NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:806
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Mulut Shena terbuka meremehkan. Ia mendorong tubuh Arsen menjauh. Shena berkata dengan santai dan sombong. "Heh, aku sangat pandai dalam memberi pelajaran dengan pria seperti mu". Tinjunya di acungkan ke arah wajah Arsen.

Arsen menatap tangan kecil yang terkepal itu dengan berminat. Ia sedikit tertawa meremehkan. "Ka..."

Ucapannya terpotong kala ada tangan besar yang menggenggam dan menarik pergelangan tangan Shena. Arsen dan Shena serentak menoleh pada pemilik tangan itu. Dia adalah Ello, kekasih Shena.

Sedari tadi Ello khawatir jika Shena akan di amuk masa oleh Arsen. Arsen terkenal dingin, bengis dan kejam bahkan jika itu wanita sekalipun ia tak akan segan untuk memukul. Tidak ada yang berani menyentuhnya dan ia juga tak ingin ada sembarang orang yang menyentuhnya. Tempat duduk adalah hal yang keramat untuk di sentuh. Arsen selalu menguasai meja sendirian. Ia tak suka berbagi. Di tahun pertama sekolah, Arsen pernah memukuli teman sekelasnya karena duduk di kursi sebelahnya. Teman itu tak pernah menampakkan wajahnya lagi di sekolah setelah kejadian itu. Ada yang bilang dia trauma berat dan pindah ke luar negeri karena takut bertemu Arsen kembali.

Ello khawatir Shena akan terluka. Shena tidak tahu betapa busuknya sekolah ini karena orang-orang yang punya uang dan berkuasa. Ello sendiri masih di bilang beruntung. Walau ia dari kota Tikan yang jauh dari kota Wilow, keluarganya merupakan orang yang cukup berada karena ayahnya mempunyai bisnis properti. Itupun Ello hanya berada di kelas menengah, bukan kelas atas. Satu lagi yang membuat dirinya aman, dia cerdas dan pintar serta wajahnya yang tampan memberi nilai lebih. Namun Shena berbeda. Ello mengenal Shena sejak mereka kecil. Shena bukan berasal dari keluarga kaya. Ibunya meninggal ketika Shena umur 10 tahun dan ayahnya tidak mengurus Shena dengan baik. Ayahnya jarang pulang. Ibu Ello dan Ello lah yang lebih banyak menjaga Shena dan mengurusnya karena mereka tetangga. Shena juga tidak terlalu pintar. Meskipun tidak tahu bagaimana cara Shena masuk ke sekolah ini, Ello tahu kalau Shena masuk bukan karena ayahnya atau latar belakangnya.

"Shena, ayo bertukar tempat duduk" ucapnya menekan nada bicaranya serius. Ello berpikir jika ia yang kena pukul tidak masalah. Ia pria dan ia bisa menahan. Namun Shena tidak. Ia tidak bisa membiarkan Shena terluka.

Semua orang dan ibu Mariot tidak ada yang berani bersuara atau bahkan bergerak. Para siswa menunggu adegan selanjutnya. Ada yang tegang, ada yang tidak sabar melihat pukulan.

Shena yang tidak tahu apapun tentang situasi tersenyum senang ketika Ello meminta untuk tukar tempat duduk. "Apa Ello cemburu kalo aku dekat pria lain di sekolah" pikirnya di hati. Ia langsung berdiri dan mengangguk dengan senang. "Mau".

Arsen langsung menggenggam pergelangan tangan Shena yang satunya dan mendudukkannya kembali. Shena terkejut dengan tindakan Arsen yang sedikit agak kasar. Ia menoleh ke arah Arsen dengan kesal dan menarik tangannya dengan kasar namun tidak terlepas. "Lepaskan" ucapnya tegas dengan mata melotot.

"Kau tidak akan pindah sebelum aku mengizinkannya. Bukankah kau akan memberiku pelajaran?" Ucap Arsen dingin menekan nada bicaranya yang membuat Shena merasa terintimidasi.

Diandra beranjak dari kursi dan menghampiri Ello. Mata Ello tetap kukuh dan tidak mau mengalah. Ia masih ingin berjuang untuk Shena namun terhenti ketika ada sosok yang memegang lengannya. Ia menoleh dan itu Diandra.

"El, sebaiknya biarkan saja. Pelajaran akan segera di mulai" ucap Diandra menengahi.

"Aku tidak bisa membiarkan dia terluka" ucap Ello menekan nada bicaranya.

Shena tampak cemberut dan mau meledak ketika wanita itu memegang tangan Ello. Ia mau berdiri dan tantrum, tapi belum sempat. Arsen menekan tubuhnya dan berbisik pelan di telinga Shena. "Kau pindah, pria ini ku hajar". Nada suaranya dingin dan ekspresi wajahnya menantang.

Shena sebenarnya tidak takut, tapi sedikit ragu. Ia menimbang kiri kanan. Melihat wanita itu begitu dekat dengan Ello, telinga Shena merah seperti keluar asap. Akhirnya ia mengalah, tidak mau ada keributan.

"El, aku duduk di sini saja. Kamu duduk disana" ucapnya dengan enggan pada akhirnya.

"Shena, dia..."

"El...."

Sela Diandra memotong ucapan Ello. Ello menoleh ke arah Diandra dan Diandra menggelengkan kepalanya pelan. Diandra berbisik pelan kepada Ello. "Kau bisa menjaganya dari sana. Aku akan ada di samping mu".

Ello diam beberapa jenak. Akhirnya ia memutuskan untuk mengalah. Ia menundukkan tubuhnya dan berbicara. "Jangan berinteraksi dengan siapapun di sekolah ini. Cukup denganku, mengerti".

Shena mengangguk bagai anak anjing. Arsen membuang mata malas. Ia melepaskan cengkraman tangannya di pergelangan tangan Shena dan Ello kembali duduk di tempat semula dengan hati yang tetap was-was.

Shena menatap kesal pada Arsen. Wajahnya menggembung dan memerah. Sementara Arsen yang di tatap dengan buruk merasa tak bersalah dan bersikap santai.

Sepuluh detik, dua puluh detik dan tidak terjadi apapun seperti yang mereka harapkan. Arsen duduk dengan tenang menatap Shena sementara Shena cemberut dengan mulut ber komat-kamit.

Itu cukup mencengangkan mengingat Arsen yang tak tersentuh dan tak mau berbagi, kini diam saja ketika Shena yang menduduki kursi miliknya. Tidak ada yang pernah selamat dari Arsen selama ini bahkan jika itu para kacungnya. Shena yang pertama. Untuk saat ini mungkin.

.

.

.

Jam istirahat makan siang. Shena nampak berbaris mengantri makan siang di kantin. Ia memegang alat makan dan berdiri dengan muka cemberut. Di depannya ada Ello, di depan Ello ada Diandra. Shena tak suka. Ia cemburu dan merasa terancam. Wanita itu bahkan sesekali menoleh ke arah Ello dan mereka mengobrol tipis sambil bercanda. Bukankah wajah wanita itu minta di pukul. Apa Shena kurang besar hingga tak nampak di pelupuk mata.

Shena menatap punggung Ello yang tinggi dan menimbang sesaat dengan otaknya. Ekspresinya berubah menjadi centil dan berkata. "Ello, tanganku sakit di cengkram pria itu tadi. Bisakah kau memegang ini untukku?" Nadanya terdengar manja dan memelas. Diandra langsung menoleh tak suka ke arah Shena.

Ello melihat ke arah pergelangan tangan Shena. Memang tampak memerah dan itu bahkan sangat mencolok. "Kemari" pinta Ello.

Shena langsung memberikan piring makannya ke tangan Ello dan ia mengekor dengan senyum puas di wajahnya. "Hah, lihat lihat. Aku masih tetap nomor 1 bagi Ello. Jangan mencoba bersaing denganku atau kau akan kukalahkan sampai ke tulang" batin Shena kegirangan merasa menang dari Diandra.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!