NovelToon NovelToon
Black Grimoire

Black Grimoire

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Rafli Ananda

Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.

Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Awal dari bencana bagian 4

Roc Bird adalah ras yang sangat memandang tinggi keluarga mereka, karena hal itulah satu anak Roc Bird akan di jaga oleh banyak Roc Bird dewasa, karena mereka para Roc Bird hanya dapat bertelur sekali dalam 10 tahun, dan dalam sekali musim bertelur seekor Roc Bird betina biasanya hanya bisa menghasilkan 30 sampai 40 telur. Dari 40 telur tersebut hanya setengah dari mereka yang dapat menetas, dan biasanya para Roc Bird muda akan tewas karena energi force elemen petir yang mereka miliki sendiri.

Dan hanya ada 5 atau 7 Roc Bird yang dapat bertahan setelah pelatihan energi force dari orang tua mereka, karena hal itulah para Roc Bird akan mengejar siapapun yang berani macam-macam dengan anakan dari ras mereka, baik itu manusia ataupun ras monster lainnya. Lalu pada saat ini Merlin secara tidak sengaja menemukan seekor anakan monster Roc Bird yang telah terluka, anakan Roc Bird tersebut tidak memiliki tubuh manusia dan terlihat seperti bayi burung kecil dengan bulu kuning yang kusam.

Anakan monster Roc Bird itu terlihat memiliki level 2 dan di sekitar tubuhnya terdapat energi force elemen listrik yang sedang mengamuk, “Taask…” Merlin kemudian memegang tubuh anakan monster Roc Bird tersebut dan mengalirkan energi force elemen kegelapan miliknya, kurang dari satu detik energi force elemen petir dari Roc Bird tersebut langsung tenang.

“Cip… Cip-cip…” anakan Roc Bird itu kemudian merasa senang dan menganggap Merlin adalah ayahnya.

Pada saat itu Merlin tidak mengetahui perasaan apa yang dia rasakan, akan tetapi dia merasa senang melihat anak Roc Bird itu sudah tidak merasakan kesakitan, dan melihat kalau anak Roc Bird itu sedikit kurus “Zriip…” Merlin kemudian mengambil persediaan makanan dari tas pinggangnya. Di dalam tas pinggang tersebut, Merlin telah memasok makanan untuk 1 minggu, dan beberapa obat-obatan untuk bertahan hidup di area gunung batu.

Saat memberikan makanan dendeng kering kepada anakan Roc Bird tersebut, di saat itu juga Merlin dapat merasakan adanya “Srrhkk…” sebuah tatapan seekor pemangsa yang mana menatap Merlin dan juga anakan Roc Bird tersebut. Kemudian saat Merlin berbalik, “Srrahkk…” sebuah mulut ular sebesat kepalan tangannya telah terbuka lebar dan mengarah kearah lehernya, namun dengan cepat “Sringgs…” Merlin menebas mulut ular tersebut menggunakan belati merah di tangan kirinya.

Demonic Grimoire keluar dengan sendirinya, dan mengaktifkan tehnik sihir dengan sendirinya. Dengan senyuman di wajahnya Merlin melihat aura dari energi force elemen Demon telah mencemari mulut ular tersebut, dan saat Merlin melihat kearah tubuh ular tersebut ternyata kepala ular itu hanyalah ekor dari sesosok monster aneh.

Monster itu memiliki ekor ular, kepala singa dan juga sayap burung elang raksasa, dan sebagian tubuhnya di tutupi oleh sisik ular sekeras baja, sesosok monster yang mana tidak memiliki kepintaran akan tetapi menjadi ancaman bagi setiap mahluk hidup di sekitarnya karena keganasan dan kebrutalannya, monster bernama Chimera.

Setiap ekor Chimera memiliki level 4 keatas, dan mereka semua memiliki fisik kuat yang dapat menghancurkan tulang-tulang manusia dengan mudahnya, akan tetapi karena kepintaran mereka sama dengan hewan buas biasa, para monster Chimera tidak memiliki serangan sihir dan dapat di hadapi menggunakan jebakan dan formasi serangan berkelompok. Namun pada saat ini Merlin seorang diri bersama dengan anakan Roc Bird tersebut, dia dapat mengetahui kalau Chimera tersebut mengincar anakan Roc Bird di belakangnya karena paparan energi force elemen petir yang kuat dari tubuhnya.

Dengan senyuman di wajahnya Merlin kemudian berkata.

“Mahluk jelek, burung kecil ini sekarang ada di dalam perlindunganku… kalau kau tidak mau mati pergilah dari sini” sambil berkata seperti itu Merlin melapisi tubuhnya dengan aura Demonic, dan berusaha untuk memberikan intimidasi para Chimera tersebut.

Akan tetapi monster Chimera itu tetap bersikeras untuk memakan Merlin dan juga anakan Roc Bird tersebut, dengan buasnya dia kemudian “Wushkk…” melesat kearah mereka berdua, dengan cepat “Taask…” Merlin mengangkat anakan Roc Bird itu dan “Fushkk…” menghindari serangan dari Chimera tersebut. Dan saat menghindari terjangan dari monster Chimera itu, Merlin melihat ada yang aneh pada tubuh monster Chimera tersebut.

“Jadi begitu rupanya, monster ini sedang sekarat dan berada dalam kegilaan… karena dia di serang dan tidak dihabisi dengan cepat dia mulai mengamuk dan menyerang ke sekitarnya, siapa sebenarnya orang bodoh yang membiarkan Chimera ini lolos” pikir Merlin.

Menyadari kalau monster Chimera itu sedang berada dalam kegilaan, dengan cepat Merlin langsung menjaga jarak dengan monster Chimera itu dan “Taask…” dia meletakkan anakan Roc Bird itu di tempat yang aman. Setelah itu sambil berjalan dengan santai Merlin “Srrahk…” mengeluarkan energi force elemen Demon yang luar biasa besarnya, semua itu dia lakukan untuk menarik perhatian dari monster Chimera tersebut.

Dan benar saja, sesuai dengan Merlin rencanakan sekarang monster Chimera itu menjadi fokus pada dirinya.

“Grooaaar….. Roaaaar….”

Monster Chimera itu sekarang merasa terancam kepada Merlin dan melupakan tujuan aslinya untuk melahap anakan Roc Bird tersebut, dan menggunakan Demonic Grimoire yang melayang di depannya Merlin kemudian mengaktifkan tehnik sihir miliknya.

“Demonic Magic Level 1… Evil Sacrifice”

Dengan mengaktifkan tehnik sihir miliknya, semua energi kehidupan yang Merlin kumpulkan mulai terpakai dan semua energi kehidupan itu menguatkan belati merah di tangan kirinya tersebut, dan dengan menggunakan belati merah itu Merlin kembali mengaktifkan tehnik sihir lainnya.

“Demonic Magic level 2… Evil Familiar”

Dari belati merah tersebut “Funggs… Funggs… Funggs…” puluhan energi merah yang membentuk monster ular dengan gigi-gigi tajam, bermata satu, dan memiliki 2 tanduk tajam bermunculan. Para monster itu adalah perwujudan dari energi force elemen Demon yang mana menjadi hidup dan haus akan energi kehidupan, dan dengan kendali dari Merlin para monster itu mulai “Crrast… Krrast… Trassk…” mengigiti tubuh dari Monster Chimera tersebut.

Para monter Evil Familiar tersebut kemudian mulai menyerap energi kehidupan dari Chimera itu, dan setelah mereka membesar “Bomshkk… Bomshkk… Bomshkk…” mereka semua meledak secara bersamaan, karena energi force milik Chimera itu sangat kuat dan banyak, ledakan tersebut setara dengan serangan tehnik sihir level 4 dan ledakan-ledakan tersebut membuat Chimera yang telah terluka tewas di tempat.

Setelah Chimera tersebut berhasil Merlin kalahkan, “Tik-tik-tik…” anakan Roc Bird itu kemudian langsung menghampiri Merlin dengan mulut yang terbuka lebar, anakan Roc Bird bagaikan seekor anak ayam yang sedang mengikuti indunya. Melihat hal itu Merlin kemudian mengangkat anakan Roc Bird itu dan berkata.

“Ada apa…?? apa kau lapar lagi, kalau begitu kebetulan sekali… karena sekarang kita mendapatkan sebuah daging kelas atas”

Saat mengatakan hal itu, Merlin bersiap dengan pisau di tangan kirinya dan menatap kearah tubuh Chimera yang tergeletak tak berdaya tersebut, mendengar hal itu anakan Roc Bird kemudian bersuara dengan kerasnya seakan-akan dia mengerti dengan perkataan dari Merlin.

“Chip… Chip… Chip…”

.

.

.

.

Bersambung…..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!