NovelToon NovelToon
Setelah Titik,Ada Temu

Setelah Titik,Ada Temu

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Romansa Fantasi / CEO / Dark Romance / Mantan / Tamat
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Bagi Azzalia Caesarea, mencintai Regas Adhitama adalah sebuah keberanian sekaligus kesalahan. Regas adalah sang "Pangeran Teknik" yang sempurna, sementara Lia hanyalah mahasiswi Sastra pemegang beasiswa yang hidup sebatang kara.

Saat restu orang tua Regas menjadi dinding tinggi yang tak mungkin dipanjat, Lia memilih mundur. Ia meletakkan tanda titik pada kisah mereka, menolak lamaran Regas, dan pergi mengejar mimpinya ke luar negeri demi harga diri yang sempat diinjak-injak.

Tahun-tahun berlalu, Lia kembali sebagai sosok wanita yang baru dan sukses. Namun, semesta memang senang bercanda. Di sekolah internasional tempatnya mengajar, ia kembali dipertemukan dengan mata tegas itu. Regas berdiri di sana, tetap mempesona, namun dengan satu kejutan yang menyesakkan napas: seorang putri kecil yang memanggilnya "Papa".

Siapkah Lia membuka kembali buku lama yang sudah ia tutup rapat?Dan rahasia apa yang sebenarnya disimpan Regas selama bertahun-tahun kepergian Lia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Hari itu, gedung Fakultas Teknik terlihat lebih ramai dari biasanya. Suasana tegang menyelimuti koridor-koridor panjang yang berbau oli dan logam. Namun, bagi Azzalia, gedung ini terasa seperti labirin asing. Ia berdiri di depan ruang sidang nomor empat, tangannya meremas buket bunga matahari kecil yang ia beli dengan uang saku beasiswanya yang pas-pasan.

"Lia! Sini!" suara teman seangkatan Regas memanggilnya.

Lia mendekat, wajahnya pucat karena gugup, seolah ia sendiri yang akan diuji di dalam sana. Sudah hampir dua jam Regas berada di dalam ruangan itu, berhadapan dengan tiga dosen penguji paling "killer" di Teknik Mesin.

Tepat pukul 11 siang, pintu kayu besar itu terbuka. Regas melangkah keluar dengan kemeja putih yang sedikit kusut dan dasi yang sudah ia longgarkan. Wajahnya yang tegas tampak lelah, namun matanya langsung berbinar saat menangkap sosok Lia di antara kerumunan.

"Gimana, Gas?" tanya teman-temannya serentak.

Regas hanya diam sebentar, lalu perlahan mengangkat jempolnya tinggi-tinggi. Sorak-sorai pecah di koridor itu. Regas dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Di tengah keramaian teman-temannya yang merayakan keberhasilannya, Regas justru melangkah lurus ke arah Lia.

"Aku lulus, Lia," bisiknya di depan wajah Lia yang kini sudah berkaca-kaca.

"Selamat, Kak Regas. Aku tahu Kakak pasti bisa," Lia menyodorkan buket bunga mataharinya. "Maaf, cuma ini yang bisa aku beli."

Regas menerima bunga itu seolah itu adalah benda paling berharga di dunia. "Ini lebih dari cukup. Bunga ini sama kayak kamu, selalu terang bahkan di tempat yang paling gersang sekalipun."

Malamnya, mereka duduk di taman belakang kampus—tempat rahasia yang biasa mereka gunakan untuk mengobrol hingga larut. Regas kini resmi menjadi Sarjana Teknik. Namun, suasana bahagia itu perlahan berubah menjadi sendu.

"Lia," panggil Regas pelan, menatap langit malam. "Besok aku mulai masuk kantor Papa. Kamu tahu kan, aku satu-satunya harapan mereka untuk lanjutin perusahaan."

Lia mengangguk. "Aku tahu, Kak. Itu tanggung jawabmu."

"Tapi itu artinya aku bakal sibuk sekali. Aku harus belajar banyak hal dalam waktu singkat. Aku nggak akan sesering dulu muncul di perpustakaan atau kantin Sastra," Regas menggenggam tangan Lia, erat sekali. "Tapi tolong, jangan anggap aku hilang. Aku cuma sedang menyiapkan tempat yang layak buat kamu di duniaku."

Lia hanya tersenyum getir. Ia baru saja akan masuk semester tiga, masih jauh dari kata lulus. Sementara Regas sudah melompat ke dunia orang dewasa yang penuh dengan tekanan bisnis dan ekspektasi keluarga besar Adhitama.

"Kakak nggak perlu khawatir. Fokus saja di perusahaan," sahut Lia lembut, mencoba menenangkan hatinya sendiri yang mulai merasa goyah.

"Aku akan datang setiap weekend ke apartemenmu, Lia. Aku janji. Entah itu cuma buat masakin mi instan atau bawain makanan favoritmu. Aku nggak akan membiarkan jabatan CEO atau apa pun itu memisahkan kita."

Janji itu diucapkan Regas dengan penuh keyakinan. Saat itu, ia benar-benar percaya bahwa cinta mereka cukup kuat untuk melawan segalanya. Namun, baik Regas maupun Lia belum tahu bahwa restu orang tua jauh lebih dingin daripada AC di ruang sidang skripsi tadi.

Hari-hari setelah kelulusan Regas terasa seperti transisi yang canggung bagi Azzalia. Koridor Fakultas Sastra yang biasanya menjadi saksi bisu kehadiran Regas setiap siang, kini kembali sepi. Tidak ada lagi jaket himpunan teknik yang tersampir di kursi sebelah Lia, atau tawa rendah yang mengiringi diskusi tentang diksi puisi.

Lia resmi memasuki semester tiga. Dunianya kini dipenuhi dengan tugas analisis sastra yang semakin menumpuk. Namun, meski Regas tak lagi terlihat di perpustakaan, pria itu seolah tidak pernah benar-benar pergi.

Setiap pagi, sebelum Lia berangkat kuliah, ponselnya selalu bergetar.

Regas Adhitama: Selamat pagi, Lia. Jangan lupa sarapan. Aku sudah pesankan bubur ayam favoritmu lewat ojek online, sebentar lagi sampai ke apartemenmu. Semangat kuliahnya, calon sarjana sastra terbaik.

Lia tersenyum tipis menatap layar ponselnya. Ia mengira jabatan "Asisten Direktur" di perusahaan ayahnya akan membuat Regas melupakan kebiasaan-kebiasaan kecil mereka. Namun, Regas justru menjadi lebih protektif.

Tengah malam, saat Lia masih bergadang untuk menyelesaikan esai, sebuah pesan kembali masuk.

Regas Adhitama: Masih bangun? Istirahat, Lia. Matamu butuh tidur. Aku baru saja selesai rapat dengan klien, rasanya lebih melelahkan daripada ujian kalkulus. Tapi memikirkan kalau weekend nanti aku bisa ke tempatmu, rasa lelahnya hilang sedikit.

Lia mengetik balasan dengan jari gemetar. Ada rasa hangat yang membuncah, namun terselip rasa bersalah. Regas bekerja keras di dunianya yang megah, sementara ia masih berkutat dengan beasiswa dan apartemen kecilnya.

"Kamu terlalu baik, Kak," gumam Lia pelan.

Puncaknya adalah saat Sabtu tiba. Regas benar-benar menepati janjinya. Sebuah mobil sedan hitam mewah berhenti di depan gedung apartemen Lia yang sederhana. Regas keluar dari sana, masih mengenakan kemeja formal yang lengannya digulung hingga siku. Di tangannya, ia menjinjing plastik berisi bahan makanan.

"Kak Regas! Kakak kelihatan capek sekali," seru Lia saat membukakan pintu.

Regas hanya tersenyum, meski kantung mata terlihat jelas di wajah tampannya. "Aku cuma kangen masakin mi instan pakai telur buat kamu. Di kantor, makannya terlalu kaku, Lia. Aku rindu suasana di sini."

Di dapur kecil itu, Regas bergerak dengan lihai. Pemandangan itu sangat kontras; seorang calon CEO perusahaan besar sedang sibuk mengaduk mi di panci kecil milik mahasiswi penerima beasiswa.

"Lia," panggil Regas di tengah uap mi yang mengepul. "Minggu depan, Papa dan Mama mengadakan jamuan makan malam di rumah. Mereka ingin aku membawa... seseorang yang spesial."

Gerakan tangan Lia yang sedang menata piring mendadak terhenti.

"Aku ingin kamu ikut, Lia. Pakai baju yang bagus, nanti aku kirimkan untukmu. Aku ingin mereka tahu siapa alasan aku semangat bekerja selama ini."

Lia menunduk. Ia tahu momen ini akan datang, namun ia tidak menyangka akan secepat ini. Di kepalanya terbayang wajah-wajah dingin yang sering ia lihat di rubrik bisnis surat kabar.

"Apa... apa tidak terlalu cepat, Kak? Aku masih semester tiga," bisik Lia.

Regas mematikan kompor, berbalik dan memegang kedua bahu Lia. "Tidak ada kata terlalu cepat untuk hal baik. Aku akan melindungimu, Lia. Percaya padaku."

Lia mengangguk ragu. Ia tidak tahu bahwa jamuan makan malam itu akan menjadi titik balik di mana kata-kata puitisnya tidak akan mampu membela diri di hadapan kenyataan kasta yang begitu kejam.

1
Niken Dwi Handayani
Ghea bukan anaknya Regas ya? kalau 5 tahun terpisah, anak nya belum masuk SD. Mungkin anak kakak nya
Chelviana Poethree
👍👍👍
Chelviana Poethree
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!