi saat di pesta,” kata Vincent.
“Apa? Apa maksudmu?” tanya Mr.Arthur semakin kebingungan.
“Yang aku sukai adalah Agatha, bukan Amanda,” jawab Vincent.
Orangtuanya terkejut dan menatapnya.
“Sayang, Agatha itu calon istrinya Jonathan,” kata ibunya Vincent.
“Aku tahu ibu, tapi yang aku sukai adalah Agatha. Semula aku mengira Agatha itu adalah Amanda, aku salah orang,” jawab Vincent. Belum juga Mr. Arthur bicara lagi, dia merasakan sakit yang luar biasa di dadanya.
“Sayang, sayang kau kenapa? Kau baik-baik saja?” tanya istrinya sambil memeluk Mr Arthur.
Vincent yang melihat ayahnya kehilangan keseimbangan, segera memeluk ayahnya.
“Daddy! Daddy! Kau kenapa?” tanya Vincent, dia merasa khawatir dengan keadaan ayahnya yang tampak merasakan nyeri yang amat sangat di dadanya. Tidak berapa lama Mr. Arthur tidak sadarkan diri.
“Sayang! Sayang!” teriak ibunya Vincent.
“Ayo Mommy, kita bawa Daddy ke rumah sakit,” kata Vincent.
“Baiklah, ayo!” kata Mommynya Vincent. Mereka pun segera menuju rumah sakit terdekat.
Sekarang Mr. Arthur masih berbaring dalam ruangan yang memiliki banyak peralatan yang entah apa namanya, kabel kabel tampak berada di beberapa bagian tubuhnya yang dihubungkan dalam sebuah computer.
Ibunya Vincent tampak terus menangisi suaminya yang belum sadarkan diri.
“Mommy, sudahlah jangan menangis terus, Daddy pasti baik-baik saja, Jangan khawatir,” kata Vincent, memeluk ibunya yang sedang duduk di kursi.
“Bagaimana Mommy tidak sedih, Mommy tidak mau Daddymu meninggal lebih cepat, Mommy tidak mau ditinggal Daddymu …” kata ibunya sambil terisak.
“Mommy, aku minta maaf seharusnya tadi aku mengontrol emosiku, aku benar-benar minta maaf, aku telah membuat semuanya jadi kacau,” ucap Vincent.
Mrs.Arthur menatap Vincent, putranya.
“Nak, berjanjilah kau tidak akan membuat kondisi Daddy semakin parah,” pinta ibunya Vincent.
“Maksud Mommy apa? “tanya Vincent tidak mengerti.
“ Tentang pernikahanmu itu, sudahlah kau terima saja. Mau Agatha ataupun Amanda mereka sangat mirip dan sama-sama cantik, jangan membuat masalah baru,” kata ibunya.
“Tapi Mommy, ini bukan masalah fisik, aku menyukai Agatha Mommy, selama ini aku mengejar ngejarnya, aku fikir dia calon istriku, aku tidak tahu kalau Agatha mempunyai saudara kembar,” ucap Vincent, berusaha meyakinkan ibunya supaya mengerti keadaannya.
“Iya tapi lihatlah Daddymu, di sangat terpukul. Kita tidak akan merasa nyaman menyampaikan persoalan ini, karena Agatha juga sudah dijodohkan dengan Jonathan. Kita akan merasa tidak enak dengan orangtuanya Jonathan, dan itu akan memperburuk hubungan Daddymu dengan mereka,” jawab ibunya Vincent.
Vincentpun terdiam.
“Lagi pula belum tentu Agatha dan Jonathan mau bertukar pasangan begitu saja apa nanti kata keluarga besar mereka?” kata ibunya Vincent.
“Kau juga harus memikirkan perasaan Amanda kalau tau kau menyukai Agatha, dia akan merasa ditolak dan tidak diinginkan, itu akan memperburuk pernikahan kalian nantinya,” lanjut ibunya Vincent.
“Tapi Mommy, aku terlanjur menyukai Agatha,aku jatuh cinta padanya,” ucap Vincent.
“Vin, tolonglah, perhatikan kondisi Daddymu, jangan membuatnya shock lagi, bagaimana kalau Daddymu sampai meninggal? Kau tega melakukannya?” tanya ibunya, membuat Vincent terdiam. Dia juga bingung. Apakah itu artinya dia harus menerima menikah dengan Amanda? Bukan si cantik Agatha?
Seketika rasa sedih menjalar dihatinya. Dulu dia dengan mudahnya berganti ganti pacar, bahkan bukan lagi berganti tapi memiliki banyak pacar dalam satu waktu. Ternyata sekarang disaat dia benar-benar serius menyukai seorang gadis ternyata gadis itu bukanlah miliknya. Bagaimana ini?
Ibunya menatapnya.
“Daddymu ingin melihat kau cepat cepat menikah, jadi tidak akan ada pertunangan lagi, kalian akan segera menikah,” ucap ibunya.
Vincent tidak bicara lagi. Dia bingung harus bagaimana menyikapi semua ini. Sanggupkah dia menikah dengan Amanda? Sedangkan dia menyukai Agatha? Apalagi Agatha adalah saudaranya Amanda , itu artinya dia akan sering berhubungan dengan Agatha juga. Sanggupkah dia melihat Agatha menikah dengan Jonathan. Dalam acara acara tertentu pastilah dia akan bertemu dengan Agatha yang sudah menjadi istri Jonathan.
Dilihatnya lagi pada ranjang pasien itu. Vincent menghela nafas panjang, apa dia tega membuat ayahnya masuk kembali ke rumah sakit? Bagaimana kalau ayahnya sampai tidak bisa menahan lagi sakit jantungnya, bagaimana kalau ayahnya meninggal secepatnya, meninggalkan dirinya dan ibunya sebelum melihatnya menikah dengan Amanda?
“Sayang, berjanjilah, kau tidak akan membuat Daddymu masuk rumah sakit lagi, kau berjanji ya,” pinta ibunya sambil memegang tangannya Vincent.
Vincent menatap wajah ibunya, dia sungguh bingung. Baru saja dia benar-benar jatuh cinta pada seorang gadis, ternyata dia harus kehilangan gadis itu dengan cepat.
Semangat terus berkarya Kakak author 🔥😘
daripada mencintai..
karena cinta akan tumbuh seiring waktu..
karena kasih yang diberikan setiap hari akan mengikis kebekuan hati..
❤❤❤❤❤❤