Kanaya harus rela kehilangan impiannya untuk melanjutkan studinya keluar negeri karena harus menggantikan kakak sepupunya menikah dengan seorang pria bernama Bryan Anugerah yang merupakan CEO dari perusahaan Anugerah Group.
Bryan yang masih mencintai mantan calon istrinya itu sudah menyatakan bahwa tidak akan pernah mencintai Kanaya.
Namun seiring berjalannya waktu perasaan Bryan mulai berubah kepada Kanaya.
Mampukah Bryan mencuri hati Kanaya?
Dan berhasil kah Kanaya mempertahankan tembok dihatinya untuk tidak jatuh hati kepada Bryan?
Yuk Langsung saja baca kisah Bryan dan Kanaya di Love Me Honey
Happy reading ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri_tidur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
...19...
Awalnya Kanaya dan Mila merencanakan untuk pergi ke restoran pada siang hari namun kenyataannya tidaklah terjadi seperti apa yang direncanakan, mereka pergi ke restoran sudah hampir menjelang malam tepatnya pada pukul 18.00 wib. Saat Kanaya baru memasuki restoran dia dikagetkan dengan musik selamat ulang tahun yang tiba-tiba diputar dan muncul beberapa karwayan resto yang memegang beberapa balon bersama dengan Felix dan juga Garry yang membawa kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang sudah menyala sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Hal ini juga membuat para pengunjung resto ikut bergabung menyanyikan selamat ulang tahun untuk Kanaya sehingga suasana resto malam ini menjadi sangat ramai. Kanaya tidak menyangka dan terharu mendapatkan kejutan yang diberikan oleh ketiga sahabatnya dan juga para karyawannya itu.
“selamat ulang tahun beb”
“ selamat bertambah tua ya nay”
“happy birth day nay”
“selamat ulang tahun bu Kanaya”
“selamat ulang tahun mbak” begitulah ucapan-ucapan yang diterima Kanaya dari sahabatnya, para karyawan dan para pengunjung restoran yang silih berganti memberikan selamat kepadanya, Kanaya juga mendapatkan beberapa kado dari ketiga sahabatnya dan dari beberapa karyawannya. Yang awalnya dia berfikir tahun ini akan menjadi hari ulang tahun terburuk dalam hidupnya malah berbanding terbalik dengan yang dia pikirkan, Kanaya bersyukur karena masih dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
“sebagai bentuk rasa syukur saya karena hari ini masih bisa merayakan ulang tahun dalam keadaan baik dengan orang-orang yang saya sayangi, untuk malam ini semua makanan disini saya gratiskan”
mendengar itu membuat para pengunjung dan karyawan bertepuk tangan dengan sangat riuh disertai dengan sorak-sorakkan yang menambah suasana restoran semakin ramai. Sementara itu Kanaya, Mila, Felix dan juga Garry mencari meja dan kursi yang kosong untuk mereka duduki. Setelah itu mereka juga mulai menikmati hidangan makanan yang tersedia di retoran Kanaya.
Saat mereka sedang menikmati makanannya, tiba-tiba datang beberapa orang berbadan tegap dan memakai pakaian yang serba hitam dan berjalan menuju meja dimana Kanaya dan sahabatnya sedang duduk. Kedatangan beberapa orang itu pun mengundang perhatian dari para pengunjung dan karyawan restoran, namun Kanaya tidak menyadari akan kehadiran beberapa orang itu
“selamat malam nona”
ucap salah satu dari orang yang berpakain serba hitam itu, namun Kanaya tidak langsung menanggapinya karena sedang asik berbicara dengan Garry.
“nona” ucap orang itu lagi,
“beb..beb lu dipanggil tu” ucap Mila memberitahukan kepada Kanaya yang sedang mengobrol, Kanaya pun menoleh ke orang itu
“ ada apa ya” tanya Kanaya yang bingung
“nona tolong ikut kami segera,tuan muda sedang mencari nona”
“kalian siapa, seenak itu aja mengatur Kanaya supaya ikut dengan kalian?” ucap Garry
“kami hanya ada urusan dengan nona Kanaya, bukan dengan anda” ucap salah satu bodyguard itu
“urusan Kanaya menjadi urusan saya juga, mending kalian semua pergi dari sini”
“iya benar atau perlu saya panggilkan security untuk mengusir kalian” sambung Felix.
“sudah saya katakan, kami hanya punya urusan dengan nona Kanaya saja, sebaiknya anda diam saja selagi kami masih bersikap baik” ucap salah satu bodyguard itu lagi. Garry yang emosinya berhasil terpancing hendak berdiri untuk mensejajarkan diri dengan para bodyguard itu namun Kanaya segera menahannya
“udah ger”
ucap Kanaya sambil menggelengkan kepalanya menandakan untuk tidak terlibat lebih jauh lagi, melihat itu Garry pun duduk kembali. Kanaya sebenarnya sudah menyadari bahwa mereka adalah orang-orangnya Bryan semenjak melihat logo yang ada dibagian baju mereka apalagi mereka juga tadi sempat mengatakan tuan muda yang membuat keyakinan Kanaya bertambah yakin kalau mereka benar orang suruhan Bryan, logo itu pernah dilihatnya disalah satu berkas yang ada dimeja kerja Bryan dikantor dan dirumah.
“ngapain lagi si, ni orang nyariin gue” batin Kanaya. Kanaya yang tidak ingin terjadi keributan di restoran dan menjadi pusat perhatian para pengunjung resto akhirnya memutuskan untuk ikut bersama orang-orang berbaju serba hitam itu.
“okeoke, saya akan ikut dengan kalian”
“gue ikut, gue temenin lu” ucap Garry
yang merasa khawatir kalau Kanaya pergi sendirian dengan orang-orang yang tidak dikenal itu
“gue sendiri aja ger, mereka juga orang-orangnya Bryan, benarkan kalian orang suruhan Bryan ?” tanya Kanaya memastikan
“iya nona”
“tuh kan gue benar, yaudah kalo gitu gue cabut dulu ya makasih buat surprise hari ini, gue senang banget” ucap Kanaya sembari tersenyum kepada sahabatnya lalu berlalu meninggalkan meja itu dan diikuti oleh para bodygoard.
Diperjalanan Kanaya hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata apa pun dan hanya memandang ke arah luar jendela mobil melihat jalanan yang sedang dilewati. Sekilas Kanaya berfikir kalau jalanan yang mereka lalui sekarang ini seperti dia kenali dan pernah dia lewati juga, namun dia tidak mau terlalu ambil pusing untuk mengingatnya, Kanaya kembali memandang jalanan yang dihiasi dengan lampu-lampu jalan.
Sesampainya di tempat tujuan, barulah Kanaya menyadari kalau dirinya sedang berada di kediaman Sukmanegara yang tak lain adalah rumah dari orang tua Brya.
“pantes saja aku seperti mengenal jalanannya” batin Kanaya.
Ini adalah kedua kalinya Kanaya menginjakkan kaki dirumah keluarga besar Sukmanegara dan juga menjadi tempat pertama kalinya dia bertemu Bryan. Kanaya turun dari mobil dan disambut langsung oleh beberapa asiten rumah tangga yang sudah menunggu kedatangan Kanaya.
“mari nona silahkan”
ucap asisten rumah tangga itu lalu Kanaya pun mengikuti kemana asisten rumah tangga itu akan menuntunya. Saat sampai diruang keluarga Kanaya melihat ada tiga sosok orang yang sedang duduk santai sambil menikmati segelas teh, sosok pertama adalah daddy Robert, sosok kedua adalah mommy Sinta dan sosok terakhir yang membuat Kanaya sedikit malas untuk memandangnya, sosok itu tak lain adalah Bryan. Bryan memang sengaja memerintahkan anak buahnya untuk membawa Kanaya langsung kerumah kedua orang tuanya, karena tadi siang mommy Sinta menelepon Bryan dan mengatakan mommy sangat merindukan menantunya.
“malam dad, mom” ucap Kanaya
“eh sayang, kamu sudah sampai mommy kangen sekali sama kamu” ucap mommy Sinta
lalu memeluk menantu kesayangannya itu
“iya mom, Kanaya juga kangen mommy, mommy apa kabar” tanya Kanaya
“baik sayang, mommy baik kamu apa kabar?gimana Bryan? apa dia berbuat baik sama kamu atau malah sebaliknya?”
“aku baik kok mom, hehe kak Bryan selalu berbuat baik kok sama aku mom”
“syukurlah kalo memang begitu, kalo Bryan berbuat macam-macam kamu laporin ke mommy ya, biar mommya yang akan ngasi perhitungan sama dia?” ucap mommy
“hehe beres mom”
lalu Kanaya beralih menyalami daddy Robert
“malam dad, daddy sehat kan?”
“sehat kok nak”
“sini sayang duduk samping mommy, mommy masih kangen belum soalnya” lalu Kanaya duduk disamping mertuanya itu dan akhirnya mereka pun mulai larut dalam obrolan walaupun sebenarnya Kanaya merasa malas karena adanya Bryan diruangan itu, namun Kanaya tidak ingin membuat mommy dan daddy kecewa akan kebenaran yang terjadi.
Malam ini mereka memutuskan untuk menginap dan akan kembali kerumah esok hari. Saat didalam kamar
“nay” ucap Bryan
memecahkan keheningan, namun Kanaya tidak menanggapinya dan masih tetap asik memainkan ponselnya
“nay, bisa gak ponselnya diletakin dulu aku mau ngomong”
kemudian Kanaya pun meletakkan ponselnya “hem apaan” ucap Kanaya cuek
“lusa aku pergi ke luar negeri”
“lah terus?”
“aku mau kamu ikut, nemani aku”
“aku sibuk, jadi gak bisa”.
“bukannya minta maaf malah maksa buat pergi ke luar negeri sama dia, dasar” batin Kanaya. Sebenarnya Kanaya masih merasa kesal kepada Bryan atas kejadian subuh tadi, yang awalnya Kanaya sudah memiliki rasa simpati dengan Bryan namun gara-gara kejadian subuh tadi rasa simpati Kanaya menghilang begitu saja.
“aku minta maaf” ucap Bryan dengan suara yang lembut.
......................
jangan lupa vote dan like
stay healthy