NovelToon NovelToon
Anak Sang Mafia

Anak Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Mafia / Tamat
Popularitas:931
Nilai: 5
Nama Author: erinaCalistaAzahra

Erik Meijer adalah pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal tak memiliki belas kasih. Namun, dunianya yang penuh kekerasan berubah drastis saat ia menemukan seorang bayi perempuan bernama emia di kursi belakang mobilnya setelah sebuah baku tembak. Sebuah pesan misterius mengklaim bahwa bayi itu adalah darah dagingnya.
Demi melindungi emia , Erik Meijer memutuskan untuk meninggalkan takhta kekuasaannya dan bersembunyi di sebuah desa terpencil di pegunungan. Ia mencoba belajar menjadi ayah yang normal, mengganti senjata dengan botol susu, dan strategi perang dengan lagu pengantar tidur.
Namun, masa lalu tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ketika musuh-musuhnya menemukan tempat persembunyian mereka dan mengancam nyawa emia, Erik Meijer menyadari bahwa ia tidak bisa terus berlari. Ia harus kembali menjadi sosok yang mematikan untuk terakhir kalinya demi memastikan putrinya memiliki masa depan yang damai. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, penebusan dosa, dan sisi lembut mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hamil

Di dalam kamar utama yang remang, Erik berlutut di depan Claudia. Tangannya yang besar, yang biasanya kaku menggenggam senjata, kini meraba perut rata Claudia dengan kelembutan yang sangat kontras.

"Lagi, Claudia?" bisik Erik, suaranya parau. Matanya menatap tajam ke dalam manik mata istrinya.

"Di saat musuh-musuh kita sedang mengincar leher kita, kau membawa satu lagi nyawa untuk aku lindungi."

Claudia mencengkeram rambut Erik, menarik wajah suaminya mendekat.

"Dia bukan hanya nyawa, Erik. Dia adalah penebusan. Dia akan lahir tanpa bayang-bayang Don medici. Dia akan lahir murni sebagai seorang Meijer."

Erik mencium perut Claudia dengan intensitas yang posesif.

"Jika ada satu helai rambutmu atau anak ini yang tersentuh karena kesalahan intelijen, aku akan meratakan seluruh distrik utara, Claudia. Kau tahu itu."

Kegemparan terjadi di markas besar. Matteo yang mendengar kabar ini langsung memperketat pengamanan hingga tingkat absolut. Ia memerintahkan unit Black Squad untuk berjaga 24 jam di sayap barat kediaman. Baginya, calon penerus selanjutnya ini adalah simbol kekuatan baru keluarga " Erik Meijer ".

Namun, di sisi lain, Valerius menemukan data digital yang mengkhawatirkan. Beberapa faksi sisa dari masa lalu don mulai bergerak saat tahu Claudia sedang dalam kondisi "rentan".

"bos ," ucap Valerius lewat interkom rahasia.

"Mereka mengira kehamilan Nona Claudia adalah titik lemahmu. Mereka berencana menyerang saat pemeriksaan medis pertama."

Erik berdiri, mengenakan kembali jas hitamnya. Aura haus darah yang sempat mereda kini bangkit kembali, bahkan lebih pekat dari sebelumnya. Ia menatap Claudia yang masih berbaring di tempat tidur, lalu menoleh ke arah pintu.

"Mereka salah, Val," desis Erik sambil mengokang senjatanya.

"Mereka tidak tahu bahwa singa yang sedang menjaga betinanya yang hamil adalah malaikat maut yang paling efisien."

Malam itu, Erik tidak membiarkan Claudia pergi ke rumah sakit. Ia membawa seluruh peralatan medis terbaik dan tim dokter spesialis ke dalam mansion yang kini telah berubah menjadi benteng baja.

Erik mendekati Claudia kembali, mencium bibirnya dengan kasar dan penuh gairah sebelum pergi bertugas.

"Istirahatlah, Ratu. Aku akan membawakanmu kepala siapa pun yang berani membayangkan rencana jahat terhadap anak kita malam ini."

____

Kegemparan di dalam mansion Meijer mencapai titik didih saat Erik menyadari bahwa kehamilan Claudia kali ini bukan hanya soal pewaris, tapi soal perang harga diri. Musuh-musuh yang mengendus "kelemahan" sang Ratu mulai merayap keluar dari lubang persembunyian mereka.

Di dalam kamar yang suhunya diatur sempurna, Erik melepaskan sabuk senjatanya dan duduk di tepi ranjang. Ia menarik Claudia ke dalam dekapan posesif, telapak tangannya yang besar tak lepas dari perut Claudia yang masih rata namun menyimpan masa depan dinasti Meijer.

"Dokter bilang kau harus istirahat, tapi aku tahu otakmu tidak pernah berhenti bekerja, sayang," bisik Erik, suaranya serak, mencium bahu Claudia yang terbuka.

Claudia bersandar pada dada bidang suaminya, jemarinya memainkan ujung pisau kecil yang selalu ia selipkan di bawah bantal.

"Aku hamil, Erik, bukan lumpuh. Jika mereka pikir rahim ini adalah titik lemahmu, mereka akan belajar bahwa ibu yang sedang mengandung adalah predator yang paling haus darah."

Malam itu, serangan benar-benar terjadi. Sekelompok tentara bayaran elit mencoba menyusup melalui jalur udara, mengincar sayap medis tempat Claudia berada. Namun, mereka tidak tahu bahwa mereka sedang berjalan masuk ke dalam mulut singa.

Erik berdiri di balkon dengan senapan runduk (sniper) di tangannya. Setiap tarikan pelatuknya berarti satu nyawa melayang di kegelapan hutan mansion. Sementara itu, Matteo memimpin pembersihan di darat dengan brutalitas yang melampaui batas, memastikan tidak ada satu pun penyusup yang mendekati pintu kamar nyoyanya itu.

Di dalam kamar, Claudia tidak hanya diam. Ia memegang tablet, memantau pergerakan musuh melalui satelit yang diretas olehnya.

"Erik, dua orang di koordinat 4-2, mereka mencoba meledakkan generator," ucap Claudia tenang lewat earpiece suaminya.

DOR! DOR!

Dua tembakan presisi dari Erik menyudahi napas mereka. Erik kembali masuk ke dalam kamar, napasnya memburu, adrenalin dan gairah protektif bercampur menjadi satu. Ia mendekati Claudia, mencengkeram rahang istrinya dan menciumnya dengan kasar di tengah suara desingan peluru di luar.

"Kau lihat?" desis Erik di sela ciumannya.

Erik kemudian mengangkat Claudia, membawanya ke ruang aman (strong room) yang paling dalam. Di sana, di balik dinding baja, Erik memastikan Claudia merasa dicintai dan diinginkan, mengubah suasana medan perang menjadi medan gairah yang intens sebagai cara untuk meredakan ketegangan sang Ratu.

"Malam ini, biarkan dunia tahu bahwa siapa pun yang mengusik keluarga Meijer tidak akan pernah melihat hari esok," bisik Erik dengan nada yang penuh tekad.

"Tugasmu adalah tetap aman dan tetap menjadi kekuatan di balik dinasti ini."

Ketegangan di kediaman Meijer mencapai puncaknya ketika Claudia memasuki trimester terakhir. Erik tidak lagi sekadar menjadi suami, ia telah menjelma menjadi sipir sekaligus pelindung yang tak membiarkan istrinya menyentuh lantai tanpa pengawasannya.

Malam itu, di dalam kamar yang hanya diterangi perapian, Erik membantu Claudia melepaskan jubah sutranya. Perut Claudia kini sudah membuncit nyata, sebuah pemandangan yang bagi Erik adalah harta paling rapuh sekaligus senjata paling mematikan.

Erik menatap Claudia dengan tatapan yang dalam, mencerminkan kekhawatiran yang selama ini ia sembunyikan di balik topeng ketegasannya. "Dokter menyarankan agar kau lebih banyak beristirahat," ucapnya dengan nada yang lebih lembut namun tetap tegas.

"Dunia luar bisa menunggu, namun keselamatanmu dan anak kita adalah prioritas utama saat ini."

Claudia menghela napas, menyadari bahwa di balik sikap posesif suaminya, terdapat rasa takut yang besar akan kehilangan. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Erik, membiarkan keheningan malam menyelimuti mereka. Di luar sana, dinamika kekuasaan mungkin sedang bergejolak, namun di dalam ruangan ini, waktu seolah berhenti.

Sementara itu, di sudut lain kota, persiapan besar sedang dilakukan untuk memastikan transisi kekuasaan berjalan mulus. Fokus keluarga kini terbagi antara menjaga stabilitas bisnis dan menyambut anggota keluarga baru yang akan segera hadir. Ketegangan menyelimuti setiap sudut wilayah kekuasaan Meijer, menandakan bahwa perubahan besar akan segera terjadi.

" Matteo, apa kau mendengarku " gumang Erik

" iya tua " kata metteo.

" Apa sudah aman diluar sana ,? Jika belum biarkan aku , memberikan mereka pelajaran, yang tak pernah dilupakan" tegas Erik.

" Aman , semua sudah beres tua , istirahatLa , nanti aku yang menghadel semua " tenang Matteo.

" baiklah, berjaga diriLa , jika ada penyusup masuk , biarkan aku yang menghadapi , biar mereka tahu siapa" Erik Meijer " . " kata Erik dengan tegas.

" iya tuan " kata Marco.

Setelah itu , Marco berniat untuk istirahat sejenak, karna ia rasa semuanya beres.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!