NovelToon NovelToon
Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: de banyantree

Ternyata di belahan dunia ini masih tersisa seorang pria berhati malaikat. Meski semua orang tak mempercayai itu. Sebab yang mencintaiku itu adalah seorang mafia jahat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de banyantree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Make over

Mobil hitam mewah itu berhenti di depan sebuah bangunan minimalis modern dengan papan nama bertuliskan "Z-Aura Exclusive Salon & Spa". Tempat itu bukan sekadar salon biasa; ini adalah tempat di mana para sosialita dan istri pejabat mengantre berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan satu slot perawatan.

​Zayn turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Laila dengan gerakan yang sangat formal. Laila keluar dengan ragu, memandangi pantulan dirinya di kaca lobi yang terlihat sangat kontras dengan kemewahan tempat itu.

​"Zayn, aku... aku terlihat seperti gelandangan di sini," bisik Laila sambil meremas ujung bajunya yang berdebu.

​Zayn tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya meletakkan tangannya di punggung Laila, mendorongnya lembut untuk masuk ke dalam. Begitu pintu otomatis terbuka, aroma lavender dan melati langsung menyambut indra penciuman mereka.

​Seorang manajer salon dengan pakaian serba hitam segera berlari kecil menghampiri. "Tuan Zayn! Suatu kehormatan besar Anda berkunjung ke sini."

​Zayn menatap manajer itu dengan tatapan tajam yang membuat suasana seketika menjadi dingin. Ia menunjuk Laila dengan dagunya.

​"Buat wanita ini menjadi wanita yang paling cantik yang pernah ada di kota ini. Hapus semua jejak lelah, debu, dan kesedihan di wajahnya," perintah Zayn dingin.

​Manajer itu sempat melirik Laila yang tampak kusam, namun ia segera menunduk hormat. "Baik, Tuan. Kami akan memberikan layanan terbaik kami."

​"Lakukan sekarang. Jangan ada satu inci pun yang terlewat," tambah Zayn.

​"Baik, Tuan!" jawab para pegawai wanita di tempat itu serempak. Mereka langsung mengerumuni Laila dengan sopan namun cekatan, lalu membawanya masuk ke dalam sebuah ruangan khusus makeover VIP.

​Perintah Sang Penguasa

​Zayn duduk di sofa kulit yang empuk di ruang tunggu, menyilangkan kakinya dengan angkuh. Tak lama kemudian, asisten pribadinya, Rio, mendekat dengan wajah cemas sambil memegang tablet.

​"Tuan, apa Tuan akan kembali ke kantor dulu? Ada beberapa berkas yang butuh tanda tangan anda," tanya Rio hati-hati.

​"Tidak, aku akan menunggu Laila hingga selesai," jawab Zayn tanpa mengalihkan pandangan dari majalah otomotif di depannya.

​Rio berdehem, tampak ragu untuk melanjutkan. "Tapi Tuan, ada laporan masuk. Para saingan bisnis dari grup sebelah sudah mulai memasuki wilayah kita di sektor properti. Mereka mencoba menyabotase proyek bendungan."

​Zayn melirik Rio dengan tatapan datar, namun mematikan. "Hancurkan tanpa ampun! Jika mereka ingin bermain kotor, buat mereka terkubur di dalam lumpur proyek mereka sendiri."

​"Tapi Tuan, mereka bekerja sama dengan beberapa oknum pejabat..."

​Zayn menutup majalahnya dengan suara keras. "Rio, sejak kapan aku peduli dengan siapa mereka bekerja sama? Cabut investasi mereka, bekukan izin jalannya, dan pastikan besok pagi mereka tidak punya kantor untuk dikunjungi."

​"Ba... baik Tuan. Saya mengerti," ucap Rio gemetar. Ia segera menjauh, mengambil ponselnya, dan mulai mengetik pesan instruksi. Di kota ini, siapa yang berani melawan perintah Zayn Malik? Seorang pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses di permukaan, namun adalah seorang mafia yang dingin dan mematikan di balik layar.

​Waktu berlalu. Satu jam, dua jam, hingga hampir tiga jam Zayn menunggu dengan sabar. Ia bahkan menolak tawaran kopi berkali-kali. Baginya, menunggu Laila adalah bagian dari rencana besarnya untuk menghancurkan Gion.

​Pintu ruang VIP perlahan terbuka.

​"Tuan Zayn, silakan lihat hasilnya," ucap sang manajer salon dengan nada bangga.

​Zayn berdiri dari sofanya. Saat Laila melangkah keluar, langkah kaki Zayn terhenti. Nafasnya tertahan sejenak.

​Penampilan Laila kini berubah total. Gaun satin berwarna merah marun yang membalut tubuhnya menonjolkan lekuk tubuh yang selama ini tersembunyi di balik daster longgar. Rambutnya yang tadinya berantakan kini ditata dengan gaya wavy yang elegan, jatuh sempurna di bahunya.

​Wajahnya yang sangat cantik kini memukau dengan riasan ala Latina makeup. Eyeliner tegas dan bulu mata yang lentik membuat matanya yang besar terlihat tajam dan penuh misteri. Lipstik berwarna nude kecokelatan mempertegas bibirnya yang penuh. Benar-benar sesuai dengan gari wajahnya yang masih memiliki sentuhan keturunan Arab dari ayahnya.

​Laila berdiri dengan kaku, merasa asing dengan pantulan dirinya di cermin besar. "Zayn... apa ini tidak terlalu berlebihan?"

​Zayn berjalan mendekat, langkah sepatunya bergema di lantai marmer. Ia berdiri tepat di depan Laila, menatap wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan takjub yang jarang ia tunjukkan pada siapapun.

​"Berlebihan?" Zayn tersenyum miring, lalu menyentuh dagu Laila lembut. "Tidak. Ini adalah dirimu yang sebenarnya, Laila. Kamu bukan lagi tanah yang diinjak-injak. Kamu adalah permata yang baru saja aku bersihkan dari lumpur."

​Laila menatap mata Zayn. Ada kilat kepercayaan diri yang mulai muncul di sana. "Aku merasa... seperti orang yang berbeda."

​"Bagus. Karena mulai malam ini, Laila yang lemah sudah mati di depan pagar rumah Gion," ucap Zayn tegas. Ia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi set kalung dan anting berlian hitam yang berkilau mewah.

​Ia memakaikan kalung itu ke leher Laila. "Ini adalah sentuhan terakhir, dengan antingnya."

​"Terima kasih, Zayn," bisik Laila.

​Zayn mengulurkan tangannya, telapak tangannya terbuka lebar menunggu sambutan. "Sekarang, mari kita tunjukkan pada dunia—dan pada mantan suamimu yang bodoh itu—siapa yang sebenarnya berada di atas langit."

​Laila menyambut uluran tangan Zayn. Genggamannya kuat, tidak lagi gemetar. "Ayo pergi. Aku sudah tidak sabar melihat wajah mereka."

​Mereka berjalan keluar salon dengan penuh wibawa. Para pegawai salon hanya bisa terpana melihat pasangan itu. Zayn yang gagah dengan setelan jas hitamnya, dan Laila yang mempesona bak dewi perang.

​Di dalam mobil, suasana terasa sedikit lebih santai namun intens.

​"Gion akan ada di pesta itu bersama Sarah?" tanya Laila sambil memperbaiki letak antingnya.

​"Ya. Mereka sedang berusaha mendekati Matahari Group untuk menyelamatkan saham mereka yang merosot pagi tadi. Mereka tidak tahu kalau Matahari Group itu hanyalah salah satu 'mainan' kecilku," jawab Zayn santai sambil menyetir.

​Laila terkekeh pelan. "Jadi, aku akan bertemu 'langit' yang dibanggakan ibu mertuaku malam ini?"

​"Langit itu akan segera runtuh begitu kamu masuk ke ruangan itu, Laila. Ingat, jangan bicara banyak. Biarkan kecantikan dan kehadiranku yang membuat mereka sesak napas," instruksi Zayn.

​Laila mengangguk paham. "Aku ingin melihat bagaimana ekspresi Sarah saat dia tahu bahwa 'pengemis' yang dia hina tadi siang sekarang memakai perhiasan yang bahkan tidak bisa dia beli dengan seluruh sisa hartanya."

​Mobil mereka melambat saat memasuki pelataran hotel bintang lima tempat pesta berlangsung. Lampu-lampu kristal bersinar terang, dan puluhan mobil mewah berderet di sana.

​Zayn menoleh ke arah Laila sebelum turun. "Siap, My Queen?"

​Laila menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan, lalu memberikan senyum paling dingin yang pernah ia miliki. "Sangat siap, Zayn."

​Zayn turun, memutari mobil, dan membukakan pintu untuk Laila. Saat kaki jenjang Laila yang terbalut sepatu hak tinggi menyentuh karpet merah, semua mata tamu yang berada di lobi seketika tertuju pada mereka.

​Zayn merangkul pinggang Laila dengan posesif, menuntunnya masuk ke dalam ballroom. Malam ini, drama yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!